Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.488 views

Pesantren Bani Yasin Cantayan: Monumen Sejarah Awal Dakwah Islam di Sukabumi (Bagian 2-Selesai)

Oleh: Tatang Hidayat (Pegiat Student Rihlah Indonesia)

Di Sukabumi yang tergolong pesantren tua adalah Pesantren Cantayan, Genteng dan Syamsul Ulum Gunung Puyuh. Ketiga pesantren ini memiliki pengaruh yang besar di daerah Sukabumi. Pesantren Cantayan didirikan pada awal abad ke-20 oleh KH Yasin bin Idham bin Nur Sholih.

Pada tahun 1912 keberadaan Pesantren Cantayan ketika dipimpin KH. Abdurrahim dapat dikatakan sebagai pesantren besar dan cukup berpengaruh. Terlebih setelah Ahmad Sanusi kembali dari Mekkah pada tahun 1915. Ia banyak membantu dan memberikan pengajaran terhadap santri-santrinya.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, Pesantren  Cantayan  yang  didirikan  oleh  KH. Yasin bin Idham bin Nur Sholih kemudian dilanjutkan oleh KH.  Abdurrahim disebut-sebut sebagai salah satu pesantren tertua di Sukabumi yang pernah   menjadi   basis   perjuangan   melawan  penjajah dan telah melahirkan banyak pejuang  dan   tokoh agama.  Banyak  pula   Ajengan-Ajengan  Jawa  Barat  dan  tokoh  masyarakat  yang  telah  dilahirkan  melalui  kiprah  dakwah keluarga Cantayan.  

Sekarang   ini   generasi  terakhir dari angkatan pertama keturunan KH. Abdurrahim sudah tiada dengan meninggalnya Ajengan Dadun   pada   tahun 2006 silam, namun  keluarga  besar  Cantayan  masih  sangat  dihormati   karena kiprahnya dalam bidang da’wah, pendidikan serta pengembangan  Islam (M. Syahru Ramadhan dalam Ajengan Dadun Abdulqohhar Tokoh Ulama Kesohor di Sukabumi (1936-2006), Jurnal Al-Turas, Vol. XIX, No. 1 tahun 2013).

Beberapa Ulama besar yang dihasilkan oleh pesantren Cantayan adalah KH. Ahmad Sanusi (Pendiri Al-Ittihadijatoel Islamijjah serta pesantren Gunung Puyuh atau lebih dikenal dengan Pesantren Syamsul Ulum), KH. Masthuro (Pendiri Pesantren Al-Masthuriyah "Tipar" Sukabumi), KH. Dadun Abdul Qohhar (Pesantren Ad-Da’wah Sukabumi), KH. Sholeh Iskandar (Pendiri Pesantren Darul Falah Bogor) dan lain sebagainya.

KH. Ahmad Sanusi dilahirkan pada 12 Muharram 1306 H / 18 September 1888 di Desa Cantayan, onderdistrik Cikembar, Distrik Cibadak Afdeeling Sukabumi dan wafat di Pesantren Gunung Puyuh, Sukabumi pada Ahad malam 31 Juli tahun 1950 (Sulasman dalam Kyai Haji Ahmad Sanusi : Berjuang dari Pesantren Hingga Parlemen dalam Jurnal Sejarah Lontar, Vol. 5, No. 2 tahun 2008 ; Munandi Sholeh dalam KH. Ahmad Sanusi dan Karya-Karyanya : Khazanah Literasi Ilmu-Ilmu Ajaran Islam di Nusantara, Jurnal At-Tadbir, Vol. 29, No. 02 tahun 2019). 

Beliau dikenal sebagai Ajengan Cantayan, sosok ulama sunda yang dipenuhi aktifitas sosial keagamaan plus mewariskan karya yang sangat berharga dan bisa dibanggakan oleh urang sunda. Salah satu karya KH. Ahmad Sanusi yang banyak dikenal di masyarakat Sunda adalah kitab Raudhah al-‘Irfân fi ma’rifah al-Qur’ân yang bisa dikatakan sebagai kitab tafsir Sunda. Sejak kecil beliau belajar ilmu agama dari ayahnya sendiri, K.H Abdurrahim, pemimpin Pesantren Cantayan di Sukabumi. Selanjutnya ia belajar dari pesantren ke pesantren di daerah Jawa Barat (ypibaniyasincantayan.blogspot.com, 12/5/2009).

