Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.536 views

Negara Abai, Keimanan Tergadai

 

Oleh: Ummu Nada 

Islam adalah agama yang paling sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati. Bagi seorang muslim keberkahan hidupnya ditentukan oleh seberapa besar ketaatannya kepada Allah SWT. Semakin taat, hidupnya akan semakin berkah dan bahagia karena ridha Allah dalam genggaman.

Namun tidak demikian dengan apa yang terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah warga dikabarkan keluar dari agama Islam (Murtad) hanya karena iming-iming dunia yang tak seberapa ( detikcom, 15/05/22)

Sangat miris, ditengah kehidupan yang serba tidak menentu seharusnya Islam menjadi sandaran yang kokoh, ini malah mencari sandaran lain yang rapuh. Dalam salah satu firmanNya (QS.29 : 41) Allah swt membuat perumpamaan orang yang berlindung kepada selain Allah seperti laba-laba yang membuat rumah, sangat mudah koyak, jangankan kena angin, disentuh saja sudah robek. Itulah gambaran orang yang menukar agamanya dengan sekerat tulang dunia, amat sangat rugi.

Pemurtadan yang terjadi hari ini tidak ubahnya pemurtadan pada era Nabi Saw, hanya beda modus. Dikisahkan bahwa sahabat Bilal Bin Rabbah dipaksa murtad oleh majikannya Sumaiyah bin Khalaf dengan diperlakukan diluar batas kemanusian. Bilal ditelentangkan di atas padang pasir yang panas, ditindih dengan batu besar dan dipukuli namun upaya majikan biadab ini sia-sia, Bilal dengan cerdas dan lantang tetap pada keimanannya dengan mengucapkan ahad, ahad.

Korban pemurtadan yang lain adalah Amar Bin Yasir, Ia dipaksa kafir Quraisy untuk menanggalkan keimanannya, bila tidak, diancam akan dibunuh sebagaimana ayah dan ibunya yang dibunuh di depan mata kepalanya sendiri, namun Amar Bin Yasir tetap pada keimanannya.

Beda zaman, beda pula cara pemurtadan tapi prinsipnya sama, keluar dari Agama Islam. Pemurtadan hari ini di picu oleh beragam faktor. Faktor internal dan eksternal. Kedua faktor ini saling melengkapi sehingga sangat mudah seseorang bergonta-ganti agama sesuai kepentingannya.

Faktor internal yang nyata terlihat pada masyarakat saat ini adalah, rendahnya keimanan, jauhnya umat dari ajaran Islam dan minimnya tsaqofah Islam. Lemahnya pondasi keimanan menyebabkan iman hanya seharga sembako. Sembako dan janji pekerjaan membuat tergiur sekelompok orang ini untuk menggadaikan keimanannya, tanpa lagi berpikir panjang bahwa yang diperbuatnya akan menjadi penyesalan yang tak berujung. Minimnya tsaqofah Islam pun mendukung tercerabutnya akar keyakinan ini dengan mudah, tak perlu siksaan fisik sebagaimana yang dialami sahabat Bilal bin Rabbah dan Amar bin Yasir. Cukup hanya dengan beberapa keping koin dunia terkoyaklah keimanan kepada Allah swt sebagaimana rumah laba-laba yang sangat mudah koyak.

Umat hari ini sangat jauh dari ajaran Islam, jangankan membaca kitab gundul, bahasa arab pun tak paham. Padahal sholat menggunakan bahasa arab, alquran berbahasa arab, hadist-hadist Nabi Saw berbahasa arab dan bejibun tsaqofah Islam pun berbahasa arab. Semua faktor internal ini menyebabkan keimanan berada di titik terendah. Tidak perlu bersusah payah untuk memurtadkan, cukup dengan janji manis kesejahteraan semu, aqidah ini sudah tumbang.

