Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.907 views

Mewaspadai Bangkrutnya Krakatau Steel, di Mana Peran Negara?

 

Oleh: Alfiyah Kharomah

PT Krakatau Steel (KS) melakukan upaya restrukturisasi terhadap jumlah karyawannya. Berdasarkan surat No. 73/Dir.sdm-ks/ 2019 perihal Restrukturisasi Organisasi PT KS (Persero) Tbk. PT KS telah mengurangi posisi dan jumlah karyawan sebesar 30% dari total posisi dan jumlah karyawan.

Dalam surat tertulis, hinggga Maret 2019, jumlah posisi di PT KS sebanyak 6.264 posisi dengan jumlah pegawai sebanyak 4.453 orang. Hingga tahun 2022 mendatang, KS akan melakukan perampingan posisi menjadi 4.352 posisi dengan pengurangan pegawai berkisar di angka 1.300 orang. Karena hal ini, ribuan buruh dari sejumlah perusahaan di bawah PT KS melakukan unjuk rasa menolak rencana restrukturisasi dan PHK sepihak. Mereka juga mengungkap rencana PHK pada 2.600 karyawan outsourcing di bagian produksi baja KS tersebut setelah Agustus 2019.

Bobroknya internal KS semakin mencuat setelah komisaris independen Roy maningkas keluar dari KS dikarenakan perbedaan pendapat terkait proyek Blast Furnace. Ia mengatakan banyaknya praktek korupsi dan tangan-tangan yang bermain untuk mengambil keuntungan dari proyek tersebut. Ini terlihat dari mangkraknya proyek yang harusnya selesai tahun 2015. Akibat terjadinya over run atau kelebihan waktu mulai beroperasi, investasi yang seharusnya Rp 7 triliun akhirnya membengkak sekitar Rp 3 triliun menjadi sekitar Rp 10 triliun. Apabila diteruskan, maka akan berpotensi menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 1,3 T.

Krakatau Steel Bermasalah, Apa Langkah Pemerintah?

Gejala krakatau steel bermasalah mulai nampak dari laporan perusahaan yang mengalami kerugian selama tujuh tahun berturut-turut. Pada 2018, perseroan membukukan rugi sebesar US$77 juta atau senilai Rp1,08 triliun. Melonjaknya beban keuangan KS juga tidak terlepas dari jumlah utang perseroan. Dalam Laporan Tahunan 2018, beban keuangan KS sepanjang 2018 mencapai US$112 juta atau setara dengan Rp1,57 triliun (kurs Rp14.038 per dolar AS). Hingga 2018, total utang perusahaan mencapai US$2,49 miliar yang terdiri dari utang jangka pendek US$1,60 miliar dan jangka panjang US$899 juta. Bila diakumulasikan mencapai sekitar US$ 2,6 miliar itu sekitar Rp 35-40 triliun.

Pemerintah haruslah segera melakukan penyelamatan terhadap Krakatau Steel yang terus berdarah-darah. Namun, alih-alih melakukan perbaikan, pemerintah melalui Permendag Nomor 22 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi dan Baja telah mengakibatkan Cina menyerbu pasar Baja Indonesia. Dampak dari banjir baja impor tentunya akan mematikan industri baja nasional karena produk baja nasional kalah bersaing.

Pemerintah juga mengijinkan perusahaan baja Cina Hebei Bishi Steel beroperasi di Kendal. Dengan menggandeng PT Seafer Kawasan Industri, rencananya pabrik itu akan menjadi pabrik terbesar se Asia. Dengan nilai investasi sebesar US$ 2,54 Miliar, sesuai PP 24/ 2018, industri strategis, seperti baja, secara otomatis mendapatkan Tax holiday selama 20 tahun. Ini menjadikan PT KS semakin berat menjalankan perang dagang di negeri sendiri. Sehingga KS kesulitan untuk memenuhi kewajiban hutang dan menghasilkan laba dalam periode yang ditentukan

Untuk menyelamatkan kondisi KS, Dirut PT KS, Silmy Karim menempuh strategi restrukturisasi. Alih-alih mampu menyelamatkan industri strategis, kebijakan bernafaskan ekonomi kapitalis yang diadopsi ini justru akan menjerumuskan PT KS ke dalam jurang privatisasi. Kebijakan yang diambil oleh Dirut KS ini adalah versi halus dari privatisasi BUMN. Restrukturisasi tidak akan mampu menyentuh akar persoalan. Strategi tambal sulam, gali lobang tutup lobang ini hanya akan membunuh KS pelan-pelan.

