Rabu, 29 Muharram 1448 H / 15 Juli 2026 20:43 wib
79 views
Hadiri Raker Sahabat MUI Kota Bekasi, Tri Adhianto Tegaskan Membangun Bekasi Adalah Tugas Bersama
BEKASI (voa-islam.com) – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengajak Sahabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di Kota Patriot.
Ajakan tersebut disampaikan Tri saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) I dan Halalbihalal Sahabat MUI Kota Bekasi bertema "Berkolaborasi demi Kota Bekasi yang Lebih Baik" di Asrama Haji Kota Bekasi, Rabu (15/7/2026).
Dalam sambutannya, Tri menyoroti masih adanya praktik perjudian yang ditemukan di sejumlah wilayah, khususnya Bekasi Utara. Selain itu, ia juga menyinggung persoalan LGBT yang menurut data yang disampaikannya mencapai sekitar 6.000 orang di kawasan Bekasi Selatan.
Menurut Tri, berbagai persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam.
"Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Sahabat MUI memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bekasi yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ujar Tri.
Ia menegaskan, penyelesaian persoalan sosial memerlukan penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Lima komponen anak bangsa—pemerintah, ulama, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat—menurutnya harus terus memperkuat semangat gotong royong agar berbagai tantangan dapat diatasi secara bertahap.
Selain membahas isu sosial, Tri juga menyinggung sektor pendidikan yang masih menghadapi sejumlah tantangan. Ia mengungkapkan keterbatasan ruang kelas di sekolah negeri menyebabkan satu kelas rata-rata masih diisi sekitar 40 siswa. Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendidik juga masih cukup besar.
Sebaliknya, menurut Tri, banyak sekolah swasta memiliki sumber daya guru yang memadai, namun jumlah peserta didiknya belum optimal. Karena itu, diperlukan sinergi yang lebih erat antara sekolah negeri dan swasta agar akses pendidikan masyarakat semakin luas dan merata.
Kehadiran Wali Kota Bekasi dalam forum tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pengurus Sahabat MUI Kota Bekasi. Kehadiran kepala daerah dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan peran ulama dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga moralitas, ketertiban sosial, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius.

Tonggak Awal Setelah Berbadan Hukum
Ketua Panitia Raker, H. Faisal Novira A. Moeliza, menjelaskan Raker I menjadi tonggak awal perjalanan organisasi setelah Sahabat MUI Kota Bekasi resmi berbadan hukum sebagai yayasan dan terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
"Raker pertama ini digelar setelah legalitas kami lengkap berbadan hukum yayasan dan terdaftar di Kesbangpol. Fokus pergerakan kami ke depan akan lebih cenderung pada ranah amar makruf nahi mungkar, terutama mengantisipasi berbagai persoalan sosial serta peredaran narkoba," ujar Faisal.
Siapkan Program Berbasis Riset
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Sahabat MUI Kota Bekasi, KH Epen Supendi, menegaskan organisasi memilih menyusun langkah yang terukur melalui pembentukan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang membawahi tujuh divisi strategis, mulai dari kajian keislaman hingga sosial kebangsaan.
"Kami mempersiapkan langkah strategis ini sebaik mungkin karena merancang tindakan jauh lebih efektif daripada bergerak tanpa rancangan," katanya.
Dorong Pengaktifan Kembali BNK
Persoalan narkoba juga menjadi perhatian serius dalam Raker tersebut. Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sahabat MUI Kota Bekasi, Bambang Sunaryo, SH, meminta Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD mendukung pengaktifan kembali Badan Narkotika Kota (BNK) agar upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap peredaran narkotika semakin efektif.
"Kami berharap Wali Kota dan DPRD dapat mendukung menghidupkan kembali BNK. Kehadiran LBH Sahabat MUI siap mengambil bagian memberikan edukasi dan pendampingan hukum secara gratis bagi masyarakat kecil yang menjadi korban," ujarnya.

Perkuat Kolaborasi
Ketua Umum Sahabat MUI Kota Bekasi, Ismail Ibrahim, menegaskan bahwa misi utama organisasinya adalah memperkuat kolaborasi seluruh komponen masyarakat demi mewujudkan Kota Bekasi yang lebih baik.
"Kita tidak akan sanggup menghadirkan kebaikan atau melawan kemungkaran sendirian. Karena itu kami akan merangkul semua pihak untuk meminimalisasi berbagai penyakit masyarakat, termasuk narkoba, pinjaman online ilegal, dan persoalan sosial lainnya," tegas Ismail.
Melalui Raker I ini, Sahabat MUI Kota Bekasi berharap dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan program-program nyata yang berorientasi pada pembinaan umat, penguatan ketahanan keluarga, pemberantasan narkoba, serta terciptanya Kota Bekasi yang religius, aman, dan berkeadaban. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!