Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.338 views

Akankah Pemilu Ulang?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pilpres sudah usai. Tapi, ribut di media dan medsos belum kelar. Saling serang dan saling bully terus terjadi. Tidak saja di tingkat bawah, tapi juga di kalangan elitnya. Kemarahan rakyat jelas terbaca. Begitu juga emosi para tokohnya. People power jadi wacana yang terus menerus dimunculkan.

Meski belum ketahuan siapa pemenangnya, demo sudah dimulai. People Power sedang berjalan, kata Bachtiar Nasir, Ketua Majlis Pelayan Indonesia (MPI). Di Jawa Timur dimulai dari Madura dan Surabaya. Di Jawa Barat, dimulai dari Cileungsi dan mahasiswa UNPAD Bandung. Di Jakarta, dimulai oleh mahasiswa UIN dan demo di Bawaslu. Di Sumatera terjadi di Palembang.

Saling ancam bermuculan di media. Yang satu akan gelar ijtima' ulama III di Sentul. Satunya lagi akan menandinginya dengan ijtima ulama di Hotel Sultan Jakarta. Yang satu bilang people power, satunya lagi akan tembak mereka yang dianggap mengganggu pemilu.

Kedua belah pihak tak mau mengalah. Ingin jadi pemenang. Padahal, dalam setiap kompetisi, tak mungkin ada dua pemenang. Mesti salah satunya harus kalah. Jika keduanya tak mau mengalah, ini problem. Demokrasi terancam.

Dalam konteks pilpres, kompetisi yang tak berujung akan berbahaya untuk keutuhan sebuah bangsa. Karenanya, disinilah hukum diperlukan. Konstitusi menjadi wasit untuk menengahi sebuah perselisihan.

Problemnya, hukum dan konstitusi mulai tak dipercaya. Ternoda salah satunya oleh kecurangan dalam pilpres. Masif, terstruktur, sistematis, dan bahkan brutal, kata banyak pihak. Ini akibat dari terlalu seringnya politik terlibat dan melakukan intervensi terhadap hukum.

Sekarang, kita semua, seluruh rakyat Indonesia, menerima akibat dari semua praktek hukum yang seringkali dikendalikan oleh tangan-tangan politik.

Situasi sekarang, hukum tak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi pihak oposisi untuk mengajukan sengketa pilpres. Kenapa gak nyaman? Oposisi tidak saja menduga, tapi meyakini bahwa aparat dan KPU berpihak ke penguasa. Bahkan dianggap terlibat terlalu jauh untuk memenangkan petahana. Pihak oposisi punya bukti-bukti yang bagi mereka sangat meyakinkan. Karena itu, melawan melalu jalur hukum itu percuma. Tak mungkin akan mendapat keadilan. Sebab, oposisi sedemikian yakin bahwa semua akses, jalur dan celah hukum telah dikuasai oleh petahana.

Nampaknya, oposisi memilih jalur politik. Apa itu? People power. People power itu artinya menurunkan kekuatan massa. Civil society, kata para aktivis HMI Ciputat. Turun jalan, demo dan melakukan tuntutan. Ini hak kebebasan berpendapat yang dilindungi UUD.

Tujuan people power?  Pressure KPU agar berhenti ikut terlibat dalam permainan di pilpres. Kalau KPU keluar dari lapangan permainan, maka oposisi berharap KPU berani mendiskualifikasi petahana dengan bukti-bukti kecurangan yang dikumpulkan oleh kubu oposisi.

Sebagai petahana yang menguasai aparat, khususnya polisi, tampaknya tak tinggal diam, apalagi menyerah. Dengan segala kekuatan yang dimiliki, kubu petahana akan melakukan perlawanan dengan semua kekuasaan yang dimiliki.  Mereka terus mencoba menggagalkan terjadinya people power. Kenapa? Karena akan mengganggu kekuasaannya.

Bagaimana cara menggagalkan people power? Bisa jadi, pertama, lobi para tokoh di tingkat elit oposisi. Rayu, ajak, atau bila perlu, "gebuk" sekalian. Gebuk dalam tanda kutip ya.

Atau kedua, bubarkan setiap kegiatan yang digunakan untuk merencanakan people power. Bila perlu, tangkap dengan tuduhan makar. Ini kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Zaman Orde Baru, itulah yang biasa terjadi. Ini dampak dari kekuasaan yang tak terkontrol. Apakah bisa terjadi di era reformasi? Tepatnya, apakah bisa terjadi di era Jokowi? Allahu A'lam.

Aksi dan reaksi ini rawan terjadi benturan yang melewati garis hukum dan konstitusi yang berlaku. Kekhawatiran rakyat semakin besar. Sebab, ada tanda-tanda yang kuat ke arah itu. Ngeri! Karena itu, mencegah lebih baik sebelum apa yang dikhawatirkan terjadi. Sebab, jika ini betul-betul terjadi, NKRI terancam.

Istilah Jokowi presiden Jawa dan Prabowo presiden Luar Jawa sudah mulai bergaung. Ditambah lagi statemen Mahfudz MD yang menyebut beberapa wilayah basis Prabowo adalah radikal. Makin ramai deh!

Semakin hari semakin rumit, meruncing, dan makin tajam saling ancamnya. Sementara tak ada dialog diantara elit di kedua kubu itu. Untuk mengatasi kebuntuan ini, pemilu ulang bisa jadi alternatif. Apa dasar hukumnya? Tanya para ahli hukum.

Sudah dibilang, hukum bagi oposisi tak akan dipercaya karena diyakini telah didesign untuk memenangkan petahana. Keyakinan ini begitu kuat di kubu oposisi. Dan mereka mengantongi banyak bukti. Nah...  Buntu kan?