Pada tahun 1910 Ahmad Sanusi menikahi Siti Juwariyah dan beberapa bulan kemudian berangkat ke Makkah untuk ibadah haji dan setelahnya ia tidak langsung pulang, tetapi bermukim disana bermaksud untuk menimba ilmu kepada para ulama di Makkah. Sekembalinya ke tanah air pada tahun 1915, beliau membantu ayahnya membina Pesantren Cantayan sambil membina para ulama. Kemudian tahun 1922 K.H. Ahmad Sanusi mendirikan pesantren Genteng Babakan Sirna, Cibadak, Sukabumi. Dalam menyampaikan dakwah, K.H. Ahmad Sanusi mempunyai metoda yang keras, radikal, tegas, dan teguh pendirian. Beliau merombak cara belajar santri dengan duduk tengkurap (ngadapang) diganti dengan duduk di bangku dan meja dan diterapkan sistim kurikulum berjenjang (klasikal) (Miftahul Falah dalam Buku Riwayat Perjuangan KH. Ahmad Sanusi, 2009 ; ypibaniyasincantayan.blogspot.com, 12/5/2009).

Berdasarkan penelusuran literatur, pada tahun 1914 sampai dengan 1942 KH. Ahmad Sanusi menulis kitab tidak kurang dari 126 judul kitab, pada tahun 1946 karya KH. Ahmad Sanusi telah mencapai hampir 200 judul kitab, dan pada tahun 1950 sebelum beliau wafat berdasarkan pengakuan keluarganya hasil karya KH. Ahmad Sanusi mencapai sekitar 480 judul kitab. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan KH. Ahmad Sanusi adalah seorang ulama dan penulis Nusantara yang produktif Munandi Sholeh dalam KH. Ahmad Sanusi dan Karya-Karyanya : Khazanah Literasi Ilmu-Ilmu Ajaran Islam di Nusantara, Jurnal At-Tadbir, Vol. 29, No. 02 tahun 2019).

Sepeninggal KH. Yasin, Pesantren Cantayan dilanjutkan oleh anaknya yaitu KH Abdurrahim. Beliau sendiri meninggal pada tahun 1950 dan digantikan KH. Nahrowi yang telah mendirikan pesantren lain di Cisaat. Sementara Pesantren Syamsul Ulum Gunung Puyuh, didirikan oleh KH. Ahmad Sanusi pada tahun 1934. Ia adalah anak ketiga dari KH Abdurrahim (Pendiri Pesantren Cantayan) dari isterinya yang pertama, yaitu Ibu Empo/Epok (Munandi Sholeh dalam KH. Ahmad Sanusi dan Karya-Karyanya : Khazanah Literasi Ilmu-Ilmu Ajaran Islam di Nusantara, Jurnal At-Tadbir, Vol. 29, No. 02 tahun 2019).

Sebenarnya sebelum mendirikan Pesantren Gunung Puyuh, pada tahun 1922 KH. Ahmad Sanusi pernah mendirikan sebuah pesantren yang bernama Pesantren Genteng Babakan Sirna sebagai pengembangan dari Pesantren Cantayan yang dibangun ayahnya, di kaki gunung Rumpin, Babakan Sirna, Cibadak Sukabumi.

Dengan demikian, jika dicermati baik Pesantren Genteng ataupun Samsul Ulum Gunung Puyuh memiliki jaringan dan hubungan kekerabatan intelektual dengan pesantren-pesantren tersebut karena memang KH. Ahmad Sanusi sebagai pendiri dari kedua pesantren tersebut jauh sebelumnya pernah belajar di pesantren-pesantren itu (radarsukabumi.com, 19/5/2019).

Dengan demikian dapat dipahami bahwa tidak berlebihan jika Pesantren Bani Yasin Cantayan bisa dikatakan sebagai monumen sejarah awal dakwah Islam di Sukabumi karena hasil didikan dari Pesantren Bani Yasin Cantayan baik yang termasuk ke dalam keluarga besar Cicantayan maupun para santrinya telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pengembangan dakwah Islam di Sukabumi, Jawa Barat bahkan Nasional. 

