Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.628 views

UAS ke Prabowo, Jokowi Kelar?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Mendekati tanggal 17 April, Prabowo-Sandi kebanjiran dukungan. Sejumlah tokoh dengan pengaruh dan nama beken berbondong-bondong. Mulai kalangan pengusaha, militer hingga ulama. Kalau artis? Tak terhitung jumlahnya.

Dimulai dari Ustadz Bachtiar Nasir, ketua Majlis Pelayan Indonesia (MPI). Terang-terangan deklarasi dukung Prabowo-Sandi. Dan dua kali hadir di acara kampanye Prabowo: di GBK Jakarta dan Sriwedari Solo.

Erwin Aksa, pengusaha muda nan kaya dari keluarga Kalla pun terpaksa meninggalkan posisinya di Golkar dan balik badan untuk mendukung Prabowo-Sandi. Tak tanggung-tanggung, Erwin ajak serta 1000 pengusaha. Bawa duit gak? Nah, itu yang publik gak tahu.

Selain Erwin, ada Dahlan Iskan. Pemilik koran Jawa Pos yang dikenal sebagai sosok idealis dan bersih ini pun merapat ke Prabowo. Kendati kedua pengusaha ini merapat di injury time.

Kenapa umumnya pengusaha dukung di injury time? Ada dua kemungkinan. Pertama, karena menghindari benturan dengan penguasa. Mana berani pengusaha-pengusaha besar dukung oposisi? Ijin usaha dan pajak bisa jadi masalah. Begitulah kira-kira yang terjadi. Represif dong?

Kedua, atau karena arah angin sudah mulai berubah. Umumnya pengusaha ikut petunjuk angin. Kemana angin kemenangan itu bertiup, kesitulah mereka menaruh uang dan modalnya. Dan satu lagi kelebihan pengusaha, lihai menyalib di tikungan. Dan di tikungan itulah seringkali ulama dan relawan ditinggalkan. Alasannya macam-macam. Mulai dari kompetensi sampai keikhlasan.

Dari kalangan militer, ada Gatot Nurmantyo. Mantan Panglima TNI yang dicopot Jokowi sebelum waktunya ini juga merapat ke Prabowo. Setelah hampir enam bulan melihat-lihat, menghitung, mengkalkulasi, dan entah berapa berinteraksi, akhirnya merapat juga ke Prabowo. Hadir di acara pidato kebangsaan Prabowo hari ini (12/4) di Surabaya.

Selain nama-nama beken itu, ada dua tokoh yang paling fenomenal. Sultan Hamengkubuwono ke X dan Ustaz Abdussomad (UAS). Keduanya memiliki cerita unik dan heroik.

Sebelumnya, sempat Sang Raja Jogja disowani Jokowi. Diantar Megawati, ketum PDIP dan sejumlah orang penting di istana. Keluar dari rumah Raja, wajah Jokowi dan Mega terlihat lesu. Menolak wawancara dengan wartawan. Kabarnya Sang Raja tak bersedia mendukung. Berani ya? Padahal, belum ada satupun kepala daerah yang berani menolak pinangan istana.

Tapi, ketika Prabowo hadir, Sang Raja tampak lebih hangat dan bersemangat. Masyarakat lalu menyimpulkan bahwa Sang Raja condong ke Prabowo-Sandi.

Dan Kamis lalu (11/4), giliran ustadz kondang bernama Abdussomad (UAS) ketemu Prabowo. Entah dimana mereka bertemu. Hingga hari ini, tempat dan jam pertemuan dirahasiakan. Kok pakai rahasia segala? Kabarnya, ada pihak yang tak ingin UAS dukung 02. Netral saja!

UAS nekat. Temui Prabowo. Berbincang berdua. Dan, pembicaraan keduanya direkam. Rekamannya dikirim ke TV One dan tayang.

Gempar! Akhirnya publik tahu ternyata UAS dukung Prabowo. Serius? Kalau nonton rekamannya, itu asli. Otentik. Bukan hoak.

"Dua hal yang saya minta dari Bapak jika nanti terpilih jadi presiden. Pertama, jangan undang saya ke istana. Kedua, jangan kasih saya jabatan apapun."

Legitimed! Narasinya merepresentasikan kelasnya sebagai ulama. Dukungan yang polos dan ikhlas. Narasi ini tidak saja melegitimasi UAS sebagai seorang ulama', tapi juga melegitimasi apa yang UAS sampaikan.

