Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.424 views

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

 

Oleh:

Naufal Ramadhan || Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI

 

 

HADIRNYA Covid19 mengubah seluruh aktivitas di dunia. Hal  ini berakibat pada terhambatnya efektivitas sosial juga keleluasaan melakukan kegiatan diluar rumah. Membuat banyak negara sibuk bahkan kewalahan untuk menanggulangi juga menghentikan penyebaran virus tersebut. Tentunya Indonesia menjadi negara yang juga ikut terpapar dan merasakan dampak dari hadirya Covid19 ini. 

Pada 14 Feruari 2020, Covid19 mulai masuk ke Indonesia. Dikarenakan adanya kontak fisik seorang WNI dengan seorang WNA Jepang. Tak berselang lama, virus ini langsung menyebar dengan sangat cepat ke masyarakat di seluruh tanah air. Akibatnya banyak sektor-sektor yang terdampak karena penyebaran virus yang sangat cepat ini, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, sosial, dan juga pendidikan. Berbagai macam cara dilakukan untuk dapat menghadirkan tindakan preventif demi terhindarnya ketidak stabilan di seluruh sektor yang terdampak.

Pemeritah dan juga para stakeholder terus mengupayakan agar penyebaran virus ini dapat dikurangi bahkan dihentikan penyebarannya. Salah  satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan dilakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau biasa disebut dengan PPKM Darurat. Lalu risiko seperti apa yang akan dijumpai Perekonomian Indonesia pada saat PPKM Darurat? 

PPKM Darurat diberlakukan mulai 13-20 Juli 2021. Peraturan dalam kebijakan kali ini dinilai jauh lebih ketat ketimbang kebijakan-kebijakan sebelumnya. Tujuaanya adalah untuk meredam penyebaran virus Covid19 yang mulai masif kembali terhitung dari awal bulan Juni. Terlebih lagi ada kemungkinan perpajangan masa  PPKM darurat hingga 6 minggu. Tentunya hal ini akan berdampak pada sektor perekonomian Indonesia. Pasalnya terhitung sejak tahun 2020 sampai dengan saat ini, pemerintah masih terus mengupayakan bangkitnya perekonomian Indonesia, melalui penerbitan berbagai macam regulasi dengan tujuan agar roda perekonomian Indonesia kembali bergerak ke arah positif. 

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada saat melakukan rapat kerja dengan Banggar DPR RI, bahwasannya akan ada beberapa dampak akibat dari perpajangan PPKM Darurat. Pertama, implikasinya pada perekenomian adalah menurunnya tingkat konsumsi masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Darurat ini. Kedua, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tertahan.

 

Badan Pusat Statistika (BPS) pada 5 Mei 2021 memeritahukan bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I masih mengalami penurunan sebesar -0,74% secara tahunan. Tetapi penurunan yang terjadi masih cukup aman dibandingkan dengan sebelumnya yaitu sebesar -2,19%. Dimana menujukan bahwasannya ada sedikit dampak dari program pemerintah yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Akan Tetapi dari fenomena diatas seperti telah membuktikan suatu hipotesis bahwa hingga triwulan I 2021 aktivitas perekonomian belum kembali normal seperti sebelum 2020..

Pada beberapa kesempatan juga Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa  target pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2021 adalah sebesar 7%. Optimisme yang hadir ini dikarenakan adanya beberapa perbaikan pada indikator makro ekonomi seperti Purchasing Managers Index IHS markit yang naik meajdi 54,6% pada april 2021, membaiknya kinerja ekspor bahkan mendapat surplus perdagangan, kemudian inflasi yang mulai terkendali, stimulus fiskal melalui program PEN, serta pelaksanaan program vaksinasi yang terus berjalan agar dapat di kendalikannya pandemi ini juga kembalinya ekonomi yang stabil. Dari semua optimisme yang hadir , ada Lembaga Analisis Kebijakan dan Analisis Data SigmaPhi yang menganalisis bahwasannya proyeksi ekonomi Indonesia pada triwulan II 2021 hanya akan tumbuh sebesar 6,4%-6,6%. 

Dengan diberlakukannya PPKM Darudat ini tentu akan mempengaruhi laju juga target atas pertumbuhan ekonomi nasional ini. Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan memproyeksikan bahwa laju pertumbuhan ekoomi nasioanl pada kuartal III 2021 akan melambat menjadi 4%-5,4%, dan pada kuartal IV aka tumbuh 4,6%-5,9%. Sehingga secara keseluruhan tahun diperkirakan hanya berda di angka 3,7%-4,5%. 

