
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.
Di antara penyakit hati yang paling berbahaya adalah merasa aman dari dosa-dosa kecil. Banyak manusia tidak lagi takut kepada maksiat karena menganggapnya sepele: ucapan dusta dianggap bumbu bicara, ghibah menjadi hiburan, dianggap hal yang lumrah, dan kelalaian dalam ibadah dipandang sebagai kewajaran.
Padahal para ulama salaf justru sangat takut terhadap dosa-dosa kecil. Mereka memahami bahwa yang menjadikan dosa itu besar bukan hanya bentuknya, tetapi kepada siapa dosa itu dilakukan. Setiap maksiat hakikatnya adalah bentuk pembangkangan kepada Allah Ta’ala.
Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah memberikan sebuah kaidah emas bagi kita untuk mengukur kondisi iman di dalam dada. Beliau berkata:
بِقَدْرِ مَا يَصْغُرُ الذَّنْبُ عِنْدَكَ يَعْظُمُ عِنْدَ اللهِ، وَبِقَدْرِ مَا يَعْظُمُ عِنْدَكَ يَصْغُرُ عِنْدَ اللهِ
"Besar kecilnya dosa di sisi Allah bergantung pada bagaimana ia dipandang oleh hatimu. Semakin kecil engkau menganggap dosa itu, semakin besar ia di sisi Allah. Dan semakin besar rasa takutmu terhadap dosa itu, semakin kecil ia di sisi Allah."
Kalimat ini merupakan tamparan keras bagi siapa saja yang sering berdalih, "Ah, ini kan cuma dosa kecil." Justru, sikap meremehkan itulah yang membuat bobot dosa tersebut membengkak di timbangan Allah Ta’ala.
Perbedaan Mukmin dan Fajir dalam Melihat Dosa
Para salafush shalih adalah orang-orang yang paling takut terhadap dosa, sekecil apa pun itu. Mereka memahami betul bahwa yang menjadikan dosa itu besar bukan sekadar bentuk kemaksiatannya, melainkan kepada siapa kemaksiatan itu ditujukan: yakni kepada Allah Yang Maha Agung.
Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu menggambarkan perbedaan mencolok antara orang yang hatinya hidup dengan orang yang hatinya mati (fajir):
"Seorang mukmin melihat dosanya seperti gunung yang akan menimpanya, sedangkan orang fajir melihat dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu diusir begitu saja."
Hati yang hidup akan merasa gelisah dan sesak ketika terjatuh dalam kesalahan. Sebaliknya, hati yang keras akan terus menumpuk noktah hitam tanpa rasa takut dan tanpa keinginan untuk bertaubat.
Hari ini banyak orang lebih takut kehilangan dunia daripada kehilangan iman. Lebih sedih ketika kehilangan harta daripada ketika kehilangan kekhusyukan shalat. Padahal dosa yang terus diremehkan bisa menjadi sebab gelapnya hati dan terhalangnya hidayah.
Langkah Menuju Ampunan
Agar hati tidak semakin keras dan tertutup dari cahaya Allah, setiap Muslim hendaknya menanamkan prinsip berikut:
Bukan berarti kita harus berputus asa karena lumuran dosa. Justru, rasa takut yang besar terhadap dosa itulah yang akan membimbing kita menuju pintu taubat dan kedekatan yang lebih dalam kepada Allah Ta’ala.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sikap meremehkan maksiat dan menjadikan kita hamba yang selalu kembali kepada-Nya dengan hati yang tunduk. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.[PurWD/voa-islam.com]
## Support dakwah media www.voa-islam.com melalui Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.6141 a/n: Badrul Tamam, konfirmasi (087781227881)
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
