
MALANG (voa-islam.com)- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin menyatakan bahwa ilmu pengetahuan akan menjadi sia-sia jika para pelaku mengeyampingkan nilai-nilai etis, juga agama. Din, yang juga Presiden Moderator Asian Conference on Pure and Religion Peace (ACRP) menyebutkan seharusnya ilmu pengetahuan atau sains hendaknya terarah oleh nila-nilai yang fokus untuk masyarakat banyak.
"Salah satu akar dibalik terjadinya berbagai kerusakan global di dunia ini adalah paradigma pengembangan sains yang tidak mengindahkan nilai-nilai etis, spiritual dan kebermaknaan. Paradigma sains hendaknya diarahkan pada nilai-nilai kemaslahatan," kata Din Syamsuddin saat menjadi pembicara pada The 1st International Conference on Pure and Applied Research (ICoPAR) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (22/-8/2015) seperti yang dikutip Antara.
Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pun mengatakan, ekonomi, termasuk politik seharusnya ditujukan untuk nilai-nilai yang sarat dengan makna. Dan ia mengatakan jika politik dijadikan nafsu untuk ber-oligarki maka akan hilanglah nilai-nilai keadilan di tengah masyarakat.
"Kalau politik melanggengkan oligarki, berarti politiknya tidak bernilai, dan hampa makna," ujarnya.
Oleh karena itu, katanya, yang terpenting dari sains adalah bagaimana kebermaknaan dan nilai-nilai yang dikandungnya. Dalam konteks pembangunan, jika dunia banyak berbicara tentang pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan, maka Islam senantiasa mengajak pada paradigma pembangunan berkelanjutan yang bermakna.
Paradigma tersebut, papar Din, berakar pada prinsip-prinsip sains Islam yang di antaranya adalah harmoni dan korespondensi antara dimensi Tuhan dan alam semesta, atau lebih tepatnya dimensi Sang Pencipta dan yang dicipta. Tidak mungkin manusia dan alam semesta bekerja tanpa mengindahkan nilai-nilai etis-spiritual ketuhanan.
Terkait pengembangan sains, Din menegaskan, Islam merupakan agama yang sangat menekankan pentingnya berpikir. Tak heran, dalam Al Quran banyak terdapat ayat-ayat yang diakhiri dengan kata-kata afala taqilun (apakah kamu tidak berakal), afala tatafakkarun (apakah kamu tidak berpikir) atau afala yatadabbarun (apakah mereka tidak merenung).
Selain menghadirkan Din Syamsuddin, UMM ICoPAR 2015, juga menghadirkan sejumlah pembicara dan peneliti dari 12 negara, seperti Singapura, Jepang, Korea, serta Indonesia sebagai tuan rumah. ICoPAR diikuti oleh 205 orang peneliti dari berbagai kampus dari 12 negara. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com