Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.415 views

BPJS Mencekik Rakyat Menjerit, Pemerintah di Mana?

 

Oleh: Alfiyah Kharomah*

Episode baru kesehatan dimulai. Layar carut marut kesehatan mulai terkembang. Teka-teki mau dikemanakan kesehatan Indonesia mulai terjawab. Sutradara dan kru bisnis kesehatan tak mau lewat ambil peran bagi-bagi cuan. Dimulai dari teken kebijakan naiknya tunjangan cuti pimpinan hingga naiknya jumlah Iuran yang kelewatan.

Tanggal 1 Agustus 2019, Sri Mulyani menandatangani PMK No. 112/PMK.02/2019. Beleid tersebut mengubah PMK sebelumnya yaitu, PMK No 34/PMK.02/2015. Dalam beleid tersebut, dijelaskan bahwa Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mendapat kenaikan tunjangan cuti tahunan. Besarannya hingga dua kali lipat dari gaji yang diterima oleh mereka. Apabila dihitung-hitung, tunjangan dirut bisa sampai 300 juta.

Muncul berita BPJS lagi-lagi defisit. BPJS memperkirakan dengan proyeksi terbaru, defisit diramal bengkak menjadi Rp28,5 triliun pada tahun ini. Proyeksi pembengkakan tersebut berasal dari pengalihan (carry over) defisit tahun lalu ditambah beban pembayaran tagihan rumah sakit sejak awal tahun kemarin.

Kemudian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut BPJS Kesehatan berpotensi defisit hingga Rp32,8 triliun pada tahun ini. Namun, angka defisit itu dapat ditekan hingga menjadi Rp14 triliun jika iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) naik mulai Agustus 2019. Ini membuat kebijakan untuk menaikan iuran BPJS tak mungkin ditolak.

Akhirnya, wacana kenaikan mengemuka. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merilis peraturan presiden (perpres) kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Rencananya, kenaikan iuran yang diatur dalam perpres tersebut akan mengacu pada usulan kenaikan yang sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Komisi XI DPR.

BPJS Menunggak, Ada Sanksi?

Saat itu, Sri Mulyani mengusulkan iuran BJKN kelas Mandiri I naik 100 persen dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per peserta per bulan mulai 1 Januari 2020 mendatang. Lalu, iuran kelas Mandiri II naik dari Rp59 ribu menjadi Rp110 ribu per peserta per bulan. Kemudian, iuran kelas Mandiri III naik Rp16.500 dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per peserta per bulan. 

Di sisi lain, pemerintah sudah menyiapkan ancang-ancang, bagi siapa saja yang tak mau bayar atau memiliki tunggakan. Melalui menteri Luhut Binsar Panjaitan, Perusahaan Cina, Ping An menawarkan untuk membantu mengevaluasi sistem teknologi informasi di BPJS Kesehatan. LBP mengatakan “Kalau orang melakukan penunggakan pembayaran itu gimana sih? Jadi misal langsung kita link nanti dengan polisi dan imigras. Sehingga, peserta menunggak, yang mau apply visa menjadi tidak bisa. Jadi musti ada punishment buat yang nunggak," ujarnya.

Meski saat ini, tawaran kerja sama tersebut masih dipelajari oleh BPJS. Karena banyak kekhawatiran publik terkait data dan keamanan. Menurut Rizal Ramli, ada potensi bahwa data-data kesehatan masyarakat Indonesia bisa disimpan oleh negara tirai bambu tersebut. “Masa sih soal BPJS saja minta bantuan China. Segitu tidak kreatifnya (pemerintah) atau ada 'udang di balik batu'”, Cuitnya di akun tweeter.

Apalagi, akhir-akhir ini banyak huru-hara yang dilakukan pemerintah. Mulai dari Krakatau steel, rusuh di Papua, masalah freeport, matinya listrik PLN dan seabrek masalah negeri lainnya. Ujung-ujungnya meminta bantuan ke Asing dan Cina. Apa tidak mungkin penawaran itu akhirnya diterima BPJS juga?

Secara internasional, BPJS Kesehatan menjadi alat penerapan UHC (Universal Health Coverage) dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat dan mengambil tindakan awal, termasuk menghubungkan sebagian besar target dan indikator SDGs ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RJPMN), menindaklanjuti konvergensi yang kuat antara SDGs, sembilan agenda prioritas presiden “Nawa Cita” dan RJPMN.

Dalam website resmi UHC2030.org, tertulis bahwa “The Sustainable Development Goal (SDG) resolution “Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development” emphasises that Universal health coverage (UHC) is the core driver of the SDG. Failure to ensure quality and affordable essential health services means failure to meet the SDG by 2030.” (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) “Mengubah dunia kita: Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan” menekankan bahwa cakupan kesehatan semesta (UHC) adalah pendorong utama SDG. Kegagalan dalam memastikan kualitas dan layanan kesehatan dasar yang terjangkau berarti kegagalan untuk memenuhi SDG pada 2030.)

