Selasa, 30 Zulhijjah 1447 H / 16 Juni 2026 10:04 wib
115 views
Ketum Al Washliyah: Persatuan Ormas Islam Kebutuhan Mendesak di Tengah Tantangan Zaman
JAKARTA (Voa-islam.com )— Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis, mengajak umat Islam dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026.
“Tantangan zaman yang dihadapi semakin kompleks, mulai dari kesulitan ekonomi, polarisasi sosial, ancaman kerusakan akhlak, hingga pengaruh paham yang memecah belah. Karena itu, persatuan di antara sesama ormas Islam menjadi kebutuhan mendesak,” ujar KH Masyhuril Khamis di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam persoalan cabang keagamaan maupun metode dakwah merupakan hal yang wajar dan harus dihormati. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan atau menjatuhkan satu sama lain.
Ia mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 103 yang memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak bercerai-berai.
Kiai Masyhuril menegaskan bahwa persatuan tidak berarti menghilangkan identitas, metode, maupun kekhasan masing-masing organisasi. Sebaliknya, persatuan merupakan upaya menyatukan kekuatan umat dalam bingkai tujuan yang sama.
“Perbedaan adalah rahmat yang dapat saling melengkapi. Karena itu, perbedaan harus menjadi kekayaan umat, bukan sumber perselisihan. Yang terpenting adalah kesamaan pada prinsip-prinsip pokok agama serta kepentingan bersama bangsa dan negara,” katanya.
Ia menambahkan, persatuan harus dibangun melalui sikap saling menghormati, saling percaya, serta kerja sama yang berkelanjutan antarelemen umat Islam.
Menurut Kiai Masyhuril, persatuan ormas Islam akan memperkuat kontribusi umat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Dengan kolaborasi yang erat, manfaat program-program tersebut akan semakin luas dan dirasakan masyarakat.
“Di sisi lain, persatuan menjadi benteng kuat untuk menghadapi ekstremisme, radikalisme, serta berbagai upaya yang dapat merusak persatuan bangsa dan keutuhan NKRI. Ormas Islam juga dapat menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong terbangunnya komunikasi yang intensif melalui dialog, silaturahim, dan musyawarah secara berkala di antara pimpinan maupun anggota ormas Islam.
Selain itu, ia mengajak seluruh ormas Islam untuk bersinergi dalam program-program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan, penanganan bencana, peningkatan kualitas pendidikan, pembinaan akhlak generasi muda, pemberantasan narkoba, serta penguatan ekonomi umat.
Kiai Masyhuril juga mengingatkan umat Islam agar menjauhi ujaran yang memecah belah, menghentikan perdebatan yang tidak produktif, serta tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan prasangka buruk di tengah masyarakat.
“Marilah kita bersama-sama menjaga komitmen kebangsaan, menguatkan persaudaraan, dan menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai titik tolak mempererat ukhuwah demi kemajuan umat, bangsa, dan negara,” katanya.* [Ratna Rose/Voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!