Pasalnya, sebagai emiten plat merah, PT Krakatau Steel harusnya yang paling diuntungkan, di tengah pembangunan infrastruktur yang masif. Namun rupanya, selama 4,5 tahun infrastruktur digenjot, produk baja yang dihasilkan PT KS tidak terserap secara signifikan. Implikasinya, PT KS mengalami kelebihan produksi dan merugi. Justru kran impor baja Cina yang harganya dumping meningkat akibat Permendag. Ditambah lagi realokasi pabrik baja Cina di Kendal menjadi ancaman terbesar perusahaan ini. Jangankan meningkatkan penjualannya, bangkrutnya perusahaan ini bukanlah hal yang utopis. Dengan kata lain, KS maju kena, mundur juga pasti akan kena privatisasi.

Menelusuri Ambruknya Krakatau Steel

Mindset kapitalistik dan liberal menjadi nyawa bagi politik industri di Indonesia. Rezim saat ini dinilai sangat lemah visi politiknya. Negara dipaksa mengkonsumsi baja impor dalam tender bernama infrastruktur. Mayoritas pemegang kontraknya adalah Cina lewat kebijakan-kebijakan neoliberal dan deal-deal politik. Ditambah lagi nyawa kapitalistik mendarah daging di jajaran pemegang kebijakan, mental korup memperparah keadaan. Ironisnya, Indonesia justru menjadi pasar empuk bagi industri baja Cina, disaat PT KS sedang menaikan produksi bajanya.

Negara juga abai dalam urusan pembangunan industri berat. Berbagai aturan yang dibuat terkait industri berat sangat menguntungkan asing-aseng dan merugikan perusahaan negeri sendiri. Pemerintah salah urus dalam memelihara industrinya, sehingga membiarkan pabrik yang dulunya bernama pabrik baja Trikora ini berjalan sendiri mencari pasarnya.

Mindset Kapitalis yang dimiliki Asing-Aseng menjadikan Indonesia sebagai negara terjajah dari segi ekonomi, dan tidak akan membiarkannya untuk bangkit dan mandiri mengurus industrinya sendiri. Bahkan, mereka bila perlu akan mematikan perusahaan yang dijuluki mother of industry ini agar tak memiliki pesaing lagi.

Hutang yang menumpuk bisa menjadi alibi bagi negara untuk melakukan divestasi (baca: menjual) aset-aset strategis untuk menutup defisit perusahaan. Awalnya, anak perusahaan, tidak menutup kemungkinan PT KS akan mengalami nasib yang sama. Karena inilah yang diinginkan oleh para kapitalis Asing. Hendaknya kita belajar, bagaimana negara melakukan penjualan Indosat kepada STT Singapore, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Ooredo group dari Qatar.

Sebenarnya, PT Krakatau Steel merupakan industri baja strategis yang memiliki 11 anak perusahaan, mustahil baginya mengalami kebangkrutan. Indonesia sangat memungkinkan menjadi negara terbesar penghasil baja, karena Indonesia sendiri memiliki kekayaan tambang bijih besi yang tersebar di kepulauan nusantara. Contoh Sumatera saja, deposit atau cadangan bahan tambang bijih besi sekitar 158 juta ton dan juga 62.800 meter kubik terutama di Provinsi Sumatera Barat per tahun 2007. Di Jawa, dari hasil eksploitasi didapatkan hasil berupa pasir besi sebanyak 2.655.236 ton dengan kandungan rata – rata 51,7% Fe. Belum lagi tambang yang tersebar di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dengan catatan apabila dikelola dengan benar.

Islam Punya Solusi

Islam dengan seperangkat sistem yang berbasis syari’at akan mampu menyelamatkan industri ini. Islam dalam naungan sistem yang berdaulat akan menghapus sistem ekonomi industri berbasis riba dan saham, mengembalikan industri yang merupakan kepemilikan umum untuk dikelola negara, tidak akan menjual aset perusahaan strategis yang menyokong kebutuhan industri baja, tidak akan berhutang kepada Asing dan Aseng untuk meningkatkan perkembangan industri. Baitul Mal adalah penyokong dana utama industri, tidak akan melakukan kebijakan cost to profit center, karena mindset negara bukanlah untuk mengambil keuntungan semata.

