Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.356 views

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

 

Oleh: Ummu Azka

Islamophobia makin menggurita. Wujudnya nampak di mana-mana. Tak hanya sebatas propaganda. Karena kini sudah masuk ranah nyata. Terbukti, pemerintah melalui kemenag, mengumumkan rencana penghapusan salah satu materi keislaman, yakni tentang perang (jihad).

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyatakan, tidak ada lagi materi tentang perang dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madrasah. Hal itu diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2020. (republika.co.id)

Penghapusan materi tentang perang berlaku untuk semua jenjang, mulai dari MI (madrasah ibtidaiyah) sampai MA (madrasah aliyah).  Selain itu, Kebijakan tersebut ditempuh dengan tujuan agar Islam tidak selalu dikaitkan dengan perang. Pemerintah juga ingin menanamkan toleransi beragama kepada umat lain. Begitu penuturan Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Ahmad Umar.

Kebijakan  menghapus materi peperangan tentu saja patut dipertanyakan. Pandangan bahwa perang dalam Islam adalah bentuk radikalisme beragama merupakan lagu lama para orientalis. Mereka-yang bernaung di bawah ketiak sekulerisme- berupaya sejak lama ingin menjadikan Islam semakin jauh dari kehidupan.

Mereka sangat memahami, jika Islam diterapkan maka eksistensi kapitalis sekuler akan terancam. Motif imperialisme adalah tujuan utama bagi mereka.  Oleh karenanya berbagai upaya akan dilakukan supaya kaum muslimin tak sampai menjadikan Islam sebagai aturan hidup.

Islamophobia yang sedang dirancang sebagai bagian dari upaya tersebut sudah sampai ke ranah praktis. Kurikulum pendidikan sebagai bagian penting dari proses pembelajaran, akan memberikan pengaruh besar terhadap arahan yang diinginkan dari pendidikan.

Di sinilah mereka sadari bahwa menanamkan antipati terhadap ajaran Islam, sudah harus dilaksanakan kepada para pelajar sebagai pemegang estafet peradaban. Ironis, karena semestinya Kemenag tak terjerumus kedalam megaproyek tersebut.  Sebagai corong bagi terlaksananya pendidikan Islam, semestinya Kemenag menjadi lembaga terdepan dalam memberikan edukasi serta pelayanan yang baik agar umat Islam memiliki kecintaan yang tinggi terhadap agamanya.

Kaum Muslimin Harus Cerdas

Islam tersebar ke seluruh dunia dengan wasilah dakwah dan penaklukan lewat peperangan.  Agama penuh Rahmah ini terbukti membawa kebaikan sepanjang masa kejayaannya.

Sebagai bagian dari fakta sejarah, peperangan dalam Islam tak hanya bersimbah darah, namun juga menuai berkah. Peperangan yang dilakukan oleh kaum muslimin adalah bukti ketaatan terhadap Rabbnya. Bentuk praktis dari jihad terwujud dalam perang. Sebagai bentuk ketaatan, perang dalam Islam memiliki banyak keutamaan. Adab yang wajib dijaga didalamnya menandakan Islam sebagai agama yang menjaga jiwa dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Di bawah ini beberapa adab peperangan dalam Islam :
1. Peperangan dilakukan di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk.
2. Larangan membunuh orang tua, wanita, atau anak kecil,
3.Larangan melakukan penyiksaan. Jika harus membunuh maka lakukanlah tanpa menyiksa (dengan) tebaslah lehernya karena itu cara yang tercepat untuk menghabisi nyawa seseorang. Seperti yang tercantum dalam  (QS Muhammad ayat 4).
4. Larangan menebang pohon,  meruntuhkan bangunan, dan membumihanguskan daerah.

Kewajiban menjaga adab berperang dalam Islam bisa menjadi penegas bahwa tak ada korelasi antara penghapusan materi perang dengan niatan ingin mengajarkan budaya toleransi terhadap agama lain. Karena justru melalui adab tersebut, Islam mengajarkan betapa berharganya nyawa wanita dan anak-anak. Tak boleh sedikit pun ada niatan untuk menyiksa,sekalipun terhadap musuh. Pemandangan sebaliknya kita dapati ketika Barat dan sekutunya membombardir Palestina.

Dengan demikian jelaslah bahwa peperangan dalam Islam merupakan hal yang jauh dari keburukan.  Penghapusan terhadap materi peperangan akan mencederai makna Islam sendiri. Syariat dianggap seperti presmanan yang bisa dipilih sesuka hati, bukan ditaati sepenuh hati. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Kamis, 26 Nov 2020 21:10

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Kamis, 26 Nov 2020 20:54

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Kamis, 26 Nov 2020 20:45

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Kamis, 26 Nov 2020 20:33

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Kamis, 26 Nov 2020 19:00

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Kamis, 26 Nov 2020 18:56

Teror Mendagri

Teror Mendagri

Kamis, 26 Nov 2020 18:43

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Kamis, 26 Nov 2020 18:00

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kamis, 26 Nov 2020 17:53


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 26/11/2020 23:23

Mulai Pertarungan Politik Istana