Faktor eksternal tak kalah kuatnya, ada upaya masif dan sistemik dari suatu kelompok untuk menggiring umat yang sudah lemah ini pada keyakinan lain yang menyesatkan. Kelompok ini gencar menawarkan atribut dunia, pekerjaan, uang dan makanan untuk menggoyahkan aqidah yang telah rapuh.

Umat pun dibuat takut dengan ajaran Islam, bahasa arab dikonotasikan bahasa radikal sehingga umat enggan mempelajarinya. Tontonan pun tak bisa menjadi tuntunan sehingga umat semakin lemah. Kondisi ini sangat menguntungkan upaya pemurtadan. Tidak perlu memutar otak untuk mengalihkan keyakinan umat, sekali tepuk melayanglah aqidahnya.

Jika problem ini dirunut ke pokok pangkal masalahnya, tergambarlah bahwa semua ini adalah buah diterapkannya sistem sekularisme, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Efeknya, berimbas pada semua aspek kehidupan .  Jauhnya umat dari ajaran Islam merupakan konsekuensi logis diberlakukannya pendidikan yang mengabaikan ketaqwaan individu.

Sedangkan tingginya angka kemiskinan adalah buah diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme neoliberal.  Potret buram kesejahteraan rakyat menunjukkan kegagalan negara mengurus warganya. Harta hanya beredar di kalangan orang yang dekat dengan kekuasaan, distribusi kekayaan pun tidak merata. Yang kaya semakin kaya dengan beragam fasilitas dari negara, sedang yang miskin semakin terpuruk. Wajar jika orang mudah tergiur menukar agama dengan segepok uang, karena urusan perut tidak bisa diganggu gugat. Benarlah sabda Rasul Saw, bahwa kefakiran dekat dengan kekufuran.

Akidah sekularisme melegalkan kebebasan beragama, siapapun boleh berpindah agama sesukanya. Bahkan kebebasan ini dijamin oleh Undang-undang. Pemurtadan sistemik tidak akan bisa dihentikan selama sistem sekuler diterapkan di negeri ini. Upaya masif dan terorganisir ini tidak bisa dilawan secara individu atau kelompok, butuh negara yang memberlakukan syariat Islam secara kaffah dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga agama.

Satu-satunya bentuk pemerintahan yang mampu mencegah dan menghentikan segala bentuk pemurtadan adalah sistem yang menjadikan Akidah Islam sebagai asas dalam menjalankan roda kekuasaan. Sistem yang mempunyai visi akhirat, ridha Allah menjadi tujuan akhir dan utama. Pemimpin dalam sistem ini sadar bahwa akan ada hari pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, maka Ia tidak akan teledor menjaga akidah umat. Dengan demikian pemurtadan sistemik tidak akan mendapatkan ruang di sistem ini. Wallahu a’lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google/trenopini

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Taliban Serukan Pemerintah Internasional Cabut Pembekuan Aset Bank Sentral Setelah Gempa Mematikan

Taliban Serukan Pemerintah Internasional Cabut Pembekuan Aset Bank Sentral Setelah Gempa Mematikan

Ahad, 26 Jun 2022 21:06

Pemimpin Hindu Kanada Dukung Pembunuhan Umat Muslim Dan Sikh Di India

Pemimpin Hindu Kanada Dukung Pembunuhan Umat Muslim Dan Sikh Di India

Ahad, 26 Jun 2022 20:35

Turki Batalkan Dakwaan Terhadap 26 Warga Saudi Yang Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Turki Batalkan Dakwaan Terhadap 26 Warga Saudi Yang Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Ahad, 26 Jun 2022 19:10

Film Lightyear dan Kampanye LGBT, Tolak!

Film Lightyear dan Kampanye LGBT, Tolak!

