Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.386 views

Belajar dari Turki, Jangan Panik Menghadapi Sekularisme

 

Salah satu solusinya adalah dakwah peradaban Islam yang konsisten, terus menerus, sistimatis dan memiliki metodelogi yang tepat.

Oleh:

Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

 

TURKI pernah mengalami program sekularisisasi “gila-gilaan”. Kekuasaan digunakan untuk memaksakan sekularisme. Tapi, pemaksaan itu akhirnya gagal. Gerakan dakwah di Turki pimpinan Said Nursi berhasil menangkal sekularisasi. Model Gerakan Islam ini penting kita telaah untuk menghadapi serbuan sekularisasi di Indonesia.

Tahun 1924, pemerintahan sekuler di Turki mengeluarkan UU Penyatuan Pendidikan yang mewajibkan seluruh sekolah berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan. Madrasah-madrasah ditutup dan digantikan dengan sekolah yang membina imam dan khatib. Selanjutnya pendidikan agama ditiadakan di sekolah-sekolah perkotaan pada tahun 1930, dan di sekolah-sekolah perdesaan pada tahun 1933. Pelajaran Bahasa Arab dan Persia dihapuskan pada tahun 1928. Pada tahun ini juga tulisan Arab diganti dengan tulisan Latin.

Di bidang budaya, proses sekularisasi – juga westernisasi – dilakukan antara lain dengan pelarangan penggunaan topi adat Turki, Terbus, tahun 1925. Sebagai gantinya dianjurkan pemakaian topi Barat. Pakaian keagamaan juga dilarang dan rakyat Turki, baik pria maupun wanita, diharuskan mengenakan pakaian Barat.

Attaturk menjalankan pemerintahannya secara diktator. Ia tak segan-segan menghukum mati orang-orang yang enggan kepada pemerintahan Kemalis. Pada tanggal 13 Juli 1926, 15 orang digantung dimuka umum. Tahun 1930, 800 orang anti-Kemalis ditangkap dan dihukum mati. Tahun 1931, keluar peraturan yang melarang media massa mengeluarkan propaganda yang dianggap membahayakan pemerintahan Kemalis. (Tentang sekularisasidi Turki, lihat Adian Husaini, Sekularisme, Penumpang Gelap Reformasi, (Surabaya: Kampusina, 2000).

Sekularisasi Turki yang sangat ekstrim dan sistematis ternyata tidak mampu membunuh Islam di Turki. Kaum Muslim terus-menerus memberikan perlawanan terhadap sekularisasi. Said Nursi adalah tokoh sentral yang menentang gerakan sekularisasi yang diberlakukan oleh pemerintahan Turki, pimpinan Musthafa kamal Ataturk.

Nursi merupakan seorang ulama jenius, berani dan produktif. Di usia muda ia telah menguasai berbagai bidang ilmu: seperti Ilmu tafsir, hadits, nahwu, ilmu kalam, fiqih dan mantiq. Ia juga menguasai matematika, falak, kimia, fisika, geologi, filsafat dan sejarah. Dengan pendalamannya terhadap ilmu-ilmu tersebut maka ia mampu menghasilkan karya-karya ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu itu. Karena itulah, ia digelar Badiuzzaman (keajaiban zaman) sebagai bentuk pengakuan para ulama atas kejeniusan dan keluasan ilmunya yang sangat mendalam.

Badiuzzaman Said Nursi adalah sosok yang gigih memegang al-Qur’an dan as-Sunnah. Menurutnya, jika al-Qur’an tidak difahami dengan benar maka pemahaman-pemahaman yang menyimpang akan berkembang. Faham kebebasan akan dieksploitasi sesuai kepala masing-masing orang. Baginya, kebebasan adalah keperluan yang mendasar. Namun kebebasan tidaklah seharusnya disalah artikan sehingga keluar dari konsep Islam. Oleh karenanya ketika menghadapi gerakan-gerakan penyimpangan dari ajaran Islam, ia senantiasa menggunakan mendasarkan kepada al-Qur’an. Begitu juga ketika berda’wah kepada umat dan ketika berusaha meneguhkan ukhuwah Islamiyah.

