Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.865 views

Efek Nocebo dan Dzan Buruk terhadap Kesehatan Tubuh dan Jiwa

 

Oleh: Sunarti

"Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berbaik sangka, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Jika ia berprasangka buruk, maka ia akan mendapatkan keburukan." (HR. Ahmad)

Bagaimana prasangka baik seorang hamba terhadap keadaannya dan kepada Rabnya, akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun jiwanya. Selalu bersyukur atas apa yang menimpa kepada dirinya sebagai sebuah hal yang akan semakin menguatkan keimanannya.

Nocebo dan placebo adalah dua hal yang bertolak belakang. Keduanya sama-sama memiliki peran dalam prasangka manusia, baik yang sehat maupun yang sedang sakit. Bedanya, placebo adalah kekuatan prasangka (sugesti) baik yang memiliki efek baik pada tubuh. Sebaliknya, nocebo adalah prasangka (sugesti) buruk yang berakibat buruk pula pada tubuh.

Dalam buku Cure, karangan Jo Marchant, bahwa 'placebo bohongan' bisa memberikan efek baik yang sangat signifikan kepada para pasien. Lebih lanjut tentang placebo bohongan, ternyata di Barat telah banyak dilakukan juga 'placebo jujur' atau 'obat kosongan' secara terang-terangan kepada para pasien.

Pada tahun 1998, Harvard Medical School bersama The U.S. National Institutes of Health (NIH), melakukan uji coba 'plasebo jujur' ini. Pesertanya adalah pasien yang menderita IBS (Irritable bowel syndrome). Di luar dugaan, kondisi pasien malah membaik setelah diberi 'plasebo jujur.' Mengejutkan bukan?

Selain penderita IBS, riset dilakukan terhadap wanita yang mengalami depresi dan pada penderita migrain. Tentunya, sebelum diberikan terapi, semua pasien diberi tahu bahwa obat tersebut adalah placebo. Obat-obatan yang tidak memiliki kandungan yang berarti ini, ternyata memiliki efek baik, yakni kondisi pasien pun membaik.

Masa sekarang, dunia tercengkeram peradaban kapitalisme. Maka, tak hanya cabai merah, bawang merah dan bawang putih yang diperjualbelikan. Tapi sebagaimana kata Michael J Sandel, tentang What Money Can't Buy bahwa semua bisa diperjualbelikan, sesuai kebutuhan pasar.

Otak kapitalis, isinya pun tak jauh dari kapitalisme. Tak diduga, jika placebo bohong bisa dikomersilkan, placebo jujur pun juga bisa dipasarkan. Nah ini jujur, tapi boong. Terus boong, tapi jujur. Gimana coba?

Di Inggris placebo jujur ini telah resmi diperjualbelikan. Harganya kian melejit. Konon, harga semakin mahal, efek yang didapat semakin meyakinkan.

Apa saja kira-kira komposisi placebo itu?

Konon kandungannya adalah Nitrogen, oxygen, argon, carbon dioxide. Ini semua sama halnya dengan kandungan udara yang sehari-hari kita hirup. Dan, dijual mahal. Bukankah itu ladang bisnis? Kapitalis, mencari uang tidak pernah habis.

Placebo memiliki saudara kembar. Tapi beda. Kembar fraternal, kembar berbeda lawan jenis, mungkin lebih gamblangnya. Namanya nocebo.

Efek nocebo adalah suatu keadaan ketika substansi yang sebenarnya tak menyebabkan rasa sakit membuat seseorang mengalami rasa sakit akibat kepercayaan atau persepsi mengenai suatu hal. Bahkan bisa teramat sakit dari ukuran biasanya. Karena seseorang merasakannya dengan efek nocebo ini.

Misalnya saja, seseorang/pasien tidak menyukai obat jenis A, sedangkan secara terpaksa, oleh dokter atau tenaga ahli lain dia diadvice mengkonsumsi obat A, maka tubuhnya menunjukkan reaksi/respon yang tidak baik. Entah ruam kulit, mual, muntah, keringat dingin dan lain sebagainya.

Bahkan bisa lebih buruk kondisinya dibandingkan dengan efek samping yang seharusnya. Semacam ekspektasi atau sugesti negatif pasien mengenai pengobatan. Prasangka buruknya yang dominan.

Sebenarnya nocebo efek ada yang dipengaruhi oleh keadaan atau lingkungan. Sebuah prasangka atau sugesti buruk, bisa muncul pada keadaan ekstrim. Kondisi yang buruk dialami pada banyak orang secara bersamaan. Meskipun setelahnya tidak diketemukan gejala klinis adanya suatu penyakit atau zat-zat tertentu yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut.

Seperti yang dicontohkan terjadinya histeria massal yang memicu pengadilan penyihir abad ketujuh belas di Salem, Massachusetts. Dan, wabah pingsan yang menimpa para siswi sekolah di Tepi Barat pada tahun 1983 secara luas dikaitkan dengan keracunan massal.

Israel dan Palestina pun saling menyalahkan, sampai akhirnya penyelidik resmi menyimpulkan bahwa gejala tersebut memiliki penyebab psikologis. Peristiwa seperti ini dikatakan sebagai "penyakit psikogenik massal" (mass psychogenic illness).

