Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.620 views

Hari Raya Idul Fitri 1441 H: Memetik Buah Ramadhan

Oleh: Adi Permana Sidik

(Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USB YPKP dan Unpas, Awardee LPDP)

Waktu terasa begitu cepat berlalu. Baru saja sebulan yang lalu kita masuk bulan Ramadhan, saat ini kita sudah masuk dipenghujung Ramadhan. Bagi kaum muslimin, berlalunya bulan penuh keberkahan ini tentu meninggalkan kesedihan yang cukup mendalam. Kaum muslimin harus menunggu satu tahun lagi untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun yang akan datang, itu pun jika Allah SWT masih memberikan usia. Gema takbir, tahlil, tahmid, menjadi mengiringi berakhirnya bulan Ramadhan dan menjadi pertanda masuknya bulan Syawwal. Pada awal Syawwal ini seluruh umat Islam merayakan hari raya kemenangannya yaitu hari raya idul fitri.

 

Ramadhan Bulan Pendidikan 

Ramadhan memiliki banyak sebutan atau istilah. Salah satunya Ramdhan disebut sebagai syahrur tarbiyah, bulan pendidikan. Pendidikan bagi siapa? Pendidikan bagi orang-orang beriman, dan Sang Pendidiknya adalah langsung Allah SWT. Kurikulum dan programnya melaui amal-amalan yang ada di bulan Ramadhan. Mulai dari bangun malam, makan sahur, shaum (tidak makan, minum, berhubungan istri) mulai dari terbit matahari sampai terbenamnya matahari, shalat tarawih (qiyamul lail), tilawah qur’an, membayar zakat fitrah, sedekah, itikaf dan ibadah-ibadah wajib dan sunnah lainnya. Capaian pembelajara adalah menjadi orang-orang yang bertaqwa, laallakum tattaqun.

 

Jika kita ingin menguraikan apa saja nilai-nilai Pendidikan yang diambil dari amalan-amalan yang ada pada bulan Ramadhan tentu saja harus membutuhkan waktu yang banyak. Maka dalam kesempatan ini, hanya akan dibahas sedikit saja dari nilai-nilai Pendidikan dalam bulan Ramadhan ini. 

 

Selama bulan Ramadhan ini, yang berjumlah sekitar kurang lebih 30 hari, bisa kita analogikan seperti seorang yang menanam sebuah pohon atau tanaman berbuah. Tentu agar bibit ini bisa tumbuh dengan baik, memiliki batang dan ranting yang kuat, dan menghasilkan buah-buahan yang lebat dan bagus maka bibit itu harus diberikan pupuk yang baik, disiram dengan air yang baik, dan dijaga dari hal-hal yang merusaknya.

 

Memetik Buah Ramadhan

Setelah menyelesaikan Ramadhan selama 30 hari lamanya, maka tentu saatnya kita untuk memetik buahnya. Tentu pada hakikatnya ada banyak sekali buah yang kita bisa petik pada bulan Ramadhan ini. Dari sekian banyak itu, salah satu buah yang bisa kita petik adalah buah sabar atau kesabaran. Ramadhan memang identik dengan sikap kesabaran.

Secara etimologi kata sabar pada awalnya diartikan sebagai “menahan  pada tempat yang sempit”. Selanjutnya, jika kata sabar dikaitkan dengan  manusia, maka dapat berarti menahan jiwa dari hal-hal yang dapat dibenarkan  oleh logika dan wahyu. Lafadz sabar merupakan lafadz yang umum. Lafadz ini dapat berkembang maknanya sesuai dengan redaksi kalimat yang merangkai kata sabar tersebut. Sedangkan Ibn Faris menulis bahwa kata sabar memiliki tiga  makna, yaitu: pertama, membelenggu; kedua, ujung tertinggi dari sesuatu; ketiga, jenis batu-batuan. 

Menurut Hamka Hasan pengertian di atas tersebut mengindikasikan bahwa kata sabar secara etimologi dapat dipahami sebagai proses yang “aktif” bukan “pasif”. Proses yang aktif adalah sebuah proses yang bergerak dalam satu ruang dan waktu. Sabar dapat terealisasikan jika ada proses yang aktif untuk “menahan”, “membelenggu” dan “menutup”. Jika hal ini dilakukan secara aktif maka proses ini akan berujung pada sebuah hasil yang disebut sebagai sabar.  (Yusuf, Doha, Kahfi, Al-Murobbi, 2018:235).

Sementara menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah. Sehingga Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah membagu sabar menjadi tiga macam, di antaranya:

  1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
  2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
  3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain. (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24 dikutip dari laman muslim.or.id).

Singkatnya sabar suatu sikap dalam menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang merugikan bagi dirinya maupun orang lain serta sikap terus bertahan dalam perbuat baik. Perlu diingat bahwa sabar bukanlah suatu sikap yang pasif hanya menerima begitu saja, namun juga suatu sikap yang aktif. 

