Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.074 views

PTM Pertaruhkan Nyawa Generasi

 

Hak belajar bagi anak memang merupakan hal yang harus dipenuhi bahkan dijamin sepenuhnya oleh negara. Namun urgenitas kesehatan di kala pandemi tentu menjadi indikator yang paling diperhatikan.

Oleh:

Siti Subaidah || Pemerhati Lingkungan dan Generasi

 

SIMULASI PTM ( Pembelajaran Tatap Muka) telah usai di laksanakan. Diketahui dalam rentang waktu simulasi PTM yakni 14-17 Desember 2020 untuk 35 SMP dan 45 SD di Balikpapan, ada beberapa sekolah yang tidak jadi melakukan simulasi. Salah satu penyebabnya yaitu ditemukannya beberapa guru yang terindikasi positif Covid-19.

“SD ada 5 sekolah, SMP ada 2 sekolah, ya tadi karena ada gurunya yang positif covid-19,” ujar Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Muhaimin, Rabu (16/12).

Rangkaian simulasi PTM yang telah digelar akan menjadi bahan evaluasi terkait kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di bulan Januari nanti. Keputusan akhir jadi atau tidaknya PTM akan di putuskan oleh Wali kota setempat dengan mempertimbangkan hasil evaluasi. (Inibalikpapan.com)

Jujur saja, dilihat dari sudut pandang manapun wacana PTM tetaplah sangat berpotensi meningkatkan kasus Covid-19. Walaupun klaim akan membuat siswa kembali bergairah untuk belajar ataupun mengurangi stres kaum ibu karena daring. Namun tetap saja urgensi kesehatan untuk anak jauh lebih penting.

Ditambah lagi dengan banyaknya potensi keramaian di bulan Desember mulai dari pilkada, libur panjang hingga Natal dan Tahun Baru yang biasanya dijadikan momentum berkumpul oleh masyarakat. Belum lagi kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan yang masih sangat kurang. Ini saja sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi harus ditambah dengan PTM setelahnya.

Selain itu, jika di tinjau dari strategi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur yang mencanangkan 80% upaya pencegahan dan 20% penanganan kesehatan. Tentu pelaksanaan PTM ini sangat jauh bertolak belakang dengan strategi penanganan yang telah dibuat. Jangankan mencapai indikator zona hijau, berlepas dari zona oranye saja tidak mampu.

 

PTM Buah Hasil Kegagalan PJJ

Di ketahui sebelumnya, PJJ (Pelajaran Jarak Jauh) menjadi metode yang dirumuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama instansi terkait. Namun realisasi di lapangan banyak menimbulkan kendala. Bahkan setelah berjalan 8 bulan lamanya masalah-masalah baru timbul seperti ancaman putus sekolah, kurangnya tumbuh kembang anak serta meningkatnya potensi kekerasan pada anak.

Melihat fakta tersebut, pemerintah kembali mencanangkan PTM sebagai pengganti PJJ. Namun apakah kebijakan lanjutan ini akan memberikan efek yang lebih baik?. Tentu saja tidak, seperti yang dipaparkan di atas PTM bahkan menjadi kebijakan coba-coba dengan mempertaruhkan nyawa generasi kita. Dari sini nampak jelas bahwa kebijakan PTM merupakan kebijakan tambal sulam akibat gagalnya PJJ dalam memenuhi hak belajar anak. Terlihat bahwa pemerintah hanya sekedar menutup masalah yang ada dengan masalah yang baru.

Selain itu, dampak yang diklaim timbulkan akibat PJJ dalam aplikasinya merupakan masalah klasik. Masalah tersebut sudah ada sebelum PJJ di berlakukan, bahkan sebelum pandemi ada. Kekerasan pada anak telah sering kita temui bahkan angka kasus kian meningkat tiap tahunnya. Pun ancaman putus sekolah merupakan masalah yang tak pernah selesai karena ini berkaitan dengan ekonomi masyarakat. Alhasil adanya pandemi hanya semakin memperlihatkan kepada kita bahwa pemerintah gagal menyelesaikan permasalahan pendidikan dan anak.

 

Harus Tuntas Dahulu!

Hak belajar bagi anak memang merupakan hal yang harus dipenuhi bahkan dijamin sepenuhnya oleh negara. Namun urgenitas kesehatan di kala pandemi tentu menjadi indikator yang paling diperhatikan. Hak belajar anak yang teramputasi karena pandemi sejatinya murni kesalahan dalam menentukan arah kebijakan penanganan pandemi sedari awal.

Karantina wilayah harusnya menjadi titik poin kebijakan agar wabah tidak ke mana-mana. Sehingga pendidikan, sosial dan ekonomi di wilayah lain tidak akan terganggu dan tetap bisa berjalan. Masyarakat masih bisa mencari nafkah. Anak-anak masih bisa bersekolah sedang pemerintah cukup mengarahkan perhatian penuh untuk mengurus daerah yang terdampak wabah dengan menanggung sepenuhnya biaya kesehatan serta ekonomi masyarakat di sana sehingga warga yang sakit bisa fokus dengan proses penyembuhannya tanpa khawatir soal ekonomi dan lain-lain.

Inilah yang dicontohkan oleh Islam dalam menanggulangi pandemi atau wabah. Komprehensif dan tepat sasaran sehingga pandemi yang dirasakan masyarakat tak akan berkepanjangan layaknya sekarang. Jika kebijakan PTM memang diarahkan untuk memenuhi hak belajar anak maka sudah seharusnya pemerintah menuntaskan permasalahan pandemi dahulu. Tidak ada option lain. Tetap memaksakan PTM di tengah pandemi, hanya akan memperkeruh keadaan. Wallahu a’lam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Kamis, 23 Sep 2021 19:37

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

Kamis, 23 Sep 2021 19:30

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02


MUI

Must Read!
X