Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.612 views

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

 

Oleh: Amma Muiza (Praktisi Kesehatan)

Mendadak ramai. Begitulah kira-kira perihal Vaksin Nusantara yang sedang menjadi buah bibir. Vaksin ini berbeda dengan Vaksin Merah Putih yang dikembangkan sejak beberapa bulan terakhir. Vaksin Nusantara yang diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, tetiba hadir dengan info yang cukup mengejutkan yaitu, sudah lolos uji klinis tahap 1 dan ditargetkan dapat diproduksi massal mulai Juni 2021. Sementara Vaksin Merah Putih baru memasuki tahap Research dan Development (RND) dan bibit vaksin akan dikirim ke Bio Farma pada akhir Maret 2021.

Saat berita ini mencuat, banyak sekali klaim positif yang menjadi keunggulan dari Vaksin Nusantara melebihi keunggulan semua vaksin yang sudah beredar di dunia saat ini. Dilansir dari laman Tempo.co (19/2/2021), terdapat beberapa keunggulan vaksin ini. Pertama, vaksin dengan berbasis sel Denritik ini diklaim menjadi satu-satunya vaksin yang bertujuan membentuk imunitas seluler sehingga imunitas yang terbentuk dapat bertahan lama, bahkan seumur hidup.  Kedua, vaksin hanya dilakukan satu kali, tidak memerlukan vaksin ulangan. Ketiga, vaksin tidak membutuhkan suhu penyimpanan yang rumit, cukup disimpan dalam suhu ruang. Lebih jauh, vaksin ini diklaim unik. Sebab vaksin berasal dari tubuh dan disuntikkan lagi kepada satu orang yang sama. Dengan demikian, vaksin ini dapat diberikan pada semua orang, dengan atau tanpa komorbid.

Berbagai klaim positif ini lantas menjadi harapan banyak pihak. Apresiasi dan dukungan mengalir untuk pengembangan vaksin produksi dalam negeri ini. Seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang bersedia memfasilitasi setiap upaya yang dibutuhkan untuk mempercepat proses penelitian vaksin ini. Dukungan yang sama juga datang dari Guru Besar Airlangga, Fakultas Kedokteran Hewan, Chairul Anam Nidom. Menurutnya, pengembangan Vaksin Nusantara perlu dukungan dari pihak luas, dan jika terdapat teori yang tidak sesuai harus didiskusikan secara terbuka.

Meski demikian, produksi Vaksin Nusantara ini tidak sepi kritik. Terutama datang dari para ahli dan pakar kesehatan. Berbagai kritik yang disampaikan kurang lebih mencakup hal berikut.

Pertama, ahli menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan berbagai klaim positif bagi Vaksin Nusantara. Sudah menjadi kultur ilmiah di kalangan peneliti, bahwa setiap klaim yang diberikan harus berdasarkan data penelitian yang dapat dipertanggung-jawabkan. Data tersebut, meskipun berupa data interim akan dapat memberikan informasi riil yang memungkinkan para ahli untuk memberikan umpan balik hingga memberikan penilaian yang tepat. Profesor Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, kepada CNNIndonesia (19/2) menilai klaim Vaksin Nusantara -yang disebut dapat menciptakan antibodi seumur hidup- belum memiliki bukti kuat. Perlu lolos uji klinis hingga fase tiga dan harus berdasarkan Evidence Based Medicine.

Tidak sedikit ahli dan ilmuan yang menanti laporan yang terpublikasi secara transparan berkaitan dengan vaksin ini. Dari laporan penelitian awal, uji pra klinik, hingga uji klinis fase 1.

Kedua, secara keilmuan, vaksin berbasis sel denritik ini disinyalir sulit direalisasikan. Tersebab metode ini awalnya dikembangkan sebagai imunoterapi pasien kanker. Dan belum pernah teruji dalam pengembangan teknologi vaskin saat ini. Sifatnya yang individual dikhawatirkan malah menghambat tujuan dari vaksinasi itu sendiri, yaitu mencapai herd immunity. Menurut ahli Biomolekuler Independen, Ahmad Rusdan Handoyo, jikapun dapat dilakukan, vaksin dengan metode ini sangat mahal karena proses kultur yang tidak mudah dan rumit. Prosesnya dimulai dari mengambil darah, memisahkan sel, mempertemukan sel denritik dengan rekombinan antigen, menumbuhkan sel denritik di laboratorium, memperbanyak jumlah, hingga menginjeksikan lagi ke individu. Setelah itu, ahli menunggu dan memastikan apakah antibodi akan muncul.