UHC merupakan target Pemerintah Indonesia untuk mencakup seluruh penduduk Indonesia dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 100% penduduk Indonesia tercover (baca: mendaftar) BPJS.

Ini tentu menggiurkan bagi pelaku bisnis untuk berinvestasi di bidang kesehatan. Dengan total penduduk Indonesia sebesar 265 juta jiwa. Sudah nampak potensi kapital yang terlihat. Dengan penerapan UHC, maka pemerintah dapat menghimpun dana dari seluruh masyarakat dengan dana yang besar. Surplus dana tersebut kemudian akan menjadi keuntungan bagi perusahaan yang dapat diperbesar nilainya dalam bentuk investasi terutama sektor finansial, seperti ditanam di pasar modal dalam bentuk pembelian saham dan obligasi serta diendapkan di bank-bank yang menawarkan suku bunga deposito. Pendahulu BPJS, PT Askes dan PT Jamsostek telah membuktikan hal ini. Bahkan diberbagai negara, dana asuransi publik yang dikelola oleh badan pemerintah bahkan menjadi pelaku utama investasi di sektor finansial.

Tentu harus menjadi kewaspadaan bersama. Bahwa kesehatan Indonesia saat ini sedang diperdagangkan oleh mereka yang berkepentingan. Racun kapitalisme sudah mengurat akar hingga nadi kesehatan Indonesia. Hingga merubah, kesehatan yang bernilai kemanusiaan menjadi komoditas yang diperjual belikan.

Di sisi lain, kesehatan rakyat tak meningkat. Kasus buruknya pelayanan kesehatan tak terhitung banyaknya. Korupsi dan freud (kecurangan) menjadi rahasia umum yang maklumun.

Konsep BPJS memang rusak sejak dari akarnya. Jaminan kesehatan Nasional yang nampak indah, nyata-nyata hanyalah slogan racun berbalut madu. Konsep ini terlahir dari sistem rusak merusak Kapitalisme Sekulerisme akibat tak mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat.

Bercermin pada Sistem Kesehatan dalam Islam

Harusnya para pemangku kebijakan belajar dari sejarah Islam. Bagaimana sistem kesehatan Islam berhasil ditulis dengan tinta emas peradaban. Contoh saja, Pada masa kepemimpinan Sultan Muhammad Al Fatih. Untuk memberikan layanan prima kepada warganya, beliau menetapkan beberapa kebijakan untuk rumah sakit. Rumah sakit tidak boleh memungut bayaran sedikitpun dari pasien. Di setiap rumah sakit ada dua orang dokter umum dan ditambah dengan dokter-dokter spesialis di bidangnya seperti ahli penyakit dalam, ahli bedah, ahli farmasi, sejumlah perawat dan pengawas keamanan. Sultan mensyaratkan pada semua yang bertugas di rumah sakit untuk memiliki sifat qana’at, rasa asih dan kemanusiaan.

Selain membangun rumah sakit dan berbagai macam akademi, beliau juga membangun komplek pertokoan, WC umum, pasar-pasar besar dan taman-taman terbuka. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan higienis. Dia mengalirkan air ke dalam kota dengan jembatan-jembatan khusus.

Adapun pelayanan di Rumah sakit (Bimaristan) pasien laki-laki dan perempuan di rawat diruangan berbeda. Senua unsur yang ada dalam rumah sakit mendapat perhatian penuh dari segi pelayanan, makanan, pakaian, sanitasi lingkungan, sampai pembekalan pasca kesembuhan. Dalam sebuah artikel yang berjudul “Arabian Medicine in The Middle Ages, Journal of The Royal Society of Medicine” yang terbit pada 1984. Rumah sakit yang tersebar di kawasan Arab memiliki karakteristik yang khas. Diantaranya, melayani semua orang tanpa membedakan warna kulit, agama, serta strata sosial.

Tentu tidaklah sulit bagi pemerintah untuk mencari referensi bagaimana sistem kesehatan Islam diterapkan. Tentu sangat mudah bagi pemerintah untuk mendapatkan persetujuan warga yang mayoritas Islam. Bukan malah mempersekusi ulama dan Khilafah. Ujung-ujungnya semua solusi datangnya dari Cina. Wallahu’alam Bisshawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Praktisi Kestrad Senior dan Founder Griya Sehat Alfa Syifa.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Jum'at, 27 Nov 2020 22:38

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Jum'at, 27 Nov 2020 21:45

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Jum'at, 27 Nov 2020 21:14

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Jum'at, 27 Nov 2020 21:05

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Jum'at, 27 Nov 2020 21:00

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Jum'at, 27 Nov 2020 20:46

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Jum'at, 27 Nov 2020 19:00

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Jum'at, 27 Nov 2020 16:45

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X