Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.180 views

Pajak Sumber Utama Pendapatan Negara, Bukti Gagal Rezim Neolib

BAK kata pepatah, "Sudah jatuh tertimpa tangga pula". Hal itulah yang dialami oleh sekelompok manusia yang bernama rakyat. Dengan kebutuhan hidup yang acapkali membuat rakyat tidak berdaya, mulai dari harga sembako selangit, tarif dasar listrik bergejolak, hingga biaya pendidikan serta kesehatan yang tidak murah. Belum lagi sulitnya mencari pekerjaan dengan jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas, alhasil terciptalah para pengangguran di antara dari mereka adalah tulang punggung keluarga. Dengan beban hidup yang demikian kompleks, apakah rakyat juga harus memikirkan pendapatan negara dengan rutin membayar wajib pajak? sungguh memprihatinkan.

Bagaimana bisa untuk membayar iuran wajib pajak dengan penuh kesadaran yang diharapkan penguasa, sedangkan memenuhi kebutuhan dapur agar tetap ngebul saja menguras pikiran dan tenaga untuk mencukupinya. Bahkan mereka yang ekonominya menengah ke bawah acapkali merasakan kelaparan. Seperti yang dilaporkan oleh Global Hunger Index 2018, Indonesia dinilai memiliki masalah kelaparan tingkat serius yang memerlukan perhatian lebih.

Seolah rakyat tidak dinilai patuh dalam melaksanakan yang katanya kewajiban membayar pajak. Demi mendorong kesadaran wajib pajak, Detik finance mengabarkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan berbagai cara. Termasuk mengeluarkan tagline bayar pajak semudah isi pulsa. Tagline itu ternyata ide dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ide itu juga muncul dari pengalamannya pribadi saat bersama suami dan anaknya. Melihat kemudahan isi pulsa itu Sri Mulyani terkesima, kemudian muncul ide untuk menerapkannya dalam pembayaran pajak. Ide itu tak hanya sekedar wacana. Ditjen Pajak akan kerjasama dengan e-commerce seperti Tokopedia untuk mempermudah pembayaran pajak.

Parahnya, seperti di lansir oleh kontak.co.id, IMF menyoroti kinerja penerimaan negara yang masih rendah, terutama pajak. Untuk mengatasi itu, IMF merekomendasikan Strategi Penerimaan Jangka Menengah atau Medium-Term Revenue Strategy (MTRS) untuk diterapkan pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP). MTRS, menurut IMF, mewakili peta jalan reformasi sistem perpajakan yang komprehensif. “MTRS menyentuh hampir semua aspek perpajakan, termasuk PPN, cukai, PPh Badan, PPh Orang Pribadi, pajak properti dan administrasi pajak,” terang IMF.

Pertama, reformasi administrasi perpajakan. IMF mengakui pemerintah Indonesia telah membuat kemajuan dalam hal mereformasi administrasi perpajakan. Namun, reformasi ini harus terus dijalankan secara konsisten dan intensif karena butuh waktu untuk melihat efektivitas kebijakan reformasi ini. Kedua, reformasi perpajakan dengan merampingkan sistem perpajakan. IMF menilai, semakin sederhana sistem pajak, maka semakin efisien dan tinggi pula tingkat kepatuhan. Hanya saja, reformasi ini memang membutuhkan revisi payung hukum perpajakan Indonesia. Ketiga, memperluas basis pajak yang sudah berlaku. IMF menyarankan pemerintah untuk tidak menurunkan batas (threshold) PPN baik secara umum maupun untuk UMKM, sebelum menghapus kebijakan pembebasan PPN dan merampingkan PPh Badan. Keempat, kebijakan meningkatkan tarif pajak atau mengenakan tarif pajak baru untuk meningkatkan penerimaan secara substansial.

Menurut IMF, MTRS tersebut konon mampu meningkatkan pendapatan negara sekitar 5% dari PDB selama lima tahun ke depan, untuk membiayai belanja prioritas infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial. Penguasa menjadikan pajak sebagai sumber pendapatan yang utama bagi negara. Padahal Indonesia memiliki banyak hasil sumber daya alam baik itu dari hasil pertanian, perkebunan bahkan pertambangan. Sumber daya alam yang melimpah ruah dibiarkan dijarah oleh para manusia serakah demi memuaskan nafsu duniawi. Di mana kesejahteraan bagi rakyat sendiri? Bagai Fatamorgana yang tak bertepi.

