Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.520 views

Stupid, Covid, Whatever

 

Oleh:

Chusnatul Jannah

Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

BELAKANGAN jagat maya diramaikan dengan tagar #IndonesiaTerserah. Hal itu dipicu oleh pelonggaran dan pengabaian masyarakat terhadap sebaran covid-19. Kejadian di Mcd Sarinah dan Bandara Soekarno-Hatta. Bagaimana Hatta membuat kita geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, di saat PSBB tengah berlaku, masyarakat malah ramai-ramai mendatangi lokasi penutupan Mcd Sarinah. 

Ketika physical distancing tetap digalakkan, pemerintah malah melakukan pelonggaran dengan membuka kembali akses bandara. Alhasil, kerumunan massa di Bandara Soetta tak terhindarkan. Tagar #IndonesiaTerserah mengindikasikan beberapa hal: 

Pertama, rasa keputusasaan. Sejatinya kata ‘IndonesiaTerserah’ adalah kata sindiran untuk pemerintah. Masyarakat diminta patuhi protokol covid, akan tetapi tidak nampak keseriusan pemerintah dalam mengurangi kasus positif corona di Indonesia. Kebijakan yang membingungkan, berubah-ubah, dan banyaknya pelonggaran. Seperti larangan mudik diganti dengan himbauan agar tidak mudik. Melarang mudik tapi moda transportasi kembali diaktifkan. 

Bagi dokter dan tenaga kesehatan, berbagai kelonggaran aturan yang semula ketat menunjukkan ketidaktegasan pemerintah mencegah penyebaran wabah corona. Bagi kalangan pelaku ekonomi, kebijakan pemerintah bagai angin segar di tengah mandeknya ekonomi akibat covid. Dilematis. 

Kedua, sikap pasrah dan gejala menyerah. Hal ini dialami tenaga kesehatan. Merekalah garda terdepan melawan covid-19. Merelakan diri demi menyelamatkan para pasien positif. Sumpah profesi mengharuskan mereka mengikhlaskan kepentingan pribadi demi kemaslahatan yang lebih besar. Mereka juga ynag paling berisiko tertular covid. Namun, hal ini dilakukan demi panggilan hati dan kewajiban profesi. 

Tidak berjumpa keluarga, jauh dari rumah, bahkan harus menerima perlakuan tak manusiawi dari masyarakat. Seperti yang dialami beberapa tenaga medis, yaitu terusir dari kontrakan atau kos, penolakan jenazah, dan sebagainya. Dengan pelonggaran kebijakan terhadap kasus covid-19, pengorbanan para tenaga kesehatan ini seperti tidak berharga. Sudahlah berkorban, masyarakat tak patuhi aturan, dan pemerintah plin plan. 

Ketiga, abainya masyarakat. Per 17 Mei 2020, kasus corona di Indonesia sudah mencapai 17.520 kasus positif. PSBB dinilai kurang efektif menurunkan kurva positif corona. Bukannya melandai, kurvanya justru makin naik. Tanpa dukungan dari semua pihak, upaya mencegah penyebaran corona menjadi sia-sia dan buang tenaga. Meski sudah dilakukan berbagai upaya, kesadaran masyarakat terhadap bahaya covid-19 terbilang minim. Di sudut-sudut kota tempat saya tinggal, corona tak berpengaruh pada aktifitas masyarakat. Orang-orang masih ramai berjualan menu takjil dan berbuka. Berdesak-desakan dan berkerumun. Jaga jarak fisik bablas. Jangankan jaga jarak, memakai masker saja ogah. Ada peremehan terhadap bahaya covid-19. 

Saya pun merenung, sejauh mana edukasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat. Sudahkah dipastikan informasi mengenai covid-19 tersampaikan dari tingkat RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan? Kesadaran individu adalah yang utama. Edukasi sebagus apapun, bila masyarakatnya apatis, ya percuma. 

Masyarakat sendiri saat ditanya juga memiliki alasan kuat. Cari nafkah. Ya, itulah alasan utama mereka nekat jualan, bersentuhan dengan banyak orang. Bansos yang tak tepat sasaran membuat masyarakat tak bisa bergantung dengan bantuan pemerintah. Ujung-ujungnya, masyarakat harus berjibaku sendiri memenuhi kebutuhan hidup selama masa pandemik.