Ketiga, proses izin Komite Etik yang tidak terbuka. Berbagai pihak meminta pengembang vaksin untuk memberikan penjelasan mengenai hal ini. Sebab untuk dapat melakukan penelitian dan pengembangan vaksin diperlukan izin dari Komite Etik. Dugaan tidak dilewatinya proses ini sebenarnya karena publik belum mendapatkan keterangan etik dari pihak pengembang. Tentu proses yang krusial ini penting dipastikan keberlangsungannya. Sebab proses uji vaksin akan melibatkan manusia sebagai subjeknya. Akan sangat riskan jika Komite Etik tidak terlibat di dalamnya.

Polemik semacam ini, bukan sekali-dua kali terjadi dalam berbagai proses pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia. Dengan pola kritik yang tidak jauh berbeda. Sebut saja produksi GeNose dan Kalung Anti Virus Corona - Eucalyptus. Klaim yang berlebihan namun publikasi data ilmiah sangat minim. Pada akhirnya publik menyerah dan hanya bisa mengikuti kebijakan yang harus dilaksanakan. Berbagai harapan publik seperti transparansi data dan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak terwujud. Persoalan yang sebenarnya mudah diselesaikan-pun menjadi pelik. Sudah selayaknya kita mencari akar dari permasalahan ini.

Sebenarnya jika kita menimbang polemik ini dari kacamata Islam, hal-hal yang menjadi permasalahan di atas akan dengan mudah diselesaikan. Islam sebagai agama yang sempurna, memiliki pilar-pilar yang selalu dikokohkan. Pilar-pilar ini yang akan mencegah terjadinya masalah sekaligus menyelesaikannya jika terjadi masalah. Pilar-pilar ini terdiri dari integritas individu, kepedulian masyarakat, hingga negara yang berdaulat.

Islam mengapresiasi setiap upaya untuk menuntaskan pandemi. Termasuk pengembangan teknologi vaksin. Islam akan mengarahkan individunya, terutama para peneliti/ilmuwan untuk senantiasa bersifat amanah, jujur dan adil dalam aktivitasnya. Hal ini akan memunculkan ilmuwan yang tidak kebal kritik, hati-hati dalam mengklaim hasil penelitiannya, hingga tidak tertutup dalam memberikan data yang dibutuhkan publik. Islam juga akan menjaga kultur ilmiah yang memang baik untuk dikembangkan. Sesuai sabda Baginda Muhammad SAW: "Kalian lebih mengerti dengan urusan dunia kalian" (HR. Muslim). Dari sini, akan muncul para ilmuwan yang mengintegrasikan ketakwaan dan sains.

Hal ini telah terbukti selama beberapa abad silam, saat Islam memimpin dunia dengan sistem khilafahnya. Saat itu, para ilmuwan dan para tenaga kesehatan terkenal berisi orang-orang yang memiliki integritas dan profesionalitas. Bukan orang dengan mental rendah, apalagi asal-asalan. Tercatat, pada abad ke-9 terdapat kitab Adab at-Tabib sebagai kitab yang pertama kali ditujukan untuk kode etik kedokteran. Kitab yang ditulis oleh Ishaq bin Ali Rahawi ini berisi 20 bab. Di antaranya terdapat rekomendasi akan adanya peer-review atas setiap pendapat baru di dunia kedokteran.

Artinya, Islam sangat mendukung setiap penemuan baru, termasuk teknologi vaksin. Hanya saja Islam akan memutus setiap upaya yang dapat menimbulkan sengkarut. Islam juga akan memaksimalkan peran negara dalam mengontrol keamanan vaksin dari awal penelitan hingga proses distribusinya. Negara tidak menyerahkan urusan ini kepada pihak ketiga demi menghindari data terselubung hingga komersialisasi vaksin yang membebani rakyat. Negara berdampingan dengan ilmuwan akan membuktikan keamanan vaksin kepada rakyat sehingga rakyat memperoleh harapan secara rasional bukan sekadar klaim kata yang miskin data. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Selasa, 11 May 2021 22:46

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Selasa, 11 May 2021 22:35

Anakku Investasi Akhiratku

Anakku Investasi Akhiratku

Selasa, 11 May 2021 22:32

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Selasa, 11 May 2021 22:20

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Selasa, 11 May 2021 22:19

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Selasa, 11 May 2021 22:05

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Selasa, 11 May 2021 22:05

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

Selasa, 11 May 2021 21:58

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Selasa, 11 May 2021 21:47

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 21:45

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Selasa, 11 May 2021 21:43

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Selasa, 11 May 2021 21:11

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Selasa, 11 May 2021 17:01

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 16:57

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Selasa, 11 May 2021 16:45

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

Selasa, 11 May 2021 16:39

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Selasa, 11 May 2021 16:24

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Selasa, 11 May 2021 16:11

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Selasa, 11 May 2021 16:08

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:38


MUI

Must Read!
X