Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.198 views

Generasi Sandwich Terbelit di Sistem yang Pelit

 

Oleh: Diana Rahayu

Hangat perbincangan soal generasi sandwich seolah memancing banyak pakar untuk berlomba memberi solusi. Rata-rata solusi yang ditawarkan adalah mengelola finansial agar lebih mapan dan stabil. Pengelolaan keuangan dengan perencanaan pemasukan serta kemungkinan tambahan dari pos lain. Serta pengaturan pengeluaran secara bijak, diharapkan mampu memenuhi semua tuntutan kebutuhan dari “jepitan atas dan bawah” bisa diselesaikan.

Disamping itu disarankan juga mengelola psikologis dengan berbagai tips. Mulai dari melakukan bonding dengan keluarga, melakukan me time, hingga men-sugesti diri untuk berfikir positif. Bonding dengan keluarga agar ada sandaran saat lelah, berbagi tugas saat berat dan meminta bantuan saat tak lagi sanggup menanggung beban psikologis. Pun memastikan diri bisa mengistirahatkan hati dan pikiran dengan me time sehingga beratnya tekanan bisa diurai dengan suasana indah dan bahagia saat memanjakan diri. Dan ujung dari penerimaan beban himpitan dipaksa dengan men-sugesti diri dengan  positif thinking.

Jika melihat pengenalan istilah yang telah muncul sejak tahun 1981 oleh Dorothy Miller dan Elaine Brody, sampai dengan tahun 2021 masalah generasi sandwich telah bergulir selama  40 tahun. Itu berarti waktu bergulirnya penyelesaiannya pun telah terentang seumur generasi sandwich itu sendiri. Yaitu generasi "terjepit" yang berusia 40-an, 50-an, atau 60-an yang diapit di antara orang tua yang menua, anak-anak dan cucu-cucu dewasa. Atau mereka yang berusia 20-an, 30-an dan 40-an, dengan anak kecil, orang tua dan kakek-nenek yang lanjut usia. Generasi ini bertanggung jawab merawat orang tua dan anak-anak mereka pada saat yang sama. (Wikipedia)

Panjangnya rentang waktu dari pengenalan istilah generasi sandwich hingga kini menjadi viral, menunjukkan bahwa sebenarnya ancaman tekanan beban pada generasi ini belumlah tuntas terselesaikan. Dari sekian banyak solusi dan tips yang ditawarkan seolah belum mampu menjawab dan menguatkan pijakan generasi sandwich, untuk bertahan dalam jepitan menjalankan semua fungsi tugas pemenuhan kebutuhan. Lantas apakah solusi yang ditawarkan memang tak kapabel menjawab masalah mereka? Ataukah ada hal lain yang menjerat kehidupan generasi ini hingga tak mampu bangkit?

Bicara solusi pengelolaan finansial yang ditawarkan untuk generasi sandwich, seolah menuju jalan buntu di kehidupan perekonomian yang sedang tergoncang krisis akibat pandemi. Jauh sebelum pandemi ada pun, fluktuasi perekonomian kapitalistik yang berbasis ribawi ibarat roller coaster yang sering terjun bebas akibat rapuhnya sistem ini. Sistem ekonomi yang dibajak oleh para kapital pemilik modal dengan menekan rakyat untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, hanyalah menyisakan masalah kesenjangan ekonomi yang makin lebar. Hingga perencanaan untuk mendapat pemasukan ekonomi yang lebih untuk mencukupi “kebutuhan dari 2 himpitan”, sangat sulit diraih di sistem ekonomi kapitalis ini.

Pengelolaan pengeluaran pun begitu sulit dikendalikan. Hal-hal pokok kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah, biaya kesehatan, biaya transportasi dan lain-lain, begitu tinggi dan tak tergapai oleh sebagian besar masyarakat terutama generasi sandwich. Tak hadirnya negara dalam memberikan pemenuhan hak-hak dasar mereka dan hanya berfungsi sebagai regulator, membuat komplit kesengsaraan dan tekanan ekonomi bagi masyarakat.

Himpitan tekanan ekonomi yang berat di sistem kapitalistik, akan berimbas pada beban psikologis. Andai bonding keluarga telah terjalin, jalinan yang ada adalah jalinan antar orang yang tertekan. Jalinan ini tentunya tak akan berujung karena masing-masing membutuhkan sandaran dan bantuan. Me time pun menjadi sebatas angan-angan di tengah harus bergelutnya generasi ini memenuhi kebutuhan perut keluarga. Hingga ujung upaya untuk tegar men-sugesti diri dengan berfikir positif akan berakhir sia-sia.

Sungguh semakin lengkap tekanan yang tercipta akibat sistem kapitalis yang tengah mengepung generasi sandwich ini karena lahir dari rahim ideologi sekuler. Ideologi yang melepas agama dari kehidupan serta mengabaikan keimanan pada keseharian inilah, yang akan terus menjerat generasi sandwich dalam kepelikan tekanan. Betapapun banyak solusi dan tips yang disuguhkan, pelitnya sistem ekonomi kapitalis akan terus membelit generasi sandwich dalam kerumitan masalah.

Maka tak ada jalan lain untuk membuka belitan masalah generasi sandwich dan seluruh generasi umat, kecuali dengan melepas sistem pelit sekuler kapitalis. Menggantikannya dengan sistem terbaik yang jauh dari sifat pelit. Sistem yang mengurus seluruh kebutuhan rakyatnya dengan kebaikan dan menumbuhkan sikap optimis karena keimanan yang sempurna terhadap Rabb-nya. Wallahu’alam bishowwab. (rf/voa-islam)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Kamis, 28 Oct 2021 14:00

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kamis, 28 Oct 2021 13:55

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Kamis, 28 Oct 2021 12:25

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Kamis, 28 Oct 2021 10:18

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

Kamis, 28 Oct 2021 08:09

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Rabu, 27 Oct 2021 23:34

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Rabu, 27 Oct 2021 23:16

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Rabu, 27 Oct 2021 23:08

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Rabu, 27 Oct 2021 22:50

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Rabu, 27 Oct 2021 22:15

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Rabu, 27 Oct 2021 21:55

Waspada Propaganda LGBT

Waspada Propaganda LGBT

Rabu, 27 Oct 2021 18:49

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Rabu, 27 Oct 2021 18:28

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Rabu, 27 Oct 2021 17:30

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Rabu, 27 Oct 2021 11:49

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Rabu, 27 Oct 2021 09:56

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Rabu, 27 Oct 2021 09:36

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Rabu, 27 Oct 2021 07:47

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Rabu, 27 Oct 2021 07:37

Menag dan Kegaduhan

Menag dan Kegaduhan

Selasa, 26 Oct 2021 23:28


MUI

Must Read!
X