Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
24.710 views

Ratusan Mahasiswa Terjerat Pinjol, Bukti Kecacatan Sistem Kapitalisme

 
 
Oleh. Najwa Azahra
(Siswi SMA Sekolah Tahfidz Tangerang) 
 
Maraknya kasus penipuan pinjol (pinjaman online) telah menyasar ratusan mahasiswa di negeri ini. Sebagaimana banyak diberitakan di media massa, bahwa terdapat 116 mahasiswa IPB menjadi korban penipuan pinjol berkedok kerja sama antartoko online dengan penjualan barang fiktif.
 
Kerja sama yang terjadi antarkedua pihak semata-mata sebab adanya tawaran bagi hasil keuntungan sebesar 10% per transaksi. Selanjutnya, mahasiswa diarahkan oleh pelaku untuk membeli barang di toko online milik pelaku, apabila mahasiswa tersebut tidak memiliki uang, maka pelaku akan meminjamkan secara online. Saat uang hasil pinjaman tersebut diterima pelaku, ditambah pelaku pun sebelumnya telah berjanji untuk membayarkan cicilan utang dari pemberian pinjaman tersebut. Namun sayangnya, barang yang dibeli tidak diserahkan kepada pembeli, ditambah pelaku tidak menepati janjinya untuk membayar cicilan hutang, walhasil tenaga penagih melakukan penagihan hutang kepada mahasiswa sebagai pihak yang meminjam uang. (detikcom, Kamis,17/11/22)
 
Generasi Pragmatis Buah Sistem Kapitalisme
 
Berdasarkan data Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bahwa sebanyak 60% pengguna pinjol adalah anak muda yang berusia 19-24 tahun. Data akurat yang dipaparkan sebelumnya seharusnya menjadi tamparan keras untuk pemuda saat ini. Banyak diantara mereka memiliki jalan berpikir yang pragmatis, menginginkan sesuatu secara instan, tanpa melakukan pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan, padahal keputusan itu menyangkut keluarga dan hidup mereka. 
 
Benar, hidup di era teknologi yang serba canggih, memudahkan setiap lapisan masyarakat dalam mengakses informasi secara cepat. Berbagai platform digital pun terus-menerus mengalami perkembangan. 
Terkhusus beredar informasi akan adanya trobosan baru berupa kemudahan dalam meminjam uang yang dilakukan berbasis online semakin menggiurkan berjuta pasang mata yang membaca. Pinjol ini merupakan ajang bagi para pebisnis digital untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Terlebih lagi kita tahu, mereka pun tak segan-segan mengeluarkan persyaratan yang  sangat mudah untuk dipenuhi siapapun, yaitu hanya dengan melampirkan KTP, slip gaji, dan terkadang NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan semua syarat itu tidak diberatkan dengan adanya agunan.
 
Lantas apakah kemudahan dalam pinjaman online ini layak dijadikan sebagai jalan keluar untuk menyelamatkan perekonomian masyarakat? Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, bahwa mekanisme pinjaman online ini berujung pada penipuan dan telah banyak memakan korban. Namun yang menjadi pertanyaan lain, apakah hanya karena adanya penipuan masyarakat menjadi jera dan enggan melakukan pinjaman online kembali? Lalu bagaimana dengan mereka yang ternyata merasa diuntungkan karena melakukan pinjaman online sebab berasal dari lembaga yang secara hukum negara sudah mendapat legitimasi? 
 
Hukum Islam Membasmi Problematika Masyarakat 
 
Inilah pentingnya kita menilai suatu kejadian dengan kacamata Islam yang sudah sangat pasti kebenarannya karena bersumber langsung dari Al-Qur’an dan As-sunah. Setiap problematika masyarakat, jika diselesaikan dengan hukum yang bukan berasal dari Allah, maka sampai kapan pun akan tetap semrawut dan tak kunjung usai. Masalah satu belum selesai namun sudah muncul masalah baru yang lebih berat, seperti halnya negeri ini yang menjadikan sistem kapitalisme sebagai tolak ukur kebenaran, maka lihatlah keadaan negeri ini dengan sederet problematika yang kian menggurita.
 
Akhirnya banyak masyarakat harus menanggung getirnya kehidupan yang jauh dari kata sejahtera. Akibat tuntutan ekonomi yang tinggi, ditambah dengan pemasukan yang tidak memadai untuk bertahan hidup sekalipun, hingga menghalalkan segala cara demi menyambung hidup mereka, salah satu contohnya adalah melakukan transaksi pinjaman online yang sudah sangat jelas terdapat praktik riba di dalamnya. 
 
