Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.748 views

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosida

DEN HAAG, BELANDA (voa-islam.com) - Parlemen Belanda pada hari Kamis (25/2/2021) mengeluarkan mosi tidak mengikat yang mengatakan perlakuan terhadap minoritas Muslim Uighur di Cina sama dengan genosida, langkah pertama yang dilakukan oleh sebuah negara Eropa.

"Sebuah genosida terhadap minoritas Uighur sedang terjadi di Cina," kata mosi Belanda, menahan diri mengatakan secara langsung bahwa pemerintah Cina bertanggung jawab.

Para aktivis dan pakar hak asasi PBB mengatakan setidaknya satu juta Muslim telah ditahan di kamp-kamp di wilayah barat Xinjiang yang terpencil. Para aktivis dan beberapa politisi Barat mengatakan Cina menggunakan penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi termasuk juga perkosaan.

Cina tidak mau mengakui melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan mengklaim kamp-kampnya memberikan pelatihan kejuruan dan diperlukan untuk melawan pandangan garis keras.

Kedutaan Besar Cina di Den Haag mengatakan pada hari Kamis bahwa setiap pernyataan genosida di Xinjiang adalah "kebohongan langsung" dan parlemen Belanda telah "dengan sengaja mencoreng Cina dan mencampuri urusan dalam negeri Cina".

Kanada mengeluarkan resolusi yang memberi label perlakuan Cina terhadap genosida Uighur awal pekan ini.

Dalam konferensi pers pada hari Selasa, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price juga mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah "sangat jelas" bahwa apa yang telah terjadi di Xinjiang "adalah genosida" dan itu merupakan "kejahatan terhadap kemanusiaan".

'Perhatian besar'

Mosi Belanda mengatakan bahwa tindakan pemerintah Cina seperti "tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran" dan "memiliki kamp hukuman" berada di bawah Resolusi PBB 260, umumnya dikenal sebagai konvensi genosida.

Partai VVD konservatif Perdana Menteri Mark Rutte menentang resolusi tersebut.

Menteri Luar Negeri Stef Blok mengatakan pemerintah tidak mau menggunakan istilah genosida, karena situasinya belum diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau pengadilan internasional.

"Situasi orang Uighur sangat memprihatinkan," kata Blok kepada wartawan setelah mosi itu disahkan, seraya menambahkan bahwa Belanda berharap untuk bekerja sama dengan negara lain dalam masalah ini.

Penulis mosi tersebut, legislator Sjoerd Sjoerdsma dari Partai Demokrat kiri-tengah 66, telah secara terpisah mengusulkan melobi Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing.

“Mengakui kekejaman yang terjadi terhadap orang Uighur di Cina apa adanya, yaitu genosida, mencegah dunia untuk melihat ke arah lain dan memaksa kami untuk bertindak,” katanya kepada kantor berita Reuters dalam tanggapan email atas pertanyaan.

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, Kedutaan Besar Cina di Den Haag mengklaim populasi Uighur di Xinjiang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menikmati standar hidup yang lebih tinggi dan harapan hidup yang lebih lama.

“Bagaimana Anda bisa menyebut ini sebagai genosida?” itu berkata. "Masalah terkait Xinjiang tidak pernah tentang hak asasi manusia, etnis atau agama, tetapi tentang memerangi kekerasan terorisme dan pemisahan diri."

Duta Besar Cina untuk PBB di Jenewa pada hari Rabu mengklaim kekuatan Barat  menggunakan masalah Uighur untuk mencampuri urusan dalam negeri negaranya.

Tekanan yang tumbuh di Cina atas orang Uighur datang ketika laporan tahunan dari Biro Statistik Nasional Cina menunjukkan penurunan tajam dan tiba-tiba dalam tingkat kelahiran di Xinjiang di tengah laporan penahanan massal dan pengendalian populasi.

Tingkat pertumbuhan populasi Xinjiang menyusut sekitar dua pertiga dalam dua tahun, menurut angka yang berjalan hingga 2019, menurut Hong Kong Free Press, yang pertama kali melaporkan angka terbaru pada hari Kamis.

Antara 2017 hingga 2019, angka kelahiran di Xinjiang hampir setengahnya, turun dari 15,88 persen pada 2017 menjadi 8,14 pada 2019, menurut statistik.

