Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.259 views

Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

 

Oleh:

Eriga Agustiningsasi, S.KM || Penyuluh Kesehatan; Freelance Writer

 

“Sedang tidak baik-baik saja”. Begitu kiranya kata-kata yang dapat menggambarkan kondisi negeri kita hari ini. Bagaimana tidak? Angka kasus COVID-19 semakin melonjak tinggi, menjadi trending topik di negeri ini. Betapa ingin rasanya mengelus dada mendengar dan melihat berita kematian demi kematian terjadi akibar virus ini. Hingga saat ini, per 11 Juni 2021, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebesar 2.527.203, Sembuh 2.084.724, Meninggal 66.464 (Covid19.go.id, 11/07/2021). 

Dilema, ketika diterapkan aturan pembatasan kegiatan masyarakat dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan berbagai istilah, mulai dari PSBB, PPKM, PPKM Mikro hingga PPKM Darurat yang kini diterapkan di Jawa dan Bali akibat penyebaran virus yang makin tak terkendali. Terjadi ketimpangan ekonomi di beberapa kalangan, terutama para pedagang. Karena tidak semua bisa menerapkan WFH (Work From Home).

Ditambah lagi, angka kasus bukannya turun, justru semakin naik dan korban banyak yang berjatuhan. Tenaga medis lelah dan bertumbangan. Rumah Sakit penuh. Hingga tempat makam pun penuh. Mobil ambulance berjejer rapi sangat panjang di rumah sakit menjadi pandangan yang biasa. Memang, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. 

Meskipun vaksinasi menjadi prioritas saat ini untuk mengendalikan pandemi, tentunya ketaatan kepada protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Mengapa? Karena vaksinasi tidak akan efektif jika hanya menjadi solusi yang berdiri sendiri. Maka butuh solusi lain untuk menguatkan. Vaksinasi berfungsi untuk mengurangi gejala yang timbul jika seandainya seeorang terkena COVID-19, namun tetap bisa menularkan ke orang lain jika tidak patuh pada protokol kesehatan (prokes).

Artinya, penularan akan semakin banyak, dan tentu angka kasus terkonfirmasi akan semakin tinggi. Namun dengan adanya vaksinasi, paling tidak, tidak menambah angka kasus terkonfirmasi dengan gejala berat yang harus memerlukan perawatan di Rumah Sakit, seperti yang kini terjadi. Oleh karena itu, ketaatan prokes menjadi hal yang mutlak yang harus dilakukan baik oleh individu, masyarakat dan tataran kebijakan negara.

Ketepatan penanganan pandemi menjadi hal mutlak dilaksanakan. Mulai dari testing, tracing hingga treatment dan taat prokes harus dilakukan. Ketaatan prokes menjadi PR hingga saat ini. Baik dalam level individu, masyarakat hingga tataran negara. Beberapa waktu yang lalu, 20 tenaga kerja asing (TKA) asal Tingkok, China tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan pada Sabtu (3/7/2021) malam.

Kedatangan 20 TKA tersebut pun menuai sorotan lantaran pulau Jawa dan Bali tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM) Darurat. Anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra mengatakan, peran pemerintah serta peran stakeholder berpengaruh besar terhadap apa yang akan dilakukan oleh masyarakat dalam lingkungan tersebut. Hermawan mengatakan bahwa diperlukan koordinasi, komunikasi dan konsolidasi antara tokoh lingkungan atau aparatur pemerintah harus ditegakkan di lingkungan. Tujuannya agar masyarakat dalam ruang kecil (mikro) agar berkomitmen dan untuk melaksanakan serta menerapkan aturan PPKM Darurat dari pemerintah pusat guna memutus rantai penyebaran Covid-19 (Liputan6.com, 04/07/2021).

Maka jika kita menginginkan negeri ini bisa kembali normal, maka harus ada sinergi dari semua kalangan untuk menuntaskan pandemi ini bersama sama. Bukan salah satu yang berusaha taat prokes, namun orang asing bisa tetap masuk ke negeri kita. Agar masyarakat juga tumbuh kepercayaan, bahwa semuanya serius menuntaskan pandemi ini. Karena Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Sebenarnya istilah lockdown, tracing, testing, treatment sudah ada di era kejayaan Islam. Dalam Islam, penangangan pandemi dengan memisahkan antara yang sehat dengan yang sakit. Yang sehat bisa beraktivitas seperti biasa, yang sakit diobati hingga sembuh. Dengan begini penularan bisa dicegah, penyebaran virus bisa terkendali. Tentunya dengan cara pandang meriayah (mengurusi) rakyat karena hal itu adalah sebuah kewajiban yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.

Rasulullah Saw. bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Maka jika saat ini vaksinasi digencarkan namun di aspek yang lain longgar kebijakannya maka bukan hal yang tidak mungkin, pandemi ini akan semakin lama terselesaikan. Mau menunggu berapa juta kasus lagi? Mau menunggu berapa ribuan orang lagi yang meninggal? Bukankah ini bukan hanya persoalan angka, melainkan berbicara tentang nyawa manusia.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Kamis, 28 Oct 2021 14:00

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kamis, 28 Oct 2021 13:55

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Kamis, 28 Oct 2021 12:25

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Kamis, 28 Oct 2021 10:18

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

Kamis, 28 Oct 2021 08:09

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Rabu, 27 Oct 2021 23:34

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Rabu, 27 Oct 2021 23:16

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Rabu, 27 Oct 2021 23:08

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Rabu, 27 Oct 2021 22:50

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Rabu, 27 Oct 2021 22:15

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Rabu, 27 Oct 2021 21:55

Waspada Propaganda LGBT

Waspada Propaganda LGBT

Rabu, 27 Oct 2021 18:49

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Rabu, 27 Oct 2021 18:28

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Rabu, 27 Oct 2021 17:30

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Rabu, 27 Oct 2021 11:49

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Rabu, 27 Oct 2021 09:56

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Rabu, 27 Oct 2021 09:36

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Rabu, 27 Oct 2021 07:47

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Rabu, 27 Oct 2021 07:37

Menag dan Kegaduhan

Menag dan Kegaduhan

Selasa, 26 Oct 2021 23:28


MUI

Must Read!
X