Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.596 views

Kering Melanda, Mafia Air Merajalela

 

Oleh: Shafayasmin Salsabila*

Bersama datangnya musim kemarau, kekeringan kembali melanda berbagai daerah di negeri Khatulistiwa ini, tak terkecuali di Kabupaten Indramayu. Selain terjadi krisis air bersih, sawah pun turut terancam eksistensinya. Seperti darah bagi tubuh manusia, air menjadi nyawa bagi setiap petak sawah. Tanpa air, hijaunya padi tak mampu bertahan lama. Berhenti tumbuh, layu dan mati. Panen menjadi sebatas mimpi. Petani merugi, dan kebingungan akan masa depan anak istri.

Lahan Basah bagi Mafia Air

Kaum oportunis, tentu tak tinggal diam, muncul lah para mafia air. Mereka bersiasat manfaatkan situasi agar menghasilkan pundi uang. Matanya awas menangkap setiap peluang emas. Menyadari pentingnya kebutuhan air untuk irigasi sawah, mereka menawarkan suplai air dengan memasang tarif kepada petani. Disampaikan oleh Dandim 0616/Indramayu, Letkol Kav Agung Nur Cahyono, mereka (mafia air) meminta sejumlah tarif kepada petani bila ingin dialiri air ke lahan persawahannya di luar jadwal gilir air yang sudah ditentukan. (tribunnews.com,31/7/2019)

Praktik mafia air ini, meresahkan sebagian petani dengan letak sawah di ujung pintu air. Pasalnya lahan mereka tidak akan teraliri air. Jika sudah begitu, puso atau gagal panen tidak dapat dihindari. Petani seakan diberi pilihan sulit, semuanya serba merugikan. Mafia air ini tak jauh berbeda dengan para rentenir, seakan memberikan bantuan, senyatanya memasang jerat dan membunuh secara perlahan, jahat dan kejam.

Lahir dari Sistem

Memang benar, langkah strategis telah diupayakan. Masih dari laman berita yang sama, Letkol Kav Agung Nur Cahyono menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Bahkan agar praktik mafia air tidak kembali terjadi, pihak TNI menjaga ketat sejumlah pintu air di Kabupaten Indramayu terutama ketiga titik yang dianggap rawan tersebut. Namun apakah solusi ini sudah mampu menuntaskan praktik mafia air sampai ke akar-akarnya? Mengingat kejahatan ini sudah menjadi rutinitas tahunan?

Ditinjau dari muaranya, merajalelanya mafia air ini diakibatkan dari kekurangsigapan sistem yang ada saat ini. Musim kemarau terjadi setiap tahun. Di satu sisi kerusakan lingkungan masif terjadi, imbas dari kerakusan para kapitalis. Akhirnya, kemarau berbuntut panjang. Membawa serta kekeringan bersamanya. Hujan, tak kunjung datang. Dan hal tersebut kembali terulang setiap tahunnya. Semestinya sudah terbaca dan dipersiapkan jauh-jauh hari untuk menghadapi kekeringan akibat kemarau panjang ini. Baik secara infrastruktur, kebijakan, maupun solusi sistemiknya.

Ditambah lagi, sistem saat ini, membentuk secara laten dan permanen, mental haus dunia. Tak pernah ada rasa cukup, sebaliknya rakus untuk menyasar segala peluang usaha. Tanpa menimbang halal haram, pastinya. Bahkan, kehidupan saat ini seperti hukum rimba, yang kuat akan memakan yang lemah. Selagi kaya dan memiliki pengaruh, maka mampu melakukan apa saja, termasuk mengkomersilkan air, yang notabene adalah hak rakyat secara umum. Lalu masih adakah harapan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh petani? Apa yang dapat membebaskannya dari tekanan mafia air?

