Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.529 views

Konflik Afganistan dan Potensi Alam yang Diperebutkan

 

Oleh: Wenny Suhartati, S.Si.

Afganistan masih terus bergejolak. Konflik politik dan keamanan yang terus berkepanjangan menempatkan negara ini dalam deretan negara yang bermasalah. Bahkan, Afganistan saat ini termasuk salah satu negara termiskin di dunia.

Posisi Strategis Secara Geografis

Secara historis, sejak dulu Afganistan memang telah menjadi magnet perebutan pengaruh dari negara-negara besar. Meskipun secara geografis wilayahnya tidak memiliki akses ke laut (lockland) dan  banyak terdiri dari pegunungan yang gersang, namun posisinya menempatkannya sebagai tempat pijakan lalu lintas dan pintu gerbang bagi setiap peperangan dan penaklukan di benua Asia.

Afganistan yang mempunyai posisi di tengah benua Asia dan berbatasan langsung dengan Cina di timur laut membuat kawasan ini sejak dulu masuk dalam jalur sutra yang menghubungkan Cina dengan kawasan lain di Timur Tengah dan Asia lainnya. Selain itu, posisinya yang strategis juga sebagai penyekat kekuatan besar di Asia Tengah. Ketika masa penjajahan Inggris di India, Afganistan menjadi penyekat antara Kekaisaran Rusia dan Imperium Inggris.

Tetapi setelah perang dunia II, Amerika Serikat baru menyadari posisi penting dari Afganistan, yaitu sebagai pintu pembatas bagi Rusia dan Cina dari arah Asia Tengah serta posisi strategisnya untuk menjadi jalur lintas pipa minyak bumi dan gas dari Asia Tengah.

Kekayaan Tambang Mineral Afganistan

Dan kini ditambah lagi dengan fakta, ternyata Afganistan menyimpan sumber kekayaan mineral cukup besar yang belum tersentuh karena rentetan konflik yang mencabik-cabik negeri ini. Dengan jatuhnya Afganistan ke tangan kelompok Taliban, secara otomatis akan mengalihkan penguasaan atas kekayaan tambang mineral di negara itu.

Pada tahun 2010, ilmuwan dan pakar keamanan yang mendirikan kelompok Ecological Futures, Rod Schoonover, mengatakan bahwa Afganistan sebenarnya adalah salah satu wilayah yang paling kaya akan logam mulia tradisional dengan nilai cadangan mineral mencapai satu triliun dollar AS (Kompas.com, 20/08/2021).

Kekayaan tambang tersebut antara lain bijih besi, tembaga, lithium, kobalt dan logam langka dengan kandungan yang cukup banyak di Afganistan. Sedangkan harga dari banyak komoditas mineral tersebut semakin meroket dengan pertumbuhan tahunan sebesar 20 persen dibandingkan dengan beberapa tahun lalu yang hanya berkisar 5-6 persen, seiring dipicu oleh adanya tansisi global dari energi fosil ke energi hijau.

Incaran Negara Kapitalis

Potensi kekayaan alam yang demikian besar ini tentunya tidak akan dibiarkan begitu saja oleh negara kapitalis. Afganistan menjadi incaran negara-negara besar seperti Amerika, Rusia dan Cina. Terlebih kondisi Afganistan saat ini yang belum kondusif akibat gejolak perpolitikan pasca jatuhnya Afganistan ke Taliban. Pengaruh hubungan diplomatik dengan Afganistan pastinya menjadi ajang rebutan negara-negara yang eksploitatis ini.

Hal ini jelas terlihat dari bagaimana upaya Amerika Serikat untuk tetap mempertahankan eksistensinya di Afganistan. Upaya politik AS dilakukan melalui perjanjian Doha, Qatar dengan pihak Taliban pada akhir Februari 2020. Sebelumnya, sejak invasi AS ke Afganistan tahun 2001 tidak pernah terjadi negosiasi antar kedua belah phak.

Namun, rasa frustasi AS yang gagal menguasai Afganistan selama 20 tahun membuat AS melakukan negosiasi dengan Taliban di perjanjian Doha, Qatar. Perjanjian ini merupakan bentuk negosiasi jaminan antara kedua belah pihak. Bagi Amerika, meski tentaranya hengkang dari Afganistan namun kepentingannya di Afganistan tetap tidak akan terusik oleh Taliban. Begitu pula Taliban yang ingin menguasai Kabul, tentara AS tidak boleh mengganggu kepentingan mereka.

Sedangkan Cina mengkuatirkan keamanan proyek infrastruktur utamanya di bawah BRI (Belt and Road Initiative). Tanpa kesepahaman dengan Taliban, proyek-proyek BRI di kawasan, terutama CPEC (China-Pakistan Economic Corridor), akan rentan terhadap serangan teroris.

Dan sebagai produsen dari hampir setengah industri barang yang beredar di seluruh dunia, Cina sangat haus akan bahan baku mineral. Salah satu pertambangan raksasa Asia, Metallurgical Corporation of China (MCC) telah memiliki konsesi 30 tahun untuk menambang tembaga di provinsi Logar yang tandus di Afganistan. Saat ini Cina sudah dalam posisi berada di Afganistan untuk menambang mineral ini.

Independen dengan Islam

Semua negara adidaya berusaha untuk mengamankan kepentingannya masing-masing di Afganistan. Walhasil, Afganistan tidak pernah kosong dari persaingan kekuatan internasional untuk menguasainya. Tentu saja apa yang terjadi di negeri muslim Afganistan ini merupakan kejadian yang begitu memilukan. Kaum muslim yang seharusnya kuat, umat yang terbaik, namun kenyataannya justru berada dalam kendali asing yang berebut pengaruh kepentingan di daerah tersebut.

