Kamis, 4 Rabiul Akhir 1448 H / 17 September 2026 16:14 wib
119 views
Meninggalkan Adzan demi Wanita Nashrani, Muadzin Ini Berakhir Su’ul Khatimah
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Dikisahkan bahwa dahulu di Mesir ada seorang laki-laki yang senantiasa berada di masjid untuk mengumandangkan adzan dan melaksanakan shalat di sana. Pada dirinya tampak kewibawaan ketaatan dan cahaya ibadah.
Pada suatu hari, sebagaimana biasanya, ia naik ke menara untuk mengumandangkan adzan. Di bawah menara terdapat sebuah rumah milik seorang Nasrani. Ketika ia melihat ke dalam rumah tersebut, ia melihat putri pemilik rumah dan langsung terpikat kepadanya. Ia pun meninggalkan adzan, turun dari menara, lalu masuk ke rumah tersebut menemui wanita itu.
Wanita itu bertanya, “Ada apa denganmu? Apa yang kamu inginkan?”
Ia menjawab, “Aku menginginkanmu.”
Wanita itu bertanya, “Mengapa?”
Ia menjawab, “Engkau telah merampas akalku dan menguasai seluruh hatiku.”
Wanita itu berkata, “Aku tidak akan pernah memenuhi keinginanmu yang buruk itu.”
Laki-laki itu berkata, “Kalau begitu, aku akan menikahimu.”
Wanita itu menjawab, “Kamu seorang Muslim, sedangkan aku seorang Nasrani. Ayahku tidak akan menikahkan aku denganmu.”
Ia berkata, “Kalau begitu, aku akan masuk agama Nasrani.”
Wanita itu berkata, “Jika kamu melakukannya, aku akan melakukannya.”
Laki-laki itu pun benar-benar berpindah agama menjadi Nasrani demi menikahinya. Ia kemudian tinggal bersama mereka di rumah tersebut. Namun, pada hari itu juga, ketika ia naik ke sebuah atap yang berada di rumah tersebut, ia terjatuh dan meninggal dunia. Akhirnya, ia tidak mendapatkan wanita itu, sementara agamanya pun telah hilang.
Kita berlindung kepada Allah dari kegagalan dalam menjaga agama dan dari su’ul khatimah (akhir kehidupan yang buruk).
Su’ul khatimah itu terjadi pada orang yang di dalam dirinya terdapat kerusakan akidah, atau terus-menerus melakukan dosa besar dan berani melakukan perkara-perkara yang sangat buruk.
Terkadang, hal tersebut begitu menguasai dirinya hingga kematian datang sebelum ia sempat bertaubat. Kematian menjemputnya sebelum ia memperbaiki niat dan keadaan batinnya. Ia pun dicabut nyawanya sebelum sempat kembali kepada Allah. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan demikian. [PurWD/voaislam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!