Mendudukkan Posisi Air

Islam sebagai sebuah sistem kehidupan, menjadi risalah hingga akhir zaman. Jawaban bagi setiap problema dan dilema. Tak ada yang tak disasar oleh Islam. Kepengaturannya mencakup segala aspek, menjanjikan kemaslahatan bagi seluruh warga negara, baik kaya maupun miskin, baik Muslim maupun non Muslim.

Tak hanya membahas aturan peribadatan hamba kepada Allah Ta'ala, namun terkait masalah air sekalipun ada pembahasannya. Islam membagi hukum kepemilikan menjadi tiga. Pertama, kepemilikan individu. Kedua, kepemilikan negara. Ketiga , kepemilikan umum. Dalam hal ini, air berada dalam posisi ketiga, yakni termasuk kepemilikan umum, bagi seluruh warga negara. Mengkomersilkannya adalah sebuah pelanggaran terhadap aturan Allah, dan termasuk kemaksiatan.

Rasulullah Saw bersabda: "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Berserikatnya manusia dalam ketiga hal pada hadis di atas, karena sifatnya sebagai sesuatu yang dibutuhkan oleh orang banyak (komunitas) dan jika tidak ada maka mereka akan berselisih atau terjadi masalah dalam mencarinya. Sifat ini merupakan ‘illat istinbâthan dari perserikatan manusia dalam ketiga hal itu.

Para ulama terdahulu sepakat bahwa air sungai, danau, laut, saluran irigasi adalah milik bersama, dan tidak boleh dimiliki/dikuasai oleh seseorang atau hanya sekelompok orang. Maka tidak boleh diambil alih, atau diakui secara pribadi, apalagi dipasang tarif. Namun, agar semua bisa mengakses dan mendapatkan manfaatnya, negara mewakili masyarakat mengatur pemanfaatannya, sehingga semua masyarakat bisa mengakses dan mendapatkan manfaat secara adil dari harta-harta milik umum itu, termasuk air.

Oleh karena itu, peran negara menjadi amat penting. Karena jika negara yang turun tangan dalam bentuk kebijakan, maka tidak akan ada pihak "nakal" yang berani bermain api. Negara yang sejalan dengan amanah Allah, Sang Pencipta, tidak akan abai dalam mengurusi kepentingan rakyatnya. Seperti yang pernah dialami pada masa kekhilafahan Umayyah. Kemajuan pertanian tidak bisa diraih tanpa dukungan infrastruktur yang baik dan memadai. Ini disadari betul oleh para khalifah saat itu. Infrastruktur penting adalah irigasi.

Khilafah Umayyah membangun jaringan irigasi yang canggih di seluruh wilayah dan yang terkenal di wilayah Irak. Sistem jaringan irigasi ini lalu dikenalkan ke Spanyol pada masa pemerintahan Islam di sana. Pompa-pompa juga dikembangkan untuk mendukung irigasi itu. Awalnya digunakan pompa ungkit. Berikutnya dikembangkan pompa Saqiya yang digerakkan dengan tenaga hewan. Yang fenomenal adalah dikembangkan kincir air sejak abad ke-3H (9M) untuk mengangkat air sungai dan diintegrasikan dengan penggilingan. Ada ratusan di sepanjang sungai Eufrat dan Tigris.

Ini hanya sebagian kebijakan saat itu, bukti keseriusan pemimpin (khalifah) dalam memajukan dan memakmurkan penduduknya. Dorongannya di atas keimanan. Maka jika upaya yang serupa ditempuh, niscaya tidak ada lagi kisah tentang mafia air dan yang semisalnya. Wallahu a'lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah pegiat literasi Islam, dan anggota Forum Muslimah Peduli Umat dari Indramayu

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Muadzin Baca Shalawat Setelah Adzan Dengan Keras, Bolehkah?

Muadzin Baca Shalawat Setelah Adzan Dengan Keras, Bolehkah?

Sabtu, 23 Jan 2021 14:00

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

Jum'at, 22 Jan 2021 23:16

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Jum'at, 22 Jan 2021 22:37

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Jum'at, 22 Jan 2021 19:42

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14


MUI

Must Read!
X