Senin, 25 Safar 1448 H / 10 Agutus 2026 18:14 wib
111 views
Hamas Desak Mediator Pastikan Gencatan Senjata Gaza Berlanjut, Netanyahu Tolak Dokumen 15 Poin
GAZA (voa-islam.com) — Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menyerukan kepada para mediator, pihak penjamin, serta Dewan Perdamaian untuk memastikan seluruh pihak mematuhi kesepakatan yang telah dicapai.
Dalam pernyataan yang dikutip Pusat Informasi Palestina, Minggu (9/8), Hamas mengatakan pihaknya tetap berpegang pada kesepakatan dengan para mediator dan Dewan Perdamaian terkait peta jalan untuk melanjutkan pelaksanaan tahap kedua gencatan senjata.
Hamas menyatakan kesiapannya untuk terlibat secara positif dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan 15 poin kesepakatan, sekaligus meminta penyusunan jadwal waktu yang jelas untuk merealisasikan setiap poin tersebut.
Menurut Hamas, prioritas pada tahap ini adalah memastikan seluruh tahapan dan kewajiban dalam kesepakatan dilaksanakan. Langkah tersebut, menurut Hamas, harus mengarah pada penghentian penuh serangan terhadap warga Palestina, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pembukaan perlintasan, masuknya bantuan kemanusiaan dan kebutuhan tempat tinggal, serta dimulainya proses rekonstruksi.
Hamas juga menyerukan agar komite nasional yang telah disepakati dapat segera menjalankan tugasnya.
Hamas Minta Mediator Tekan Semua Pihak
Hamas meminta para mediator, pihak-pihak yang menjamin kesepakatan, dan Dewan Perdamaian menjalankan tanggung jawab mereka dengan memastikan seluruh pihak mematuhi kesepakatan.
Kelompok tersebut juga meminta agar setiap bentuk pelanggaran yang dapat menghambat pelaksanaan atau mengancam keberlangsungan gencatan senjata dapat dicegah.
Hamas menegaskan akan terus memberikan respons positif dan bertanggung jawab terhadap berbagai upaya untuk menyelesaikan pelaksanaan kesepakatan. Menurut Hamas, tujuan utama dari proses tersebut adalah mengakhiri penderitaan warga Palestina sekaligus melindungi hak dan kepentingan nasional mereka.
Netanyahu Tolak Dokumen 15 Poin
Pernyataan Hamas tersebut muncul beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel menolak dokumen 15 poin yang dipublikasikan Dewan Perdamaian terkait Gaza.
Dalam pembukaan rapat kabinet, Netanyahu mengatakan Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan sebelum Hamas dilucuti.
Netanyahu juga mengatakan pemerintahnya sedang membahas persoalan tersebut dengan pihak Amerika Serikat. Menurutnya, Washington telah menyampaikan sejumlah gagasan, tetapi tidak seluruhnya dapat diterima oleh Israel.
Perbedaan posisi tersebut menjadi salah satu hambatan utama dalam pembahasan mengenai pelaksanaan tahap kedua gencatan senjata di Gaza, khususnya terkait penarikan pasukan Israel dan isu pelucutan senjata Hamas.
Hamas Kaitkan Pelucutan Senjata dengan Sejumlah Syarat
Pada akhir bulan lalu, Hamas sebelumnya menyatakan bahwa komitmen Israel untuk menghentikan pembunuhan dan mengakhiri serangan merupakan pintu masuk utama bagi pelaksanaan tahap kedua kesepakatan gencatan senjata.
Hamas mengatakan pelaksanaan tahap kedua harus didahului oleh kepatuhan Israel terhadap seluruh ketentuan yang telah disepakati pada tahap pertama.
Hamas juga menyatakan bahwa kelompok-kelompok Palestina telah berupaya menjalankan proses perundingan secara positif dan bertanggung jawab, termasuk menanggapi proposal para mediator untuk menyelesaikan pelaksanaan tahap kedua. Menurut Hamas, sikap tersebut didasarkan pada kesepakatan nasional antarfaksi Palestina serta keinginan untuk melindungi warga dan memenuhi kebutuhan kemanusiaan mereka.
Terkait isu persenjataan, Hamas menegaskan bahwa persetujuan untuk memasukkan pembahasan mengenai senjata berat ke dalam kerangka kesepakatan dikaitkan dengan sejumlah persyaratan.
Di antaranya adalah penghentian seluruh bentuk serangan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dimulainya pemulihan awal, masuknya komite administratif, penempatan pasukan perlindungan internasional, pembubaran kelompok bersenjata dan milisi yang disebut Hamas dibentuk oleh Israel, serta dimulainya rekonstruksi Gaza.
Hamas juga mengaitkan isu tersebut dengan jaminan hak penentuan nasib sendiri, pembentukan negara Palestina yang merdeka, serta perlindungan hak-hak warga Palestina.
Perbedaan tuntutan antara Hamas dan Israel menunjukkan bahwa meski upaya untuk melanjutkan gencatan senjata masih berlangsung, sejumlah persoalan mendasar—terutama penarikan pasukan Israel, pelucutan senjata Hamas, keamanan Gaza, serta rekonstruksi wilayah tersebut—masih menjadi titik perselisihan dalam proses pelaksanaan tahap kedua. [PurWD/voa-islam.com]
** Sumber: Pusat Informasi Palestina (Palestinian Information Center)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!