Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.743 views

Rencana Pindah Ibukota di Tengah Wabah, Realistiskah?

 

Oleh: Yuliana

Di tengah kesulitan dunia termasuk Indonesia menghadapi serangan virus Covid-19 (Corona), hampir seluruh pemimpin dunia kewalahan dan berpikir keras menghadapi penyebaran virus Covid-19 yang telah menelan ribuan nyawa tersebut tidak terkecuali China yang merupakan negara pertama penyebar virus Covid-19. Akan tetapi lain halnya dengan negara yang baru berkembang Indonesia, pemimpin dan para jajarannya malah sibuk memikirkan proyek pemindahan ibukota yang tidak tahu untuk siapa.  Anehnya, pemerintah malah membuka rekening khusus untuk menampung donasi dari pelaku usaha guna membantu penanganan wabah virus corona.  

Diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemindahan Ibukota tetap berjalan. Bahkan kementerian terkait sudah melakukan komunikasi dengan beberapa investor untuk pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur.  

Pemerintah semakin memperlihatkan watak aslinya sebagai "pengusaha" di dalam sistem kapitalisme. Pemerintah tidak bertindak sebagai pengayom yang seharusnya fokus mereka mengurusi urusan rakyat dan menangani penyebaran virus Covid-19 yang semakin luas dan memakan banyak korban.  Entah apa yang ada di balik proyek pemindahan ibu kota ini, yang jelas dalam sistem kapitalisme sudah menjadi hal yang lumrah ketika keuntungan pemilik modal lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat.

Indonesia menganut sistem demokrasi di mana semuanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Nyatanya memang semuanya "dari rakyat". Selama ini rakyat pasrah saja dibebani berbagai kenaikan harga pokok akibat pencabutan berbagai subsidi. Pajak pun naik dalam beberapa sektor yang artinya rakyat dipaksa untuk mengeluarkan budget lebih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak sebanding dengan pemasukan.

"Oleh rakyat",  pernyataan ini juga tidak salah karena saat ini justru rakyatlah yang secara mandiri menangani penyebaran virus Covid-19 sampai turun ke jalan membantu mereka yang terdampak sangat parah secara ekonomi dan kesehatan. Akan tetapi semboyan "untuk rakyat" nyatanya tidak berlaku, yang ada adalah "untuk konglomerat". Bagaimana tidak, opsi pemindahan ibukota tetap akan dilanjutkan di tengah kesulitan rakyat Indonesia menghadapi virus Covid-19 dan keterpurukan perekonomian.

Dalam menghadapi kesulitan ini, seharusnya pemerintah hadir untuk rakyat. Lakukan yang seharusnya dilakukan, bukan hanya beretorika saling mengeluarkan statement seolah menjadi solusi padahal hanya ilusi. Ini semua tidak menyelesaikan masalah dan hanya menunjukkan bahwa pemerintah "gagap" dalam penanganan penyebaran virus Covid-19 ini. Hal ini terlihat dari berubah-ubahnya kebijakan pemerintah yang bersikukuh tidak mau menerapkan "lockdown" yang diatur dalam undang-undang karantina no. 6 tahun 2018.

Dalam undang-undang tersebut disebutkan dalam Pasal 8 UU 6/2018 bahwa setiap orang juga mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama karantina. Hal ini tentunya dinilai oleh pemerintah sebagai beban bagi APBN. Untuk itu pemerintah lebih memilih kebijakan "darurat sipil" yang kemudian diralat menjadi "Pembatasan Sosial Berskala Besar" atau PSBB. Artinya pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menanggung biaya hidup rakyatnya selama karantina. 

Lalu ketika rakyat susah seperti sekarang harus mengadu kepada siapa? Berbagai kampanye disosialisasikan untuk "di rumah saja" tapi kondisi rakyat susah tidak dipedulikan dan kebutuhan pokok rakyat diabaikan.

Pemimpin Islam Menyikapi Wabah

Hal ini berbanding terbalik dengan masa kepemimpinan Islam di zaman Rasulullah saw dan para khalifah, dimana pemimpin memposisikan diri sebagai pelayan rakyat. Mereka tidak akan tidur sebelum rakyatnya kenyang. Rasululloh saw hadir di tengah rakyat pada saat terjadi wabah Tha'un, Rasululloh saw langsung mengambil kebijakan karantina seperti yang dikenal sekarang sebagai "lockdown".

Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra. Dalam sebuah hadist, Rasullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda : "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhari)

Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Ketika kebijakan karantina tersebut dilakukan oleh Rasululloh saw, Rasul pun menanggung semua kebutuhan rakyatnya selama masa karantina. Rakyat diberi ketenangan dan kenyamanan selama masa karantina. Baitul mal dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sehingga tercipta hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat dalam menghadapi penyebaran wabah tersebut. Dalam Islam satu nyawa manusia itu sangat berharga sehingga sebagai pemimpin dalam Islam harus semaksimal mungkin bisa menjaga keselamatan setiap jiwa manusia.

Dari dua kepemimpinan di atas, jelas terlihat pemimpin mana yang berpihak dan mengayomi rakyatnya. Sungguh tak masuk akal, rakyat sekarat diserang wabah pemimpin ngotot pindah ibukota. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Mulai dari Rieke Pitaloka

Mulai dari Rieke Pitaloka

Senin, 13 Jul 2020 05:18

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Ahad, 12 Jul 2020 21:45

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Ahad, 12 Jul 2020 21:25

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Ahad, 12 Jul 2020 21:22

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

Ahad, 12 Jul 2020 21:15

Muslim Bosnia Peringati 25 Tahun Pembantaian Sebrenica

Muslim Bosnia Peringati 25 Tahun Pembantaian Sebrenica

Ahad, 12 Jul 2020 21:05

PBB: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Khashoggi

PBB: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Khashoggi

Ahad, 12 Jul 2020 20:45

Erdogan Sebut Kebangkitan Hagia Shopia Membuka Jalan Untuk 'Pembebasan Masjid Al-Aqsa'

Erdogan Sebut Kebangkitan Hagia Shopia Membuka Jalan Untuk 'Pembebasan Masjid Al-Aqsa'

Ahad, 12 Jul 2020 20:25

Pejabat Bertekad Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Pejabat Bertekad Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Ahad, 12 Jul 2020 20:22

 Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Ahad, 12 Jul 2020 07:18

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Ahad, 12 Jul 2020 06:51

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

Ahad, 12 Jul 2020 06:16

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Ahad, 12 Jul 2020 05:56

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Ahad, 12 Jul 2020 05:35

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Ahad, 12 Jul 2020 02:27

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

Ahad, 12 Jul 2020 01:04

 Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Sabtu, 11 Jul 2020 23:56

Mahasiswa Geruduk DPR,  Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Sabtu, 11 Jul 2020 22:50

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Sabtu, 11 Jul 2020 21:35

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 21:28


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X