Ahad, 26 Jun 2022 16:36

Demokrasi Menyuburkan Oligarki

Demokrasi Menyuburkan Oligarki

Ahad, 26 Jun 2022 16:25

Kafe Eks Holywings Jualan Miras, Dewan Dakwah Bogor Minta Izin Dicabut

Kafe Eks Holywings Jualan Miras, Dewan Dakwah Bogor Minta Izin Dicabut

Sabtu, 25 Jun 2022 21:00

Kementerian Saudi: Hanya Jamaah Haji Yang Diizinkan Melakukan Umrah Antara 24 Juni Hingga 19 Juli

Kementerian Saudi: Hanya Jamaah Haji Yang Diizinkan Melakukan Umrah Antara 24 Juni Hingga 19 Juli

Sabtu, 25 Jun 2022 20:30

SITE: Afiliasi Al-Qaidah Katibat Macina Bantah Bunuh 132 Warga Sipil Di Tiga Desa Mali

SITE: Afiliasi Al-Qaidah Katibat Macina Bantah Bunuh 132 Warga Sipil Di Tiga Desa Mali

Sabtu, 25 Jun 2022 19:41

PN Surabaya Kabulkan Nikah Beda Agama, MUI: Merusak Martabat Manusia

PN Surabaya Kabulkan Nikah Beda Agama, MUI: Merusak Martabat Manusia

Sabtu, 25 Jun 2022 17:47

Luar Biasa! Suporter Sepak Bola Bangun Masjid di Ciomas

Luar Biasa! Suporter Sepak Bola Bangun Masjid di Ciomas

Sabtu, 25 Jun 2022 09:19

PKS Siap Perjuangkan Kesejahteraan Peternak

PKS Siap Perjuangkan Kesejahteraan Peternak

Jum'at, 24 Jun 2022 22:43

Holywings Mesti Diberi Sanksi

Holywings Mesti Diberi Sanksi

Jum'at, 24 Jun 2022 22:43

Kepala Mata-mata IRGC Dipecat Setelah Serangkaian Pembunuhan Dan Insiden Sabotase 'Oleh Israel'

Kepala Mata-mata IRGC Dipecat Setelah Serangkaian Pembunuhan Dan Insiden Sabotase 'Oleh Israel'

Jum'at, 24 Jun 2022 21:05

PBB Sebut Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ditembak Mati Pasukan Israel

PBB Sebut Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ditembak Mati Pasukan Israel

Jum'at, 24 Jun 2022 20:18

Yahudi Ultra-Ortodoks Hindari Penggunaan Perangkat Teknologi, BeralasanTidak Baik Untuk Manusia

Yahudi Ultra-Ortodoks Hindari Penggunaan Perangkat Teknologi, BeralasanTidak Baik Untuk Manusia

Jum'at, 24 Jun 2022 17:45

JSIT Kota Bekasi Siap Sinergi Bangun Pendidikan Islam Berkualitas

JSIT Kota Bekasi Siap Sinergi Bangun Pendidikan Islam Berkualitas

Jum'at, 24 Jun 2022 08:16

Masih Suka Jengkel dan Dendam? Awas 350 Penyakit Mengintai Anda

Masih Suka Jengkel dan Dendam? Awas 350 Penyakit Mengintai Anda

Jum'at, 24 Jun 2022 08:02

Sedikitnya 10 Tentara Yaman Tewas Dalam Serangan Al-Qaidah Di Abyan Dan Shabwa

Sedikitnya 10 Tentara Yaman Tewas Dalam Serangan Al-Qaidah Di Abyan Dan Shabwa

Kamis, 23 Jun 2022 21:15

PKS Dukung Cuti Hamil 6 Bulan

PKS Dukung Cuti Hamil 6 Bulan

Kamis, 23 Jun 2022 19:53

Munas I JATTI Hasilkan Rekomendasi, Politik Akhlak Mulia hingga Lawan Islamofobia

Munas I JATTI Hasilkan Rekomendasi, Politik Akhlak Mulia hingga Lawan Islamofobia

Kamis, 23 Jun 2022 16:32


MUI

Must Read!
X

Kamis, 23/06/2022 19:53

PKS Dukung Cuti Hamil 6 Bulan