Hari ini setiap orang sedang membuat sejarah hidupnya yang kelak akan menjadi kenang-kenangan indah ketika kita telah tiada. Jika hidup adalah sebuah cerita, maka buatlah narasi sebaik-baiknya.

Pesantren Bani Yasin Cantayan - Pesantren Genteng Sukabumi - Pesantren Al-Masthuriyah "Tipar" Sukabumi - Pesantren Syamsul Ulum Gunung Puyuh Sukabumi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Berhenti Merokok Cegah PPOK dan Kanker Paru

Berhenti Merokok Cegah PPOK dan Kanker Paru

Rabu, 01 Dec 2021 10:25

Masyarakat Harus Waspada Saat Bertransaksi Digital

Masyarakat Harus Waspada Saat Bertransaksi Digital

Rabu, 01 Dec 2021 10:13

Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Abai Terhadap Perzinahan

Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Abai Terhadap Perzinahan

Rabu, 01 Dec 2021 10:09

Tasyakuran Milad ke-17, LAZ Al Azhar Sampaikan Pencapaian

Tasyakuran Milad ke-17, LAZ Al Azhar Sampaikan Pencapaian

Rabu, 01 Dec 2021 10:04

Ambisi Erick

Ambisi Erick

Rabu, 01 Dec 2021 09:24

Dewan Da’wah Kota Bukittinggi Gelar Pelatihan Rohis Tingkat SLTA

Dewan Da’wah Kota Bukittinggi Gelar Pelatihan Rohis Tingkat SLTA

Rabu, 01 Dec 2021 09:00

Fahri Hamzah: Pemerintah Buka Dong Peluang Bagi Daerah Ajukan Calon Presiden

Fahri Hamzah: Pemerintah Buka Dong Peluang Bagi Daerah Ajukan Calon Presiden

Rabu, 01 Dec 2021 06:34

Bukhori Dukung Keberpihakan Menteri Agama kepada Guru Madrasah Honorer

Bukhori Dukung Keberpihakan Menteri Agama kepada Guru Madrasah Honorer

Rabu, 01 Dec 2021 06:15

Komisi Pendidikan dan Pengkaderan MUI Sulsel Gagas Pengkaderan Ulama Setara Program Pascasarjana

Komisi Pendidikan dan Pengkaderan MUI Sulsel Gagas Pengkaderan Ulama Setara Program Pascasarjana

Rabu, 01 Dec 2021 06:06

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian 3-Selesai)

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian 3-Selesai)

Rabu, 01 Dec 2021 04:22

Permendikbudristek PPKS Terlalu Sekuler

Permendikbudristek PPKS Terlalu Sekuler

Rabu, 01 Dec 2021 02:02

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian-2)

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian-2)

Selasa, 30 Nov 2021 23:17

BPJPH Dorong Produk Halal UMK Perluas Jaringan Pemasaran Hingga Mall

BPJPH Dorong Produk Halal UMK Perluas Jaringan Pemasaran Hingga Mall

Selasa, 30 Nov 2021 21:37

Algojo Baliho Siap Terapkan Gaya Era Soeharto

Algojo Baliho Siap Terapkan Gaya Era Soeharto

Selasa, 30 Nov 2021 21:25

Diskriminasi Hukum

Diskriminasi Hukum

Selasa, 30 Nov 2021 20:23

Mahasiswa IAIN Kendari Kembangkan Jeruk Etno Tolaki untuk Bahan Hand Sanitizer

Mahasiswa IAIN Kendari Kembangkan Jeruk Etno Tolaki untuk Bahan Hand Sanitizer

Selasa, 30 Nov 2021 20:05

DDII Jawa Barat Minta Permenristek No 30 Tahun 2021 Dicabut

DDII Jawa Barat Minta Permenristek No 30 Tahun 2021 Dicabut

Selasa, 30 Nov 2021 20:00

As’ad Humam, Kiai Legendaris Muhammadiyah Penemu Metode Iqro’

As’ad Humam, Kiai Legendaris Muhammadiyah Penemu Metode Iqro’

Selasa, 30 Nov 2021 19:48

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian-1)

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian-1)

Selasa, 30 Nov 2021 19:30

Ngapain Si Romo Ikut Campur?

Ngapain Si Romo Ikut Campur?

Selasa, 30 Nov 2021 19:20


MUI

Must Read!
X