Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.924 views

Korupsi, Kado Pahit dari Manifestasi Kapitalisme

 

Oleh: Rismayanti Nurjannah

 

Belum genap satu bulan di tahun 2022, kita sudah disuguhi kado pahit kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Bekasi, Rachmat Effendi. Ia terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/1) siang, karena tersandung dugaan kasus pembebasan lahan dan lelang jabatan di lingkungan Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dari tahun ke tahun tren kasus korupsi terus meningkat. Sebagaimana data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW), jumlah penindakan kasus korupsi selama enam bulan awal tahun 2021 mencapai 209 kasus. Jumlah ini naik dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni 169 kasus. Walaupun dari sisi penindakan kasus korupsi terbilang fluktuatif, namun dilihat dari sisi kerugian negara terus mengalami tren peningkatan. Dan ini cukup menunjukkan hubungan dengan peningkatan kasus korupsi.

Fenomena Korupsi di Indonesia

Sejak Januari hingga November 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi sebanyak 3.708 laporan terkait dugaan korupsi. Dari seluruh laporan tersebut, sebanyak 3.673 yang sudah diproses verifikasi. Sementara yang berhasil ditangani KPK selama periode tersebut sebagaimana dirilis liputan6.com (20/12), hanya 101 perkara korupsi dengan menjerat 116 tersangka. Itu artinya dari laporan yang dikantongi KPK, hanya 3% yang berhasil diproses ke ranah hukum.

Berdasarkan data yang dikantongi KPK, tipikor mayoritas terjadi di lembaga pemerintahan baik skala kabupaten/kota. Berikutnya terjadi di kementerian/lembaga serta BUMN/BUMD dan pemerintah provinsi. Kerugian negara pun fantastis, mencapai Rp26,83 triliun sepanjang tahun 2021. Dan kasus ini terus berulang dari tahun ke tahun di lembaga yang serupa. Dengan demikian, tipikor bukanlah persoalan personal. Melainkan persoalan yang bersifat struktural. Karena jika ini persoalan personal, maka seharusnya dengan penegakkan hukuman yang setimpal, selesai kasus ini dan tak berulang.

Faktanya, sanksi yang diberikan pun tak menuntaskan masalah. Bahkan, muncul lagi maling-maling lainnya dan kian merebak jika ada proyek besar bak jamur di musim penghujan. Tidak dimungkiri, praktik korupsi yang terungkap hanya tataran permukaannya saja. Ibarat fenomena gunung es, yang belum terungkap jauh lebih banyak apalagi dibarengi dengan sistem pengawasan yang lemah. Alhasil, semua saling berkelindan dalam lingkungan yang korup.

Dari fakta di atas, ada benang merah yang bisa kita tarik. Yakni, akar permasalahan korupsi yaitu diterapkannya sistem Demokrasi Kapitalisme di negeri ini. Sistem ini berkelindan memberikan kesempatan bagi seseorang untuk melakukan praktik korupsi, dimana Kapitalisme melahirkan watak manusia yang kapitalistik. Mereka melakukan akumulasi kekayaan tanpa memedulikan apakah melanggar norma atau tidak dalam prosesnya. Struktur masyarakat yang terbentuk pun masyarakat yang materialistik. Ironisnya, seseorang dihargai atau tidaknya di tengah masyarakat berdasarkan kekayaannya semata. Sehingga lazim jika kita melihat setiap orang terus berjuang untuk memperkaya dirinya sendiri tanpa memedulikan orang lain.

Dukungan dari sistem demokrasi pun turut menyuburkan praktik korupsi terjadi di negeri ini. Dimana demokrasi membuka peluang money politic terjadi dalam kontestasi politik. Selama masa kampanye misalnya, tentu butuh dana yang tak sedikit. Bahkan uang dijadikan alat kampanye yang sangat ampuh untuk mendulang suara. Votes (suara) pun jadi komoditas yang diperjual-belikan untuk meraih tampuk kekuasaan.

