Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.303 views

Saat Feminis Meninggalkan Ide Childfree, Ada Apakah?

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Ide melawan fitrah, itu yang disematkan oleh ide childfree. Pilihan untuk tidak memiliki anak, ide inilah yang tengah menjadi perbincangan setelah dua seleb perempuan mengikrarkan dirinya menganut Childfree. Memang sih, terdengar masuk akal ketika mereka mengungkapkan alasan di balik keinginan tidak punya anak. Salah satunya mengatakan bahwa dia tidak ingin menambah populasi manusia di dunia yang semakin banyak ini, sementara pada saat yang sama banyak anak yang terlantar. Katanya lebih baik dia ikut merawat anak-anak terlantar itu saja. Alasan kedua adalah dengan lugas dia memang tidak ingin punya anak, karena itu pilihannya.

Dari hasil wawancaranya dengan sejumlah perempuan, uns.ac.id mengungkap beberapa alasan childfree dilakukan. Keputusan childfree sangat terkait dengan masalah personal, finansial, latar belakang keluarga, kekhawatiran akan tumbuh kembang anak, isu atau permasalahan lingkungan, hingga alasan terkait emosional atau insting keibuan. Alasan-alasan yang sarat dengan keegoisan, hidup hanya untuk kesenangan diri, tak boleh ada yang mengganggunya, bahkan buah hatinya.

Pemikiran ini sebenarnya sudah lama dipraktikkan di Barat sejak akhir tahun 2000an. Ide yang digagas oleh kaum feminis sebagai implementasi body right atau body politic bahwa perempuan berhak akan tubuhnya, reproduksinya, hak untuk hamil, melahirkan dan menyusui. Perempuan mutlak bebas menentukannya, sebagai bentuk kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Ide ini terus dikampanyekan di negeri-negeri muslim hingga menjadi gaya hidup baru dalam berkeluarga.

Menarik apa yang diungkapkan oleh Denielle Crittenden dalam bukunya yang berjudul Wanita Salah Langkah. Kesetaraan dalam segala hal ternyata tidak membahagiakan perempuan. Di masa tuanya, perempuan yang hidup dengan nilai-nilai feminisme malah merasakan sedih karena telah kehilangan keintiman dan persahabatan dari seorang suami atau karena ketiadaan anak. Hal ini menunjukkan bahwa hal fitrah bagi perempuan yaitu bahagia hidup dalam keluarga yang harmonis didampingi suami, dan anak-anaknya. Tak heran bila pencetus feminisme gelombang ke dua, Betty Friedan, di masa tuanya gemar menunjukkan foto dirinya bersama cucu-cucunya.

Dampak dari Childfree sebenarnya sudah dirasakan oleh Barat. Ancaman punahnya mereka dengan angka kelahiran yang semakin turun tahun demi tahun. Negara seperti Finlandia dan Estonia akhirnya mengambil langkah memberikan tunjangan bagi setiap kelahiran bahkan tiap bulan untuk bayi yang sudah dilahirkan. Besarnya tunjangan, menurut para ibu yang menerimanya, sangat cukup bagi kehidupan mereka dan anak-anaknya. Tunjangan yang menunjukkan kemurahan hati pemerintahan di dua negara tersebut.

Akhirnya kita patut curiga, mengapa gelombang pemikiran Childfree juga diaruskan di negeri kita, yang mayoritas penduduknya muslim? Kehidupan pernikahan dengan memiliki anak adalah hal yang lumrah di sini. Ketika syariat menikah dilakukan, sepasang suami istri sadar bahwa mereka melakukannya untuk melestarikan kehidupan. Maka hamil, melahirkan, membesarkan dan mendidik anak adalah kehidupan keseharian keluarga di Indonesia. Menjalani itu semua adalah kebahagiaan.

Meskipun faktanya kemudian, hari demi hari keluarga muslim semakin merasa berat dalam membesarkan dan mendidik anak-anak mereka. Ini bukan karena syariat Islam yang mereka jalani dalam membesarkan dan mendidik anak, tetapi karena kebijakan negara yang bertentangan dengan syariat dan memberatkan mereka. Kebutuhan pangan yang semakin mahal, mempersulit orang tua memenuhi gizi anak. Biaya pendidikan yang juga semakin mahal, mematahkan harapan orangtua agar anak-anaknya menjadi generasi unggul. Sementara itu, suasana kehidupan liberal, seks bebas dan kriminalitas yang lain dibukakan pintu selebar-lebarnya menghantui para orang tua dan anak-anak pun terjerumus ke dalamnya.

Akhirnya, pilihan akhir ada di tangan kita. Hidup sesuai fitrah yang diberikan Allah yang itu jelas menentramkan dan membahagiakan kita. Atau sebaliknya, hidup jauh dari fitrah yang diberikan Allah, jelas mengantarkan manusia pada kesengsaraannya. Wallahu A'lam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Rabu, 05 Oct 2022 07:47

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oct 2022 07:41

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Rabu, 05 Oct 2022 05:38

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55


MUI

Must Read!
X