Dengan sistem Islam yang komprehensif, negara tidak hanya menyelamatkan bahkan akan menjadikan Industri baja ini menjadi satu-satunya industri yang memegang kendali kebutuhan baja dalam negeri. Sehingga industri membutuhkan karyawan yang berdaya, ideologis dan memiliki skill yang mumpuni (karena disokong oleh pendidikan yang berbasis ideologi Islam). Negara mampu mensejahterakan karyawan dan tidak akan melakukan kebijakan PHK massal, karena itu bertentangan dengan syari’at Islam. Negara tidak akan membiarkan kran impor terbuka dan swasta menguasai sektor strategis tersebut. Apalagi yang berasal dari negara yang nyata-nyata memerangi Islam.

Islam dalam bentuk sistem negara memiliki politik industri yang berbasis politik perang dan pertahanan. Semua industri, baik industri ringan maupun industri berat, harus dibangun di atas kedua asas tersebut. Karena daulah adalah negara yang berkewajiban mengemban dakwah Islam dengan metode dakwah dan jihad. Dengan misi agungnya, negara harus senantiasa dalam kondisi siap siaga untuk melakukan jihad. Hal ini memungkinkan industri baja tidak hanya melayani infrastruktur, otomotif dan keperluan rumah tangga saja, melainkan juga memproduksi persenjataan nuklir, pesawat antariksa, alutsista dan kendaraan lapis baja.

Oleh karena itu, Industri baja harus dibangun dalam paradigma kemandirian sehingga harus dimiliki oleh negara. Industri baja tidak boleh dimiliki oleh swasta maupun negara lain. Daulah tidak boleh melakukan impor yang membahayakan dan melemahkan daulah. Tak boleh sedikit pun ada peluang yang akan membuat kita menjadi tergantung kepada orang-orang kafir, baik dari sisi teknologi (melalui aturan-aturan lisensi), ekonomi (melalui aturan-aturan pinjaman atau ekspor-impor) maupun politik. Apalagi baja adalah instrumen utama penopang infrastruktur, otomotif, senjata dan alat-alat berat yang pasti dibutuhkan daulah untuk mewujudkan misinya.

Daulah harus memiliki dan menguasai senjata yang paling canggih dan paling kuat. Bagaimanapun bentuk dan tingginya kecanggihan dan perkembangan persenjataan tersebut. Oleh karena itu, industri dalam daulah Islam harus menguasai teknologi industri yang paling canggih. Sehingga efisiensi atau tidaknya Blast furnace tidak hanya menjadi sebuah wacana. Namun, negara sudah pada tataran mewujudkannya apabila memang itu dibutuhkan untuk meningkatkan kecanggihan dan perkembangan pembuatan baja.

“… Allah sekali-kali tak akan memberi jalan pada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (Qs. an-Nisâ’ [4]: 141).

Seluruh industri yang ada, harus mampu dimodifikasi untuk menyediakan keperluan untuk jihad pada saat dibutuhkan. Industri alat-alat berat yang pada saat damai akan membuat kereta api, infrastruktur atau alat-alat dapur, pada saat perang harus mampu dengan cepat disulap menjadi industri alat perang.

Dengan begitu Daulah dapat menggentarkan musuh-musuhnya, baik musuh yang nyata maupun musuh yang laten. Demikian sebagaimana firman Allah SWT:

“Siapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang, (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya” (TQS al-Anfal [8]: 60).

Kebijakan Politik Industri berbasis politik perang juga nampak pada militer di masa pemerintahan sultan Muhammad Al Fatih. Ini menjadi bukti tak terbantahkan bagaimana di masa lalu, daulah Khilafah pernah mengalami masa kejayaaan militernya hingga mampu menaklukan konstantinopel. Beliau mengembangkan alutsista paling canggih yang pernah dimiliki dunia pada saat itu. Daulah membeli teknologi Orban, seorang ahli senjata dari Hungaria, kemudian memproduksinya. Jadilah sebuah meriam raksasa dengan panjang 8,2 meter, diameter 760 centimeter, mampu melontarkan bola besi seberat 680 kg sejauh 1,6 kilometer. Meriam ini dikenal dengan nama “The Muhammed’s Greats Gun”. Wallahu’alam bi ash-Showab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Haftar Serukan Pasukannya Targetkan 'Kolonial' Turki Setelah Derita Kerugian Besar

