Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.570 views

Penyintas COVID-19 Bagikan Pengalaman Menarik di Webinar ARM HAIPB

BOGOR (voa-islam.com)--Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (ARM HAIPB) menggelar webinar bertajuk "Perilaku Hidup Aman dan Sehat Saat Pandemi, Belajar dari Para Penyintas COVID-19" pada Sabtu (10/10/2020).

Narasumber acara tersebut Ir. Imam Teguh Saptono, MM (Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia) dan Lely Pelitasari SP, ME (Wakil Ketua Ombudsman RI) selaku penyintas, serta Juhaeri Muchtar Ph.D (Vice Presiden Sanofi) selaku pakar epidemiologi. Sekitar 250 peserta mengikuti webinar yang dipandu CEO Kubik Leadership Jamil Azzaini. Ada peserta mengaku sedang isolasi mandiri, selain juga survivor Covid-19.

Ketua HA IPB Fathan Kamil dalam sambutannya mengatakan, webinar ini  bagian dari komitmen Himpunan Alumni IPB dalam berkhidmad kepada bangsa. "Di saat kondisi bangsa yang cukup memprihatinkan sementara negara dalam keterbatasan, harus ada inisiatif dari komponen bangsa untuk berkontribusi, jadi kita ingin menyebarkan energi positif melalui acara ini," ujarnya membuka diskusi.

Diskusi diawali dengan kisah Lely Pelitasari yang positif Covid-19 di awal pandemi. Mulanya, Lely mengaku tidak percaya karena kondisi badannya tanpa gejala. "Saya di swab bukan karena sakit tetapi karena prokoler, namun ketika rumah sakit mengabarkan positif saya sempat kaget, khawatir orang-orang di rumah dan lingkungan kantor juga kena," katanya. Meski demikian, Lely berusaha tidak panik. "Kalau saya panik keluarga akan lebih panik lagi," tuturnya.

Dalam masa isolasi di rumah sakit selama 14 hari, Lely merasa badan hangat dan sakit tenggorokan. Karenanya, ia selalu menyediakan air panas dan madu serta air garam untuk meredakan sakit tenggorokan. "Selama isolasi yang membuat drop itu pikiran, dan itu berdampak ke fisik. Jadi, kita harus berusaha jangan panik," tuturnya.

Lely mengaku banyak hikmah yang didapat setelah sembuh. Ia lebih peduli kepada sesama dan peduli tentang kesehatan dengan mengubah gaya hidup. "Selama bekerja di Ombudsman saya jarang olahraga, sekarang saya harus terus berolahraga. Jadi jaga raga jaga jiwa, setiap malam sebelum tidur saya selalu membaca Qur'an, kondisi lebih tenang dan bangun pagi badan juga lebih enak," ungkapnya.

Lain cerita, pengalaman Imam Teguh Saptono saat terkena virus Corona kondisinya cukup parah. Padahal Imam termasuk orang yang peduli dengan kesehatan, ia rutin dua kali seminggu berolahraga dan selalu cek kesehatan setiap tahun. "Saya percaya Covid ini ringan karena merasa badan kuat, bahkan sebelum viral obat-obat yang bisa mengatasi Covid seperti probiotik itu saya sudah minum, termasuk vitamin, madu, habat juga saya minum. Apalagi saya termasuk percaya teori konspirasi walaupun tetap percaya bahwa Covid itu ada. Jadi dengan keyakinan itu saya punya perasaan menyangkal bisa terkena Covid," tuturnya.

Saat terkena virus, Imam merasakan sesak nafas, badan menggigil dan sulit tidur, selera makannya pun hilang. Ketika itu, dokter memasang ventilator untuk membantu pernafasannya. "Dan saya sempat diare di malam hari, jadi tidak bisa tidur, badan pun lemas dan 'kunang-kunang'. Di saat kondisi kritis saya sudah tidak bisa mengangkat tangan, namun masih bisa menanyakan hari. Saya ingat ketika itu Kamis dan kalaupun harus meninggal saya berharap besoknya (Jumat). Kemudian saya pun minta video call ke istri dan keluarga untuk minta maaf dan minta terus didoakan," kata Imam.

"Dan bagi seorang Muslim saat itu posisi saya merasa sedang di tengah-tengah antara yakin akan rahmat Allah namun ada ketakutan karena merasa kurang taat," tambahnya.

