Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.763 views

Rapor Merah Revolusi Mental

 

Oleh:

Salsabila Maghfoor

Pegiat Literasi, Pengamat Remaja

 

MIRIS hati rasanya bila dihadapkan pada fenomena bullying yang terus marak bermunculan kasusnya. Sudah tidak terhitung banyaknya video yang viral di media sosial lantaran perilaku bullying ini. Terakhir yang cukup membuat bergidik ngeri adalah kasus bullying di Malang yang terjadi pada anak SMP, dimana dampak dari perilaku menyimpang tersebut adalah jari korban yang sampai harus diamputasi karena sudah membiru dan menghitam serta dinyatakan mati sarafnya sehingga mesti diamputasi. Bisa dibayangkan bagaimana pedihnya perasaan adik kita itu ketika harus menerima kenyataan pahit akibat ulah rekannya di usia yang masih terbilang belia.

Ada pula kasus terbaru yang tengah viral di media sosial, seorang perempuan yang tengah berada di dalam kelas terduduk pasrah menangis sementara tiga teman laki-lakinya terus memukuki, menertawakan, dan menendang si perempuan. Entah apa pemicunya, namun bagaimanapun juga kasus bullying dengan latar belakang apapun tidaklah dibenarkan. Alih-alih memberikan solusi, bullyinh justru memperparah konflik atau problem yang ada dan malah semakin melanggengkan dendam atau sakit hati bahkan trauma dari sisi korban.

Mengacu pada data Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengatakan sepanjang 2011 hingga 2019, KPAI mencatat 37.381 pengaduan mengenai anak. Terkait dengan kasus perundungan, baik di media sosial maupun di dunia pendidikan, laporannya mencapai 2.473 laporan. Jasra meyakini pengaduan anak kepada KPAI tersebut bagaikan fenomena gunung es. Artinya, masih sedikit yang terlihat di permukaan karena dilaporkan, sementara di bawahnya masih tersimpan kasus-kasus lain yang besar namun tidak dilaporkan. Jasra menuturkan, semakin maraknya fenomena perundungan menunjukkan gangguan pertumbuhan dan konsentrasi anak berada pada tahap yang mengkhawatirkan (republika.co.id).

Kilas Balik Revolusi Mental

Pemerintah sejak tahun 2014 telah menggaungkan arahan Revolusi Mental. Revolusi Mental bermula dari ajakan Presiden Jokowi untuk mengangkat kembali karakter bangsa. Karena telah mengalami kemerosotan dengan secepat-cepatnya dan bersama-sama (revolusioner). Ide ini telah ada semenjak era Soekarno dan dihidupkan kembali oleh Presiden Joko Widodo bersama wakilnya. Pada Desember 2016, Presiden Jokowi mengeluarkan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang bertujuan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa yang mengacu pada nilai-nilai intergritas, etos kerja, dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Dalam perjalanannya, Pemerintah mengklaim sudah memperoleh capaian yang baik. Hal ini tampak pada beberapa poin berikut yang mengindikasikan keberhasilan Pemerintah tersebut, yakni (1) Kebijakan pemerintah yang menyentuh semua lapisan masyarakat, (2) Perbaikan fasilitas dan budaya pelayanan yang lebih baik, (3) Pelayanan publik dilaksanakan secara transparan, tertib, dan pasti, dan (4) Pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan.

Rapor Merah Revolusi Mental

Bila mengacu pada penjabaran terkait dengan revolusi mental, sesungguhnya ada yang mestinya lebih dicurahi perhatian tinggi, utamanya soal kualitas SDM negeri. Apa yang ada di benak penulis ketika membayangkan program revolusi mental adalah bagaimana nantinya Pemerintah dengan serius bersinergi untuk meningkatkan kualutas SDM kita pada segala aspek berdasarkan norma Ketuhanan pada sila pertama Pancasila. Sebab dengan berkaca pada sila pertama itu saja mestinya kita akan lebih memperhatikan keterkaitan antara aktivitas kita dengan keyakinan kita kepada Tuhan, dalam artian lain sisi religius sebagai pemeluk agama, terlebih bagi mereka yang mengakunya Muslim.

Tapi nyatanya, praktik perilaku menyimpang tetap saja semakin marak menjangkiti negeri. Sebut saja korupsi, bullying, pelecehan seksual, penyalahgunaan jabatan, dan sebagainya. Halini praktis menjadi problem massif bangsa ini. Pada saat yang sama mestinya inimenyadarkan kitabahwa ada kegagalan pembangunan SDM atau apa yang dikatakan sebagai program Revolusi Mental tsmadi. Sebab akar utama pada aspek ketuhanan tadi justru diabaikan. Kita masih diaruskan untuk berlaku Sekuler. Ketika aspek mendasar ini justru diabaikan dan tidak mendapat perhatian serius, maka upaya revolusi mental yang dicanangkan barangkali akan menjadi bias capaiannya pada hal-hal yang lagi-lagi belum menyentuh akar permasalahannya.

Apa yang menimpa negeri ini sejatinya merupakan persoalam sistemik yang tidak bisa diselesaikan tanpa keseriusan untuk menjemput perubahan. Karena tanpa keseriusan, perubahan itu hanyalah seperti teknik tambal sulam tanpa akhir dan justru melelahkan. Sebagai seorang muslim, bila berkaca pada bagaimana pengaturan dalam Sistem Islam yang meniscayakan adanya kebaikan pada masyarakat, hal ini dikarenakan konsep pendidikan yang dicanangkan sejatinya pun melibatkan aspek keterikatan seseorang dengan pedoman agama Islam, hukum syara'. Siapapun itu pasti akan berpikir ulang sebelum melakukan aktivitas keseharian dalam kehidupan, menimbangnya berdasarkan hukum syariat. Adapun non-muslim akan secara otomatis terkondisikan untuk berlaku serupa.

Bila mereka tetap ingin menjalankan apa yang diharamkan oleh syariat namun diperbolehkan dalam ajaran mereka, maka akan ada upaya untuk meminimalisir tersiarnya aktivitas tersebut selain hanya untuk kalangan mereka saja. Ini adalah bentuk penjagaan paling serius dari negara bagi rakyatnya. Tidak seperti saat ini, ketika rakyat digaungkan untuk berlaku kooperatif dalam membangun karakter negeri, namun kita justru dipertontonkan dengan kasus mega korupsi yang malah menuntut rakyat untuk memaafkan saja tanpa harus mempertanyakan keadilan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04


MUI

Must Read!
X