Merujuk kepada pernyataan Muhammad bin Shalil Al ‘Utsaimin tentang tiga macam sabar, maka buah yang bisa dipetik dari usainya bulan Ramadhan ini adalah: Pertama, kita diharapkan mampu untuk senantiasa bersabar dalam menjalankan berbagai macam ketaatan kepada Allah.

Taat dalam waktu yang singkat mungkin mudah, namun senantiasa terus berada dalam ketaatan secara terus menerus bukanlah perkara yang mudah. Contohnya saja ketaatan untuk shaum. Bila dalam Ramadhan kita mampu untuk melakukan shaum selama 30 hari berturut-turut. Apakah jika kita sudah menginjak pada bulan-bulan apakah kita juga mampu untuk melaksanakan shaum-shaum sunnah? Contoh ketaatan lainnya, misalnya melaksanakan solat tarawih atau shalat malam. Jika di bulan Ramadhan kita mampu untuk melaksanakan solat malam selam 30 hari berturut-turut, namun apakah ketika selesai melewati Ramadhan kita masih mampu untuk melaksanakan shalat malam?

Kedua, kita diharapkan bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah. Saat kita shaum Ramadhan, kita diharamkan melalukan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya sesungguhnya halal untuk kita lakukan misalnya seperti makan dan minum. Padahal makan dan minum merupakan aktivitas harian kita yang bisa dikerjakan setiap waktu. Namun saat shaum, kita “dipaksa” oleh Allah untuk tidak makan dan minum kurang lebih selama 14 jam lamanya selama 30 hari berturut-turut. Tentu hal itu juga membutuhkan kesabaran yang luar biasa, karena kesempatan untuk mengindahkan larangan itu sesungguhnya sangat besar. Jika pada Ramadhan kita mampu bersabar tidak melakukan aktivitas yang diharamkan oleh Allah selama 30 hari lamanya, maka pada hari-hari lainnya sesungguhnya kita mampu untuk melakukannya pada bulan-bulan lainnya.

Ketiga, diharapkan kita mampu bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain. Kesabaran jenis ini sama sulitnya dengan jenis kesabaran dalam melaksanakan ketaatan dan bersabar dalam meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Sebagai seorang Muslim, sejak kecil kita sudah diajarkan oleh guru-guru tentang 6 rukun iman. Salah satu dari 6 rukun iman itu adalah beriman kepada qodho dan qodar, atau beriman kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk. Setiap manusia pasti selama hidupnya akan mendapati ketetapan yang baik dan yang buruk dari Allah SWT. Tentu pada saat mendapatkan ketetapan baik umumnya setiap manusia akan berbahagia. Namun ketika manusia mendapati ketetapan yang buruk buat dirinya, tidak semuanya mampu untuk bersabar menerima ketepatan buruk tersebut. Seperti misalnya gagal diterima masuk perguruan tinggi yang dicita-citakannya, gagal lolos seleksi beasiswa, gagal menikah karena ditolak calon pujaan hatinya, gagal project bisnisnya, gagal terpilih menjadi pemimpin daerah dan lain sebagainya. 

Jika kita kaitkan misalnya dengan kondisi saat ini, yaitu dalam suasana pandemi Cobid-19, banyak sekali dari saudara-saudara kita yang mendapati ketetapan buruk akibat dari penyebaran corona ini. Seperti usaha surut, pekerjaan hilang, perusahaan bangkrut, tidak bisa pulang kampung, harta benda hilang satu persatu, bahkan yang paling menyedihkan ketika harus kehilangan anggota keluarganya karena serangan virus ini. Tentu sangat tidak mudah untuk bersabar menghadapi takdir-takdir yang tidak menyenangkan dalam hidup ini. Butuh energi besar untuk mampu melewati itu semua. 

Jadikanlah momentum hari raya idul fitri tahun ini sebagai momentum bagi kita semua untuk memetik buah Ramadhan, yaitu salah satunya buah kesabaran. Kesabaran merupakan bagian terpenting dalam kehidupan di dunia ini khususnya dalam menghadapi ujian pandemi Covid-19, baik secara individual, masyarakat, maupun bangsa dan negara. In syaa Allah dengan sikap kesabaran yang benar sesuai dengan panduan ilahi bangsa kita akan mampu melewati segala macam ujian yang dihadapinya. Itulah buah yang diharapkan dari bulan Ramadhan. Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37

Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Jum'at, 10 Jul 2020 21:30

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Jum'at, 10 Jul 2020 21:15

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Jum'at, 10 Jul 2020 21:00

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Jum'at, 10 Jul 2020 19:15

 Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Jum'at, 10 Jul 2020 18:59

Jokowi Merasa Ngeri

Jokowi Merasa Ngeri

Jum'at, 10 Jul 2020 18:40

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X