Kondisi makin parah, kaki tangan sempat diikat dan badan sudah banyak kabel. "Mesin berkontribusi 80%, paru-paru tertutup, laju endap darah maksimal 300 saya sampai 3.000, saya juga terkena sindrom badai sitokin yang itu bisa membahayakan organ-organ lain. Saya merasa saat itulah titik terendah, namun alhamdulillah dengan banyak berdoa saya bisa melewati itu dan berangsur sembuh," ujar mantan Dirut BNI Syariah tersebut.

Bahkan, lanjut Imam, ia termasuk pasien yang mampu melewati masa kritis dengan cepat. "Biasanya pasien memakai ventilator selama seminggu sampai dua minggu, tetapi saya hanya empat hari. Kata dokter, rata-rata cuma 3 dari 5 orang yang bangun (selamat) pasca ventilator," katanya.

Salah satu yang membuatnya sembuh adalah penyemangat dari keluarga dan sahabat. Imam dikirimi video dan pesan suara dari sang istri, keluarga dan para sahabatnya. Mereka memberikan semangat dan mendoakan Imam cepat sembuh. 

"Saya menilai virus ini punya 'surat tugas' masing-masing, sudah ada yang ditujunya. Keluarga dan teman yang sebelumnya aktivitas bersama semuanya negatif. Jadi jangan panik tapi juga jangan anggap enteng. Menjaga protokol kesehatan adalah wajib karena itu wujud kesyukuran, karena menjaga kesehatan adalah wujud syukur kepada Allah," tandas Imam.

Berikutnya, informasi seputar virus Covid-19 disampaikan oleh pakar evidomologi Juhaeri Muchtar. Ia alumni IPB yang saat ini menetap di Amerika Serikat dan menjadi Vice Presiden Sanofi, salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia.

Juhaeri membandingkan menurut angka insidensi, di Indonesia dari 10 ribu penduduk 12 orang yang positif dengan di Amerika dari 10 ribu penduduk 230 yang positif. Sementara tingkat kematian di Indonesia 3,6 % lebih tinggi dari Amerika 2,7 %. "Dengan jumlah penduduk yang sama-sama banyak, apakah itu menunjukkan bahwa deteksi, isolasi atau treatment kita lebih baik atau imunitas warga Indonesia lebih kuat atau mungkin sistem deteksi yang belum lengkap," kata dia.

Terkait vaksin, Juhaeri mengingatkan agar jangan terlalu cepat meyakini karena harus benar-benar diuji. "Di Oxford sudah sempat didengung-dengungkan penemuan vaksinnya tapi ternyata masih ada efek negatifnya yang berbahaya, itu sebagai contoh. Produksi harus melalui beberapa tahap dan itu perlu waktu, dan kita berharap mudah-mudahan vaksin segera hadir namun menurut saya pertengahan 2021 baru ada," ungkapnya.

Ia khawatir jika terburu-buru meyakini vaksin, masyarakat menjadi eforia sehingga mengabaikan protokol kesehatan. "Saya mengingatkan seandainya sudah ada vaksin kita tetap memakai protokol kesehatan," pesannya.

Dalam menghadapi pandemi saat ini, Juhaeri menyampaikan tiga pesan sebagai kalimat penutup. Pertama, adaptasi dengan kehidupan. "Gaya hidup harus diperbaiki, hubungan dengan Tuhan perbaiki, dengan sesama manusia juga diperbaiki," pesannya.

Yang kedua, kita harus tahan banting, karena menurut Juhaeri masa pandemi ini masih panjang. Dan yang ketiga, jangan berhenti berusaha. Semua pihak harus terus berupaya agar pandemi ini bisa segera berlalu.

Acara diskusi semakin menarik dengan adanya pengalaman dari Prof Roy Sembel saat terkena Covid di Amerika dan cerita Artati Widiarti, Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang saat ini masih menjalani isolasi karena positif COVID-19. Dari pengalaman keduanya disimpulkan bahwa sikap positif sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Lebih seratus chat komentar ditulis peserta. Umumnya mereka merasa sangat beruntung bisa mengikuti diskusi online ini. Mereka berharap diskusi semacam ini bisa diadakan kembali oleh ARM HA IPB.

