Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.341 views

Membongkar Feminisme Islam, Apa dan Siapa di Balik No Hijab Day

 

Oleh: Aishaa Rahma  

Jagad media sosial dihebohkan dengan acara bertajuk 'No Hijab Day'. Kampanye yang  diselenggarakan tepat pada 1 Februari ini tentu mengundang kontroversi, mengingat hijab telah menjadi trend fashion di tanah air. Rupanya Musuh-musuh Islam tidak pernah berhenti sedetik pun melakukan rangkaian tipudaya dalam memalsukan dan menutupi kebenaran Islam dihadapan manusia agar berpaling dari aturan syariah hingga mereka melakukan kedustaan, mengada-adakan kebohongan, memberikan gambaran yang buruk serta memutarbalikkan fakta tentang Islam dan mereka menyerang muslimah dengan panah beracun dalam balutan feminisme.

Adalah Yasmine Mohammad, sebagai pelopor kampanye "No Hijab Day" yang digelar melalui media sosial. Kampanye hari tanpa hijab ini dirayakan setiap 1 Februari. "Meskipun Hijrah Indonesia tidak selalu sepakat dengan pandangan-pandangannya mengenai KeIslaman, tetapi kami memahami keresahannya dalam hal hijabisasi dan niqabisasi di seluruh Dunia Muslim", kata Admin Fan Page Hijrah Indonesia di Facebook.

Dalam penjelasan acara, Hijrah Indonesia menulis “Karena itulah, Hijrah Indonesia mengajak Anda para perempuan Indonesia baik Muslim maupun bukan Muslim untuk meramaikan #NoHijabDay dengan menayangkan foto foto Anda berbusana dengan nuansa Indonesia dengan memperlihatkan kepala Anda tanpa memakai hijab/jilbab/ niqab/cadar/ kerudung dan semacamnya di akun media sosial Anda, baik instagram, facebook, maupun twitter dan blog Anda dengan hashtag #NoHijabDay dan #FreeFromHijab pada 1 Februari 2020".

Adapun alasan diadakannya kampanye ini menurut Hijrah Indonesia adalah: (1) Hijabisasi baru marak tiga dekade terakhir; Niqabisasi marak satu dekade terakhir. (2) Tidak semua ulama, tarekat dan sarjana KeIslaman mendakwahkan dan bersetuju dengan hijabisasi maupun niqabisasi. Pandangan mengenai batasan aurat berbeda-beda. (3) Kita berdiam di rumah, berada di habitat, berkebutuhan, bekerja, dan atau memiliki fisik, yang kesemuanya berbeda-beda.

Hijrah Indonesia juga mengutip ayat-ayat Alquran, yaitu: Albaqarah 59, Almaidah 32, Ali Imran 24-25, Albaqarah 62, Almaidah 59, Albaqarah 9-13, Alhujurat 10-13, Albaqarah 80-81, Annisa 123-124, Almaidah 69, dan Alhajj 16-17.

Berbarengan dengan acara ini juga digelar sayembara Hari Tak Berjilbab dengan berbagai prasyarat yang tercantum dalam laman Facebook hijrah Indonesia. (Sumber: https://web.facebook.com/events/2509540552654998)

Rupanya, beberapa kalangan berusaha meniru penyelesaian masalah yang digunakan perempuan barat untuk keluar dari kezaliman yang dialaminya, yaitu dengan mengimpor ide feminis yang di 'Islamisasi' menjadi konsep "Feminisme Islam" untuk memperbaharui persepektif perempuan dengan meninjau ulang Islam agar terlihat modern. Lantas bagaimana dalam pandangan syariah?

Mengoyak Feminisme Islam

Sesungguhnya inferioritas dan krisis identitas inilah yang memang diharapkan oleh pihak-pihak yang memusuhi Islam dan mereka berkepentingan mempromosikan Islamophobia agar Muslim melihat agamanya sendiri dengan tatapan malu dan minder, juga agar kaum muslimah meninggalkan atribut hijabnya, lalu beralih memuja-muji tatanan kehidupan sekuler dan liberal. Peradaban "tanpa agama" sengaja diusung agar menjadi hamba baru yang layak diperlakukan hormat oleh sebagian umat Islam. Padahal barat sendiri sudah hancur peradabannya akibat feminisme yang diberi panggung untuk menyuarakan aspirasinya.

Barat tidak akan pernah berhasil memasarkan ide-idenya di negeri-negeri kaum muslimin jika tidak didukung faktor-faktor lokal. Barat telah mendanai organisasi-organisasi feminis baik yang resmi dari pemerintah maupun NGO (non government organisation) untuk menjalankan segala keinginannya dan mengadopsi semua yang dipromosikannya dalam kesepakatan dan perjanjian internasional seperti Protokolat HAM, kesepakatan CEDAW (Convention on the Elemination of All Forms of Discrimination against  Women) yang berkaitan dengan mahkamah/ peradilan terhadap seluruh bentuk diskriminasi terhadap perempuan, dan yang lainnya.

Barat mencapai keberhasilannya pada sebagian usahanya karena dia mampu bekerja sama dengan banyak negara Islam atas kesepakatan tersebut dan mengikat mereka dengannya. Sebagai contoh, di Tunisia, telah disepakati kerjasama CEDAW sejak tahun 1985 M dengan menghapus pasal-pasal yang bertentangan dengan syariat dan pada tahun 2011 pemerintah Tunisia memasukkan semua pasal yang dihapus tadi dalam perjanjian.

