Jum'at, 3 Muharram 1448 H / 19 Juni 2026 15:30 wib
86 views
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Oleh: Badrul Tamam
Segala puji bagi Allah, serta selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah. Amma ba'du:
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah / kalender Islam dan merupakan salah satu dari empat bulan haram (yang dimuliakan). Namanya “al-Muharram” menambah hurmah (kehormatan) bulan ini.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu." (QS. Al-Taubah: 36)
Dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
"Waktu berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulan berturut-turut, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Al-Muharram, serta bulan Rajab Mudhar yang terletak di antara Jumada (Al-Akhirah) dan Sya'ban." (HR. al- Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Terdapat dalil yang sah dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
أفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Al-Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat fardu adalah salat malam." (HR. Muslim, No. 1163).
Perkataan beliau " شهر الله" (Bulan Allah): Penyandaran kata "bulan" kepada "Allah" merupakan penyandaran yang berfungsi untuk pengagungan (idhafah tasyrif). Al-Qari mengatakan: "Secara lahiriah, yang dimaksud adalah keseluruhan bulan Muharram."
Namun, telah terdapat dalil yang sah bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadan. Oleh karena itu, hadits ini dipahami sebagai anjuran untuk memperbanyak puasa di bulan Muharram, bukan berpuasa pada seluruh hari di bulan tersebut.
Dari hari-hari di bulan Muharram, ada satu hari yang diistimewakan dari hari lainnya dalam pahala puasa padanya, yaitu hari ‘Asyuro. Berpuasa pada hari tersebut bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu.
[Baca: Puasa 'Asyura Menghapuskan Dosa Setahun, Dosa Besar Juga]
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa hari 'Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim no. 1975)
Disunnahkan untuk menambah puasa Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a. Tujuannya, untuk menyelisihi kebiasaan puasanya Yahudi dan Nashrani.
[Baca: Mari Berpuasa Tasu'a & 'Asyura]
Berkata Imam As-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya, “Disunnahkan berpuasa pada hari ke sembilan dan ke sepuluh secara keseluruhan, karena Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam telah berpuasa pada hari ke sepuluh dan berniat puasa pada hari ke sembilan.”
Dari sini, maka puasa bulan Muharram memiliki beberapa tingkatan: Paling rendah, berpuasa pada hari ‘Asyura saja (hari kesepuluh saja). Di atasnya, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh. Terakhir, memperbanyak puasa pada bulan Muharram ini dan itulah yang terbaik dan terbagus. Wallahu A’lam. [PurWD/may/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!