Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.287 views

Akankah Pemilu Ulang?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pilpres sudah usai. Tapi, ribut di media dan medsos belum kelar. Saling serang dan saling bully terus terjadi. Tidak saja di tingkat bawah, tapi juga di kalangan elitnya. Kemarahan rakyat jelas terbaca. Begitu juga emosi para tokohnya. People power jadi wacana yang terus menerus dimunculkan.

Meski belum ketahuan siapa pemenangnya, demo sudah dimulai. People Power sedang berjalan, kata Bachtiar Nasir, Ketua Majlis Pelayan Indonesia (MPI). Di Jawa Timur dimulai dari Madura dan Surabaya. Di Jawa Barat, dimulai dari Cileungsi dan mahasiswa UNPAD Bandung. Di Jakarta, dimulai oleh mahasiswa UIN dan demo di Bawaslu. Di Sumatera terjadi di Palembang.

Saling ancam bermuculan di media. Yang satu akan gelar ijtima' ulama III di Sentul. Satunya lagi akan menandinginya dengan ijtima ulama di Hotel Sultan Jakarta. Yang satu bilang people power, satunya lagi akan tembak mereka yang dianggap mengganggu pemilu.

Kedua belah pihak tak mau mengalah. Ingin jadi pemenang. Padahal, dalam setiap kompetisi, tak mungkin ada dua pemenang. Mesti salah satunya harus kalah. Jika keduanya tak mau mengalah, ini problem. Demokrasi terancam.

Dalam konteks pilpres, kompetisi yang tak berujung akan berbahaya untuk keutuhan sebuah bangsa. Karenanya, disinilah hukum diperlukan. Konstitusi menjadi wasit untuk menengahi sebuah perselisihan.

Problemnya, hukum dan konstitusi mulai tak dipercaya. Ternoda salah satunya oleh kecurangan dalam pilpres. Masif, terstruktur, sistematis, dan bahkan brutal, kata banyak pihak. Ini akibat dari terlalu seringnya politik terlibat dan melakukan intervensi terhadap hukum.

Sekarang, kita semua, seluruh rakyat Indonesia, menerima akibat dari semua praktek hukum yang seringkali dikendalikan oleh tangan-tangan politik.

Situasi sekarang, hukum tak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi pihak oposisi untuk mengajukan sengketa pilpres. Kenapa gak nyaman? Oposisi tidak saja menduga, tapi meyakini bahwa aparat dan KPU berpihak ke penguasa. Bahkan dianggap terlibat terlalu jauh untuk memenangkan petahana. Pihak oposisi punya bukti-bukti yang bagi mereka sangat meyakinkan. Karena itu, melawan melalu jalur hukum itu percuma. Tak mungkin akan mendapat keadilan. Sebab, oposisi sedemikian yakin bahwa semua akses, jalur dan celah hukum telah dikuasai oleh petahana.

Nampaknya, oposisi memilih jalur politik. Apa itu? People power. People power itu artinya menurunkan kekuatan massa. Civil society, kata para aktivis HMI Ciputat. Turun jalan, demo dan melakukan tuntutan. Ini hak kebebasan berpendapat yang dilindungi UUD.

Tujuan people power?  Pressure KPU agar berhenti ikut terlibat dalam permainan di pilpres. Kalau KPU keluar dari lapangan permainan, maka oposisi berharap KPU berani mendiskualifikasi petahana dengan bukti-bukti kecurangan yang dikumpulkan oleh kubu oposisi.

Sebagai petahana yang menguasai aparat, khususnya polisi, tampaknya tak tinggal diam, apalagi menyerah. Dengan segala kekuatan yang dimiliki, kubu petahana akan melakukan perlawanan dengan semua kekuasaan yang dimiliki.  Mereka terus mencoba menggagalkan terjadinya people power. Kenapa? Karena akan mengganggu kekuasaannya.

Bagaimana cara menggagalkan people power? Bisa jadi, pertama, lobi para tokoh di tingkat elit oposisi. Rayu, ajak, atau bila perlu, "gebuk" sekalian. Gebuk dalam tanda kutip ya.

Atau kedua, bubarkan setiap kegiatan yang digunakan untuk merencanakan people power. Bila perlu, tangkap dengan tuduhan makar. Ini kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Zaman Orde Baru, itulah yang biasa terjadi. Ini dampak dari kekuasaan yang tak terkontrol. Apakah bisa terjadi di era reformasi? Tepatnya, apakah bisa terjadi di era Jokowi? Allahu A'lam.

