Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.113 views

Mewaspadai Bangkrutnya Krakatau Steel, di Mana Peran Negara?

 

Oleh: Alfiyah Kharomah

PT Krakatau Steel (KS) melakukan upaya restrukturisasi terhadap jumlah karyawannya. Berdasarkan surat No. 73/Dir.sdm-ks/ 2019 perihal Restrukturisasi Organisasi PT KS (Persero) Tbk. PT KS telah mengurangi posisi dan jumlah karyawan sebesar 30% dari total posisi dan jumlah karyawan.

Dalam surat tertulis, hinggga Maret 2019, jumlah posisi di PT KS sebanyak 6.264 posisi dengan jumlah pegawai sebanyak 4.453 orang. Hingga tahun 2022 mendatang, KS akan melakukan perampingan posisi menjadi 4.352 posisi dengan pengurangan pegawai berkisar di angka 1.300 orang. Karena hal ini, ribuan buruh dari sejumlah perusahaan di bawah PT KS melakukan unjuk rasa menolak rencana restrukturisasi dan PHK sepihak. Mereka juga mengungkap rencana PHK pada 2.600 karyawan outsourcing di bagian produksi baja KS tersebut setelah Agustus 2019.

Bobroknya internal KS semakin mencuat setelah komisaris independen Roy maningkas keluar dari KS dikarenakan perbedaan pendapat terkait proyek Blast Furnace. Ia mengatakan banyaknya praktek korupsi dan tangan-tangan yang bermain untuk mengambil keuntungan dari proyek tersebut. Ini terlihat dari mangkraknya proyek yang harusnya selesai tahun 2015. Akibat terjadinya over run atau kelebihan waktu mulai beroperasi, investasi yang seharusnya Rp 7 triliun akhirnya membengkak sekitar Rp 3 triliun menjadi sekitar Rp 10 triliun. Apabila diteruskan, maka akan berpotensi menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 1,3 T.

Krakatau Steel Bermasalah, Apa Langkah Pemerintah?

Gejala krakatau steel bermasalah mulai nampak dari laporan perusahaan yang mengalami kerugian selama tujuh tahun berturut-turut. Pada 2018, perseroan membukukan rugi sebesar US$77 juta atau senilai Rp1,08 triliun. Melonjaknya beban keuangan KS juga tidak terlepas dari jumlah utang perseroan. Dalam Laporan Tahunan 2018, beban keuangan KS sepanjang 2018 mencapai US$112 juta atau setara dengan Rp1,57 triliun (kurs Rp14.038 per dolar AS). Hingga 2018, total utang perusahaan mencapai US$2,49 miliar yang terdiri dari utang jangka pendek US$1,60 miliar dan jangka panjang US$899 juta. Bila diakumulasikan mencapai sekitar US$ 2,6 miliar itu sekitar Rp 35-40 triliun.

Pemerintah haruslah segera melakukan penyelamatan terhadap Krakatau Steel yang terus berdarah-darah. Namun, alih-alih melakukan perbaikan, pemerintah melalui Permendag Nomor 22 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi dan Baja telah mengakibatkan Cina menyerbu pasar Baja Indonesia. Dampak dari banjir baja impor tentunya akan mematikan industri baja nasional karena produk baja nasional kalah bersaing.

Pemerintah juga mengijinkan perusahaan baja Cina Hebei Bishi Steel beroperasi di Kendal. Dengan menggandeng PT Seafer Kawasan Industri, rencananya pabrik itu akan menjadi pabrik terbesar se Asia. Dengan nilai investasi sebesar US$ 2,54 Miliar, sesuai PP 24/ 2018, industri strategis, seperti baja, secara otomatis mendapatkan Tax holiday selama 20 tahun. Ini menjadikan PT KS semakin berat menjalankan perang dagang di negeri sendiri. Sehingga KS kesulitan untuk memenuhi kewajiban hutang dan menghasilkan laba dalam periode yang ditentukan

Untuk menyelamatkan kondisi KS, Dirut PT KS, Silmy Karim menempuh strategi restrukturisasi. Alih-alih mampu menyelamatkan industri strategis, kebijakan bernafaskan ekonomi kapitalis yang diadopsi ini justru akan menjerumuskan PT KS ke dalam jurang privatisasi. Kebijakan yang diambil oleh Dirut KS ini adalah versi halus dari privatisasi BUMN. Restrukturisasi tidak akan mampu menyentuh akar persoalan. Strategi tambal sulam, gali lobang tutup lobang ini hanya akan membunuh KS pelan-pelan.