Demi tercapainya stabilitas juga laju pertumbuhan yang positif terhadap ekonomi Indonesia, tentunya diperlukan management yang sangat matang agar stabilitas juga pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali normal seperti sebelum pandemi bahkan cenderung untuk lebih baik. Dimana pemerintah berperan sebagai pembuat regulasi juga pengendalian ekonomi nasional harus mengikut sertakan para pelaku ekonomi demi terciptanya stabilitas ekonomi yang baik. Seluruh elemen harus memperhatikan manajemen risiko, karena ada banyak hal yang tidak bisa diperkirakan pada laju tumbuh perekonomian.

Sebelum membahas maajemen risiko, dapat kita lihat risiko memiliki arti sebagai suatu ketidakpastian yang dapat terjadi akibat dari sebuah kejadian. Artinya dalam mejalankan laju pertumbuhan ekonomi, risiko pasti akan ditemukan karena tiadanya kepastian yang dapat menimbulkan hambatan bahkan kegagalan.

Manajemen risiko adala sebuah proses yang merencanakan, mengatur, serta mengendalikan suatu kegiatan yang memiliki risiko dalam pelaksanaannya. Tujuannya adalah untuk melindung juga agar terhindar dari risiko yangdapat merugikan, juga menjaga agar rencana yang dibuat dapat berjalandengan lancar. 

Melihat hal diatas, apakah mungkin pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat sebesar 7% pada triwulan II 2021dan terus membaik di triwulan III dan seterusnya? Hal ini tentu dapat terjadi akan tetapi perlu kerja keras lebih dari  pemerintah, terutama dalam pengendalian pandemi ini. Ini menjadi kunci utama dalam menentukan aktivitas perekonomian yang dilakukan yang berdampak pada kontraksi ekoomi. 

Secara teori pertumbuhan ekonomi dilihat dari 2 sumber yang ada, pertama Produk Domestik Bruto (PDB) dalam sisi pengeluaran dan sisi  sektor lapangan usaha. UU No. 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja yang diharapkan dapat meningkatkan investasi Indoesia di tahun 2021. Jika pemerintah ingin mencapai pertumbuhan ekonomi diangka 7% , maka perlu menaikan sekaligus menjaga pertumbuhan konsumsi masyarakat, pengeluaran pemerintah, pertumbuhan ekspor dan pertumbuhan investasi.

Oleh karena itu perlu penyesuaian yang baik bagi para pelaku ekonomi dan juga pelaku usaha untuk menghadapi pandemi selama masa PPKM darurat, juga adapatasi ketika masa pandemi jika sudah berlalu nanti. Pemerintah pun perlu beradaptasi dan mencari sumber pertumbuhan yang baru sebagai penanggulangan guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional. Peranan manajemen risiko pada hal ini juga sangat penting dan juga diperlukan guna menganalisis kembali akibat dari risiko-risiko yang ada. Demi terciptanya stabilitas ekonomi juga pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Kamis, 28 Oct 2021 14:00

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kamis, 28 Oct 2021 13:55

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Kamis, 28 Oct 2021 12:25

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Kamis, 28 Oct 2021 10:18

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

Kamis, 28 Oct 2021 08:09

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Rabu, 27 Oct 2021 23:34

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Rabu, 27 Oct 2021 23:16

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Rabu, 27 Oct 2021 23:08

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Rabu, 27 Oct 2021 22:50

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Rabu, 27 Oct 2021 22:15

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Rabu, 27 Oct 2021 21:55

Waspada Propaganda LGBT

Waspada Propaganda LGBT

Rabu, 27 Oct 2021 18:49

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Rabu, 27 Oct 2021 18:28

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Rabu, 27 Oct 2021 17:30

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Rabu, 27 Oct 2021 11:49

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Rabu, 27 Oct 2021 09:56

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Rabu, 27 Oct 2021 09:36

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Rabu, 27 Oct 2021 07:47

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Rabu, 27 Oct 2021 07:37

Menag dan Kegaduhan

Menag dan Kegaduhan

Selasa, 26 Oct 2021 23:28


MUI

Must Read!
X