Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.904 views

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

 

Oleh:

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H

Direktur HRS Center


“Paradigma negara hukum semakin dipertanyakan. Indonesia kini menjadi negara kekuasaan. Penguasa menjadikan hukum sebagai alat kedzaliman. Hukum tanggap mengikuti titah penguasa pongah. Hukum tiada mampu berdiri di tengah. Hukum hanya gagah hadapi kaum yang lemah.”


Permasalahan dalam perkara pencabutan Hak Asimilasi Habib Bahar Bin Smith (HBS) menunjuk pada penerapan Pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Syarat Dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, Dan Cuti Bersyarat, sebagaimana telah diubah dengan Permenkumham Nomor 18 Tahun 2019.

Dengan adanya pencabutan tersebut, HBS telah dipindahkan ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan pada tanggal 19 Mei 2020. Diketahui, bahwa pencabutan Hak Asimilasi tidak melalui keputusan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham. Dirjen Pemasyarakatan hanya menerbitkan Surat Persetujuan tertanggal 19 Mei 2020. Kondisi demikian, menunjukkan sangat cepatnya proses pemindahan tersebut, pada hari yang sama. Namun, pihak keluarga baru mengetahuinya secara resmi pada tanggal 21 Mei 2020. Padahal, menurut ketentuan Pasal 53 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pembinaan Dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan, dinyatakan secara tegas bahwa, “Kepala Lapas yang melaksanakan pemindahan wajib memberitahukannya kepada keluarga Narapidana dalam waktu 1 (satu) hari sebelum pemindahan”. Tidak dapat dipungkiri telah terjadi pelanggaran terhadap kewajiban memberitahukannya kepada keluarga yang bersangkutan sebagaimana ketentuan dimaksud. Di sisi lain, Hak Asimilasi sebelumnya diberikan oleh Kalapas Gunung Sindur, akan tetapi pihak yang mencabut bukan Kalapas Gunung Sindur, melainkan Kalapas Pondok Rajek. Persyaratan guna mendapatkan Hak Asimilasi telah dipenuhi oleh HBS dan oleh karenanya diberikan Hak Asimilasi yang notabene saat dirinya berada dalam Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur. Bagaimana mungkin, Kalapas Pondok Rajek memiliki kewenangan mencabut Hak Asimilasi HBS.

Pencabutan secara paksa Hak Asimilasi HBS berdasarkan alasan Pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham Nomor 18 Tahun 2019 yakni, “menimbulkan keresahan dalam masyarakat”, telah menimbulkan ketidakpastian hukum. Rumusan tersebut hanya berlaku terhadap pelaku tindak pidana yang bersifat ‘extra ordinary crime’, seperti; terorisme, narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat dan kejahatan transnasional terorganisasi lainnya. Dengan demikian, tidak pada tempatnya diterapkan pada HBS. Dapat dikatakan telah terjadi rekasaya hukum. Begitu mudahnya menarik ‘silogisme’ dengan memaksakan ‘premis minor’ pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait dengan ceramah HBS.

Perlu dicatat, bahwa pelanggaran PSBB, tidak ada sanksi hukum yang mengaturnya. Pembatasan kegiatan di luar rumah dalam konteks PSBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 sama sekali tidak mengandung norma hukum larangan dan sanksinya terhadap apa yang menjadi alasan pencabutan Hak Asimilasi. Lebih dari itu, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan – yang menjadi dasar belakunya Peraturan Pemerintah 21 Tahun 2020 – tidak pula ditemukan adanya norma hukum larangan dimaksud. Begitu pun dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Oleh karena itu, terhadap masyarakat (in casu HBS) yang tidak mengindahkannya tidak dapat kenakan sanksi hukum, termasuk menjadi alasan pencabutan Hak Asimilasi. Dapat disimpulkan alasan pelanggaran PSBB adalah tidak sah.

Sebagai anotasi akhir, perlu disampaikan bahwa pencabutan Hak Asimilasi HBS adalah bentuk kesewenang-wenangan penguasa (abuse the power). Selain dirinya masih banyak yang mendapatkan perlakuan tidak adil dan menjadi korban kriminalisasi dalam bentuk rekayasa perkara.Pencabutan Hak Asimilasi HBS bertentangan dengan hukum. Di sini, telah terjadi pemerkosaan Hak Asasi HBS, maka harus segera dibatalkan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Jum'at, 14 Aug 2020 07:55

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Kamis, 13 Aug 2020 23:46

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Kamis, 13 Aug 2020 21:15

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Kamis, 13 Aug 2020 21:00

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Kamis, 13 Aug 2020 20:51

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Kamis, 13 Aug 2020 20:35

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Kamis, 13 Aug 2020 20:15

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Kamis, 13 Aug 2020 19:50

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Kamis, 13 Aug 2020 19:46

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Kamis, 13 Aug 2020 19:33

Arti Hidupku

Arti Hidupku

Kamis, 13 Aug 2020 19:02

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Kamis, 13 Aug 2020 18:45

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kamis, 13 Aug 2020 18:38

Kritik Itu Perlu

Kritik Itu Perlu

Kamis, 13 Aug 2020 17:43

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Kamis, 13 Aug 2020 17:17

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Kamis, 13 Aug 2020 11:40

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Rabu, 12 Aug 2020 21:00

 Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Rabu, 12 Aug 2020 20:30

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rabu, 12 Aug 2020 20:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X