Sebenarnya banyak contoh lain akan pengaruh lingkungan ini. Misalnya saja sering terjadi kesurupan massal di sekolah-sekolah atau di pabrik-pabrik dan tempat lainnya.

Akhir-akhir ini juga di beberapa pabrik juga terjadi kesurupan massal. Seperti yang dialami buruh pabrik garmen kesurupan massal, pada Kamis (3/12/2020) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Buruh pabrik garmen kesurupan massal di PT Cipta Dwi Busana Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Sekitar sembilan orang mengalami kesurupan massal ini. Teriakan keras itu sempat membuat ribuan buruh seisi ruangan ketakutan (SuaraJakarta.id; 3/12/2020).

Demikian pula, iNews.id memberitakan puluhan karyawati pabrik di Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) mengalami kesurupan massal saat tengah bekerja, Kamis (19/11/2020). Peristiwa itu terjadi di pabrik yang berlokasi di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Dari sejumlah saksi mengatakan, kejadian bermula dari salah satu karyawati pabrik tas kulit tersebut mengalami kesurupan.

Penyakit psikogenik massal" (mass psychogenic illness).

Penyakit psikogenik massal (MPI) disebut juga disebut penyakit sosiogenik massal, gangguan psikogenik massal, histeria epidemi, atau histeria massal. Penyakit ini adalah "penyebaran tanda dan gejala penyakit yang memengaruhi anggota kelompok yang kohesif, yang berasal dari gangguan sistem saraf yang melibatkan eksitasi, kehilangan, atau perubahan fungsi, di mana keluhan fisik yang ditunjukkan secara tidak sadar tidak memiliki etiologi organik yang sesuai." (Wikipedia.or.id).

Memang secara etiologi atau penyebab penyakit ini tidak menunjukkan gejala obyektif yang nyata. Misalnya, ada keluhan sakit kepala yang hebat, tapi jika dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, secara medik tidak ditemukan adanya penyebab. Atau munculnya gejala yang tidak memiliki dasar organik yang masuk akal.

Selain itu, penyakit psikogenik massal melibatkan penyebaran gejala penyakit melalui populasi di mana tidak ada agen virus atau bakteri yang bertanggung jawab untuk penularan. Jadi, ada sakit yang dirasakan, akan tetapi tidak ada sebabnya. Munculnya gejala, tanpa ada etiologi yang kasat mata. Ini bisa diakibatkan dari prasangka buruk sekelompok orang yang sedang dalam suasana tertentu. Secara psikologis sedang dalam tekanan, ketakutan atau dalam kondisi depresi masal.

Di alam sekulerisme-kapitalisme, efek nocebo akan lebih dominan. Pasalnya, tekanan hidup yang harus bergelut dengan keadaan. Sulitnya memenuhi kebutuhan pokok hidup, persaingan bisnis yang ketat, lapangan pekerjaan yang susah, kejahatan di mana-mana dan persoalan lain kian mendera.

Tersebab putus asa yang dialami tidak hanya satu atau dua orang, membawa dampak terhadap gejala-gejala mass psychogenic illness. Untuk mengatasinya, dibutuhkan keterpaduan antara individu, masyarakat dan negara. Ketiganya sama-sama akan saling menjaga dari terjangan nocebo effect dengan menanamkan dan menjaga kesehatan secara fisik dan psikis.

Jika individu taat kepada Sang Pemilik Alam Semesta, maka husnudzan kepada Allah akan selalu diutamakan. Masyarakat, sebagai pengontrol perjalanan ketaatan tersebut dengan mengkondisikan lingkungan yang taat kepada Allah pula.

Sebagai payung adalah pemerintah. Yakni, menerapkan suasana yang mendukung individu-individu dan masyarakat yang kondusif untuk taat kepada Rabbnya. Suasana keimanan yang diselimuti kedamaian dan ketentraman, sebagai hamba Allah yang taat secara sempurna dengan aturan Allah yang paripurna.

"Sekalipun kita berada dalam kondisi ekstrim (fakta brutal), kita tetap harus yakin bahwa kita akan baik-baik saja, dan selamat pada akhirnya (paradoks Stockdale). Insya Allah bagi orang beriman hal ini lebih mudah karena kita punya Allah SWT sebaik-baik Pelindung dan Penolong." (Yudha Pedyanto)

Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Selasa, 11 May 2021 22:46

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Selasa, 11 May 2021 22:35

Anakku Investasi Akhiratku

Anakku Investasi Akhiratku

Selasa, 11 May 2021 22:32

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Selasa, 11 May 2021 22:20

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Selasa, 11 May 2021 22:19

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Selasa, 11 May 2021 22:05

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Selasa, 11 May 2021 22:05

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

Selasa, 11 May 2021 21:58

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Selasa, 11 May 2021 21:47

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 21:45

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Selasa, 11 May 2021 21:43

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Selasa, 11 May 2021 21:11

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Selasa, 11 May 2021 17:01

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 16:57

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Selasa, 11 May 2021 16:45

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

Selasa, 11 May 2021 16:39

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Selasa, 11 May 2021 16:24

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Selasa, 11 May 2021 16:11

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Selasa, 11 May 2021 16:08

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:38


MUI

Must Read!
X