Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.992 views

Lima Bahaya Childfree

 

Penulis:

Keni Rahayu || Influencer Dakwah Millenial

 

PAGI ini hati merasa agak kesal. Lebih ke sedih sih, miris. Ada sebuah akun instagram dakwah Islami beda gagasan soal childfree. Gak tau kenapa, rasanya kayak dia support gitu ke gagasan ini.

Dia nge-share kalau seharusnya kita di tengah aja, gak usah terlalu marah dan reaksioner. Alasannya, itukan keputusan individu. Kita gak perlu judgement gagasan individu, sebab kita gak kenal personally alasan seseorang memilih childfree.

Dalam feeds instagramnya, ia tulis juga beberapa ulama yang childfree bahkan tidak menikah sebab dalam rangka dakwah. Ada para ulama hebat yang memutuskan tidak menikah lantaran fokus dalam karirnya berdakwah. Hmm, tega syekali ulama dijadikan dalil pembolehan ide ini? 

Setidaknya ada empat alasan kita tidak boleh mendiamkan gagasan childfree:

1. Genosida halus. Sadarkah kita jika pendapat childfree ini tidak didudukkan pada tempat yang tepat, kelestarian umat manusia akan punah. Bayangkan 100 pasangan saja memutuskan childfree, akibatnya minimal ada 100 bayi batal lahir sebab pikiran sesat ini. Itu kalau satu pasangan anaknya satu, kalau anaknya dua bahkan tiga bagaimana? Lebih banyak lagi bayi tidak lahir di generasi ini. 

Apakah kita ingin kaum muslimin menjadi kaum yang habis bahkan sebab keinginannya sendiri? Musuh Islam lebih bahagia lagi, mereka tak butuh pistol dan granat untuk menghabisi kaum muslimin. Beri saja ide busuk childfree, masa depan kaum muslimin amblas. 

Apa kita mau menyusul Cina? Pemerintahnya kehabisan ide memaksa rakyat agar menikah dan mau punya anak. Setiap hari, setiap tahun angka harapan hidup turun sebab bilangan bayi yang lahir perharinya juga turun. 

2. Landasan ideologi. Kami rasa kurang pas ya menjadikan ulama dulu sebagai kambing hitam. Beliau-beliau dijadikan argumen untuk mendukung kita dalam rangka malasnya kita mendidik diri kemudian mendidik anak? Perbandingannya gak pas sama sekali. Zaman dulu, para ulama hidup di masa yang mendukung. Islam tegak sebagai institusi. Tayangan mengundang syahwat dilibas negara.

Landasan amalnya semata Islam. Motivasinya adalah dakwah. Beliau-beliau memilih sendiri sebab ingin fokus berkarya. Alih-alih anak biologis, anak ideologisnya banyak sekali. Bahkan sampai hari ini kitabnya masih dikaji dan sangat bermanfaat. Jadi kalau kita bukan ulama, dan tidak dalam rangka berkarya, ditambah kondisi hari ini susah melindungi diri kalau tidak menikah, maka jangan sekali-sekali memutuskan childfree. Menikahkalah untuk punya anak. 

Kalau alasan kita tidak mampu baik dari segi materi maupun tenaga, tugas kita mempersiapkan sebaik mungkin. Itulah mengapa kita harus belajar dan belajar bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi juga untuk generasi. 

Di balik ini semua, kita harus paham bahwa childfree hari ini digagahi oleh ide feminisme. Feminisme adalah paham jahat yang berlandaskan liberalisme dan sekularisme. Semua alasan yang terkata untuk mendukung childfree hari ini tak akan jauh-jauh dari untung rugi sebab landasannya adalah sipilis (sekularisme, kapitalisme, dan liberalisme). Yang gini mau dibandingkan sama ulama? Jauh sekali, bung.

Termasuk salah satunya adalah katanya ingin mengurangi populasi dunia? Mohon maaf, itu kental sekali dengan ide kapitalisme. Mereka takut tuh gak kebagian bahan pangan dan sebagainya. Dikasih alasan apa pun bau busuk pemikiran mendasar childfree sangat kuat sekali.