كل قرض شرط فيه أن يزيده فهو حرام بغير خلاف
 
”Setiap-tiap pinjaman (qardh) yang mensyaratkan adanya tambahan, maka tambahan itu hukumnya haram, tanpa ada khilaf (perbedaan pendapat di kalangan ulama).” (Ibnu Qudamah, Al Mughnî, Juz IV, hlm. 360)
 
Walaupun tambahan (bunga) dalam pinjaman online resmi/legal (berlisensi OJK)  sebesar hanya 0.8% per hari, tetap tidak mengubah esensi suatu hukum yang secara jelas dan tegas telah mengharamkannya. Allah SWT berfirman,
 
وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ
 
“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah : 275)
 
Selain riba itu diharamkan, terdapat bahaya atau dharar yang akan dialami oleh peminjam uang, diantaranya ada 3 hal yang menjadi bahaya, pertama adanya intimidasi dan teror saat dilakukan penagihan peminjaman uang. Kedua, adanya penyalahgunaan data pribadi pihak peminjam uang sebagai cara penagihan paksa hutang mereka. Ketiga, adanya bunga yang tinggi untuk setiap pelunasan peminjaman.
 
Sementara syariat Islam telah mengharamkan perbuatan dharar (bahaya), sebagaimana sabda Rasulullah saw,
 
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
 
”Tidak boleh menimpakan bahaya bagi diri sendiri (dharar) maupun bahaya bagi orang lain (dhirâr).”  (HR Ahmad)
 
Dengan demikian, solusi tuntas untuk menghapus praktik pinjaman online ini adalah dengan dilakukannya penyadaran secara sistematik kepada masyarakat dengan penguatan akidah serta memahamkan mereka pada syariat Islam atas diharamkannya riba. 
 
Pemuda dan Peran yang Sesungguhnya
 
Maka, untuk itu sebagai pemuda Islam, sudah saatnya kita angkat pena dan suara, kerahkan segenap potensi yang ada pada diri kita untuk menyebarluaskan Islam di tengah masyarakat. Menyadarkan masyarakat bahwa kita adalah seorang muslim yang mempunyai kewajiban untuk taat kepada setiap hukum-hukum Allah, dan tentunya menyelamatkan mereka dari cengkeraman sistem kapitalisme yang merusak dan menyengsarakan, beralih kepada kerinduan akan diterapkannya sistem Islam di tengah masyarakat yang mampu melindungi, mengayomi, dan mensejahterakan masyarakat seluruhnya.  Sungguh, kami rindu Daulah Islam tegak kembali. (rf/voa-islam.com)
 
Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sudah 500 Lebih Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Besar Di Turki Dan Suriah

Sudah 500 Lebih Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Besar Di Turki Dan Suriah

Senin, 06 Feb 2023 17:35

Muhammadiyah Sidoarjo Siapkan Makanan Gratis Peserta Seabad NU

Muhammadiyah Sidoarjo Siapkan Makanan Gratis Peserta Seabad NU

Senin, 06 Feb 2023 16:22

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Senin, 06 Feb 2023 13:17

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Senin, 06 Feb 2023 11:35

Laporan: Iran Sewa Geng Kriminal Untuk Bunuh Pembangkang Di Luar Negeri

Laporan: Iran Sewa Geng Kriminal Untuk Bunuh Pembangkang Di Luar Negeri

Senin, 06 Feb 2023 10:23

Kepala Wagner: Pertempuran Sengit Sedang Berlangsung Di Utara Kota Bakhmut

Kepala Wagner: Pertempuran Sengit Sedang Berlangsung Di Utara Kota Bakhmut

Ahad, 05 Feb 2023 21:48

Pervez Musharraf – Orang Yang Bantu AS Menginvasi Afghanistan Meninggal Setelah Sakit Berkepanjangan

Pervez Musharraf – Orang Yang Bantu AS Menginvasi Afghanistan Meninggal Setelah Sakit Berkepanjangan

Ahad, 05 Feb 2023 20:29

Cina Marah Balon Mata-matanya Ditembak Jatuh AS

Cina Marah Balon Mata-matanya Ditembak Jatuh AS

Ahad, 05 Feb 2023 15:55

Pelaku Pemerkosaan Anak, Bukti Sistem Sekuler Merusak

Pelaku Pemerkosaan Anak, Bukti Sistem Sekuler Merusak

Ahad, 05 Feb 2023 13:22

Jalan Panjang Larangan LGBT di Negeri Muslim

Jalan Panjang Larangan LGBT di Negeri Muslim

Ahad, 05 Feb 2023 09:20

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Sabtu, 04 Feb 2023 21:15

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Sabtu, 04 Feb 2023 20:50

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Sabtu, 04 Feb 2023 20:35

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Sabtu, 04 Feb 2023 17:36

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Sabtu, 04 Feb 2023 16:45

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Sabtu, 04 Feb 2023 12:12

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Jum'at, 03 Feb 2023 21:25

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jum'at, 03 Feb 2023 21:12

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Jum'at, 03 Feb 2023 20:37

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Jum'at, 03 Feb 2023 17:45


MUI

Must Read!
X