Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.641 views

Bahaya Slogan “NKRI Harga Mati”

Oleh:

Yons Achmad
Kolumnis, tinggal di Depok, Jawa Barat

 

PATRIOTISME, dalam arti cinta tanah air itu baik. Tapi, politik patriotisme, dalam arti menebar slogan plus serampangan memberikan stigma (cap) kepada kelompok tertentu sebagai anti NKRI itu amat berbahaya? Kenapa, dengan alasan patriotisme, seseorang atau kelompok tertentu bisa seenaknya memberangus aktivitas, kegiatan bahkan seringkali merasa boleh melakukan kekerasan terhadap kelompok yang dinilai anti NKRI itu.

Spirit ini saya dapatkan ketika mendengar komentar Eep Saefullah Fatah dalam acara ILC yang disiarkan TV One. Dalam kesempatan itu, dia mengomentari soal politik identitas yang salah kaprah. Dia menyesalkan bagaimana misalnya seorang muslim berkeyakinan terhadap agamanya kemudian mengambil sikap atas dasar agama dianggap bahaya. Dipersoalkan kebenarannya. Dituntut untuk melepaskan diri dari argumen-agumen agama dalam politik.

Dalam kesempatan itu, diutarakan pula, justru yang sangat berbahaya adalah politik partiotisme. Saya kira ini benar adanya, kita mesti membaca ulang beragam slogan-slogan nasionalisme serta patriotisme yang saat ini marak digembar-gemborkan. Yang paling sering digunakan adalah slogan “NKRI Harga Mati”.

Saya kira, slogan ini kurang tepat. Pilihan kata “harga” itu problematis. Lebih tepat misalnya dengan istillah “NKRI Jangan Mati”. Kenapa? Slogan “NKRI Harga Mati” berdimensi statis, bernada ancaman, menakut-nakuti. Sementara, “NKRI Jangan Mati” punya daya hidup, dinamis dan berpotensi menyerap beragam kreativitas demi pengembangan dan pemajuan bangsa. Ini baru kita bahas kulit luarnya.

Sementara, dalam ranah yang lebih substantif, kita bisa bidik dimensi yang lebih mendalam. Dalam kajian arus informasi, fenomena di atas boleh dikata sebagai bentuk patriotisme semu (pseudo patriotism). Atau dalam bahasa Jean Baudrilard seperti dikutip Yasraf Amir Piliang dalam buku “Hantu-Hantu Politik dan Matinya Sosial” dinamakan simulacra, model realitas yang tidak berkaitan sama sekali dengan realitas yang sesungguhnya. Artinya apa, slogan “NKRI Harga Mati” tak lebih sebagai omong kosong belaka.

Mengikuti tafsir demikian, dapat dikatakan bahwa dalam proses simulasi, melahirkan sebuah proses penciptaan realitas yang melampaui, artinya pula, sebenarnya realitas demikian tidak ada alias realitas palsu. Yang namanya realitas palsu, maka kemudian yang terjadi adalah pendistorsian, pelencengan atau pemalsuan realitas. Hasilnya, lahirlah individu atau komunitas yang bertindak pura-pura (pseudo) atau seolah-olah (as if).

Misalnya dimunculkan isu seolah-olah ada kelompok, ormas yang ingin mengganti Pancasila dan menggoyang NKRI. Seolah-olah pula ada kelompok yang paling begitu cinta NKRI. Padahal reputasi mutakhirnya hanya spesialis membubarkan pengajian. Seolah ormas dan kelompok yang dicap anti NKRI itu punya kekuatan begitu luar biasa sehingga dengan serta merta bisa mengganti dasar negara, mengganti Pancasila. Politik “Seolah-olah” ini yang perlu dibaca ulang. Kenapa? Sebab, yang paling punya potensi besar mengganti Pancasila, menggoyang NKRI dengan menjualnya kepada asing itu siapa? Tepat, rezim yang saat ini berkuasa. Jadi, kita mesti sudahi akal-akalan permainan isu yang tidak bermutu ini.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Rabu, 19 Feb 2020 03:21

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Rabu, 19 Feb 2020 02:44

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Rabu, 19 Feb 2020 01:53

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

Rabu, 19 Feb 2020 00:53

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Selasa, 18 Feb 2020 23:58

Hadits

Hadits "Tidak Ada Penularan Penyakit", Apa Maksudnya?

Selasa, 18 Feb 2020 23:39

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Selasa, 18 Feb 2020 22:45

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Selasa, 18 Feb 2020 21:00

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Selasa, 18 Feb 2020 20:30

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Selasa, 18 Feb 2020 20:01

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Selasa, 18 Feb 2020 18:42

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Selasa, 18 Feb 2020 18:41

Salah Urus

Salah Urus

Selasa, 18 Feb 2020 18:40

Universitas Muhammadiyah Surabaya Jadi Sponsor Persebaya Musim Ini

Universitas Muhammadiyah Surabaya Jadi Sponsor Persebaya Musim Ini

Selasa, 18 Feb 2020 17:00

Sekolah yang Tak Mendidik

Sekolah yang Tak Mendidik

Selasa, 18 Feb 2020 16:29

Bayar SPP Pakai GoPay, Said Didu Ingatkan Nadiem Makarim Soal Korupsi

Bayar SPP Pakai GoPay, Said Didu Ingatkan Nadiem Makarim Soal Korupsi

Selasa, 18 Feb 2020 16:11

Banjir DKI Kok Surveinya Di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya Di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Selasa, 18 Feb 2020 15:00

Kepala BPIP Ditantang Debat Terbuka Majelis Mujahidin

Kepala BPIP Ditantang Debat Terbuka Majelis Mujahidin

Selasa, 18 Feb 2020 14:57

Liberalisasi Suburkan Bisnis Ngeri (Klinik Aborsi)

Liberalisasi Suburkan Bisnis Ngeri (Klinik Aborsi)

Selasa, 18 Feb 2020 12:34

Jelang Aksi 212 Tahun 2020, GNPF Ulama Ingatkan Penegak Hukum Tegas kepada Koruptor

Jelang Aksi 212 Tahun 2020, GNPF Ulama Ingatkan Penegak Hukum Tegas kepada Koruptor

Selasa, 18 Feb 2020 12:28


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X