Inilah gambaran nyata ketika kaum muslim tidak bersatu dan masih terpecah belah, serta tidak disatukan dalam satu institusi politik Islam yang shohih. Seandainya kaum muslim menerapkan sistem pemerintahan Islam yang kaffah maka kekuatan asing yang berebut di salah satu wilayah Islam akan mampu dihalau.

Dalam sistem Islam tidak diperbolehkan adanya intervensi dari pihak asing, sebab selama asing masih bercokol di wilayah Islam maka kondisi politik dan keamanan masih akan terus disetir oleh mereka. Sebab di dalam pemerintahan Islam, seorang pemimpin akan melindungi wilayahnya dan menutup celah penguasaan asing atas wilayah, kekayaan, jiwa dan kehormatan kaum muslimin.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Al Imam (Khalifah) itu adalah perisai dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh dengan kekuasaannya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan telah terbukti selama 13 abad lebih lamanya ketika Afganistan berada di bawah naungan sistem Islam, tidak terjadi permasalahan baik politik, keamanan maupun kelaparan. Pengelolaan sumber daya alam pun dilakukan oleh negara tanpa ada intervensi pihak asing manapun.

Pada akhirnya dapat kita pahami bahwa Afganistan tidak akan pernah mandiri dan berdaulat secara penuh jika masih ada intervensi dari pihak asing. Kedaulatan hakiki hanya akan didapatkan jika Afganistan berada di bawah naungan sistem Islam yang kaffah. Tentu saja lengkap dengan syariat Islam yang dapat diterapkan secara sempurna untuk melindungi dan memberikan kesejahteraan kepada rakyat secara penuh. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Rabu, 27 Oct 2021 11:49

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Rabu, 27 Oct 2021 09:56

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Rabu, 27 Oct 2021 09:36

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Korupsi Jadi Ritual Bangsa, Berapa Harga Percaya?

Rabu, 27 Oct 2021 07:47

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Pinjol, Transaksi Ribawi yang Menjerat Umat

Rabu, 27 Oct 2021 07:37

Menag dan Kegaduhan

Menag dan Kegaduhan

Selasa, 26 Oct 2021 23:28

Hamas Serukan Penduduk Yerusalem Lawan Israel Terkait Pembongkaran Makam Al-Yusufiya

Hamas Serukan Penduduk Yerusalem Lawan Israel Terkait Pembongkaran Makam Al-Yusufiya

Selasa, 26 Oct 2021 22:13

Pemain Kriket Muslim India Jadi Sasaran Pelecehan Setelah Timnya Dikalahkan Pakistan

Pemain Kriket Muslim India Jadi Sasaran Pelecehan Setelah Timnya Dikalahkan Pakistan

Selasa, 26 Oct 2021 22:00

Anis Tegaskan PKS Fokus Bantu Kesejahteraan Masyarakat

Anis Tegaskan PKS Fokus Bantu Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 26 Oct 2021 21:16

Mustafa Kemal Attaturk Tidak Sekuler

Mustafa Kemal Attaturk Tidak Sekuler

Selasa, 26 Oct 2021 21:00

Pemerintah Waspadai Varian Baru Corona AY.4.2 dari Inggris

Pemerintah Waspadai Varian Baru Corona AY.4.2 dari Inggris

Selasa, 26 Oct 2021 16:15

Legislator PKS Desak Pemerintah Investigasi Tabrakan LRT

Legislator PKS Desak Pemerintah Investigasi Tabrakan LRT

Selasa, 26 Oct 2021 15:54

Selamat Hari Santri, Saatnya Video Menjadi Dakwah Utama

Selamat Hari Santri, Saatnya Video Menjadi Dakwah Utama

Selasa, 26 Oct 2021 13:07

Mantan Pejabat Intelijen Saudi Saad Aljabri Sebut Mohammed Bin Salman 'Pembunuh Dan Psikopat'

Mantan Pejabat Intelijen Saudi Saad Aljabri Sebut Mohammed Bin Salman 'Pembunuh Dan Psikopat'

Selasa, 26 Oct 2021 09:45

Stop Ashobiyah Qaumiyah

Stop Ashobiyah Qaumiyah

Selasa, 26 Oct 2021 08:58

Mau Profit Bisnis Kuliner Meningkat? Intip Bocoran 26 Resep ini

Mau Profit Bisnis Kuliner Meningkat? Intip Bocoran 26 Resep ini

Selasa, 26 Oct 2021 08:30

Menag Sebut Kemenag Hadiah Untuk NU, Kader Muda PERSIS: Ahistoris

Menag Sebut Kemenag Hadiah Untuk NU, Kader Muda PERSIS: Ahistoris

Selasa, 26 Oct 2021 08:05

Mengapa Jokowi Butuh Ganjar?

Mengapa Jokowi Butuh Ganjar?

Selasa, 26 Oct 2021 04:29

Peringatan Hari Santri Harus Terus Menginspirasi Semangat Jihad Mengisi Kemerdekaan

Peringatan Hari Santri Harus Terus Menginspirasi Semangat Jihad Mengisi Kemerdekaan

Senin, 25 Oct 2021 23:10

Pak Prabowo, Sudahlah!

Pak Prabowo, Sudahlah!

Senin, 25 Oct 2021 23:02


MUI

Must Read!
X