Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.690 views

Tinjau Kembali Kebijakan Kenaikan PPN

 

Oleh:

Hani Handayani. A.Md

 

KABAR rencana pemerintah menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), seakan menambah beban masyarakat saat ini akibat Pandemi Covid-19 yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang bisa menggambarkan penderitaan rakyat Indonesia saat ini.

Rencana pemerintah yang akan menaikkan PPN di dalamnya ada kebutuhan bahan pokok (sembako), menjadi 12 persen yang sebelumnya hanya 10 persen. Ini tercatat berdasarkan draf Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Tentu hal ini mendapatkan respons penolakan atas rencana ini, khususnya para ibu-ibu Rumah Tangga yang akan merasakan dampak langsung bila rencana ini benar terlaksana. Para ibu di buat harus memutar otak agar dapur terus mengepul di saat pemasukan ekonomi keluarga tidak bertambah tetapi pengeluaran untuk kebutuhan terus bertambah dengan adanya rencana PPN ini.

Dikutip dari kompas.com (10/6/2021), pemerintah berencana mengenakan PPN untuk bahan sembako. Adapun Sembako yang akan dikenakan PPN seperti; beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan dan gula konsumsi. Juga menghapus beberapa barang hasil tambang dan pengeboran yang tadinya tak ada PPN, tapi khusus tambang batubara tidak termasuk di dalamnya.

Penambahan objek jasa baru seperti; jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan prangko, jasa keuangan dan jasa asuransi pun akan dikenakan PPN. Ditambah juga jasa pendidikan, jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, jasa angkutan umum di darat dan di air, jasa angkutan udara dalam dan luar negeri, jasa tenaga kerja, jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam, serta jasa pengiriman uang dengan wesel pos.

 

Pajak dalam Kapitalis

Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan pada Rabu (9/6/2021), PPN adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Di mana PPN termasuk jenis pajak tidak langsung, yang disetor oleh pihak lain (pedagang) dari konsumen yang membeli barang di pedagang tersebut.

Adapun landasan hukum utama yang digunakan dalam penerapan PPN di Indonesia berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahu. 1983 berikut perubahannya, yaitu Undangan-undang No.11 Tahun 1994, Undang-undang No.18 Tahun 2000, dan Undang-undang Ni.42 Tahun 2009.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan kenaikan PPN dengan skema yang di jelaskan di atas merupakan cara pemerintah mengurangi distorsi dan menciptakan asas keadilan juga dengan kenaikan tarif PPN atas barang yang dikonsumsi masyarakat kelas atas membuka pemerintah memberikan fasilitas pajak secara lebih tepa sasaran dan kebijakan bini bisa saja baru diimplementasikan pada 1-2 tahun yang akan datang (kompas.com 9/6/2021).

Kalau dilihat dari wacana yang dikatakan staf Khusus Menteri Keuangan sangat manis sekali janji yang diberikan pemerintah dengan dalil menstabilkan ekonomi negara akibat dampak Pandemi Covid-19. Namun, seperti itu hanya lips servis, padahal rakyatlah yang akan menanggung beban kehidupan yang semakin berat dan jauh dari harapan sejahtera.

Inilah dampak yang terjadi ketika sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini membuat  hilangnya peran negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan tidak dipertimbangkan apakah benar untuk kesejahteraan rakyat.

Sistem kapitalis ini pun yang membuat pendapat negara hanya bertumpu pada pajak bukan pada Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di negeri ini. Jika pemanfaatan SDA dikelola dengan kreatif insyaallah pendapatan negara akan besar sehingga tidak membebani rakyat dengan pajak yang berat.

 

Pandangan Islam terhadap Pajak

Dalam Islam pajak dibolehkan, tetapi bukan digunakan untuk menekan pertumbuhan, atau menghalangi orang kaya, terlebih bukan untuk menambah pendapatan negara. Pajak yang diambil dari rakyat hanya untuk membiayai kebutuhan yang ditetapkan syariat ketika kas negara dalam Islam benar-benar sedang kosong.

Dalam pemungutan pajak pun akan ada aturan yang diberlakukan dalam sistem Islam dimana pajak tidak langsung tidak akan di berlakukan. Terlebih pajak yang menjadi kebutuhan masyarakat baik sandang maupun papan tidak akan ditetapkan besaran nilai pajaknya. Sistem Islam tidak akan menetapkan biaya apapun dalam pelayanan publik baik dari aspek kesehatan, pendidikan maupun keamanan semuanya akan difasilitasi secara gratis.

Karena Allah Swt. Berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil…” (QS An-Nisaa’: 29)

Penjelasan ayat ini , jelas  bahwa Allah Swt. Melarang manusia saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Termasuk pula dilarang membebani/mengambil pajak dari orang yang tidak wajib pajak, karena hal ini merupakan jalan yang batil dalam pelaksanaannya.

Dalil ini pun diperkuat dari hadis Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diazab) di neraka.” (HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930).

Seyogianya pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan kenaikan PPN ini terlebih kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang banyak terpukul akibat Pandemi Covid-19 yang banyak mengubah tatanan kehidupan, jangan sampai peran pemerintah sebagai pelindung masyarakat hilang. Jangan sampai pemerintah menjadi pihak yang dijelaskan hadis di atas akan ada ancaman dari sang Maha Pencipta bagi para pemungut pajak dengan cara yang dzalim. Wallahu a’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Anies Sebut Formula E Diaudit BPK Tiga Kali, Hasilnya Tidak Ada Masalah

Anies Sebut Formula E Diaudit BPK Tiga Kali, Hasilnya Tidak Ada Masalah

Kamis, 06 Oct 2022 11:13

Dampak Inflasi, PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Batas Garis Kemiskinan

Dampak Inflasi, PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Batas Garis Kemiskinan

Kamis, 06 Oct 2022 10:23

Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion, Tembakkan Gas Air Mata

Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion, Tembakkan Gas Air Mata

Kamis, 06 Oct 2022 09:57

Saudi Jadi Negara Arab Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang Tahun 2022

Saudi Jadi Negara Arab Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang Tahun 2022

Kamis, 06 Oct 2022 09:27

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Rabu, 05 Oct 2022 16:24

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Rabu, 05 Oct 2022 13:11

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Rabu, 05 Oct 2022 10:15

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Rabu, 05 Oct 2022 07:47

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oct 2022 07:41

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Rabu, 05 Oct 2022 05:38

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30


MUI

Must Read!
X