Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.318 views

Kering Melanda, Mafia Air Merajalela

 

Oleh: Shafayasmin Salsabila*

Bersama datangnya musim kemarau, kekeringan kembali melanda berbagai daerah di negeri Khatulistiwa ini, tak terkecuali di Kabupaten Indramayu. Selain terjadi krisis air bersih, sawah pun turut terancam eksistensinya. Seperti darah bagi tubuh manusia, air menjadi nyawa bagi setiap petak sawah. Tanpa air, hijaunya padi tak mampu bertahan lama. Berhenti tumbuh, layu dan mati. Panen menjadi sebatas mimpi. Petani merugi, dan kebingungan akan masa depan anak istri.

Lahan Basah bagi Mafia Air

Kaum oportunis, tentu tak tinggal diam, muncul lah para mafia air. Mereka bersiasat manfaatkan situasi agar menghasilkan pundi uang. Matanya awas menangkap setiap peluang emas. Menyadari pentingnya kebutuhan air untuk irigasi sawah, mereka menawarkan suplai air dengan memasang tarif kepada petani. Disampaikan oleh Dandim 0616/Indramayu, Letkol Kav Agung Nur Cahyono, mereka (mafia air) meminta sejumlah tarif kepada petani bila ingin dialiri air ke lahan persawahannya di luar jadwal gilir air yang sudah ditentukan. (tribunnews.com,31/7/2019)

Praktik mafia air ini, meresahkan sebagian petani dengan letak sawah di ujung pintu air. Pasalnya lahan mereka tidak akan teraliri air. Jika sudah begitu, puso atau gagal panen tidak dapat dihindari. Petani seakan diberi pilihan sulit, semuanya serba merugikan. Mafia air ini tak jauh berbeda dengan para rentenir, seakan memberikan bantuan, senyatanya memasang jerat dan membunuh secara perlahan, jahat dan kejam.

Lahir dari Sistem

Memang benar, langkah strategis telah diupayakan. Masih dari laman berita yang sama, Letkol Kav Agung Nur Cahyono menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Bahkan agar praktik mafia air tidak kembali terjadi, pihak TNI menjaga ketat sejumlah pintu air di Kabupaten Indramayu terutama ketiga titik yang dianggap rawan tersebut. Namun apakah solusi ini sudah mampu menuntaskan praktik mafia air sampai ke akar-akarnya? Mengingat kejahatan ini sudah menjadi rutinitas tahunan?

Ditinjau dari muaranya, merajalelanya mafia air ini diakibatkan dari kekurangsigapan sistem yang ada saat ini. Musim kemarau terjadi setiap tahun. Di satu sisi kerusakan lingkungan masif terjadi, imbas dari kerakusan para kapitalis. Akhirnya, kemarau berbuntut panjang. Membawa serta kekeringan bersamanya. Hujan, tak kunjung datang. Dan hal tersebut kembali terulang setiap tahunnya. Semestinya sudah terbaca dan dipersiapkan jauh-jauh hari untuk menghadapi kekeringan akibat kemarau panjang ini. Baik secara infrastruktur, kebijakan, maupun solusi sistemiknya.

Ditambah lagi, sistem saat ini, membentuk secara laten dan permanen, mental haus dunia. Tak pernah ada rasa cukup, sebaliknya rakus untuk menyasar segala peluang usaha. Tanpa menimbang halal haram, pastinya. Bahkan, kehidupan saat ini seperti hukum rimba, yang kuat akan memakan yang lemah. Selagi kaya dan memiliki pengaruh, maka mampu melakukan apa saja, termasuk mengkomersilkan air, yang notabene adalah hak rakyat secara umum. Lalu masih adakah harapan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh petani? Apa yang dapat membebaskannya dari tekanan mafia air?

Mendudukkan Posisi Air

Islam sebagai sebuah sistem kehidupan, menjadi risalah hingga akhir zaman. Jawaban bagi setiap problema dan dilema. Tak ada yang tak disasar oleh Islam. Kepengaturannya mencakup segala aspek, menjanjikan kemaslahatan bagi seluruh warga negara, baik kaya maupun miskin, baik Muslim maupun non Muslim.

Tak hanya membahas aturan peribadatan hamba kepada Allah Ta'ala, namun terkait masalah air sekalipun ada pembahasannya. Islam membagi hukum kepemilikan menjadi tiga. Pertama, kepemilikan individu. Kedua, kepemilikan negara. Ketiga , kepemilikan umum. Dalam hal ini, air berada dalam posisi ketiga, yakni termasuk kepemilikan umum, bagi seluruh warga negara. Mengkomersilkannya adalah sebuah pelanggaran terhadap aturan Allah, dan termasuk kemaksiatan.

Rasulullah Saw bersabda: "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Berserikatnya manusia dalam ketiga hal pada hadis di atas, karena sifatnya sebagai sesuatu yang dibutuhkan oleh orang banyak (komunitas) dan jika tidak ada maka mereka akan berselisih atau terjadi masalah dalam mencarinya. Sifat ini merupakan ‘illat istinbâthan dari perserikatan manusia dalam ketiga hal itu.

Para ulama terdahulu sepakat bahwa air sungai, danau, laut, saluran irigasi adalah milik bersama, dan tidak boleh dimiliki/dikuasai oleh seseorang atau hanya sekelompok orang. Maka tidak boleh diambil alih, atau diakui secara pribadi, apalagi dipasang tarif. Namun, agar semua bisa mengakses dan mendapatkan manfaatnya, negara mewakili masyarakat mengatur pemanfaatannya, sehingga semua masyarakat bisa mengakses dan mendapatkan manfaat secara adil dari harta-harta milik umum itu, termasuk air.

