Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.287 views

Perlukah Gelar Haji?

Oleh: Zen Yusuf Al Choudry

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Dalam melakukan ibadah, selain harus memenuhi syarat dan rukun ibadah itu sendiri, seseorang juga harus memperhatikan beberapa hal yang menjadi syarat atau penentu diterimanya ibadah itu. Setidaknya, ada dua syarat atau penentu diterimanya suatu ibadah. Pertama, dikerjakan dengan ikhlas. Kedua, dikerjakan dengan benar.

Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan, "Amal ibadah itu jika dikerjakan dengan ikhlas, namun tidak benar, tidak akan diterima. Dan apabila dikerjakan dengan benar, namun tidak ikhlas, tidak diterima pula. Sehingga ibadah itu dikerjakan dengan ikhlas dan benar." Benar yang dimaksud adalah sesuai dengan ajaran Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, atau dikenal dengan istilah mutaba'atur rasul.

Dalam hal ini, tak terkecuali ibadah haji. Sebagian orang merasakan begitu beratnya berlaku ikhlas dalam ibadah haji. Sebab, tidak seperti ibadah-ibadah lainnya, jika seseorang telah melaksanakan haji, ia mesti akan mendapat gelar baru yang tertera di depan namanya (Bapak Haji). Karena ibadah haji dianggap sebagai suatu yang sangat istimewa di mata masyarakat umum, maka mereka berusaha mengagungkannya dan mengukur tingkat kemuliaan seseorang dengan gelar itu. Karenanya, bagi seseorang yang melaksanakan haji, jika tidak berhati-hati dengan niatnya, ia bisa terjerumus ke dalam riya dan kehilangan semua pahala hajinya. Yang menjadi pertanyaan, perlukah gelar haji itu bagi seorang muslim yang telah melaksanakannya?

Mestinya, selain gelar bapak haji atau ibu hajah, ada juga gelar bapak/ibu salat, zakat, puasa, atau syahadat. Jadi, jika seseorang telah melaksanakan kelima rukun Islam, di depan namanya akan tertera lima gelar itu. Jika tidak dipakai, sebaiknya dihapus semua. Karena, ketinggian nilai ibadah di sisi Allah itu dilihat dari ketulusan hati seseorang dalam melakukan hal itu, juga implikasi sosialnya, bukan dilihat dari jenisnya secara fisik.

Maka, wajar jika seorang guru besar Al-Azhar Kairo, Dr. Sayyid Razak Thawil, pernah menolak dengan tegas pemakaian gelar haji bagi orang yang telah melaksanakan ibadah tersebut. Alasannya, gelar itu tidak didapat pada zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sahabat, bahkan tabi'in. Ia juga menjelaskan bahwa ibadah seseorang bergantung pada keikhlasannya.

Pernyataan di atas patut untuk disimak karena selain alasan yang dikemukakan sangat tepat juga kritiknya mengenai sasaran. Sebenarnya, alasan faktual itu bisa dikembangkan lebih panjang jika disesuaikan dengan kondisi umat Islam di negara-negara berkembang, tanpa terkecuali Indonesia, yang bahkan memiliki lembaga eksklusif yang mewadahi orang-orang yang bergelar haji, yaitu Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

Gelar Haji memang merupakan bagian dari legitimasi formal tingkat spiritual seseorang, dan hanya berhak dimiliki oleh orang yang telah melaksanakan rukun Islam yang kelima itu. Tetapi, apakah legitimasi formal itu selalu menunjukkan kualitas spiritual yang substansial?

Sebenarnya, ibadah haji adalah sebagai bagian dari upaya peningkatan keimanan seseorang, jadi tidak dilihat dari gelar yang disandang, namun sampai sejauh mana ibadah yang telah dilaksanakan itu membekas dalam diri, lalu terefleksi dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya orang yang telah melaksanakan haji mampu meningkatkan kualitas keimanan dan amal salehnya, seperti kedermawanan, kepekaan sosial, kerendahan hati, keadilan, dan sifat-sifat terpuji lainnya. Jika sifat-sifat itu tidak meningkat secara kualitatif, atau justru malah sebaliknya, dia semakin angkuh, sombong, merasa tinggi, dan membanggakan gelar hajinya, maka bisa jadi pengorbanan biaya, waktu, dan tenaga yang dicurahkan untuk pergi ke tanah suci tidak ada nilainya di sisi Allah, atau bahkan di hadapan manusia.

. . . ibadah haji adalah sebagai bagian dari upaya peningkatan keimanan seseorang, jadi tidak dilihat dari gelar yang disandang . . .

Maka, jika seseorang yang telah melaksanakan ibadah haji namun dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat tidak meningkatan kesalehan dan tidak mencerminkan bahwa ia telah berhaji, sebaiknya--bahkan seharusnya--gelar haji itu dihilangkan saja, dan tidak perlu disandang. Sebab, hal itu hanya akan menjadikan tampilan fondasi Islam kelima itu kontraproduktif, memperburuk citra, dan mereduksi makna agungnya.