Haftar Serukan Pasukannya Targetkan 'Kolonial' Turki Setelah Derita Kerugian Besar

Ahad, 24 May 2020 22:00

Wanita Iran Berusia 107 Tahun Sembuh dari Infeksi Virus Corona

Wanita Iran Berusia 107 Tahun Sembuh dari Infeksi Virus Corona

Ahad, 24 May 2020 21:45

Presiden Afghanisttan Asraf Ghani Berjanji Percepat Pembebasan Tahanan Taliban

Presiden Afghanisttan Asraf Ghani Berjanji Percepat Pembebasan Tahanan Taliban

Ahad, 24 May 2020 21:34

Anggota DPR RI Kritik Narasi Damai Pemerintah Terhadap Virus Corona

Anggota DPR RI Kritik Narasi Damai Pemerintah Terhadap Virus Corona

Ahad, 24 May 2020 09:35

RUU Omnibus Law Dinilai Berpotensi Mengundang Campur Tangan Rezim terhadap Pers

RUU Omnibus Law Dinilai Berpotensi Mengundang Campur Tangan Rezim terhadap Pers

Ahad, 24 May 2020 08:51

BPJS Naik Kembali, Bukti Setengah Hati Melayani Rakyat

BPJS Naik Kembali, Bukti Setengah Hati Melayani Rakyat

Ahad, 24 May 2020 07:44

Mengenai Zonasi Penyebaran Covid-19, Berikut Tanggapan Haedar Nashir

Mengenai Zonasi Penyebaran Covid-19, Berikut Tanggapan Haedar Nashir

Ahad, 24 May 2020 06:06

‘Kosong-Kosong’: Makna Hakiki Bersilaturahmi

‘Kosong-Kosong’: Makna Hakiki Bersilaturahmi

Ahad, 24 May 2020 05:34

Baju Hari Raya dan Pandemi Corona

Baju Hari Raya dan Pandemi Corona

Ahad, 24 May 2020 05:20

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441H Jatuh Pada 24 Mei 2020

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441H Jatuh Pada 24 Mei 2020

Sabtu, 23 May 2020 23:42

Hari Raya Idul Fitri 1441 H: Memetik Buah Ramadhan

Hari Raya Idul Fitri 1441 H: Memetik Buah Ramadhan

Sabtu, 23 May 2020 22:16

Pakistan Kirim Pasokan Medis ke AS untuk Bantun Amerika Perangi Corona

Pakistan Kirim Pasokan Medis ke AS untuk Bantun Amerika Perangi Corona

Sabtu, 23 May 2020 20:15

FPKS Ajak Masyarakat Kritisi RUU HIP

FPKS Ajak Masyarakat Kritisi RUU HIP

Sabtu, 23 May 2020 19:32

Istiqamah Taat Pasca Ramadhan

Istiqamah Taat Pasca Ramadhan

Sabtu, 23 May 2020 19:23

Efek Corona Raksasa Minyak Dunia Derita Kerugian Lebih 20 Miliar USD Pada Kuartal Pertama 2020

Efek Corona Raksasa Minyak Dunia Derita Kerugian Lebih 20 Miliar USD Pada Kuartal Pertama 2020

Sabtu, 23 May 2020 19:00

Palestina Tolak Pasokan Medis Virus Corona Dari UEA Yang Dikirim Lewat Israel

Palestina Tolak Pasokan Medis Virus Corona Dari UEA Yang Dikirim Lewat Israel

Sabtu, 23 May 2020 13:41

Sepakat Berdamai, Asmadi Satpol PP yang Cekcok dengan Habib Umar Assegaf Dihadiahi Umrah

Sepakat Berdamai, Asmadi Satpol PP yang Cekcok dengan Habib Umar Assegaf Dihadiahi Umrah

Sabtu, 23 May 2020 10:05

Idul Fitri Serentak, Awal Persatuan Ukhuwah yang Tak Terkoyak

Idul Fitri Serentak, Awal Persatuan Ukhuwah yang Tak Terkoyak

Sabtu, 23 May 2020 09:09

Layakkah Penyelenggara Konser Amal Corona Minta Maaf?

Layakkah Penyelenggara Konser Amal Corona Minta Maaf?

Jum'at, 22 May 2020 23:19

Lelang Keperawanan, Kebebasan yang Kebablasan?

Lelang Keperawanan, Kebebasan yang Kebablasan?

Jum'at, 22 May 2020 22:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X