Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.734 views

Jokowi Sulit Menang

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ternyata, pilpres kali ini super rumit. Luar biasa kompleks. Menguras energi dan memporak-porandakan emosi. Kendati pilpres hanya diikuti dua Paslon, tapi badai persoalan yang dihadapi sungguh sangat tidak sederhana.

Quick count memang sudah diumumkan. Bahkan oleh berbagai lembaga survei. Tapi sayangnya, rakyat tak percaya. Karena lembaga yang mengumumkan hasil quick count hanya berasal dari -dan dibiayai oleh-  satu kubu paslon. Tak mungkin netral. Jadi, otomatis tak diakui, bahkan tak dianggap oleh kubu sebelah beserta hampir seluruh pendukungnya. Ini saja, sudah menimbulkan masalah.

Sekarang bergantung ke KPU. Secara hukum, begitulah bunyi dari amanat konstitusionalnya. Tapi, KPU sendiri bermasalah. Dari awal, jauh sebelum pencoblosan, KPU dianggap berpihak ke salah satu kubu.

Masalah itu dimulai dari 17,5 DPT ganda dan invalid yang tak terselesaikan. Soal debat, KPU berulangkali mendapat tuduhan cenderung memberi keuntungan kepada Paslon 01. Lalu temuan Bawaslu terkait ribuan petugas KPPS yang tidak netral. Bahkan berperan sebagai timses yang mengarahkan para pemilih mencoblos Paslon tertentu. Adanya surat suara yang dicoblos secara massal di luar tempat dan waktu pencoblosan. Banyaknya kasus kotak suara yang berada di luar tempat yang seharusnya (kantor kecamatan). Ditemukan ribuan kotak suara di ruko, rumah, hotel bahkan kantor media massa yang sebagian dalam keadaan tak tersegel dan surat suaranya hilang.

Ratusan ribu masalah terbongkar dan berpotensi mendelegitimasi KPU.  Bahkan sangat layak dijadikan bukti oleh MK untuk mendelegitimasi salah satu Paslon yang melakukan kecurangan secar luar biasa itu. Agar di kemudian hari tak lagi ada capres-cawapres yang leluasa merusak demokrasi di pilpres.

Kalau 02 menang, sesuai data yang didapat 02 dari Mabes TNI AD yang bocor dan data dari BPN sendiri, persoalan relatif bisa diminimalisir, karena 02 adalah pihak yang selama ini paling merasa dirugikan. Kalau saja ada tuntutan ke MK karena faktor kecurangan, tak akan banyak pengaruhnya terhadap kemenangan. Sebab, kalau toh ada kecurangan, tak terlalu signifikan. Dimanapun, oposisi tak punya banyak akses dan kekuatan untuk melakukan Kecurangan. Meski kecurangan tetap ada saja, namanya juga pemilu. Tapi, tak akan banyak pengaruhnya. Beda dengan petahana. Pemegang kekuasaan selalu punya akses dan kekuatan untuk curang. Bahkan punya peluang untuk menggagalkan pemilu, jika mau. Hanya people power yang bisa menghalangi jika petahana ingin menggagalkan pemilu.

Bagaimana jika yang menang itu 01? Banyak kendala. Akan ada tuntutan di MK terkait kecurangan yang begitu masif. Bawaslu menyebut ada 121.993 laporan kasus. Ada 4.859 KPPS yang sekaligus jadi timses untuk mengarahkan pemilih nyoblos Paslon tertentu. 6,7 juta surat suara yang tak terdistribusikan kepada pemilih. 3.066 TPS menutup jadual pencoblosan sebelum waktunya. Sehingga banyak pemilih kecewa karena gak bisa nyoblos. Ada 860 TPS dimana KPPS mencoblos sendiri sisa surat suara. Ini baru temuan Bawaslu. Belum temuan masyarakat yang belum terlaporkan ke Bawaslu.

01 akan dihadang oleh masalah kecurangan yang diduga sangat sistematis, masif dan terstruktur, karena melibatkan struktur aparat, jajaran birokrasi hingga KPPS. Kalimat yang sempat dipopulerkan kubu Prabowo pada pilpres 2014 ini seperti mendapatkan pembuktiannya di pilpres 2019 kali ini.

Kecurangan ini, jika bukti-buktinya cukup, bisa berujung pada diskualifikasi Paslon 01. Atau minimal pemilu ulang.

Kalau saja faktor di atas ini bisa dilewati, kubu 01 masih harus berhadapan dengan tuntutan pasal 416 No 17/2017. Bahwa "pasangan calon terpilih adalah pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) dalam jumlah suara dalam pemilu presiden dan wakil presiden dengan sedikitnya 20% (dua puluh persen) suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 1/2 (setengan) jumlah provinsi di Indonesia."

Pasal 416 UU no 17/2017 ini berlaku, kata Otto Hasibuan, pengacara kondang itu. Jika UU ini diberlakukan, maka 01 tak punya ruang untuk bisa memenangkan pilpres kali ini, karena dipastikan tak sampai menang 20% di lebih dari 1/2 provinsi.

Sementara 02 punya peluang di KPU. Jika kalah di KPU, masih punya peluang untuk menang di MK jika bisa membuktikan secara meyakinkan C1 yang dimiliki. Dan 02 juga punya cukup alasan untuk menuntut MK "mendiskualifikasi 01" atas semua kecurangan yang sistematis, masif dan terstruktur.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah kemarahan massa di bawah akibat adanya kecurangan pemilu yang dianggap melampui batas wajar. Bahkan dalam katagori luar biasa dan bisa dianggap extra ordinary crime. Secara politik ini telah mendorong terakumulasinya kemarahan sosial yang ready untuk melakukan perlawanan. Kemarahan rakyat di bawah seperti tak terbendung. Mereka hanya butuh satu komando untuk bergerak. Ada komando, booommm... Meledak. Ini sangat berbahaya. Karena bisa tak terkendali. Kekecewaan mereka terhadap rezim Jokowi seperti sudah menjadi bola salju yang siap diledakkan.

Karena itu, butuh kearifan para elit bangsa agar bersama-sama menjaga demokrasi di pilpres ini dengan kejujuran dan moral. Bukan dengan melampiaskan ambisi dan keserakahan untuk menang yang akibatnya bisa membuat suasana politik tak terkendali. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 22/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

Senin, 19 Oct 2020 09:35

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Senin, 19 Oct 2020 09:23

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

Senin, 19 Oct 2020 09:17

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Senin, 19 Oct 2020 08:44

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Ahad, 18 Oct 2020 23:55

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Ahad, 18 Oct 2020 22:49

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Ahad, 18 Oct 2020 22:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 19/10/2020 12:10

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker