Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.372 views

Bebaskan Syaikhul Aqsha Raed Salah!

 

Oleh:

Rana Setiawan Al-Mujahid

WartawanKantor Berita MINA (Mi’raj News Agency), Aktivis Al-Aqsa Working Group (AWG) International Secretariate

 

PENGADILAN Otoritas Pendudukan Israel pada hari Senin (10/2) menjatuhkan hukuman kepada Kepala Gerakan Islam, Syaikh Raed Salah, berupa hukuman penjara selama 28 bulan. Ia dipersalahkan menurut entitas Zionis itu "menghasut teror" dalam serangkaian pidato atau khutbah yang disampaikannya.

Syaikh Salah telah mengutuk tuduhan terhadapnya sebagai kesalahan, bahwa semua proses dalam kasus ini "jauh dari kebenaran."

Tim pembela Syaikh Salah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa "sejak 2017, pembatasan telah diberlakukan pada Syaikhul Aqsha itu dengan mencegahnya berkomunikasi dengan publik dan media karena otoritas pendudukan sepenuhnya menyadari bahwa setiap kata yang keluar darinya memiliki implikasi dan dampak yang signifikan."

Ini bukan kali pertama Shaikh Raed ditahan dan didakwa atas berbagai tuduhan palsu Israel.

Kasus terhadap Syaikh Shalah dimulai sejak ia menyampaikan khutbah di Al-Quds yang diduduki pada 2007. Ia mengecam “kebijakan rasis Israel di Al-Quds,” dan menuntut Israel agar warga Muslim dapat beribadah secara bebas di kompleks Masjid Al-Aqsha.

Syaikul Aqsha

Syaikh Salah adalah seorang ulama pejuang Palestina.

Raed Salah yang dikenal dengan “Syaikhul Al-Aqsha” dilahirkan di desa Al-Lajun dekat kota Ummu Fahm, Palestina (yang kini dikuasai Israel) sebelah Utara pada 1958. Sebuah desa yang diwarisi dari generasi ke generasi namun mereka diusir Israel pada 1948 pasca perang berdarah dengan zionis Israel.

Zionis Israel membumihanguskan semua rumah di sana dan menguasai tanahnya sehingga warganya pergi meninggalkannya dan mengungsi ke Umm Al-Fahm dengan harapan akan dapat kembali ke desa mereka suatu hari.

Lama Syaikh Salah tinggal di kota Umm Al-Fahm. Ia berkepribadian tenang, dicintai teman-temannya karena santun dan berbudi luhur. Ia adalah ayah delapan anak.

Ia memiliki akar keluarga besar di Palestina yang dikenal dengan “Abu Syaqrah” salah satu keluarga yang bertahan di desanya dan mafia zionis Israel tidak berhasil mengusir mereka.

Syaikh Salah menempuh pendidikan di Umm Al-Fahm dan kuliah di Fakultas Syariah Islam Universitas Hebron, selatan Tepi Barat Palestina. Sejak awal aktifitasnya sudah diawali dengan aksi pembelaan terhadap hak-hak Palestina dan tempat suci di sana.

Setelah menjabat sebagai Walikota Umm Al-Fahm antara tahun 1989 dan 2001, dengan sukarela Syaikh Raed mengundurkan diri dan mengabdikan waktunya untuk membela Tempat Suci Al-Aqsa.

Ia aktif di medan dakwah di wilayah “zona hijau” sejak mengenyam pendidikan sekolah menengah. Ia termasuk pendiri gerakan Islam di wilayah pendudukan Israel di awal tahun 70-an dan menjadi salah satu tokoh besarnya.

Tekad perjuangan yang pernah keluar dari lisannya, “Aku berjanji setia dalam diriku setelah aku berjanji setia kepada Allah untuk menyedekahkan umurku, waktuku, dan semua yang saya miliki untuk Al-Quds Asy-Syarif dan Masjid Al-Aqsha.”

Freedom Flotilla

Syaikh Raed Salah ikut dalam armada bantuan Freedom Flotilla menembus blokade Gaza. Armada ini dibajak kapal perang Israel di perairan internasional.

Ucapan terkenalnya di Freedom Flotilla saat itu, “Majulah wahai warga kami dengan bergelombang dengan air mata kalian, berfikirlah kepada tempat suci Al-Quds kita, sejarah, hari-hari dan kejayaanya. Majulah dengan gelombang air mata kalian ke masjid Al-Aqsha yang kini sendirian. Ucapkan berkali-kali dengan keras tanpa rasa takut”.

“Selama Al-Quds dalam bahaya, kita tidak akan tidur, selama Al-Aqsha dalam bahaya kita tidak akan tidur. Bagaimana orang bisa tidur sementara dia memiliki waktu pasti untuk merayakan hari raya dengan Allah, janji yang pasti?”

Sejak 2015, Israel telah melarang Salah untuk bepergian ke luar negeri dengan alasan yang seolah-olah terkait dengan "keamanan nasional".

Pada musim panas 2017, Syaikh Salah juga menyerukan untuk membela Masjid Al-Aqsa dari otoritas Israel yang memasang kamera dan gerbang elektronik di depan masjid.

Dia ditangkap di rumahnya di Kota Umm al-Fahm di Israel pada Agustus 2017, sebelum dihukum dengan tuduhan menghasut kekerasan.

Pada Februari 2018, Pengadilan Pusat Israel menghukum tokoh perlawanan Palestina itu dengan kurungan isolasi selama enam bulan.

Tepat setahun setelahnya, Mahkamah Agung Israel memvonis Sheikh Salah dengan tambahan hukuman tiga bulan tahanan rumah.

Pendiri Gerakan Islam di Wilayah Jajahan Israel

Syaikh Salah mengubah Umm Al-Fahm dari sebuah kelompok besar komunis ke kubu Cabang Gerakan Islam Utara.

Gerakan Islam di wilayah pendudukan Israel, yang didirikan Syaikh Salah pada 1971, diperkirakan memiliki 20.000 anggota dan telah dilarang oleh otoritas Israel sejak 2015.

Gerakan ini memiliki dukungan luas di antara warga Palestina Israel dan juga mendapatkan popularitas dengan menjalankan jaringan amal, taman kanak-kanak, klinik kesehatan dan layanan sosial.

Anggota minoritas Palestina Israel, mewakili sekitar 20 persen dari populasi penduduk di Tel Aviv dan sekitarnya, memiliki kewarganegaraan tetapi menghadapi diskriminasi luas dalam hal perumahan, layanan sosial dan peluang kerja.

Bela Al-Aqsha

Pada 1996, dia mulai mengorganisir sebuah demonstrasi tahunan di bawah slogan "Masjid Al-Aqsha dalam Bahaya", di mana dia menyoroti bahaya akibat Yahudisasi di Kota Tua Al-Quds. Ia juga mengungkapkan adanya akibat penggalian "arkeologi" yang dilakukan Israel di bawah Masjid Al-Aqsha. Demonstrasi tersebut terus diadakan setiap tahun hingga 2015, saat Gerakan Islam dilarang oleh otoritas Israel.

Menurut Ketua Komite Al-Quds Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, Syaikh Ahmed Al-Omari, otoritas pendudukan Israel menahan Syaikh Salah karena perannya dalam mengungkap terowongan Israel di bawah Masjid Al-Aqsa, yang telah merusak fondasi struktur.

"Dia adalah orang pertama yang mengangkat isu tersebut dan menyoroti fakta bahwa Al-Aqsha dalam bahaya," jelas Al-Omari.

Memastikan bahwa Syaikh Salah terisolasi dari dunia luar akan membantu otoritas pendudukan Israel untuk melanjutkan proyek Yahudisasi ilegal mereka. Dengan demikian mereka akan bisa mempartisi Masjid Al-Aqsha seperti yang telah mereka lakukan dengan Masjid Ibrahimi di Hebron.

Kini, saatnya umat Muslim Indonesia dan dunia harus bersikap. Al-Aqsha adalah lambang kewibawaan Islam. Kita harus membela para ulama dan pejuang yang terus gigih mempertahankan Masjid Al-Aqsha. Bebaskan Syaikhul Aqsha Raed Salah!**

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04


MUI

Must Read!
X