Haji pada tingkat aktualnya merupakan latihan bagi manusia untuk kesalehan sosial, seperti meredam kesombongan, kediktatoran, gila hormat, dan keinginan menindas sesamanya. Sebab, ketika berhaji seseorang harus mencopot pakaian kebesarannya, pakaian sehari-hari yang menciptakan ke'aku'an berdasarkan ras, suku, warna kulit, pangkat, dan lain-lainnya. Semua itu harus ditanggalkan dan diganti dengan pakaian ihram yang sederhana, tidak membedakan antara kaya dan miskin, penguasa, ningrat, rakyat, atau status sosial lainnya. Egoisme ke'aku'an dilebur dalam ke'kita'an, kebersamaan dalam suasana persaudaraan sesama muslim.

Selain itu, haji juga melatih manusia melepaskan diri dari selera konsumtif dan cinta harta. Sebab, manusia ketika berhaji dilarang mengenakan perhiasan dan parfum, dan justru dianjurkan untuk mengorbankan apa yang dimilikinya, bahkan sesuatu yang sangat disukainya, seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam.

Haji juga merupakan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu, termasuk nafsu birahi, amarah, dan berkata keji. Allah berfirman, "Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Maka, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu untuk menunaikan haji, maka tidak boleh baginya berhubungan suami istri, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam masa mengerjakan haji …." (Al-Baqarah: 197).

. . . nilai substantif haji bukan pada huruf "H" atau "Hj" melainkan ada pada keikhlasan dan ketulusan dalam menunaikan ibadah tersebut serta adanya aktualisasi nilai-nilai ibadah itu yang membekaskan kesalehan dalam kehidupan sehari-hari. . .

Haji adalah perjalanan menuju Baitullah. Maka, manusia yang akan menuju ke tempat suci itu haruslah dalam keadaan suci. Maksudnya, dibutuhkan kesiapan, bukan hanya kesehatan fisik dan kecukupan materi, tetapi yang lebih penting adalah kesehatan mental dan kesiapan spiritual. Lahirnya para haji yang tidak berkualitas dan tidak mencerminkan kehajiannya bisa jadi karena kekurangsiapan dalam menjalankan ibadah tersebut, di samping mungkin kurang paham dengan makna haji yang sesungguhnya.

Dari penjelasan di atas, kiranya diketahui bahwa nilai substantif haji bukan pada huruf "H" atau "Hj" di muka nama seseorang yang menjadi gelar baginya, dan bukan pula karena yang bersangkutan resmi menjadi anggota IPHI, melainkan ada pada keikhlasan dan ketulusan dalam menunaikan ibadah tersebut serta adanya aktualisasi nilai-nilai ibadah itu yang membekaskan kesalehan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa bekas kesalehan itu, sebaiknya gelar haji dihapus saja. Wallahu a'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Survei Internal Pentagon: Pasukan Militer AS Tidak Siap Untuk 'Bertempur Malam Ini'

Survei Internal Pentagon: Pasukan Militer AS Tidak Siap Untuk 'Bertempur Malam Ini'

Kamis, 28 Oct 2021 21:00

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Kamis, 28 Oct 2021 20:40

UEA Kirim 12 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

UEA Kirim 12 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

Kamis, 28 Oct 2021 20:35

Fraksi PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga Pertalite

Fraksi PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga Pertalite

Kamis, 28 Oct 2021 20:35

Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan:  Urgensi atau Bisnis?

Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan: Urgensi atau Bisnis?

Kamis, 28 Oct 2021 20:22

Peretas Bocorkan Rincian Pribadi Ratusan Personel Tentara Israel

Peretas Bocorkan Rincian Pribadi Ratusan Personel Tentara Israel

Kamis, 28 Oct 2021 20:06

Demi Kualitas Pilpres, Capres Independen Layak Diperjuangkan

Demi Kualitas Pilpres, Capres Independen Layak Diperjuangkan

Kamis, 28 Oct 2021 19:08

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kamis, 28 Oct 2021 13:55

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Kamis, 28 Oct 2021 12:25

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Kamis, 28 Oct 2021 10:18

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

Kamis, 28 Oct 2021 08:09

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Rabu, 27 Oct 2021 23:34

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Rabu, 27 Oct 2021 23:16

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Rabu, 27 Oct 2021 23:08

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Rabu, 27 Oct 2021 22:50

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Rabu, 27 Oct 2021 22:15

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Rabu, 27 Oct 2021 21:55

Waspada Propaganda LGBT

Waspada Propaganda LGBT

Rabu, 27 Oct 2021 18:49

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Rabu, 27 Oct 2021 18:28

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Rabu, 27 Oct 2021 17:30


MUI

Must Read!
X