Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.362 views

Rasialisme Pejabat Kampus, Islamofobia Kian Mengancam

 

Oleh:

Afif Sholahudin, S.H., M.H || Ketua BE BKLDK Jawa Barat, Pengasuh Pondok Asy-Syabab Bandung, Supervisor of ILPAF

 

KITA pasti sadar, Islam di zaman sekarang menjadi agama yang selalu tertuduh pada fitnah dan pelecehan ajaran, bahkan tidak jarang umat dan ulamanya dihinakan. Islamophobia kembali terdengar, kini terjadi dalam dunia akademik di Indonesia. Seorang tokoh yang disebut sebagai Rektor Institut Teknologi Kalimantan, Budi Santosa, disinyalir telah melakukan rasisme dan xenophobia terhadap muslimah dan budaya kerudung yang disebut sebagai "tutup kepala ala manusia gurun."

Bukan hanya menyinggung jilbab, dia menunjukkan kebencian terhadap penyampaian kata yang disebutnya sebagai "bahasa langit" seperti istilah insyaAllah, barakallah, qadarullah, dsb. Lalu menganggap siapapun yang mempunyai kebiasaan begitu dikategorikan tidak openminded. Parahnya ia mendukung langkah mahasiswa yang diluluskan menerima beasiswa LDPD, beasiswa negeri yang diambil dari pajak masyarakat, dianggap berpikiran terbuka karena mencari tuhan ke negara-negara barat seperti Eropa dan Amerika. 

Saya belum mengetahui apakah dia beragama Islam ataukah tidak, apakah dia masih meyakini adanya Tuhan ataukah tidak. Namun bagi seorang pejabat kampus, dan juga gelar akademik, harusnya mencerminkan akhlak dalam berpendapat dan menghargai setiap ajaran agama. Upaya sinisme terhadap istilah-istilah Islam tentu menyulut kemarahan umat, apalagi argumen yang disampaikan jauh dari standar intelektual sebuah pendapat, terlihat kesesatan berpikir dan kesalahan fatal dalam menilai Islam.

Memangnya apa yang perlu dibanggakan dari Barat sehingga menganjurkan mencari Tuhan ke sana? Memandang rendah daerah gurun padahal secara kualitas akademik Indonesia jauh berada di bawah dibandingkan dengan kampus-kampus di Arab. Misalkan saja, menurut URAP (University Ranking by Academic Performance), King Saud University berada di peringkat 137 world rank, jauh diatas dari kampus ternama di Indonesia semisal ITB yang berada di urutan 1440 atau UI di urutan 1111 dunia. Kok bisa mengatakan bahwa negara-negara sana disebut sebagai "..negara orang-orang yang pandai bercerita tanpa karya teknologi."

Di luar sana ada banyak ilmuwan cerdas tingkat dunia yang menggunakan hijab, beberapa rektor wanita dari universitas-universitas di Indonesia pun menggunakan hijab. Jadi jelas, jika membenci arab karena terbelakang justru saat ini terbalik, jika membenci hijab karena close minded justru orang itu yang pemikirannya konslet! Memangnya definisi wanita kadrun yang mereka maksud itu seperti apa sih? Tuhannya para negara maju itu bagaimana sih? Apa mau generasi kita dicerminkan dengan generasi di barat, hedonis, pergaulan bebas, narkoba, kriminalitas tinggi, dsb.

Kini postingan tersebut sudah dihapus, namun jejak digitalnya masih tersimpan. Pihak kampus sibuk mengklarifikasi bahwa pendapat itu tidak disangkutpautkan dengan kampus karena itu pandangan pribadi, tapi anehnya pernyataan itu disampaikan langsung atas nama kampus yang notabene pasti setiap pernyataan resmi atas seizin rektornya, balik lagi ke si pelaku. Apalagi keresahan yang dia umbar di akunnya karena aktifitas dia sebagai pejabat akademik, mengaku setelah melakukan seleksi beasiswa LPDP yang didapatkan dari pajak untuk mahasiswa terpilih, sudah pasti sedang menjalankan misi tridharma perguruan tinggi.

Kampus dengan motto "Cerdas, Beriman, dan Bertakwa" tapi tidak bijak dalam menempatkan pejabat kampus yang tepat. Apakah karena kini pemilihan rektor diserahkan kepada presiden, tidak lagi oleh Dikti, sehingga isu-isu SARA oleh pejabat kampus kini kembali memanas di permukaan? Saya tidak bisa membayangkan, berarti ada sekian orang yang tidak diloloskan oleh dia hanya karena calon penerima adalah wanita muslimah atau bahkan hanya mengucapkan istilah insyaallah di hadapannya. Sungguh sangat lucu jika sampai sekarang orang tersebut tidak minta maaf, atau mungkin tidak ditindak tegas oleh pejabat yang berwenang.

