Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.009 views

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

 

Oleh:

Yons Achmad || Pengamat Komunikasi dan Pendiri Komunikasyik.com

 

APA itu “Jurnalisme Omongan” pejabat? Praktik jurnalisme yang mungkin tak pernah diajarkan bahkan dianjurkan di kampus-kampus Ilmu Komunikasi. Tapi, kehadirannya sering mewarnai media cetak maupun online di tanah air.

Sebuah praktik jurnalisme paling gampang dalam produksi media. Tinggal memilih narasumber yang diinginkan. Rekam apa yang disampaikan. Tulis dan beritakan apa adanya, kemudian pilih judul yang bombastis.

Rupanya, belum terasa gampang. Jurnalis kadang malah tak perlu repot-repot memilih narasumber. Tinggal tulis berbekal “Press Release” lembaga dengan pejabat tertentu yang berbicara. Atau tinggal tunggu konferensi pers, kutip omongan pejabat yang dirasa paling menarik. Lalu tayangkan di media tempatnya bekerja. Singkatnya, praktik jurnalisme semacam ini paling mudah dilakukan. Semua wartawan bisa melakukannya. Tak perlu repot-repot melakukan riset atau investigasi lapangan.

Tak penting apa yang dibicarakan atau diomongkan. Yang penting siapa yang ngomong. Praktik semacam ini terlihat misalnya ketika Ahok jadi gubernur DKI Jakarta. Tak peduli omongannya ngawur, tak bermutu, norak bahkan sering terlontar kata-kata jorok dan kasar, tetap saja diberitakan. Sebuah praktik jurnalisme yang menjengkelkan. Respon publik banyak yang menyesalkan. Bahkan, singkatnya, ada yang sampai komentar “Sial, lagi enak-enak makan muncul komentar Ahok di televisi, jadi kagak nafsu makan gue.” Kabar baiknya, Ahok tak terpilih jadi gubernur DKI. Tapi, tentu saja “Jurnalisme Omongan” tak serta merta mati begitu saja.

Praktik semacam ini masih sering dilakukan. Tentu, tak ada yang melarang praktik demikian. Saya juga mengerti beban berat jurnalis. Tak serta merta punya waktu dan diberi kesempatan (tugas) dari perusahaan media bersangkutan untuk bisa mengerjakan laporan berbasis riset dan investigasi lapangan. Tapi, dalam kasus tertentu, yang melibatkan kemaslahatan publik, tentu sangat berbahaya kalau hanya mengandalkan “Jurnalisme Omongan” semata. Misalnya, terkait dengan pandemi Covid-19 yang entah kapan akan berakhir.

Di media, tersiap kabar seorang pejabat pemerintah bilang “Penanganan pandemi Covid-19 terkendali, kalau ada yang bilang tidak terkendali sini saya tunjukan ke mukanya.” Bahasa yang lumayan arogan ini diberitakan di mana-mana, di beragam media. Tak salah memang, sebab sang pejabat memang bilang begitu. Faktanya memang dia bilang seperti itu. Masalahnya, tentu saja hal ini masih menjadi klaim semata. Menjadi penting untuk tidak berhenti di sini. Menerima begitu saja informasi tersebut sebagai sebuah kebenaran mutlak.

Kabar baiknya, kemudian memang ada beberapa media yang tak berhenti di situ. Sebuah laporan dari suatu media membeberkan bagaimana rumah sakit mengalami kelangkaan oksigen, begitu juga laporan mengenai banyaknya orang yang kesusahan mencari tabung oksigen untuk pasien Covid-19. Hasilnya, berbondong-bondong solidaritas muncul. Layanan peminjaman dan pengisian oksigen dari relawan bermunculan, penggalangan dana pengadaan tabung oksigen berdatangan sehingga tentu saja berdampak positif untuk penyelamatan warga. Di level kebijakan publik, harusnya informasi demikian menjadi pertimbangan bagi perumusan kebijakan berikutnya.

Bayangkan kalau sekadar mengutip, menerima klaim pejabat pemerintah bahwa penanganan pandemi Covid-19 terkendali? Tentu, entah berapa korban meninggal sia-sia. Itu sebabnya, saya kira, kerja-kerja jurnalisik kita perlu mengurangi porsi omongan pejabat dan “Jurnalisme Omongan” tapi lebih prioritas membaca fakta lain di lapangan sebagai cerminan realitas yang bisa membuka tabir kebenaran yang tak terbantahkan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X