Soal dasar hukum pemilu ulang, bisa menggunakan UU No 7/2017 pasal 416. Pasal ini mensyaratkan bahwa pemenang pilpres adalah peraih suara 50 + 1 persen dan mendapat suara 20 persen di lebih dari separuh wilayah provinsi. Tapi, lagi-lagi, undang-undang kita seringkali dilenturkan untuk menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan penguasa.

Jika UU No 7/2017 itu tak cukup jadi dasar pemilu ulang, maka dibuat peraturan baru. Ini semata-mata karena keadaan dianggap sangat menghawatirkan.

Usulan pemilu ulang ini saya rasa baik. Enak di kedua belah pihak. Rakyat damai, NKRI tak terbelah. Tak perlu ada presiden Jawa dan presiden Luar Jawa. Semoga tahun depan orang Jakarta tak perlu urus visa untuk pergi ke Sumatera.

Kalau pemilu ulang, ada jaminan tak dicurangi lagi? Ingat, pilpres kemarin sudah memberi pengalaman. Jadi, pola, tempat dan pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam kecurangan sudah teridentifikasi. Rakyat akan lebih ketat mengawasi. Jangan khawatir! Pemilu ulang, itu win win Solution. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 29/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Rezim Teroris Assad dan Rusia Bunuh 387 Warga Sipil di Idlib Suriah

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bunuh 387 Warga Sipil di Idlib Suriah

Ahad, 29 Mar 2020 19:36

Saudi Sita 5 Juta Masker Medis yang Ditimbun Secara Ilegal

Saudi Sita 5 Juta Masker Medis yang Ditimbun Secara Ilegal

Ahad, 29 Mar 2020 19:15

Bandara Belum Ditutup, Tgk Irawan Abdullah Minta Pemerintah Aceh Sediakan Tempat Karantina Khusus

Bandara Belum Ditutup, Tgk Irawan Abdullah Minta Pemerintah Aceh Sediakan Tempat Karantina Khusus

Ahad, 29 Mar 2020 19:01

Bersikap Adil Menghadapi Virus Corona

Bersikap Adil Menghadapi Virus Corona

Ahad, 29 Mar 2020 18:32

Update 29 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Update 29 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Ahad, 29 Mar 2020 17:42

Aplikasi Pelacak Virus Corona Buatan Anak Negeri Tersedia Pekan Depan

Aplikasi Pelacak Virus Corona Buatan Anak Negeri Tersedia Pekan Depan

Ahad, 29 Mar 2020 15:20

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Ahad, 29 Mar 2020 14:11

Aduan Wartawan Terjangkit Corona Tak Ditanggapi, Politisi Ini Minta Jokowi Tutup Akun Medsos

Aduan Wartawan Terjangkit Corona Tak Ditanggapi, Politisi Ini Minta Jokowi Tutup Akun Medsos

Ahad, 29 Mar 2020 14:00

Haedar Nashir Sebut Kalau Tenaga Medis Berguguran, Tak Ada Lagi Benteng Terakhir Hadapi Covid-19

Haedar Nashir Sebut Kalau Tenaga Medis Berguguran, Tak Ada Lagi Benteng Terakhir Hadapi Covid-19

Ahad, 29 Mar 2020 13:18

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Ahad, 29 Mar 2020 13:18

Ternyata, 70% penyakit di Indonesia akibat Sihir, yuk Sembuhkan ala Quantum Al Fatihah

Ternyata, 70% penyakit di Indonesia akibat Sihir, yuk Sembuhkan ala Quantum Al Fatihah

Ahad, 29 Mar 2020 13:13

Tak Kalah Ganas dari Corona, 90% sakit karena Pikiran Lho, atasi dengan Crabstiq

Tak Kalah Ganas dari Corona, 90% sakit karena Pikiran Lho, atasi dengan Crabstiq

Ahad, 29 Mar 2020 13:00

Masih Kurang, Menag Tawarkan Asrama Haji di Indonesia untuk RS Covid-19

Masih Kurang, Menag Tawarkan Asrama Haji di Indonesia untuk RS Covid-19

Ahad, 29 Mar 2020 12:02

UEA Berlakukan Denda Baru Bagi Orang yang Tidak Patuhi Aturan Karantina Selama Wabah Corona

UEA Berlakukan Denda Baru Bagi Orang yang Tidak Patuhi Aturan Karantina Selama Wabah Corona

Ahad, 29 Mar 2020 11:15

Cicilan Ditangguhkan 1 Tahun, Terlalu...

Cicilan Ditangguhkan 1 Tahun, Terlalu...

Ahad, 29 Mar 2020 10:26

Kasus Corona, 25 Hari Tembus Empat Digit

Kasus Corona, 25 Hari Tembus Empat Digit

Ahad, 29 Mar 2020 10:24

Adhie Massardi: Rakyat Sudah Bayar Pajak, Malah Diminta Sumbang Pemerintah

Adhie Massardi: Rakyat Sudah Bayar Pajak, Malah Diminta Sumbang Pemerintah

Ahad, 29 Mar 2020 09:37

Di Tengah Wabah Corona, Pemimpin Menyakiti Rakyatnya

Di Tengah Wabah Corona, Pemimpin Menyakiti Rakyatnya

Ahad, 29 Mar 2020 08:40

Atasi Wabah Corona, Pemerintah Diimbau Tidak Berutang pada IMF dan World Bank

Atasi Wabah Corona, Pemerintah Diimbau Tidak Berutang pada IMF dan World Bank

Ahad, 29 Mar 2020 07:41

Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Ahad, 29 Mar 2020 02:51


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X