Pernyataan yang menghebohkan ini sudah mengarah kepada kebencian dan penghinaan SARA, melanggar pasal 156 KUHP, atau 157 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, atau Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Deliknya telah dianggap selesai saat dia mengunggah status, sehingga seharusnya bisa langsung diproses hukum oleh para aparat tanpa harus menunggu laporan terlebih dahulu.

Setelah diusut ternyata pendapat rektor tersebut beberapa kali pernah menyudutkan ajaran Islam. Upaya mempertentangkan kehidupan masyarakat dengan aturan agama sudah terjadi sejak jauh-jauh hari Indonesia berdiri. Hal ini menunjukkan islamophobia sudah sejak lama mengakar pada sistem saat ini. Sekulerisme mengatur bahwa urusan agama jangan dicampur dengan kehidupan, padahal ini adalah pangkal munculnya islamophobia. Misalnya dulu ketua BPIP pernah menyebut musuh terbesar pancasila adalah agama.

Semakin rusak hidup beragama di sistem sekulerisme saat ini, dengan dalih kebebasan berpendapat yang ada malah memunculkan kebencian SARA yang berujung kepada agama islam. Ditambah semakin sulit mencari keadilan bagi kejadian penistaan dan pelecehan Islam. Dulu sempat heboh pelarangan cadar di kampus, pembubaran kajian-kajian mahasiswa, dsb. Bahkan di lingkungan civitas akademika saja masih terjebak pada masalah yang sama, islamophobia. Lalu bagaimana kita bisa melahirkan para intelektual hebat, umat muslim cerdas, tangguh, jika problem ini tidak pernah terselesaikan. 

Islamophobia muncul karena Islam saat ini tidak mempunyai kekuatan di hadapan para pembencinya. Umatnya kini terpecah belah, dipisahkan oleh sekat kenegaraan, sehingga satu dihancurkan belahan umat muslim lainnya tidak merasa sakit karena terpisahkan. Ulama yang tugasnya membimbing dan menggerakkan umat saja dengan lancang mereka ditangkapi, dikriminalisasi, bahkan diancam. Sebagian ajaran Islam disunat dalam kurikulum, fikih disesuaikan dengan kebutuhan zaman, sejarah diputarbalikkan sesuai dengan kondisi masyarakat. Orientasi pendidikan bukan menjadi ahli ilmu bertakwa namun menjadi pekerja para pemilik modal.

Seharusnya kita sadar bahwa kondisi Islam dan umatnya sejak dulu disasar untuk diserang, para musuhnya takut jika terjadi kebangkitan Islam. Dulu Islam pernah memimpin peradaban dunia, jangkanya cukup lama, jejak sejarahnya pun masih menyisakan kisah luar biasa bagi masyarakat yang hidup di zaman itu. Teknologi maju, ekonomi sejahtera, hukum adil, sangat sulit menemukan kasus islamophobia seperti belakangan ini. Maka jika kita ingin menghapuskan problem sistemik ini, butuh solusi sistemik yang dapat menyelesaikan semuanya. Wallahu a'lam bisshawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Senin, 15 Aug 2022 21:04

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Senin, 15 Aug 2022 20:51

Masyarakat Kesulitan Dapat  Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Masyarakat Kesulitan Dapat Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Senin, 15 Aug 2022 10:43

Karhutla Terjadi Lagi, Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

Karhutla Terjadi Lagi, Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

Ahad, 14 Aug 2022 22:12

Akademi Dakwah Indonesia Gelar Mukernas ke-III di Bandung

Akademi Dakwah Indonesia Gelar Mukernas ke-III di Bandung

Ahad, 14 Aug 2022 22:07

Kampanye Anti-Israel Global BDS Kecam Standar Ganda Barat Tentang Perang Ukraina Dan Gaza

Kampanye Anti-Israel Global BDS Kecam Standar Ganda Barat Tentang Perang Ukraina Dan Gaza

Ahad, 14 Aug 2022 20:20

Mendudukkan Posisi Islam dan Budaya dalam Menyatukan Keberagaman

Mendudukkan Posisi Islam dan Budaya dalam Menyatukan Keberagaman

Ahad, 14 Aug 2022 16:50

Wahdah Islamiyah Silaturahmi dengan Kementerian Pertahanan

Wahdah Islamiyah Silaturahmi dengan Kementerian Pertahanan

Ahad, 14 Aug 2022 16:44

Waspada, Inflasi Tinggi Berpotensi Turunkan Level Ekonomi 67% Rakyat

Waspada, Inflasi Tinggi Berpotensi Turunkan Level Ekonomi 67% Rakyat

Ahad, 14 Aug 2022 14:36

7 Orang Terluka Dalam Serangan Penembakan Di Sebuah Bus Di Kota Yerusalem

7 Orang Terluka Dalam Serangan Penembakan Di Sebuah Bus Di Kota Yerusalem

Ahad, 14 Aug 2022 14:15


MUI

Must Read!
X