Pasalnya, sebagai emiten plat merah, PT Krakatau Steel harusnya yang paling diuntungkan, di tengah pembangunan infrastruktur yang masif. Namun rupanya, selama 4,5 tahun infrastruktur digenjot, produk baja yang dihasilkan PT KS tidak terserap secara signifikan. Implikasinya, PT KS mengalami kelebihan produksi dan merugi. Justru kran impor baja Cina yang harganya dumping meningkat akibat Permendag. Ditambah lagi realokasi pabrik baja Cina di Kendal menjadi ancaman terbesar perusahaan ini. Jangankan meningkatkan penjualannya, bangkrutnya perusahaan ini bukanlah hal yang utopis. Dengan kata lain, KS maju kena, mundur juga pasti akan kena privatisasi.

Menelusuri Ambruknya Krakatau Steel

Mindset kapitalistik dan liberal menjadi nyawa bagi politik industri di Indonesia. Rezim saat ini dinilai sangat lemah visi politiknya. Negara dipaksa mengkonsumsi baja impor dalam tender bernama infrastruktur. Mayoritas pemegang kontraknya adalah Cina lewat kebijakan-kebijakan neoliberal dan deal-deal politik. Ditambah lagi nyawa kapitalistik mendarah daging di jajaran pemegang kebijakan, mental korup memperparah keadaan. Ironisnya, Indonesia justru menjadi pasar empuk bagi industri baja Cina, disaat PT KS sedang menaikan produksi bajanya.

Negara juga abai dalam urusan pembangunan industri berat. Berbagai aturan yang dibuat terkait industri berat sangat menguntungkan asing-aseng dan merugikan perusahaan negeri sendiri. Pemerintah salah urus dalam memelihara industrinya, sehingga membiarkan pabrik yang dulunya bernama pabrik baja Trikora ini berjalan sendiri mencari pasarnya.

Mindset Kapitalis yang dimiliki Asing-Aseng menjadikan Indonesia sebagai negara terjajah dari segi ekonomi, dan tidak akan membiarkannya untuk bangkit dan mandiri mengurus industrinya sendiri. Bahkan, mereka bila perlu akan mematikan perusahaan yang dijuluki mother of industry ini agar tak memiliki pesaing lagi.

Hutang yang menumpuk bisa menjadi alibi bagi negara untuk melakukan divestasi (baca: menjual) aset-aset strategis untuk menutup defisit perusahaan. Awalnya, anak perusahaan, tidak menutup kemungkinan PT KS akan mengalami nasib yang sama. Karena inilah yang diinginkan oleh para kapitalis Asing. Hendaknya kita belajar, bagaimana negara melakukan penjualan Indosat kepada STT Singapore, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Ooredo group dari Qatar.

Sebenarnya, PT Krakatau Steel merupakan industri baja strategis yang memiliki 11 anak perusahaan, mustahil baginya mengalami kebangkrutan. Indonesia sangat memungkinkan menjadi negara terbesar penghasil baja, karena Indonesia sendiri memiliki kekayaan tambang bijih besi yang tersebar di kepulauan nusantara. Contoh Sumatera saja, deposit atau cadangan bahan tambang bijih besi sekitar 158 juta ton dan juga 62.800 meter kubik terutama di Provinsi Sumatera Barat per tahun 2007. Di Jawa, dari hasil eksploitasi didapatkan hasil berupa pasir besi sebanyak 2.655.236 ton dengan kandungan rata – rata 51,7% Fe. Belum lagi tambang yang tersebar di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dengan catatan apabila dikelola dengan benar.

Islam Punya Solusi

Islam dengan seperangkat sistem yang berbasis syari’at akan mampu menyelamatkan industri ini. Islam dalam naungan sistem yang berdaulat akan menghapus sistem ekonomi industri berbasis riba dan saham, mengembalikan industri yang merupakan kepemilikan umum untuk dikelola negara, tidak akan menjual aset perusahaan strategis yang menyokong kebutuhan industri baja, tidak akan berhutang kepada Asing dan Aseng untuk meningkatkan perkembangan industri. Baitul Mal adalah penyokong dana utama industri, tidak akan melakukan kebijakan cost to profit center, karena mindset negara bukanlah untuk mengambil keuntungan semata.