Oleh karena itu, peran negara menjadi amat penting. Karena jika negara yang turun tangan dalam bentuk kebijakan, maka tidak akan ada pihak "nakal" yang berani bermain api. Negara yang sejalan dengan amanah Allah, Sang Pencipta, tidak akan abai dalam mengurusi kepentingan rakyatnya. Seperti yang pernah dialami pada masa kekhilafahan Umayyah. Kemajuan pertanian tidak bisa diraih tanpa dukungan infrastruktur yang baik dan memadai. Ini disadari betul oleh para khalifah saat itu. Infrastruktur penting adalah irigasi.

Khilafah Umayyah membangun jaringan irigasi yang canggih di seluruh wilayah dan yang terkenal di wilayah Irak. Sistem jaringan irigasi ini lalu dikenalkan ke Spanyol pada masa pemerintahan Islam di sana. Pompa-pompa juga dikembangkan untuk mendukung irigasi itu. Awalnya digunakan pompa ungkit. Berikutnya dikembangkan pompa Saqiya yang digerakkan dengan tenaga hewan. Yang fenomenal adalah dikembangkan kincir air sejak abad ke-3H (9M) untuk mengangkat air sungai dan diintegrasikan dengan penggilingan. Ada ratusan di sepanjang sungai Eufrat dan Tigris.

Ini hanya sebagian kebijakan saat itu, bukti keseriusan pemimpin (khalifah) dalam memajukan dan memakmurkan penduduknya. Dorongannya di atas keimanan. Maka jika upaya yang serupa ditempuh, niscaya tidak ada lagi kisah tentang mafia air dan yang semisalnya. Wallahu a'lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah pegiat literasi Islam, dan anggota Forum Muslimah Peduli Umat dari Indramayu

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Yunani Secara Resmi Tutup Salah Satu Mushola Tertua di Athena

Yunani Secara Resmi Tutup Salah Satu Mushola Tertua di Athena

Ahad, 05 Jul 2020 20:55

Afiliasi IS di Sinai Eksekusi 3 Warga yang Bekerja Sama Dengan Pasukan Keamanan Mesir

Afiliasi IS di Sinai Eksekusi 3 Warga yang Bekerja Sama Dengan Pasukan Keamanan Mesir

Ahad, 05 Jul 2020 20:35

Operator Transportasi Berlin Himbau Pengguna Tidak Pakai Deodoran Saat Naik Transportasi Umum

Operator Transportasi Berlin Himbau Pengguna Tidak Pakai Deodoran Saat Naik Transportasi Umum

Ahad, 05 Jul 2020 15:36

Bukhori Yusuf: Sila Pertama Pancasila Dijiwai oleh Piagam Jakarta

Bukhori Yusuf: Sila Pertama Pancasila Dijiwai oleh Piagam Jakarta

Ahad, 05 Jul 2020 15:24

Negara Lebay (Lebay State)

Negara Lebay (Lebay State)

Ahad, 05 Jul 2020 09:23

Menelisik Sarung RUU HIP Diganti Menjadi RUU PIP

Menelisik Sarung RUU HIP Diganti Menjadi RUU PIP

Ahad, 05 Jul 2020 09:19

Denny Siregar Teror Santri Penghafal Alqur’an

Denny Siregar Teror Santri Penghafal Alqur’an

Sabtu, 04 Jul 2020 23:11

Lebih dari 40 Petempur Tewas dalam Bentrokan Antara Pasukan Suriah dan Pejuang IS di Homs

Lebih dari 40 Petempur Tewas dalam Bentrokan Antara Pasukan Suriah dan Pejuang IS di Homs

Sabtu, 04 Jul 2020 22:35

Menlu Pakistan  Shah Mahmood Qureshi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Sabtu, 04 Jul 2020 22:18

Turki: UEA Sedang Lakukan Kampanye Untuk Mendominasi Timur Tengah dan Afrika Utara

Turki: UEA Sedang Lakukan Kampanye Untuk Mendominasi Timur Tengah dan Afrika Utara

Sabtu, 04 Jul 2020 21:45

Jihadis Prancis Divonis 30 Tahun Penjara Karena Mengawasi Eksekusi 2 Tahanan di Suriah

Jihadis Prancis Divonis 30 Tahun Penjara Karena Mengawasi Eksekusi 2 Tahanan di Suriah

Sabtu, 04 Jul 2020 21:28

Wakil Ketua FPKS: Penerimaan Negara dari Freeport Jeblok

Wakil Ketua FPKS: Penerimaan Negara dari Freeport Jeblok

Sabtu, 04 Jul 2020 21:26

Jangan Terjebak Isu Reshuffle

Jangan Terjebak Isu Reshuffle

Sabtu, 04 Jul 2020 21:09

Tidak Ada Negara Lain Selain AS yang Mendukung Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina

Tidak Ada Negara Lain Selain AS yang Mendukung Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina

Sabtu, 04 Jul 2020 18:20

Kasus Kematian Akibat Virus Corona Melonjak di Oman, Bahrain, Sudan dan Kuwait

Kasus Kematian Akibat Virus Corona Melonjak di Oman, Bahrain, Sudan dan Kuwait

Sabtu, 04 Jul 2020 18:00

[VIDEO] Bagaimana Cara Mendakwahi Pemerintah?

[VIDEO] Bagaimana Cara Mendakwahi Pemerintah?

Sabtu, 04 Jul 2020 10:52

Ada Apa dengan Big Data?

Ada Apa dengan Big Data?

Sabtu, 04 Jul 2020 10:37

Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Jum'at, 03 Jul 2020 20:35

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Jum'at, 03 Jul 2020 20:13

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Jum'at, 03 Jul 2020 19:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X