Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.467 views

Food Estate untuk Ketahanan Pangan, Berhasilkah?

 

Oleh:  Tari Ummu Hamzah

“Jika pembangunan pangan kami dapat dikatakan mencapai keberhasilan, maka hal itu merupakan kerja raksasa dari suatu bangsa secara keseluruhan," kata Soeharto seperti dikutip dari buku Beribu Alasan Rakyat Mencintai Pak Harto (2006) karya Dewi Ambar Sari dan Lazuardi Adi Sage (hlm. 92).

Kutipan kalimat mantan presiden Soeharto ini bermakna bahwa, bangsa kita haruslah bergotong royong dalam membangun ketahanan pangan sendiri. Ini jelas membutuhkan banyak komponen dan peran semua pihak. Akan tetapi faktanya dari rezim ke rezim ketahanan pangan Indonesia masih menyisakan banyak pekerjaan. Contohnya foodstate yang digadang-gadang akan memenuhi kebutuhan dan ketahanan pangan dalam negeri, masih banyak terbengkalai.

Menurut pengamat pertanian sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas, rencana ini sudah pernah diinisiasikan mulai dari pemerintahan Presiden ke-2 RI, Soeharto (satu juta Ha tahun 1996-1997) , lalu juga di periode pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (Ketapang 100 ribu Ha). Jokowi sendiri pun sudah pernah mewacanakan pembangunan lumbung padi (rice estate) di Merauke (1,2 juta Ha) yang hingga kini tak terealisasi. Dengan pengalaman tersebut, ia mengatakan proyek lumbung pangan selalu berujung pada kegagalan. (Detikfinance.com)

Ini membuktikan bahwa pemerintah hanya membuang anggaran dan waktu saja. Sebab ini terkesan seolah pemerintah melakukan usaha pengembangan pangan tapi belum siap secara SDM. Karena pembangunan lumbung pangan atau food estate butuh banyak sekali pihak. Sayangnya pihak-pihak terkait dalam pembangunan pangan pun juga tidak memiliki SDM yang mencukupi. Wajar jika food estate mengalami kegagalan.

Beberapa pakar pangan seperti Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar dan pengamat pertanian dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah, mengatakan bahwa sebaiknya pemerintah mempertimbangkan pembangunan lumbung pangan. Sebab dari pada melakukan pembangunan pangan yang selalu gagal, lebih baik meningkatkan kualitas para petani, serta mengelola paham pertanian yang sudah ada. Kedua pakar tersebut senada dalam usaha peningkatan petani lokal.

Faktor kegagalan food estate lainya adalah, pemerintah hendak menjadikan sektor lumbung pangan berbasis korporasi. Sebab pemerintah telah menugaskan BUMN (PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI) untuk turut menggarap lumbung pangan. Ini jelas menyalahi aturan, sebab yang namanya pertanian itu dikerjakan perorangan bukan korporasi. Meskipun di dunia barat para petani menanam gandum, tetap basisnya adalah perorangan, tidak dijalanan oleh BUMN dan korporasi. Jika dalam tata kelolanya saja sudah menyalahi aturan, maka wajar jika pembangunan pangan tidak segera terlaksana dan pemerintah terkesan seolah kurang serius dan menghamburkan milyaran anggaran dalam pembangunan pangan.

Persoalan pangan memang menjadi isu yang selalu akan dibahas tiap tahunnya. Persoalan pangan, impor pangan, swasembada, hingga foodstate menjadi isu yang selalu dibahas setiap pemimpin yang berkuasa. Sebab sebagai negara agraris kerja keras pemerintah Indonesia dalam mengolah pangan jelas menjadi sorotan masyarakat. Isu ini juga dibawa-bawa ke arena panggung politik. Beragam janji yang dilontarkan para calon pemimpin pusat dan daerah, tentang ketahanan pangan. Tapi janji tinggal janji, realisasi belum terjadi.

Kekacauan demi kekacauan yang terjadi di negeri ini wajar terjadi selama demokrasi dijadikan dasar negara. Ini mungkin terdengar sangat sensitif ditelinga masyarakat awam. Sebab demokrasi yang diusung negeri ini telah dipercayai banyak masyarakat. Padahal sistem ini hanya melangsungkan kerusakan  dan menyuburkan hawa nafsu para pemimpin dan kapital. Mengapa? Sebab demokrasi itu sendiri adalah turunan dari kapitalisme. Dimana sistem ini menonjol pada sistem ekonomi kapitalis yang melahirkan korporat-korporat kapital. Jadi wajar pula jika semua sektor yang awalnya bisa dikerjakan oleh badan milik pemerintah, diambil alih oleh para korporat. Tujuan sama, hanya untuk memperkaya diri dan memenuhi hawa nafsu mereka.

Jika kapitalisme terbukti merusak semua sektor kehidupan masyarakat, maka bagaimana islam mengatur masalah pangan?  Dalam politik pertanian Islam, pertanian akan diarahkan untuk peningkatan produksi pertanian dan kebijakan pendistribusian yang adil, sehingga kebutuhan pokok masyarakat pun terpenuhi. Sebab dalam pandangan Islam pertanian adalah salah satu sumber premier ekonomi. Sehingga keberlangsungannya harus dijaga ketat oleh pemerintah islam, agar tidak terjadi penimbunan dan unsur dikte dari asing dan korporasi.

Selain itu optimalisasi infrastruktur untuk pertanian juga dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Tidak sampai merusak lingkungan dan menghamburkan banyak dana. Sehingga optimalisasi lahan pertanian untuk bahan pokok bisa merata. Ini dibutuhkan ketelitian dalam memetakan potensi pertanian disemua wilayah negeri, benih terbaik, pupuk, teknologi pertanian dll. Sehingga ketersediaan pangan dan distribusinya mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang mudah dan murah. Karena pertanian dalam islam dikerjakan mandiri oleh masyarakat dan hasilnya akan dirasakan pula oleh masyarakat, tanpa adanya campur tangan asing dan korporasi.

Islam adalah agama paripurna, sehingga apapun yang menjadi persoalan ummat manusia bisa diselesaikan dengan tuntas oleh Islam. Selain itu keberpihakan islam terhadap masyarakat juga sangat besar. Wallahu a'lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Rabu, 30 Sep 2020 20:25

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Rabu, 30 Sep 2020 19:35

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Rabu, 30 Sep 2020 08:25

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Rabu, 30 Sep 2020 06:35

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Rabu, 30 Sep 2020 05:59

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Selasa, 29 Sep 2020 23:53

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Selasa, 29 Sep 2020 22:54

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Selasa, 29 Sep 2020 22:30

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Selasa, 29 Sep 2020 22:07

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Selasa, 29 Sep 2020 21:41

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Selasa, 29 Sep 2020 21:30

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Selasa, 29 Sep 2020 20:55

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Selasa, 29 Sep 2020 20:51

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Selasa, 29 Sep 2020 20:50

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

Selasa, 29 Sep 2020 20:37

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Selasa, 29 Sep 2020 20:15

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Selasa, 29 Sep 2020 19:57

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Selasa, 29 Sep 2020 19:45

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

Selasa, 29 Sep 2020 14:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X