Seharusnya seluruh hasil sumber daya alam dikelola oleh negara dan dikembalikan kepada rakyat. Dengan menjamin kebutuhan hidup rakyat, diantaranya pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan sebagainya. Tetapi saat ini penguasa seolah abai terhadap urusan rakyatnya. Meminimalisir peran negara dalam mengurus rakyat dengan menyerahkan kepada swasta. Jelas nyata bukti kebobrokan paham neoliberal yang diadopsi rezim penguasa, menjadikan rakyat hanya sebagai objek pemerasan melalui berbagai aturan pajak yang memberatkan rakyat.

Berbeda dengan pandangan Islam, sumber utama pendapatan negara bukan dari pajak melainkan dari hasil pengelolaan sumber daya alam serta pemungutan pajak terhadap kafir dzimmi. Adapun ketika mengharuskan membayar iuran, yakni saat kas baitul mal dalam keadaan kosong dan itu pun hanya di kenakan di antara orang-orang kaya saja. Menurut Al-Maliki, hukum Islam mengharamkan negara menguasai harta benda rakyat dengan kekuasaannya. Jika negara mengambilnya dengan menggunakan kekuatan dan cara paksa, berarti merampas. Padahal, hukum merampas adalah haram.

Islam datang sebagai seperangkat aturan kehidupan bagi manusia dari Sang Pencipta. Tidak serta merta hanya mengisi kebutuhan spiritual belaka, tetapi merupakan peraturan hidup yang sempurna. Baik dalam hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, bahkan hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Islam mengatur hajat hidup orang banyak, Apatah lagi terkait sumber daya alam yang melimpah ruah. Ia nya dikelola oleh negara kemudian di kembalikan kepada rakyat untuk memenuhi kebutuhan bersama.  Rasulullah bersabda, “Orang-orang Muslim itu bersyirkah dalam tiga hal, dalam hal padang rumput, air dan api.” (HR Sunan Abu Daud, no 3745).

Solusi dari problematika ini adalah dengan menerapkan seperangkat aturan hidup dari Sang Pencipta, yaitu menerapkan sistem Islam dalam kehidupan bernegara. Karena hanya Islam yang mampu menyejahterakan rakyat dan mengusir para penjarah kekayaan alam ini dari bumi pertiwi. Wallahu A'lam bish-shawab.

Novita Tristyaningsih

Muslimah Peduli Umat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Rabu, 19 Feb 2020 04:58

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Rabu, 19 Feb 2020 03:21

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Rabu, 19 Feb 2020 02:44

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Rabu, 19 Feb 2020 01:53

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

Rabu, 19 Feb 2020 00:53

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Selasa, 18 Feb 2020 23:58

Hadits

Hadits "Tidak Ada Penularan Penyakit", Apa Maksudnya?

Selasa, 18 Feb 2020 23:39

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Selasa, 18 Feb 2020 22:45

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Selasa, 18 Feb 2020 21:00

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Selasa, 18 Feb 2020 20:30

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Selasa, 18 Feb 2020 20:01

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Selasa, 18 Feb 2020 18:42

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Selasa, 18 Feb 2020 18:41

Salah Urus

Salah Urus

Selasa, 18 Feb 2020 18:40

Universitas Muhammadiyah Surabaya Jadi Sponsor Persebaya Musim Ini

Universitas Muhammadiyah Surabaya Jadi Sponsor Persebaya Musim Ini

Selasa, 18 Feb 2020 17:00

Sekolah yang Tak Mendidik

Sekolah yang Tak Mendidik

Selasa, 18 Feb 2020 16:29

Bayar SPP Pakai GoPay, Said Didu Ingatkan Nadiem Makarim Soal Korupsi

Bayar SPP Pakai GoPay, Said Didu Ingatkan Nadiem Makarim Soal Korupsi

Selasa, 18 Feb 2020 16:11

Banjir DKI Kok Surveinya Di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya Di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Selasa, 18 Feb 2020 15:00

Kepala BPIP Ditantang Debat Terbuka Majelis Mujahidin

Kepala BPIP Ditantang Debat Terbuka Majelis Mujahidin

Selasa, 18 Feb 2020 14:57

Liberalisasi Suburkan Bisnis Ngeri (Klinik Aborsi)

Liberalisasi Suburkan Bisnis Ngeri (Klinik Aborsi)

Selasa, 18 Feb 2020 12:34


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X