Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.284 views

Pakistan Bantah Laporan AS Gunakan Wilayah Udaranya Untuk Lakukan Serangan Militer Di Afghanistan

ISLAMABAD, PAKISTAN (voa-islam.com) - Pakistan telah membantah laporan tentang perjanjian formal untuk penggunaan wilayah udaranya oleh Amerika Serikat untuk melakukan serangan militer di Afghanistan, dengan mengatakan "tidak ada kesepemahaman seperti itu" antara kedua negara.

Bantahan oleh Kantor Luar Negeri Pakistan pada hari Sabtu (23/11/2021) datang sehari setelah CNN mengatakan AS "mendekati" perjanjian formal dengan Pakistan untuk menggunakan wilayah udaranya untuk melakukan operasi militer dan intelijen terhadap Afghanistan.

"Pakistan telah menyatakan keinginan untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) sebagai imbalan atas bantuan dalam upaya kontraterorismenya sendiri dan membantu dalam mengelola hubungan dengan India," lapor CNN.

"Tapi, negosiasi sedang berlangsung, kata sumber lain, dan ketentuan perjanjian, yang belum diselesaikan, masih bisa berubah," kata penyiar mengutip sumber yang mengetahui rincian briefing rahasia kepada Kongres AS.

"Tidak ada pemahaman seperti itu," harian Dawn pada hari Sabtu mengutip juru bicara Kantor Luar Negeri Pakistan yang tidak disebutkan namanya.

Juru bicara itu, bagaimanapun, menekankan bahwa Pakistan dan AS memiliki "kerja sama lama" dalam masalah keamanan regional dan kontra-terorisme dan "kedua belah pihak tetap terlibat dalam konsultasi reguler".

Permintaan yang diduga datang setelah penarikan AS dari Afghanistan dan permintaannya untuk penempatan pasukan di negara-negara tetangga seperti Uzbekistan ditolak.

CNN mengklaim bahwa dugaan kesepakatan itu dibahas antara kedua belah pihak ketika pejabat AS baru-baru ini mengunjungi Pakistan, tetapi belum jelas apa yang diinginkan Pakistan atau berapa banyak yang akan AS berikan sebagai imbalan.

"Militer AS saat ini menggunakan wilayah udara Pakistan untuk mencapai Afghanistan sebagai bagian dari upaya pengumpulan intelijen yang sedang berlangsung, tetapi tidak ada kesepakatan formal untuk memastikan akses lanjutan ke bagian penting dari wilayah udara yang diperlukan AS untuk mencapai Afghanistan," kata CNN.

“Koridor udara melalui Pakistan ke Afghanistan mungkin menjadi lebih kritis jika dan ketika AS melanjutkan penerbangan ke Kabul untuk menerbangkan warga Amerika dan orang lain yang tetap tinggal di negara itu,” tambahnya.

Perjanjian wilayah udara ditafsirkan sebagai taktik AS untuk memperpanjang invasi ke Afghanistan dengan biaya yang jauh lebih rendah meskipun ada tentangan dari negara-negara tetangga untuk menjadi tuan rumah pasukan Amerika karena takut membuat marah Rusia.

Sumber-sumber itu mengatakan negara-negara Asia Tengah Tajikistan dan Uzbekistan muncul sebagai "opsi teratas" untuk kemungkinan negara-negara di mana militer AS dapat melakukan operasi di atas cakrawala di Afghanistan.

Namun, komplikasi dapat mengakibatkan bentuk penentangan yang kuat oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan politisi lokal, dengan satu sumber menyebut opsi tersebut sebagai "kemungkinan angan-angan karena membutuhkan restu Putin."

AS saat ini memegang operasi melintasi cakrawala dari pangkalannya di negara-negara Timur Tengah seperti UEA dan Qatar. Drone Amerika terbang dari pangkalan yang jauh ke Afghanistan, berkeliling Iran dan melalui wilayah udara Pakistan.

“Penerbangan yang panjang membatasi waktu drone dapat berkeliaran di Afghanistan mengumpulkan intelijen, dan pemerintahan Biden telah mencari opsi yang lebih dekat dan lebih efektif,” kata laporan CNN.

Beberapa minggu sebelum penarikan pasukan AS dari Afghanistan, Biden mengatakan bahwa Washington akan memiliki kemampuan untuk melakukan operasi di luar cakrawala di negara itu meskipun kurangnya kehadiran militer di sana.

"Kami sedang mengembangkan kemampuan kontraterorisme over-the-horizon yang akan memungkinkan kami untuk tetap memperhatikan setiap ancaman langsung ke Amerika Serikat di kawasan itu, dan bertindak cepat dan tegas jika diperlukan," katanya pada 8 Juli.

Namun, penolakan negara-negara kawasan terhadap pangkalan AS di tanah mereka tampaknya memaksa Washington untuk beralih ke Pakistan meskipun pemerintahan Biden mengatakan telah menurunkan hubungan bilateral dengan Islamabad.