Dengan sistem Islam yang komprehensif, negara tidak hanya menyelamatkan bahkan akan menjadikan Industri baja ini menjadi satu-satunya industri yang memegang kendali kebutuhan baja dalam negeri. Sehingga industri membutuhkan karyawan yang berdaya, ideologis dan memiliki skill yang mumpuni (karena disokong oleh pendidikan yang berbasis ideologi Islam). Negara mampu mensejahterakan karyawan dan tidak akan melakukan kebijakan PHK massal, karena itu bertentangan dengan syari’at Islam. Negara tidak akan membiarkan kran impor terbuka dan swasta menguasai sektor strategis tersebut. Apalagi yang berasal dari negara yang nyata-nyata memerangi Islam.

Islam dalam bentuk sistem negara memiliki politik industri yang berbasis politik perang dan pertahanan. Semua industri, baik industri ringan maupun industri berat, harus dibangun di atas kedua asas tersebut. Karena daulah adalah negara yang berkewajiban mengemban dakwah Islam dengan metode dakwah dan jihad. Dengan misi agungnya, negara harus senantiasa dalam kondisi siap siaga untuk melakukan jihad. Hal ini memungkinkan industri baja tidak hanya melayani infrastruktur, otomotif dan keperluan rumah tangga saja, melainkan juga memproduksi persenjataan nuklir, pesawat antariksa, alutsista dan kendaraan lapis baja.

Oleh karena itu, Industri baja harus dibangun dalam paradigma kemandirian sehingga harus dimiliki oleh negara. Industri baja tidak boleh dimiliki oleh swasta maupun negara lain. Daulah tidak boleh melakukan impor yang membahayakan dan melemahkan daulah. Tak boleh sedikit pun ada peluang yang akan membuat kita menjadi tergantung kepada orang-orang kafir, baik dari sisi teknologi (melalui aturan-aturan lisensi), ekonomi (melalui aturan-aturan pinjaman atau ekspor-impor) maupun politik. Apalagi baja adalah instrumen utama penopang infrastruktur, otomotif, senjata dan alat-alat berat yang pasti dibutuhkan daulah untuk mewujudkan misinya.

Daulah harus memiliki dan menguasai senjata yang paling canggih dan paling kuat. Bagaimanapun bentuk dan tingginya kecanggihan dan perkembangan persenjataan tersebut. Oleh karena itu, industri dalam daulah Islam harus menguasai teknologi industri yang paling canggih. Sehingga efisiensi atau tidaknya Blast furnace tidak hanya menjadi sebuah wacana. Namun, negara sudah pada tataran mewujudkannya apabila memang itu dibutuhkan untuk meningkatkan kecanggihan dan perkembangan pembuatan baja.

“… Allah sekali-kali tak akan memberi jalan pada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (Qs. an-Nisâ’ [4]: 141).

Seluruh industri yang ada, harus mampu dimodifikasi untuk menyediakan keperluan untuk jihad pada saat dibutuhkan. Industri alat-alat berat yang pada saat damai akan membuat kereta api, infrastruktur atau alat-alat dapur, pada saat perang harus mampu dengan cepat disulap menjadi industri alat perang.

Dengan begitu Daulah dapat menggentarkan musuh-musuhnya, baik musuh yang nyata maupun musuh yang laten. Demikian sebagaimana firman Allah SWT:

“Siapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang, (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya” (TQS al-Anfal [8]: 60).

Kebijakan Politik Industri berbasis politik perang juga nampak pada militer di masa pemerintahan sultan Muhammad Al Fatih. Ini menjadi bukti tak terbantahkan bagaimana di masa lalu, daulah Khilafah pernah mengalami masa kejayaaan militernya hingga mampu menaklukan konstantinopel. Beliau mengembangkan alutsista paling canggih yang pernah dimiliki dunia pada saat itu. Daulah membeli teknologi Orban, seorang ahli senjata dari Hungaria, kemudian memproduksinya. Jadilah sebuah meriam raksasa dengan panjang 8,2 meter, diameter 760 centimeter, mampu melontarkan bola besi seberat 680 kg sejauh 1,6 kilometer. Meriam ini dikenal dengan nama “The Muhammed’s Greats Gun”. Wallahu’alam bi ash-Showab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Sabtu, 26 Sep 2020 21:45

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

Sabtu, 26 Sep 2020 21:05

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Sabtu, 26 Sep 2020 20:20

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X