Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.248 views

Saatnya Rebranding FPI

 

Agar FPI berbeda, maka mau tak mau harus membaca peta ormas-ormas Islam yang ada. 

Oleh:

Yons Achmad || Praktisi Komunikasi. Pendiri Komunikasyik.com

 

KETIKA Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan tanpa proses pengadilan, jelas harus dilawan. Itu jihad konstitusi yang harus ditempuh. Tapi, itu bukan ranah saya untuk mengulasnya. FPI kini juga sudah berganti nama. Tak lagi Front Pembela Islam, tapi menjadi Front Pemersatu Islam. Dideklarasikan oleh tokoh-tokoh yang sama di organisasi sebelumnya. Terlepas dari tindakan gegabah pemerintah, saya melihat justru inilah momentum yang tepat bagi FPI untuk merebranding diri. Menegaskan siapa jati dirinya dan apa yang sebenarnya sedang diperjuangkan?

Branding sendiri persoalan persepsi. Ketika publik ditanya soal FPI, apa kesan yang spontan diingat? Itulah branding. Memang hasilnya bakal tergantung publik mana yang ditanya. Hasilnya bakal bermacam macam. Bisa mengatakan “Nahi Munkar”, “Tanggap Bencana”, “Kekerasan”, “Kelompok Intoleran”. Itulah sebuah bayangan citra yang bisa tergambarkan. Menjadi sebuah pertanyaan sederhana, sebenarnya citra apa yang diinginkan FPI? Ini yang semestinya dijawab. Saya sendiri tidak begitu tahu. Atau memang FPI tidak butuh citra? Entahlah. Terlepas dari semua itu, sebagai sebuah kasus, saya tetap tertarik untuk angkat suara terkait dengan citra FPI ke depan.

Firsan Nova dalam buku “Republic Relations” menginspirasi saya untuk melihat bagaimana rebranding FPI ke depan. Sebenarnya, citra diri maupun organisasi betapapun kekiniannya, tetap perlu kembali melongok ke dasar, melongok ke akar. Dalam buku itu, dikatakan bahwa jika Rasulullah diutus sebagai rahmatan lil aalamin, sebagai rahmat bagi seluruh alam. Maka raison d’etre keberadaan kita di dunia, keberadaan organisasi dan bisnis kita adalah juga untuk kebaikan orang. Itulah tujuan penciptaan.

Memang, dalam praktiknya tak semudah membalik tangan untuk bisa menjadi organisasi semacam itu. Tapi, agar FPI berbeda, maka mau tak mau harus membaca peta ormas-ormas Islam yang ada. Misalnya citra yang melekat dalam ormas Nahdatul Ulama yang fokus pada pemberdayaan muslim pedesaan dan pesantren.

Begitu juga Muhammadiyah dengan beragam amal usahanya, terutama sekolah, kampus dan rumah sakit. Atau lembaga lain seperti Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) yang fokus pada agenda dakwah di daerah pedalaman. Sementara, FPI apa? Benarkah “hanya” soal nahi munkar? Kalau hanya ini, bukanya omas lain juga melakukannya dengan cara yang berbeda? Saya sendiri pernah dengar ledekan dari petinggi ormas non FPI. Kenapa FPI kerjaannya demo melulu? “Mungkin itulah amal usahanya,” katanya dengan canda.

Itulah problem branding FPI. Mungkin ada yang bilang FPI tidak perlu branding-brandingan. Allah yang menilai kerja-kerja kita. Benar, tapi ya tidak begitu juga. Itu sebabnya, sepertinya FPI perlu arah baru untuk mengidentifikasi jati dirinya. Ini momentumnya. FPI lama biarlah menjadi sejarah. Justru ada hikmah ketika dibubarkan. Ini kalau melihat dengan kacamata batin yang lebih dalam. Orang tak bisa lagi dengan sembrono mencitrakan buruk FPI.

Dengan FPI baru, harapan akan kiprahnya semakin bermakna dan kontributif bagi umat. Kalau FPI sebelumnya dikenal sebagai relawan yang terdepan dalam penanganan setiap ada bencana, itu juga bisa dijadikan bagaimana fokus peran yang ingin dilakukan.

Orang memang tidak bisa memaksa FPI harus begini, FPI harus begitu. Hanya, bagi saya FPI tetap harus mau berbenah diri, agar bisa mengubah citra “Kekerasan” baik fisik maupun verbal yang sering dihembuskan orang yang tidak suka, menjadi citra “Ketegasan”. Ya, ciri khas FPI itu memang tanpa kompromi. Benar dikatakan benar, salah dikatakan salah. Itulah watak khas FPI yang tak pernah sudi “bermain” di wilayah abu-abu. Hanya, ketegasan tak melulu harus dengan bentakan atau teriakan. Ketegasan bakal lebih diterima masyarakat jika dibangun dengan argumentasi yang logis, masuk akal dan selaras dengan moral keagamaan sebagai basisnya. Apakah FPI baru bisa berubah ke arah itu? Saya yakin bisa.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Miras, Di Tengah Kebutaan dan Kebisutulian

Miras, Di Tengah Kebutaan dan Kebisutulian

Rabu, 03 Mar 2021 13:08

Pemuda Persis: Perpres Miras Bertentangan dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Pemuda Persis: Perpres Miras Bertentangan dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Rabu, 03 Mar 2021 13:00

Legalisasi Investasi Miras Mengundang Murka Allah?

Legalisasi Investasi Miras Mengundang Murka Allah?

Rabu, 03 Mar 2021 12:36

Ke mana Ya Pak Kai Ma'ruf Amin?

Ke mana Ya Pak Kai Ma'ruf Amin?

Rabu, 03 Mar 2021 12:00

Fraksi PKS Apresiasi Pembatalan Aturan Legalisasi Industri Miras

Fraksi PKS Apresiasi Pembatalan Aturan Legalisasi Industri Miras

Rabu, 03 Mar 2021 07:46

Lampiran Perpres Miras Dicabut, MUI: Momentum Kaji Ulang Seluruh Regulasi yang Destruksi

Lampiran Perpres Miras Dicabut, MUI: Momentum Kaji Ulang Seluruh Regulasi yang Destruksi

Rabu, 03 Mar 2021 07:12

Masalah Pengelolaan Wakaf dari Berbagai Negara

Masalah Pengelolaan Wakaf dari Berbagai Negara

Rabu, 03 Mar 2021 07:04

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Selasa, 02 Mar 2021 19:05

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Selasa, 02 Mar 2021 18:35

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

Selasa, 02 Mar 2021 17:45

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Selasa, 02 Mar 2021 17:05

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Selasa, 02 Mar 2021 16:35

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54


MUI

Must Read!
X