3. Perang pemikiran. Bahaya sekali jika kita mendiamkan gagasan childfree. Para liberalis memakai public figur untuk menjadikan mereka corong gagasan ini. Umat Islam yang polos dan murni hatinya, akan termakan. Mereka mengira benar ide ini, padahal tidak sesederhana itu. Ada makar besar di balik gagasan childfree salah satunya adalah mendukung feminisme di muka bumi. Mau? Aku sih NO. 

4. Diam tanda setuju. Pilihan kita cuma dua. Menerima berarti mengamalkannya, atau menolak sekaligus menyuarakannya. Jika kita diam berarti kita membantu kaum feminis menyerukan ide busuknya. Ini setara dengan menerima. Sebagai muslim seharusnya kita PD dan lantang menyuarakan say no to childfree tanpa ada alasan syari seperti para ulama tadi.

Bukankah rasul bakal bangga banget kalau umatnya di akhir zaman jumlahnya banyak? Kamu mau dengar apa kata rasul atau apa kata kaum sekuler liberal? Hati-hati dalam bersikap ya. 

5. Childfree hari ini hanya alasan tidak mau bersusah payah. Terakhir, setelah kita tahu landasan childfree ini digadang oleh kapitalisme, maka alasan yang lahir pasti berbau untung rugi. Berniat tidak punya anak takut tidak bisa mendidik? Bilang saja malas belajar.

Lebih dari itu semua, negara berperan besar dalam menghalau semua ketakutan. Jangan jadikan childfree sebagai pelarian. Alangkah baiknya, kita memahami jati diri kita bertanya pada Allah bagaimana mengelola dunia. Maka alasan-alasan di balik ingin childfree hari ini pasti terjawab semua. Jangan malas mengkaji Islam ya. Cuma itu filter kita terhadap gagasan yang benar dan salah di sisi Allah. Wallahu a'lam bishowab.*

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Selasa, 07 Dec 2021 19:51

Bukhori Usulkan RUU Bank Makanan dan RUU Tindak Pidana Kesusilaan Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Bukhori Usulkan RUU Bank Makanan dan RUU Tindak Pidana Kesusilaan Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Selasa, 07 Dec 2021 19:35

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Selasa, 07 Dec 2021 17:35

Bantahan untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Bantahan untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Selasa, 07 Dec 2021 15:05

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Selasa, 07 Dec 2021 12:50

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Senin, 06 Dec 2021 22:19

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Senin, 06 Dec 2021 21:31

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Senin, 06 Dec 2021 20:13

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Senin, 06 Dec 2021 20:10

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Senin, 06 Dec 2021 19:15

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Senin, 06 Dec 2021 16:59

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Senin, 06 Dec 2021 14:49

Berkaca Pada Pola Pendidikan Rasulullah Saw

Berkaca Pada Pola Pendidikan Rasulullah Saw

Senin, 06 Dec 2021 14:31

Dudung itu Prajurit atau Politisi?

Dudung itu Prajurit atau Politisi?

Senin, 06 Dec 2021 14:02

Varian Omicron, Kegagalan Badan Dunia Melindungi Nyawa Manusia

Varian Omicron, Kegagalan Badan Dunia Melindungi Nyawa Manusia

Senin, 06 Dec 2021 13:49

Indonesia Produsen Minyak Sawit Terbesar, Legislator Desak Pemerintah Turunkan Harga Minyak Goreng

Indonesia Produsen Minyak Sawit Terbesar, Legislator Desak Pemerintah Turunkan Harga Minyak Goreng

Senin, 06 Dec 2021 10:52

Kelompok HAM Kecam Eksekusi Extra-Yudisial Polisi Israel Terhadap Warga Palestina Di Yerusalem

Kelompok HAM Kecam Eksekusi Extra-Yudisial Polisi Israel Terhadap Warga Palestina Di Yerusalem

Ahad, 05 Dec 2021 21:05

Polisi Inggris Perlakukan Keluarga 'Pengantin ISIS' Sebagai Tersangka Dan Penjahat

Polisi Inggris Perlakukan Keluarga 'Pengantin ISIS' Sebagai Tersangka Dan Penjahat

Ahad, 05 Dec 2021 20:35

Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan

Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan

Ahad, 05 Dec 2021 19:43

Minta Maaf yang Bukan Minta Maaf

Minta Maaf yang Bukan Minta Maaf

Ahad, 05 Dec 2021 19:33


MUI

Must Read!
X

Ahad, 05/12/2021 16:55

UU Cipta Kerja bak Terekam Dalam VAR