Selain sebagai seorang ulama yang gigih membela dan mendidik umat melalui berbagai media dan cara, Said Said Nursi juga seorang pejuang yang membela agama dan negaranya yang secara langsung terjun ke medan perang.

Sebagai ulama pembimbing umat, ia menyampaikan pesan yang berharga: ”Bangsa dan tanah airku, janganlah makna kebebasan disalahartikan agar kebebasan ini tidak lepas dari kalian. Janganlah kalian terpedaya oleh kemilau fatamorgana dan mengejar-ngejarnya. Sebab kebebasan itu hanya akan terwujud dan tumbuh bila syari’at Islam dilaksanakan dan etikanya dipelihara.”

Secara khusus Said Nursi juga mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Adnan Menderes dan anggota-anggota yang bersemangat terhadap agama dari Dewan Nasional Agung yang berisi atas pandangannya mengenai sekularisme. Iamenyatakan:

”Daripada mempergunakan politik untuk anti agama yang tersembunyi lebih baik hal itu dipergunakan untuk kepentingan Islam. Pem-Barat-an telah membawa rakyat tersesat dan menuju ke arah politik dan cara hidup asing. Orang munafik dan tidak beriman telah menyalahgunakan agama untuk politik. Adalah mustahil untuk melakukan reformasi dengan kebudayaan Eropa. Peradaban Barat tidak didasarkan kepada keutamaan dan percaya kepada Tuhan, tetapi kepada tamak dan rakus, hasad dan dominasi. Ia adalah seperti pohon yang mengering dan akan dikalahkan oleh peradaban Asia. Mengemis-ngemis dari Eropa untuk membangun rezim demokrasi di Turki adalah kejahatan besar terhadap Islam, karena rezim ini diciptakan oleh Islam selama tiga belas abad.”

Said Nursi menekankan bahwa kewajiban orang-orang Islam adalah “jihad pena”, atau “jihad perkataan”. Sikap Said Nursi sendiri mengalami perubahan terkait dengan penggunaan kekerasan. Pada tahun 1913 ketika Turki diserang oleh Rusia, Said Nursi terjun menjadi sukarelawan untuk melawan para penjajah. Ia telah melalui bahaya-bahaya yang ada di lapangan perang. Dia pernah ditangkap, bahkan sempat dibawa ke Rusia bersama para tawanan perang lainnya.

Namun, kemudian, Said Nursi lebih menggunakan pendekatan dakwah dalam melawan sekularisme. Dulu, kata Said Nursi, orang-orang Islam harus mempertahankan diri dari agresi para musuh dengan senjata. Tetapi menurutnya, pada masa depan, lebih efektif digunakan “pedang-pedang peradaban”, senjata moral dan rohani, yang berdasar pada kebenaran dan keadilan.

Said Nursi sangat menentang gerakan Sekularisasi yang dilancarkan secara agresif oleh Attaturk. Ia tidak mau menerima sikap pemerintah sekular yang membiarkan faham ateis berkembang, namun disisi lain membelenggu gerakan Islam. Meski Said Nursi telah lama meninggal, namun sampai saat ini, ia masih terasa hidup lewat karya besarnya Risalah Nur.

Sebagaimana di Turki, di Indonesia pun program sekularisasi besar-besaran yang dilakukan sejak era kolonial banyak mengalami kegagalan. Kaum Muslim tidak mudah disekulerkan, karena ajaran Islam hidup dalam keseharian orang muslim. Ibadah dan doa-doa harian anak-anak Muslim ikut membendung arus sekularisasi.