Mesir juga telah merevisi beberapa pasal undang-undang yang bertentangan dengan syariat Islam dengan alasan untuk kebaikan dan pembebasan perempuan. Inilah sesungguhnya perempuan yang terzalimi oleh peraturan dan undang-undang yang katanya Islami, dan adat istiadat serta nilai-nilai yang tidak Islami di negeri-negeri muslim baik di Barat maupun di Timur. Inilah sistem perundang-undangan yang memberi kemudahan bagi kerja Barat dan peperangan mereka melawan Islam dan hukum-hukumnya bahkan sistem perundang-undangan itu mendukung dan menopang hal tersebut.

Musuh-musuh Islam memasarkan kesepakatan-kesepakatan itu dengan cara yang licik penuh tipudaya. Hingga perempuan akan berjuang untuk merubah tatanan undang-undang sesuai kepentingan mereka. Para perempuan yang tertipu akan hal itulah yang dikenal dengan "Feminis Islam" yang kemudian berusaha membaca nas-nas syariat dengan cara rekonstruksional sesuai dengan klaimnya, yaitu untuk merubah perundang-undangan Islam agar sesuai dengan dunia modern atau dengan kata lain agar sesuai dengan ide-ide rusak yang dipasarkan Barat ke negeri-negeri kaum Muslimin.

Sejatinya, feminisme Islam telah membeda-bedakan Al Qur'an dan hadist. Meyakini bahwa Al Qur'an lebih adil terhadap jenis kelamin perempuan, sementara menuduh hadist berlaku zalim terhadap muslimah. Feminisme Islam menggunakan istilah ijtihad untuk membongkar teks-teks agama dan mengekstraksi beberapa hukum dan fatwa yang digunakan sebagai tameng dalam membela seluruh hak-hak perempuan. Mereka mengklaim bahwa kerangka Islam bergantung pada pendekatan linguistik dalam menginterpretasi wacana keagamaan.

Jadikan Feminisme Tinggal Sejarah

Mencermati geliat pergerakan feminisme di Indonesia, maka kini adalah saatnya aktivis muslim menyadari posisi pentingnya dalam membendung segala pemikiran yang menyeret umat Islam ke dalam jurang kehinaan yang parah. Problematika ini tidak dapat dibiarkan begitu saja menggerogoti generasi muda. Hari ini umat muslim sedang dihadapkan pada kenyataan bahwa dunia Islam memang sedang tertatih-tatih bangkit dari kemunduran dan keterbelakangannya, dengan segudang pekerjaan rumah dan tantangan kebangkitannya.

Seorang muslim perlu mengambil hikmah dari kaum manapun. Tapi tetap harus mempunyai filter dalam kerangka identitas, serta komitmen yang kuat mempelajari ajaran Islam itu sendiri, bukan malah meninggalkan Islam dan mati-matian belajar ke Barat. Al Quran dan As Sunnah tidak dikaji serius seperti mengkaji ilmu dari Barat.  Wajar bila akhirnya menjadi inferior dengan Islam. Bahkan mereka latah merasa 'terancam' dengan Islam persis seperti rezim-rezim Barat yang membabi buta membungkam dakwah Islam, melabeli aktivitasnya radikal, ekstrimis dan teroris. Bahkan resep deradikalisasi pun mereka copy paste dari solusi barat demi membasmi ancaman kebangsaan, persis seperti suri tauladan mereka di Barat!

Kondisi saat ini memang menyedihkan. Masuknya muslimah ke dalam jerat feminisme adalah kabar buruk apalagi jika kemudian mereka pun berbondong-bondong menjadi aktivis feminisme. Maka para muslimah khususnya pegiat opini anti feminisme perlu merumuskan langkah yang lebih maju. Menyentuh umat terutama muslimah yang rentan terhadap ide yang menipu ini.

Para aktivis dakwah perlu mendalami pemikiran mereka agar dapat memukul balik dengan tepat, membangun argumen yang kuat serta terstruktur agar umat dapat melihat jelas  mana ide bengkok dan  mana ide yang lurus. Ingatlah perkataan ulama; kaum muslim mundur karena meninggalkan agamanya, sedangkan Barat maju karena meninggalkan agama mereka. Sesungguhnya Islam membawa sejuta harapan akan solusi peradaban, Syariahnya adalah Rahmat semesta alam yang tak lekang oleh zaman, dan para pengemban dakwahnya adalah mereka yang mempersembahkan hidup mereka mendalami Qur'an dan berjuang mengemban cita-cita masa depan umat dari Muhammad Saw.

Oleh sebab itu, hempaskan Feminisme sebagai sejarah, mari wujudkan kembali Islam sebagai suatu kesatuan sistem. Inilah yang akan menjadi perisai sekaligus obat dari wabah krisis identitas yang melanda kaum muslim di seluruh dunia, seperti sabda Rasulullah: "Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya." (HR. Daruqthni) Wallahu a'lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Sabtu, 26 Sep 2020 21:45

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

Sabtu, 26 Sep 2020 21:05

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Sabtu, 26 Sep 2020 20:20

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X