Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.548 views

'Grusa Grusu' Pindah Ibu Kota

AKHIRNYA Kaltim resmi menjadi calon ibu kota baru. Presidem telah menambatkan keputusannya pada Provinsi Kalimantan Timur. Lebih tepatnya di daerah kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Ada empat alasan mengapa kawasan Kaltim ditunjuk oleh Jokowi sebagai ibu kota baru. Menurutnya kawasan Kalimantan Timur memenuhi kriteria sebagai ibu kota, yakni risiko bencana yang minim, memiliki lokasi strategis di tengah-tengah Indonesia, berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yakni Balikpapan dan Samarinda.

Alasan lain yang dia kemukakan adalah memiliki infrastruktur lengkap dan tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektare. Menurut keterangan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), pembangunan ibu kota baru itu akan dimulai pada 2021. Target penyelesaian pembangunan gedung pemerintahan pada 2024. (Republika.co.id, 26/8/19). Beda Jokowi beda pula respon ASN. Menurut survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring, sebanyak 94,7 persen ASN menolak ibu kota dan pusat pemerintahan dipindah ke Kalimantan.

Meski sempat mendapat kritikan dari publik dan pengamat politik, Jokowi kekeuh pindah ibu kota. Alasannya karena beban Pula Jawa terlalu  berat, Jakarta sering banjir, macet, dan sebagainya. Alasan yang terlalu receh tentang ibu kota. Jikalau Pula Jawa terlalu berat bebannya, bagaimana dengan Kalimantan? Paru- paru dunia itu akan disulap bak kota metropolitan yang selama ini menjadi ikon Jakarta.

Lalu bagaimana pula dengan masalah teknis dan administrasi? Sudahkah diantisipasi? Memindahkan 1 juta ASN itu tidak semudah mengirim paket barang ke Kalimantan. Dan yang lebih penting tentang biaya. Biaya pindah ibu kota bakal menelan Rp 466 Triliun. Jangan sampai proyek pemindahan ibu kota menjadi bancakan baru untuk membuka seluas-luasnya investasi asing. Belum lagi beban biaya 'mengusung' ASN. Tidak hanya memboyong manusianya tapi juga biaya hidup mereka. Ribet dah.

Rupanya pindah ibu kota seperti tak menjadi beban bagi Presiden. Pokoknya pindah. Meski diklaim sudah melakukan kajian mendalam. Apakah kajian mendalam itu sudah sampai memikirkan efek dan risiko jangka panjangnya? Apalagi ekonomi negeri ini sedang di ambang batas normal. Utang dimana-mana. Bunganya kemana-mana. Ojo grusa grusu. Jangan gegabah. Ambil keputusan itu ya pikirkan nasib rakyatnya. Bukan berdasarkan selera peguasa.  Filosofi Jawa mengatakan, ’Dipikir sing tenang sak durunge mutusno, ojo grusa-grusu, mengko keliru". Artinya, "pikirkan dengan tenang sebelum memutuskan sesuatu, jangan gegabah, nanti keputusannya keliru".

Jika tujuan pindah ibu kota untuk pemerataan. Papua juga butuh pemerataan pembangunan dan ekonomi. Bahkan mereka lebih membutuhkan itu. Pula paling timur Indonesia itu memang minim perhatian. Bahkan serasa terasing di negeri sendiri. Kesejahteraan belum mereka rasakan. Memperhatikan Papua yang sedang dirundung masalah disintegrasi justru lebih bijak ketimbang mengurus pindah ibu kota. Itung-itung sebagai pembuktian kemenangan telak Jokowi di pilpres kemarin benar-benar berimplikasi pada masyarakat Papua.

Andaikata keputusannya benar masih beruntung kita. Namun, jika keliru, menyesal tiada guna. Rakyat pula yang menanggung derita. Seberapa besar jaminan pemerintah bahwa keputusan besar ini tak akan merugikan rakyat? Mengelola negara dengan sistem kapitalis liberal itu mengandung risiko tinggi. Sebab, tujuan negara tak lagi murni sebagai periayah. Negara sebatas regulator dan fasilitator. Sebagaimana pandangan good governance ala kapitalis. Proyek negara tak lebih sekadar business to business. Lebih untungkan pengusaha kapitalis. Fasilitas negara tak gratis.

Beda konsep dengan negara berbasis Islam. Negara hadir sebagai pelayan dan pengurus rakyat. Proyek negara dikerjakan untuk sebesar-besar kepentingan rakyat. Kekayaan alam dimanfaatkan demi mencukupi kebutuhan rakyat. Sayangnya, mereka yang 'ngaku' kerja untuk rakyat justru berkhianat pada rakyat. Diberi solusi Islam sebagai solusi tuntas permasalahan negeri malah tidak mau. Mungkin mereka masih kerasan dengan kapitalis liberal. Masih betah melihat kesusahan rakyat. Masih kuat dengan beragam musibah yang menimpa negeri ini. Padahal semua itu pertanda. Bahwa Allah Sang Maha Kuasa tak ridlo hambaNya terus berbuat mungkar.*

Chusnatul Jannah

Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04


MUI

Must Read!
X