Diskusi ditutup oleh moderator Jamil Azzaini dengan mengajak semua pihak mendekat kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar memberikan pertolongannya untuk kita semua.* [Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Intens Gerakan Pengendalian Tembakau, Muhammadiyah Raih Penghargaan WHO

Intens Gerakan Pengendalian Tembakau, Muhammadiyah Raih Penghargaan WHO

Senin, 14 Jun 2021 07:23

Kasus Covid Kembali Melonjak, Gubernur Anies Instruksikan Kewaspadaan kepada Semua Pihak

Kasus Covid Kembali Melonjak, Gubernur Anies Instruksikan Kewaspadaan kepada Semua Pihak

Senin, 14 Jun 2021 07:08

Riset CTIEF tentang Dana Haji

Riset CTIEF tentang Dana Haji

Ahad, 13 Jun 2021 22:33

Perangi Rokok dengan Pendekatan Budaya, Abdul Mu’ti Protes: Kudus Bukan Kota Kretek

Perangi Rokok dengan Pendekatan Budaya, Abdul Mu’ti Protes: Kudus Bukan Kota Kretek

Ahad, 13 Jun 2021 22:08

PAN Desak Pemerintah Cabut Draf RUU 'Pajak Pendidikan'

PAN Desak Pemerintah Cabut Draf RUU 'Pajak Pendidikan'

Ahad, 13 Jun 2021 21:45

Azerbaijan Bebaskan 15 Tentara Armenia Dengan Imbalan Peta 97.000 Ranjau Di Nagorno-Karabakh

Azerbaijan Bebaskan 15 Tentara Armenia Dengan Imbalan Peta 97.000 Ranjau Di Nagorno-Karabakh

Ahad, 13 Jun 2021 21:20

Innalillahi, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Wafat

Innalillahi, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Wafat

Ahad, 13 Jun 2021 21:15

TuanTanah Di Maroko Tolak Sewakan Lahan Untuk Diplomat Israel

TuanTanah Di Maroko Tolak Sewakan Lahan Untuk Diplomat Israel

Ahad, 13 Jun 2021 21:00

Your Life is Your Choice!

Your Life is Your Choice!

Ahad, 13 Jun 2021 20:52

Hamas: Hasutan UEA Sejalan Dengan Propaganda Israel

Hamas: Hasutan UEA Sejalan Dengan Propaganda Israel

Ahad, 13 Jun 2021 20:00

Jihad Islam Serukan Persatuan Untuk Melawan 'Pos Pemeriksaan Kematian' Israel

Jihad Islam Serukan Persatuan Untuk Melawan 'Pos Pemeriksaan Kematian' Israel

Ahad, 13 Jun 2021 18:55

Soal Capres 2024, Fahri Hamzah: Bukan Bicara Figur Doang, Tapi Idenya Apa?

Soal Capres 2024, Fahri Hamzah: Bukan Bicara Figur Doang, Tapi Idenya Apa?

Ahad, 13 Jun 2021 17:20

Rawwan Dwaik, Gadis Down Syndrome Penghapal Quran 30 Juz

Rawwan Dwaik, Gadis Down Syndrome Penghapal Quran 30 Juz

Ahad, 13 Jun 2021 12:40

Fahri Kritik Pegawai KPK yang Marah Tak Lulus TWK, Giri Suprapdiono Balas Menohok

Fahri Kritik Pegawai KPK yang Marah Tak Lulus TWK, Giri Suprapdiono Balas Menohok

Sabtu, 12 Jun 2021 21:48

Politisi Gerindra: PPN Sembako Korbankan Rakyat Kecil

Politisi Gerindra: PPN Sembako Korbankan Rakyat Kecil

Sabtu, 12 Jun 2021 21:08

Analisis: Strategi Hamas Dan Perang Asimetris Melawan Israel

Analisis: Strategi Hamas Dan Perang Asimetris Melawan Israel

Sabtu, 12 Jun 2021 20:45

Zulhas: PAN dan Muhammadiyah Bagi Tugas, Tolak PPN Pendidikan

Zulhas: PAN dan Muhammadiyah Bagi Tugas, Tolak PPN Pendidikan

Sabtu, 12 Jun 2021 20:41

HRS Ulama Terzalimi

HRS Ulama Terzalimi

Sabtu, 12 Jun 2021 20:15

Ribuan Warga Kanada Berunjuk Rasa Mengecam Islamofobia Setelah Pembunuhan Keluarga Muslim

Ribuan Warga Kanada Berunjuk Rasa Mengecam Islamofobia Setelah Pembunuhan Keluarga Muslim

Sabtu, 12 Jun 2021 20:15

Hapus Saja Dewan Komisaris BUMN

Hapus Saja Dewan Komisaris BUMN

Sabtu, 12 Jun 2021 19:57


MUI

Must Read!
X