Pada hari Rabu, sebuah laporan Human Rights Watch baru juga mengatakan bahwa pemerintah Cina telah meningkatkan "penuntutan tanpa dasar" di wilayah paling barat, dengan orang Uighur dan Muslim lainnya menjadi sasaran hukuman penjara yang lama di Xinjiang.

Sejak pemerintah China meningkatkan "Kampanye Serang Keras Melawan Terorisme (baca; Islam)" yang represif pada akhir 2016, sistem peradilan pidana formal di kawasan itu telah menghukum dan menghukum lebih dari 250.000 orang. (Aje)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Mandi Untuk Membersihkan Diri dari Kotoran adalah Sunnah

Mandi Untuk Membersihkan Diri dari Kotoran adalah Sunnah

Kamis, 22 Apr 2021 20:13

Irlandia Selidiki Facebook untuk Kasus Data Bocor

Irlandia Selidiki Facebook untuk Kasus Data Bocor

Kamis, 22 Apr 2021 19:58

Riset: 87% Anak Indonesia Sudah Bermedia Sosial

Riset: 87% Anak Indonesia Sudah Bermedia Sosial

Kamis, 22 Apr 2021 16:18

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr Abdul Mannan Meninggal Dunia

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr Abdul Mannan Meninggal Dunia

Kamis, 22 Apr 2021 16:15

KSI Rasa Komunis

KSI Rasa Komunis

Kamis, 22 Apr 2021 14:52

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Kamis, 22 Apr 2021 14:40

Pencerahan Barat Menjauhkan Manusia dari Agama, Islam Mendekatkan Manusia dengan Agama

Pencerahan Barat Menjauhkan Manusia dari Agama, Islam Mendekatkan Manusia dengan Agama

Kamis, 22 Apr 2021 14:30

Bagi Jokowi Pancasila Itu Penting?

Bagi Jokowi Pancasila Itu Penting?

Kamis, 22 Apr 2021 12:11

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Kamis, 22 Apr 2021 11:48

Inilah Moment Paling Istimewa di Ramadhan

Inilah Moment Paling Istimewa di Ramadhan

Kamis, 22 Apr 2021 11:17

Muslimah Wahdah Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Muslimah Wahdah Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Kamis, 22 Apr 2021 10:18

Legislator PKS Siap Bersinergi dengan Dewan UKM DKI Jakarta

Legislator PKS Siap Bersinergi dengan Dewan UKM DKI Jakarta

Kamis, 22 Apr 2021 09:18

Itikaf (Bagian Satu)

Itikaf (Bagian Satu)

Kamis, 22 Apr 2021 08:28

Konferensi Perdamaian Afghanistan Di Istanbul Ditunda Menyusul Penolakan Taliban Untuk Hadir

Konferensi Perdamaian Afghanistan Di Istanbul Ditunda Menyusul Penolakan Taliban Untuk Hadir

Rabu, 21 Apr 2021 21:45

Putra Mendiang Idriss Deby Itno Ditunjuk Sebagai Presiden Baru Republik Chad

Putra Mendiang Idriss Deby Itno Ditunjuk Sebagai Presiden Baru Republik Chad

Rabu, 21 Apr 2021 21:30

Beberapa Hal Terkait Witir

Beberapa Hal Terkait Witir

Rabu, 21 Apr 2021 21:26

Jerman Akan Tarik Tentaranya Dari Afghanistan Pada Awal Juli

Jerman Akan Tarik Tentaranya Dari Afghanistan Pada Awal Juli

Rabu, 21 Apr 2021 21:15

Ledakan Kuat Guncang Pabrik Rudal 'Sensitif' Israel Saat Uji Coba Senjata Canggih

Ledakan Kuat Guncang Pabrik Rudal 'Sensitif' Israel Saat Uji Coba Senjata Canggih

Rabu, 21 Apr 2021 21:00

Film Serial Ramadhan Atap Padang Mahsyar Diluncurkan

Film Serial Ramadhan Atap Padang Mahsyar Diluncurkan

Rabu, 21 Apr 2021 20:48

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Rabu, 21 Apr 2021 17:38


MUI

Must Read!
X

Senin, 19/04/2021 21:28

Shalat Tarawih (Bagian Dua)