Seyogyanya, pemerintah segera evaluasi PSBB dan kebijakan yang kontradiksi dengan protokol covid-19. Sebelum kurva corona landai dan menurun, jangan beri pelonggaran. Sengkarut bantuan sosial juga harus segera diselesaikan. Karena corona menyangkut nyawa. Harusnya tak main-main dengan harga nyawa manusia. Kehilangan ekonomi masih bisa diperbaiki. Tapi kehilangan nyawa manusia tak bisa kembali. 

Janganlah bertindak 'stupid' dengan alasan pemulihan ekonomi. Covid masih menghantui negeri. Sampai kasus ini bersih dari kasus positif, tak boleh kendor dan lengah. Kecuali, kita semua berkata 'whatever or up to you'. Jangan berharap covid-19 berakhir lebih cepat. Tetap stay at home, patuhi protokol covid-19, dan mari kencangkan doa agar wabah ini segera pergi dari bumi Indonesia.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Mandi Untuk Membersihkan Diri dari Kotoran adalah Sunnah

Mandi Untuk Membersihkan Diri dari Kotoran adalah Sunnah

Kamis, 22 Apr 2021 20:13

Irlandia Selidiki Facebook untuk Kasus Data Bocor

Irlandia Selidiki Facebook untuk Kasus Data Bocor

Kamis, 22 Apr 2021 19:58

Riset: 87% Anak Indonesia Sudah Bermedia Sosial

Riset: 87% Anak Indonesia Sudah Bermedia Sosial

Kamis, 22 Apr 2021 16:18

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr Abdul Mannan Meninggal Dunia

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr Abdul Mannan Meninggal Dunia

Kamis, 22 Apr 2021 16:15

KSI Rasa Komunis

KSI Rasa Komunis

Kamis, 22 Apr 2021 14:52

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Kamis, 22 Apr 2021 14:40

Pencerahan Barat Menjauhkan Manusia dari Agama, Islam Mendekatkan Manusia dengan Agama

Pencerahan Barat Menjauhkan Manusia dari Agama, Islam Mendekatkan Manusia dengan Agama

Kamis, 22 Apr 2021 14:30

Bagi Jokowi Pancasila Itu Penting?

Bagi Jokowi Pancasila Itu Penting?

Kamis, 22 Apr 2021 12:11

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Kamis, 22 Apr 2021 11:48

Inilah Moment Paling Istimewa di Ramadhan

Inilah Moment Paling Istimewa di Ramadhan

Kamis, 22 Apr 2021 11:17

Muslimah Wahdah Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Muslimah Wahdah Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Kamis, 22 Apr 2021 10:18

Legislator PKS Siap Bersinergi dengan Dewan UKM DKI Jakarta

Legislator PKS Siap Bersinergi dengan Dewan UKM DKI Jakarta

Kamis, 22 Apr 2021 09:18

Itikaf (Bagian Satu)

Itikaf (Bagian Satu)

Kamis, 22 Apr 2021 08:28

Konferensi Perdamaian Afghanistan Di Istanbul Ditunda Menyusul Penolakan Taliban Untuk Hadir

Konferensi Perdamaian Afghanistan Di Istanbul Ditunda Menyusul Penolakan Taliban Untuk Hadir

Rabu, 21 Apr 2021 21:45

Putra Mendiang Idriss Deby Itno Ditunjuk Sebagai Presiden Baru Republik Chad

Putra Mendiang Idriss Deby Itno Ditunjuk Sebagai Presiden Baru Republik Chad

Rabu, 21 Apr 2021 21:30

Beberapa Hal Terkait Witir

Beberapa Hal Terkait Witir

Rabu, 21 Apr 2021 21:26

Jerman Akan Tarik Tentaranya Dari Afghanistan Pada Awal Juli

Jerman Akan Tarik Tentaranya Dari Afghanistan Pada Awal Juli

Rabu, 21 Apr 2021 21:15

Ledakan Kuat Guncang Pabrik Rudal 'Sensitif' Israel Saat Uji Coba Senjata Canggih

Ledakan Kuat Guncang Pabrik Rudal 'Sensitif' Israel Saat Uji Coba Senjata Canggih

Rabu, 21 Apr 2021 21:00

Film Serial Ramadhan Atap Padang Mahsyar Diluncurkan

Film Serial Ramadhan Atap Padang Mahsyar Diluncurkan

Rabu, 21 Apr 2021 20:48

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Rabu, 21 Apr 2021 17:38


MUI

Must Read!
X

Senin, 19/04/2021 21:36

Jadikan Rumahmu Kiblat