Memberi Nama Anak -Abdul Mu’thi- Bolehkah?Kamis, 30 Apr 2026 16:52 |
|
Istri Minta Suami Cukur Jenggot, Haruskah Dituruti?Kamis, 30 Apr 2026 14:20 |
|
Innalillahi, Korban Wafat dalam Musibah Kereta di Bekasi Timur Menjadi 16 OrangRabu, 29 Apr 2026 16:36 |
|
Tragedi Bekasi Timur: Saat Nyawa Rakyat Tergadai di Antara Regulasi dan PencitraanRabu, 29 Apr 2026 11:10 |
|
Suspend Mayor SPPG Dipastikan Tak Terima InsentifRabu, 29 Apr 2026 11:08 |
|
Ust. Anwar Anshari Mahdum Ajak Warga Bekasi Ramaikan Aksi ''Bekasi Bersama Palestina Jilid 6''Selasa, 28 Apr 2026 16:55 |
|
Adzan dan Iqomah di Telinga Bayi yang Baru LahirSelasa, 28 Apr 2026 16:10 |
|
Memboikot Produk Yahudi Tapi Menelan Kurikulum YahudiSelasa, 28 Apr 2026 10:28 |
|
Musyda Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu Digelar, Teguhkan Ideologi dan Kepemimpinan NegarawanSenin, 27 Apr 2026 06:10 |


Begitulah yang dialami oleh gereja St Jakobus di Utrecht, Belanda, yang kosong karena tak dipakai kebaktian.
Menyulap gereja menjadi rumah tinggal adalah tindakan yang sangat tepat. Karena berdasarkan data Home DSGN, ada ratusan gereja kosong di Belanda yang sudah tidak digunakan, seperti dilansir oleh Huffington Post baru-baru ini.
Beberapa gereja bahkan akan dihancurkan. Tentu saja hal ini tidak diinginkan oleh para pemeluk agama Kristen. Untuk itu, daripada dihancurkan dan tidak digunakan, perusahaan-perusahaan seperti Zecc merombak menyulap gereja menjadi rumah tinggal dengan mempertahankan keaslian bangunan dan sejarahnya. [taz/mdk, huf]




