Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.358 views

Dilematis Makanan Sehat

 

Oleh:

Keni Rahayu || Dakwah Influencer

 

SIAPA yang mau sakit? Gak ada. Semua pingin sehat. Siapapun itu gak ada yang suka dengan sakit. Sebab rasa sakit menghilangkan sebagian nikmat dari tubuh kita.

Salah satu faktor penyebab penyakit adalah makanan. Maka kalau mau sehat ya harus menjaga makanan. Baik dari segi pola makan maupun jenisnya. Makanan termasuk salah satu faktor penguat tubuh manusia menuju sehat.

Sayangnya, tidak semua orang paham dengan makanan sehat. Selama ini kita hanya menduga makanan yang ini sehat, makanan yang itu sepertinya sehat, makanan yang lain rasanya tidak sehat. Semua diklasifikasikan berdasarkan praduga. Tidak ada upaya lebih dalam rangka menggali informasi status makanan yang akan dikonsumsi, apakah itu sehat atau tidak.

Ditambah, semua dugaan ini tidak diteruskan menjadi sebuah amal berarti. Bahkan ketika mengetahui jenis makanan tertentu adalah makanan sehat, tidak ada upaya bagi dia untuk mengonsumsinya. Sebaliknya, ketika sudah tahu makanan tertentu tidak sehat tidak ada upaya berarti untuk menghindarinya.

Kita tahu bahwa buah dan sayur baik bagi kesehatan. Namun sangat minim sekali upaya untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan keduanya. Dengan dalih "tidak enak", sayur dan buah tertentu masuk ke dalam list buah yang terlarang dikonsumsi.

Di sisi lain, di Indonesia mie instan seolah menjadi makanan wajib yang bisa mengganti bahkan mendampingi makan nasi. Padahal, nasi adalah karbohidrat begitu juga dengan mie. Mie adalah zat tepung yang intinya ya karbohidrat juga. Meski mengandung pengawet, mie semakin banyak penggemarnya.

Bahkan bayi alias balita sudah dikenalkan dengan makanan panjang bak karet gelang ini. Lahir mie instan untuk bayi dari berbagai merk dagang. Bukankah miris bayi Indonesia lahir di lumbung padi, namun disuguhi makanan instan?

Hari ini kita bebas makan apa saja yang kita ingini tanpa peduli ini dan itu. Dampaknya memang tak terasa hari ini, namun tunggu saja beberapa tahun lagi. Obesitas, kanker, diabetes, semua menanti. Kita makan asal kenyang, tanpa peduli nutrisi.

Hari ini tidak jarang perempuan menyandang penyakit PCOS. Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Penderita PCOS mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan (Alodokter, 11/10/19).

Kalau kata dokter Zaidul Akbar, PCOS itu sel telur tidak matang. Ketika sel telur tak matang, ia tak akan pernah siap dibuahi meski bertemu sel sperma berkali-kali. Wajar saja apabila kehamilan tak kunjung datang. Penyebabnya adalah pola makan yang tidak teratur, lebih-lebih jenis makanannya sembarangan. Lengkap sudah penderitaan tubuh kita.

Yang lebih dilema lagi, kemiskinan meniscayakan rakyat makan apa saja yang ada. Alih-alih buah, nasi aking sudah terhitung sangat murah. Peran siapa lagi kalau bukan negara? Mau sosialisasi gimana aja mengenai stunting, isi piring dan sebagainya, tanpa ada perbaikan ekonomi semuanya hanya himbauan saja. Tak mampu rakyat menjangkaunya.

Mengapa Harus Makanan Sehat?

Perintah Allah adalah makan makanan halalan tayyiban. Tidak cukup halal, melainkan juga harus tayyib baik dari bahan maupun jenis makanannya. Sejatinya Islam sudah mengajarkan kita menghindari makan makanan yang merusak tubuh.

Mengapa masih saja dilakukan? Sebab muslim tidak paham hakikat makanan sehat. Tidak pernah ada bimbingan serius dari negara untuk mengonsumsi makanan yang layak bagi tubuh. Tidak ada mata pelajaran khusus yang mengedukasi mendalam terkait hal ini. Jadi akibatnya manusia asal enak ya dimakan.

Di sisi lain, negara juga tidak menggunakan peran besarnya dalam mengatur pangan yang beredar di masyarakat. BPOM bekerja lebih ke arah bisnis daripada kecintaan pada tubuh manusia. Tentu berbeda dengan negara yang menjalankan Islam. Islam memperhatikan dengan serius pengelolaan pangan yang ada di sebuah negara.

  1. Halal. Hanya makanan halal yang diizinkan beredar. Bukan label halal yang dicantumkan, melainkan sebaliknya yakni label haram disematkan dalam semua jenis makanan haram. Sebab yang haram lebih sedikit daripada yang halal bukan? Seharusnya begitu mindset yang ada di Indonesia. Sayangnya yang berlaku adalah yang sebaliknya.

  2. Tayyib. Islam direpresentasikan oleh para pemimpinnya, memastikan makanan yang dikonsumsi rakyat tidak memberikan dampak panjang yang buruk bagi kesehatan. Negara memiliki peran besar untuk memfilter makanan yang demikian.

  3. Media. Bagaimana rakyat teredukasi dengan makanan sehat jika iklan yang tampil adalah fast food, camilan manis, minyak goreng dan tepung-tepungan. Sudahlah tidak ada edukasi makanan sehat, makanan penyakit ditayangkan setiap hari bak emas yang menyilaukan.

  4. Industri. Negara mengelola industri sektor pangan berdasarkan syariat Islam. Selain halal, tayyib, makanan kemasan dijadikan makanan pelengkap saja. Misalnya pada kondisi aneh tertentu, seperti saat bepergian.

  5. Pendidikan. Ini tak kalah penting. Dalam pendidikan, negara menanamkan edukasi sejak dini untuk membantu manusia memilah makanan sehat. Makan bukan asal kenyang melainkan yang bernutrisi. Edukasi ini harus ditanam kuat sampai mentahjasad dalam keyakinan. Mengapa? Sebab tubuh adalah investasi akhirat. Ketika tubuh kita sakit, bagaimana kita bisa beribadah kepada Allah? Satu hal lagi yang sepertinya remeh, edukasi mengolah bahan makanan menjadi menu sehat bergizi. Adalah ibu-ibu yang sering banget bingung mau masak menu apa yang sehat, bergizi dan enak untuk keluarga, akan terbantu dengan pendidikan terkait ini.

Setidaknya lima poin di atas bisa mengurangi dilema kita dalam konsumsi makanan halal dan baik. Harapan penulis, tulisan ini bisa jadi refleksi kita untuk senantiasa menjaga tubuh kita. Sebab tubuh ini adalah amanah Allah yang harus kita jaga sebaik-baiknya dengan konsumsi makanan halal dan tayyib. Wallahu a'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Ahad, 02 Oct 2022 21:23

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Ahad, 02 Oct 2022 21:20

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Ahad, 02 Oct 2022 21:17

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Ahad, 02 Oct 2022 20:25

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Ahad, 02 Oct 2022 15:45

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Ahad, 02 Oct 2022 15:09

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Ahad, 02 Oct 2022 10:26

Isu Bjorka Diburu, Kasus Sambo Jangan Dinego

Isu Bjorka Diburu, Kasus Sambo Jangan Dinego

Ahad, 02 Oct 2022 09:38


MUI

Must Read!
X