Diantara yang UAS sampaikan bahwa Prabowo akan terpilih jadi presiden. Pertama, dari pengamatan UAS di lapangan. Ketika UAS ceramah dari Sabang sampai Merauke, selalu dihadang salam dua jari. Dan kedua, dari pengamatan mata batin. Sejumlah ulama khos yang disowani UAS mengatakan bahwa Prabowo akan menang.

Kombinasi nalar dan mata batin UAS melihat fenomena politik di pilpres kali ini disampaikan ke Prabowo. Apa adanya. Soal benar tidaknya, tetap tanggal 17 April jadi penentu takdirnya.

Denny JA, surveyer Jokowi-Ma'ruf yang sekaligus merangkap sebagai timses ini pernah bilang: kalau UAS netral, Jokowi-Ma'ruf menang. Sekarang, UAS sudah dukung Prabowo-Sandi. Apakah berarti Jokowi-Ma'ruf kelar? Biar Denny JA yang jawab. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 12/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Kamis, 02 Apr 2020 08:30

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Kamis, 02 Apr 2020 07:46

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Kamis, 02 Apr 2020 06:55

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Kamis, 02 Apr 2020 04:50

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Kamis, 02 Apr 2020 01:21

Keimanan dan Kemanusiaan

Keimanan dan Kemanusiaan

Rabu, 01 Apr 2020 23:43

Gugur di Medan Juang

Gugur di Medan Juang

Rabu, 01 Apr 2020 22:48

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Rabu, 01 Apr 2020 22:25

Delegasi Taliban Berada di Kabul untuk Memulai Proses Pertukaran Tahanan dengan Pemerintah

Delegasi Taliban Berada di Kabul untuk Memulai Proses Pertukaran Tahanan dengan Pemerintah

Rabu, 01 Apr 2020 22:06

Menguji Relevansi PSBB dan Darurat Sipil di Tengah Ancaman Corona

Menguji Relevansi PSBB dan Darurat Sipil di Tengah Ancaman Corona

Rabu, 01 Apr 2020 21:56

Tips Cermat Antisipasi Hoaks tentang Virus Corona di Internet

Tips Cermat Antisipasi Hoaks tentang Virus Corona di Internet

Rabu, 01 Apr 2020 20:46

Masyarakat Harus Sabar untuk Tinggal di Rumah Selama Pencegahan Wabah Virus Corona

Masyarakat Harus Sabar untuk Tinggal di Rumah Selama Pencegahan Wabah Virus Corona

Rabu, 01 Apr 2020 20:25

Musibah Tanda Allah Menginginkan Kebaikan

Musibah Tanda Allah Menginginkan Kebaikan

Rabu, 01 Apr 2020 20:11

Menguji Peran Madrasatul Ula di Musim Pandemi

Menguji Peran Madrasatul Ula di Musim Pandemi

Rabu, 01 Apr 2020 19:45

Mengkudeta Anies Baswedan?

Mengkudeta Anies Baswedan?

Rabu, 01 Apr 2020 18:02

Fenomena Mudik di Tengah Sebaran Wabah Corona

Fenomena Mudik di Tengah Sebaran Wabah Corona

Rabu, 01 Apr 2020 17:30

Minimalisir Penularan, 1 Unit Chamber Anti Covid-19 Terpasang di RSUD Haji Sulawesi Selatan

Minimalisir Penularan, 1 Unit Chamber Anti Covid-19 Terpasang di RSUD Haji Sulawesi Selatan

Rabu, 01 Apr 2020 17:20

Update 1 April 2020 Infografik Covid-19: 1677 Positif, 103 Sembuh, 157 Meninggal

Update 1 April 2020 Infografik Covid-19: 1677 Positif, 103 Sembuh, 157 Meninggal

Rabu, 01 Apr 2020 17:04

Jokowi Siapkan RS Khusus Corona di Pulau Galang, Fadli: Bagimana Cara Pasien ke Sana?

Jokowi Siapkan RS Khusus Corona di Pulau Galang, Fadli: Bagimana Cara Pasien ke Sana?

Rabu, 01 Apr 2020 16:39

Hadapi Corona, Muhaimin Iskandar Ingatkan Pemerintah Tidak Berutang ke Luar Negeri

Hadapi Corona, Muhaimin Iskandar Ingatkan Pemerintah Tidak Berutang ke Luar Negeri

Rabu, 01 Apr 2020 15:43


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X