Wakil menteri luar negeri, Wendy Sherman, mengatakan awal bulan ini bahwa perjalanannya ke Islamabad adalah untuk "tujuan yang sangat spesifik dan sempit" untuk berbicara tentang Afghanistan dan Taliban.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan pada bulan Juni bahwa negaranya "sama sekali tidak" memberikan pangkalan apa pun kepada militer AS, menekankan, "Tidak mungkin kami akan mengizinkan pangkalan atau tindakan apa pun dari wilayah Pakistan ke Afghanistan. ."

Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 dengan dalih bahwa pejuang Taliban menyembunyikan Al-Qaidah. Invasi itu menyingkirkan Taliban dari kekuasaan mereka yang sah tetapi memperburuk situasi keamanan di negara itu.

Pemerintah Afghanistan dengan cepat runtuh pada 15 Agustus dan Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu dalam menghadapi serangan kilat Taliban yang mengikuti keputusan Biden untuk menarik pasukan Amerika dalam penarikan yang membawa bencana.

Taliban mengumumkan pembentukan pemerintahan sementara pada 7 September. (ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Militer Yordania: Empat Orang Tewas Dalam Upaya Penyeludupan Narkoba Dari Suriah

Militer Yordania: Empat Orang Tewas Dalam Upaya Penyeludupan Narkoba Dari Suriah

Ahad, 22 May 2022 21:10

Seorang Pria Ditangkap Di Maroko Karena Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi'

Seorang Pria Ditangkap Di Maroko Karena Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi'

Ahad, 22 May 2022 20:46

Israel Bocorkan Jutaan Data Biometrik Ke 'Badan Misterius'

Israel Bocorkan Jutaan Data Biometrik Ke 'Badan Misterius'

Ahad, 22 May 2022 20:17

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT

Ahad, 22 May 2022 15:05

6 Hari Shaum Syawwal dan Taqwa kita

6 Hari Shaum Syawwal dan Taqwa kita

Ahad, 22 May 2022 15:00

Ketua MUI: Sholat Jamaah Buka Masker Asalkan Kondisi Sehat

Ketua MUI: Sholat Jamaah Buka Masker Asalkan Kondisi Sehat

Ahad, 22 May 2022 14:43

Perdana di Jawa Barat, PW PERSIS Jabar Gelar Olimpiade Sains dan Baca Kitab

Perdana di Jawa Barat, PW PERSIS Jabar Gelar Olimpiade Sains dan Baca Kitab

Ahad, 22 May 2022 13:35

Selenggarakan Musker I, PERSISTRI Jabar Fokus Konsolidasi Interna

Selenggarakan Musker I, PERSISTRI Jabar Fokus Konsolidasi Interna

Ahad, 22 May 2022 13:20

Singapura Dipersoalkan pada Penolakan terhadap UAS

Singapura Dipersoalkan pada Penolakan terhadap UAS

Ahad, 22 May 2022 13:00

Esok Menggema Teriakan: Ganyang Singapura

Esok Menggema Teriakan: Ganyang Singapura

Ahad, 22 May 2022 12:45

Selamatkan Generasi dari Virus Kaum Pelangi

Selamatkan Generasi dari Virus Kaum Pelangi

Ahad, 22 May 2022 10:32

Europol: SoundCloud Hapus Ribuan Nasyid, Khotbah Dan Propaganda Jihadis

Europol: SoundCloud Hapus Ribuan Nasyid, Khotbah Dan Propaganda Jihadis

Sabtu, 21 May 2022 20:29

Bentengi Diri dari Fenomena Jatah Mantan

Bentengi Diri dari Fenomena Jatah Mantan

Sabtu, 21 May 2022 17:14

Masa Depan Indonesia dalam Cengkeraman Kapitalisme (AS)

Masa Depan Indonesia dalam Cengkeraman Kapitalisme (AS)

Jum'at, 20 May 2022 17:09

Israel Tidak Akan Selidiki Kematian Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Israel Tidak Akan Selidiki Kematian Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Jum'at, 20 May 2022 16:30

Taliban Perintahkan Presenter TV Wanita Di Afghanistan Untuk Menutupi Wajah Saat Mengudara

Taliban Perintahkan Presenter TV Wanita Di Afghanistan Untuk Menutupi Wajah Saat Mengudara

Jum'at, 20 May 2022 15:35

Jajak Pendapat: Ketidakpercayaan Dan Permusuhan Antara Orang Yahudi Dan Arab Di Israel Meningkat

Jajak Pendapat: Ketidakpercayaan Dan Permusuhan Antara Orang Yahudi Dan Arab Di Israel Meningkat

Jum'at, 20 May 2022 14:30

Khotbah Jumat Ustaz Bachtiar Nasir: Bahaya Memutuskan Silaturrahim

Khotbah Jumat Ustaz Bachtiar Nasir: Bahaya Memutuskan Silaturrahim

Jum'at, 20 May 2022 10:13

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jum'at, 20 May 2022 08:59

Partai Gelora Kecam Pencekalan UAS

Partai Gelora Kecam Pencekalan UAS

Jum'at, 20 May 2022 08:57


MUI

Must Read!
X

Ahad, 22/05/2022 15:05

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT