Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.568 views

Ironi Pangan, Saat Gelombang Impor Sulit Dihentikan

 

Oleh: Hana Syifa Rachmawaty

Memasuki 2021, harga kedelai di pasaran melonjak drastis.  Pedagang tahu dan tempe pun terkena imbas. Sebab, harga kedelai impor yang mengalami kenaikan dirasa menyulitkan, belum lagi stoknya yang disebut-sebut menipis. Kedelai dari yang semula 6.500 perkilogram naik menjadi 9.500 perkilogram. "Belum lagi kalau tahunya rusak, otomatis ya rugi," jelas Aziz, salah seorang pengrajin tahu dan tempe.

Menurut kementerian perdagangan, kenaikan harga kedelai ini dipicu oleh meningkatnya permintaan Cina ke Amerika Serikat sebagai eksportir terbesar kedelai di dunia. Akibatnya, pasokan kedelai dari Amerika ke beberapa negara pengimpor kedelai terhambat termasuk ke Indonesia.

Sebetulnya bukan kali ini saja kelangkaan kedelai terjadi karena tingginya harga kedelai impor. Pada tahun 2012, kejadian yang sama pernah terjadi. Tahu dan tempe menghilang dari peredaran dengan alasan yang sama, yakni harga kedelai impor yang melonjak. Hingga akhirnya pemerintah mengambil langkah cepat dengan menurunkan bea masuk produk luar negri ke Indonesia (impor) dari 5% menjadi 0%. (detikfinance.com, 28 Juli 2012)

Untuk menanggapi kelangkaan kacang kedelai impor, pemerintah menyiasatinya dengan menggenjot produksi kacang kedelai lokal. Diharapkan pasokan kedelai lokal dapat bertahan selama 6 bulan ke depan menunggu stabilitas pasokan kedelai impor. Meskipun begitu, stok kedelai lokal diprediksi hanya 30% dan tidak diyakini mampu memenuhi kebutuhan kedelai di Ibu Kota.

Ketergantungan Indonesia pada kedelai impor sebenarnya sungguh disayangkan. Pasalnya, Indonesia memiliki lahan pertanian yang sangat luas, justru malah mengimpor kedelai dari luar negeri. Padahal kedelai lokal pun tak kalah baik kualitasnya jika ditangani dengan baik. Namun, pemerintah berdalih, buruknya kualitas kedelai lokal serta harga jualnya yang terbilang murah membuat petani tidak banyak melirik budidaya kedelai lokal.

Menurut Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Sastraatmaja, selama ini jumlah produksi kedelai lokal tidak sampai 1 juta ton pertahun, padahal kebutuhan kedelai di Indonesia mencapai 2,6 juta ton pertahun. Perbandingan jumlah yang cukup jauh dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan tersebut di dalam negeri.

Stabilitas Harga Kedelai dan Cara Mencapainya

Sistem ekonomi yang berlaku saat ini yang dikuasai oleh kepentingan kapitalis liberalis nyatanya telah gagal mewujudkan ketahanan pangan dan malah menyuburkan liberalisasi pangan. Menurut data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ada sekitar 82%  lahan di Indonesia dikuasai oleh korporasi besar. (Tempo.co 2018). Hal inilah yang kemudian menyebabkan Indonesia kekurangan stok tanam kedelai akibat lahan yang minim dan jumlah petani kedelai yang sedikit sehingga mengharuskan aktivitas impor kedelai dari luar negeri.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah memiliki peranan penting dan strategis demi menciptakan keseimbangan harga pasar yakni dengan melakukan intervensi baik langsung maupun tidak langsung. Intervensi langsung, yaitu dengan cara memberikan batasan harga tertinggi dan harga terendah suatu produk. Intervensi tidak langsung, yaitu dengan cara memberikan subsidi atau penetapan pajak terhadap barang impor yang masuk ke dalam negeri.

Stabilisasi merupakan tindakan untuk mempertahankan suatu harga barang maupun jasa pada tingkat tertentu yang dilakukan oleh pemerintah. Banyak sekali program yang dapat dilaksanakan pemerintah untuk menjaga stabilisasi harga demi mencukupi kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan cara mengadakan Operasi Pasar Murni (OPM). Operasi Pasar merupakan suatu kegiatan untuk menghindari terjadinya kenaikan harga suatu barang, yang dilakukan dengan cara injeksi untuk meningkatkan suplai melalui pedagang swasta, BUMN, atau langsung ke pedagang eceran dengan cara penetapan harga dengan harga dibawah harga pasarnya.

Ketahanan Pangan dalam Islam

Dalam Islam, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib terpenuhi dan negara wajib menjamin pemenuhan tersebut. Dalam masalah mengembalikan stok pangan, pemerintahan dalam sistem Islam dituntut untuk segera menyelesaikannya diantara caranya ialah dengan peningkatan produk lahan dan produksi pertanian. Hal ini dapat ditempuh melalui ekstentifikasi pertanian dengan menghidupkan kembali lahan mati.

Khalifah akan memberikan edukasi kepada para petani mengenai usaha pertanian yang mereka lakukan. Mendorong siapa saja yang memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali lahan mati serta memberi fasilitas yang dibutuhkan serta permodalan yang menunjang usaha mereka. Di dalam Islam, lahan yang tidak di kelola perorangan atau tidak terpakai selama tiga tahun, maka lahan tersebut di kembalikan kepada negara kemudian diserahkan kepada pihak yang mampu untuk menghidupkan kembali lahan kosong tersebut demi kemakmuran rakyat Daulah.

Pemimpin juga memiliki kewajiban dalam melakukan kontrol urusan perdagangan luar negeri. Hal ini dimaksudkan agar rakyat di dalam negeri tidak merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Negara di bawah sistem Islam boleh menjual berbagai komoditas perdagangan ke luar negeri dengan catatan kebutuhan dalam negeri sudah tercukupi. Namun jika dirasa pasokan pangan di dalam negeri kurang memadai, maka warga negara Daulah dilarang untuk menjual komoditasnya ke luar negeri, hal ini berlaku bagi muslim maupun non muslim.

Interaksi dagang antara muslim dan non muslim pun di atur di dalam Islam. Kaum muslim dilarang melakukan jual-beli terhadap negara kafir harbi fi'lan yakni negara yang memerangi Daulah secara langsung. Sebab, hal tersebut merupakan ta'awun yang dilarang.

Mengenai kebijakan impor, Islam mengaturnya dengan jelas. Pertama, Islam mengizinkan wilayahnya melakukan aktivitas impor komoditas dengan negara di luar Islam yang tidak memusuhi dan memiliki perseteruan dengan wilayah Islam dan pemimpinnya dalam hal produk apa saja selain persenjataan dan alat-alat strategis.

Kedua, warga dari luar Daulah yang memiliki kebencian terhadap Islam dilarang memasuki wilayah Islam. Begitupun komoditas produk dari mereka, kepala negara tidak akan mengizinkannya untuk memasuki wilayah Daulah. Hal ini dilakukan karena seorang khalifah memiliki tanggung jawab dalam melindungi stabilitas ekonomi negaranya serta demi mewujudkan stabilitas politik dan tugas mengemban dakwah keseluruh dunia.

Namun di sisi lain, kesediaan pangan di wilayah Islam juga sudah terjamin. Daulah memiliki stok bahan-bahan mentah yang dibutuhkan oleh umat dan negara. Akibatnya, negara Islam sudah bisa melakukan swasembada pangan dan tidak membutuhkan lagi barang-barang dari luar negeri. Tidak lagi khawatir akan stok pangan yang menipis dan harganya yang tinggi. Semua ini tentu akan bisa diterapkan saat pemimpin dan rakyatnya kembali kepada aturan Islam yamg sempurna dan paripurna. Wallahu A'lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Buya Anwar Abbas: Larangan Mudik Sudah Sesuai Ajaran Islam

Buya Anwar Abbas: Larangan Mudik Sudah Sesuai Ajaran Islam

Rabu, 12 May 2021 09:29

KH Muhyiddin: Normalisasi Hubungan dengan Israel Tak Banyak Manfaatnya

KH Muhyiddin: Normalisasi Hubungan dengan Israel Tak Banyak Manfaatnya

Rabu, 12 May 2021 09:16

Soroti Kekerasan Israel, MUI Gelar Pertemuan Ormas Islam

Soroti Kekerasan Israel, MUI Gelar Pertemuan Ormas Islam

Rabu, 12 May 2021 09:05

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Selasa, 11 May 2021 22:46

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Selasa, 11 May 2021 22:35

Anakku Investasi Akhiratku

Anakku Investasi Akhiratku

Selasa, 11 May 2021 22:32

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Selasa, 11 May 2021 22:20

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Selasa, 11 May 2021 22:19

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Selasa, 11 May 2021 22:05

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Selasa, 11 May 2021 22:05

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

Selasa, 11 May 2021 21:58

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Selasa, 11 May 2021 21:47

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 21:45

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Selasa, 11 May 2021 21:43

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Selasa, 11 May 2021 21:11

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Selasa, 11 May 2021 17:01

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 16:57

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Selasa, 11 May 2021 16:45

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

Selasa, 11 May 2021 16:39

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Selasa, 11 May 2021 16:24


MUI

Must Read!
X