Aksi dan reaksi ini rawan terjadi benturan yang melewati garis hukum dan konstitusi yang berlaku. Kekhawatiran rakyat semakin besar. Sebab, ada tanda-tanda yang kuat ke arah itu. Ngeri! Karena itu, mencegah lebih baik sebelum apa yang dikhawatirkan terjadi. Sebab, jika ini betul-betul terjadi, NKRI terancam.

Istilah Jokowi presiden Jawa dan Prabowo presiden Luar Jawa sudah mulai bergaung. Ditambah lagi statemen Mahfudz MD yang menyebut beberapa wilayah basis Prabowo adalah radikal. Makin ramai deh!

Semakin hari semakin rumit, meruncing, dan makin tajam saling ancamnya. Sementara tak ada dialog diantara elit di kedua kubu itu. Untuk mengatasi kebuntuan ini, pemilu ulang bisa jadi alternatif. Apa dasar hukumnya? Tanya para ahli hukum.

Sudah dibilang, hukum bagi oposisi tak akan dipercaya karena diyakini telah didesign untuk memenangkan petahana. Keyakinan ini begitu kuat di kubu oposisi. Dan mereka mengantongi banyak bukti. Nah...  Buntu kan?

Soal dasar hukum pemilu ulang, bisa menggunakan UU No 7/2017 pasal 416. Pasal ini mensyaratkan bahwa pemenang pilpres adalah peraih suara 50 + 1 persen dan mendapat suara 20 persen di lebih dari separuh wilayah provinsi. Tapi, lagi-lagi, undang-undang kita seringkali dilenturkan untuk menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan penguasa.

Jika UU No 7/2017 itu tak cukup jadi dasar pemilu ulang, maka dibuat peraturan baru. Ini semata-mata karena keadaan dianggap sangat menghawatirkan.

Usulan pemilu ulang ini saya rasa baik. Enak di kedua belah pihak. Rakyat damai, NKRI tak terbelah. Tak perlu ada presiden Jawa dan presiden Luar Jawa. Semoga tahun depan orang Jakarta tak perlu urus visa untuk pergi ke Sumatera.

Kalau pemilu ulang, ada jaminan tak dicurangi lagi? Ingat, pilpres kemarin sudah memberi pengalaman. Jadi, pola, tempat dan pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam kecurangan sudah teridentifikasi. Rakyat akan lebih ketat mengawasi. Jangan khawatir! Pemilu ulang, itu win win Solution. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 29/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Kamis, 22 Oct 2020 21:00

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Kamis, 22 Oct 2020 20:15

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Kamis, 22 Oct 2020 17:00

Serangan Udara Rusia di Idlib Suriah Tewaskan 5 Warga Sipil

Serangan Udara Rusia di Idlib Suriah Tewaskan 5 Warga Sipil

Kamis, 22 Oct 2020 16:15

Istighfar Membersihkan Hati dan Menyucikannya

Istighfar Membersihkan Hati dan Menyucikannya

Kamis, 22 Oct 2020 16:00

Wapres Azerbaijan Sebut Armenia Gunakan Teroris PKK di Garis Depan Nagorno-Karabakh

Wapres Azerbaijan Sebut Armenia Gunakan Teroris PKK di Garis Depan Nagorno-Karabakh

Kamis, 22 Oct 2020 14:45

Dewan Da'wah: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

Dewan Da'wah: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

Kamis, 22 Oct 2020 06:53

25 Pasukan Keamanan Afghanistan Tewas Dalam Penyergapan Taliban di Provinsi Takar

25 Pasukan Keamanan Afghanistan Tewas Dalam Penyergapan Taliban di Provinsi Takar

Rabu, 21 Oct 2020 21:15

Suriah Tuntut Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS Untuk Pembebasan Tawanan Amerika

Suriah Tuntut Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS Untuk Pembebasan Tawanan Amerika

Rabu, 21 Oct 2020 21:05

Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Rabu, 21 Oct 2020 19:15

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pimpinan Ponpes Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pimpinan Ponpes Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Rabu, 21 Oct 2020 19:06

Turki Akan Kirim Bantuan ke Warga Sipil Azerbaijan Terdampak Pertempuran di Nagorno-Karabakh

Turki Akan Kirim Bantuan ke Warga Sipil Azerbaijan Terdampak Pertempuran di Nagorno-Karabakh

Rabu, 21 Oct 2020 18:55

Dilihat Sebagai Oposisi Terkuat, KAMI Akan Ditekan Terus

Dilihat Sebagai Oposisi Terkuat, KAMI Akan Ditekan Terus

Rabu, 21 Oct 2020 17:45

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 21 Oct 2020 14:05

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Rabu, 21 Oct 2020 09:58

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Rabu, 21 Oct 2020 09:29

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X