Karena itu, memang tidak perlu panik dalam menghadapi sekularisme. Sebab, mereka terbukti gagal memberikan solusi dalam meraih kebahagiaan hidup. Maka, disamping perlu terus mengingatkan bahaya sekularisme, kita perlu membuktikan, bahwa institusi-institusi peradaban Islam lebih unggul dibandingkan dengan institusi sekular. Wallahu A’lam bish-shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Latest News
Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi Intrapersonal

Kamis, 15 Apr 2021 08:45

Ganasnya Sakit Qalbu (3): Rahasia Kesembuhan menurut Al-Qur’an

Ganasnya Sakit Qalbu (3): Rahasia Kesembuhan menurut Al-Qur’an

Kamis, 15 Apr 2021 06:26

Legislator Rusia Usul Blokir Zoom

Legislator Rusia Usul Blokir Zoom

Rabu, 14 Apr 2021 22:43

KontraS Berharap PKS Bisa Lanjutkan Aspirasi Korban HAM Berat Masa Lalu

KontraS Berharap PKS Bisa Lanjutkan Aspirasi Korban HAM Berat Masa Lalu

Rabu, 14 Apr 2021 20:31

Hak Bunuh Diri Bikin Ngeri!

Hak Bunuh Diri Bikin Ngeri!

Rabu, 14 Apr 2021 19:56

Antisipasi Utang BUMN Karya Demi Kepentingan Nasional, Ini Saran Partai Gelora

Antisipasi Utang BUMN Karya Demi Kepentingan Nasional, Ini Saran Partai Gelora

Rabu, 14 Apr 2021 19:27

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Gugat Penjaranya Karena Larang Dia Pelajari Al-Qur'an

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Gugat Penjaranya Karena Larang Dia Pelajari Al-Qur'an

Rabu, 14 Apr 2021 18:30

Taliban Tidak Akan Hadiri Pertemuan Puncak Tentang Afghanistan Sampai Pasukan Asing Ditarik

Taliban Tidak Akan Hadiri Pertemuan Puncak Tentang Afghanistan Sampai Pasukan Asing Ditarik

Rabu, 14 Apr 2021 17:45

Mesut Ozil Sumbangkan 101.000 Euro Untuk Pengungsi Rohingya, Suriah Serta Somalia

Mesut Ozil Sumbangkan 101.000 Euro Untuk Pengungsi Rohingya, Suriah Serta Somalia

Rabu, 14 Apr 2021 16:44

Mensos Tak Usulkan Perpanjangan Bansos Tunai, HNW: Harusnya Berpihak pada Rakyat!

Mensos Tak Usulkan Perpanjangan Bansos Tunai, HNW: Harusnya Berpihak pada Rakyat!

Rabu, 14 Apr 2021 15:56

Hukum Puasa Ramadhan Bagian I

Hukum Puasa Ramadhan Bagian I

Rabu, 14 Apr 2021 14:59

Ramadhan, Momen Bonding Bersama Buah Hati

Ramadhan, Momen Bonding Bersama Buah Hati

Rabu, 14 Apr 2021 14:43

Membela Saudara Seiman, Butuh Pengetahuan

Membela Saudara Seiman, Butuh Pengetahuan

Rabu, 14 Apr 2021 14:27

Tips 5 M, Bijak Sosmed Kala Ramadhan

Tips 5 M, Bijak Sosmed Kala Ramadhan

Rabu, 14 Apr 2021 13:10

Ramadhan#1 Persiapan Hadapi Ramadhan

Ramadhan#1 Persiapan Hadapi Ramadhan

Rabu, 14 Apr 2021 12:39

INDONESIA NGERTI, GAK SIH?

INDONESIA NGERTI, GAK SIH?

Rabu, 14 Apr 2021 11:04

Potret Tercabutnya Akar Kehidupan yang Hakiki

Potret Tercabutnya Akar Kehidupan yang Hakiki

Rabu, 14 Apr 2021 08:16

Tuduhan Radikalisme, Kotori Nuansa Sambut Ramadan

Tuduhan Radikalisme, Kotori Nuansa Sambut Ramadan

Rabu, 14 Apr 2021 03:44

Jokowi Masuk Surga?

Jokowi Masuk Surga?

Selasa, 13 Apr 2021 23:31

Resensi Novel Pembuka Hidayah: Biografi Kh. Choer Affandi

Resensi Novel Pembuka Hidayah: Biografi Kh. Choer Affandi

Selasa, 13 Apr 2021 22:49


MUI

Must Read!
X