Biaya yang dikeluarkan selama masa kampanye bisa jadi bukan dari kantong pribadi. Ada dana-dana “panas” yang harus dikembalikan kepada pemiliknya ketika tampuk kekuasaan teraih. “No Free Lunch” begitu tepatnya. Akhirnya terjadi simbiosis mutualisme antara penguasa dengan pengusaha. Bukan lagi dana yang dikembalikan layaknya utang. Melainkan perizinan mendirikan usaha yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah yang jauh lebih berlimpah. Bagi-bagi kue kekuasaan pun tak dielakkan.

Sebagai sebuah persoalan yang bersifat struktural, pemberantasan korupsi tak bisa diselesaikan hanya dengan penyelesaian yang sifatnya pragmatis. Artinya, butuh perubahan struktural juga yang kemudian bisa menihilkan perilaku-perilaku korup, baik korupsi kecil-kecilan (petty corruption) atau korupsi besar-besaran (grand corruption). Dan perubahan struktural ini harus dengan mengubah sistem yang diterapkan di negeri ini, yakni sistem Kapitalisme.

Pemberantasan Korupsi Menurut Islam

Sebagai antitesis dari penerapan Kapitalisme, Islam jadi jawabannya. Penerapan sistem Islam dengan basis ketakwaan kepada Allah Swt. melahirkan individu-individu yang menjadikan halal haram sebagai standar hidupnya. Sehingga kecil kemungkinan terjadi berbagai praktik manipulatif di dalam lembaga pemerintahan.

Islam telah menggariskan bahwasanya setiap muslim yang diamanahi menjadi pemimpin, maka ia akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak. Dan tentu ini memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi seseorang yang benar-benar bertakwa kepada Allah Swt. Alhasil, jika dari akarnya diperbaiki, dirombak, diubah sesuai fitrah manusia, maka bukan tidak mungkin korupsi lenyap dari proses pemerintahan. Bahkan, para pemimpin yang hadir di tengah-tengah masyarakat pun adalah para pemimpin yang begitu dicintai rakyatnya.

Di samping penerapan sistem yang mumpuni, Islam pun telah menetapkan langkah-langkah bagaimana supaya kasus korupsi tidak menjamur di dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.

Pertama, sistem penggajian yang layak. Aparat pemerintahan sebagai pelayan rakyat, ia berkewajiban menunaikan tugasnya dengan sempurna. Memberikan pelayanan yang optimal. Namun, mereka pun tetaplah manusia yang mempunyai kebutuhan hidup. Sehingga negara wajib memberikan gaji yang layak supaya aparatur pemerintah bisa fokus bekerja dan tidak tergoda berbuat curang.

Kedua, larangan menerima suap dan hadiah. Tentang suap Rasulullah bersabda, “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap.” (HR. Abu Dawud). Tentang hadiah kepada aparat pemerintah, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur.” (HR. Imam Ahmad).

Ketiga, perhitungan kekayaan. Khalifah Umar bin Khathab pernah melakukan perhitungan kekayaan dan pembuktian terbalik dan ini menjadi cara yang ampuh untuk mencegah korupsi. Semasa menjabat pun, Khalifah Umar menghitung kekayaan para pejabat di awal dan akhir jabatannya. Bila terdapat kenaikan yang tidak wajar, maka diminta membuktikan bahwa kekayaannya itu didapat dengan cara yang halal.

Keempat, keteladanan pemimpin. Pemimpin berkewajiban untuk melakukan ri’ayah syu’unil ummah (mengatur urusan umat) dan pengaturan ini harus dicontohkan kepada bawahannya. Sebagaimana Khalifah Umar pernah menyita sendiri seekor unta gemuk milik puteranya, Abdullah bin Umar, karena didapati tengah digembalakan bersama di padang rumput miliki baitulmal dan ini dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas negara.

Kelima, hukum yang tegas. Penegakkan hukum dalam Islam tidak tebang pilih. Tanpa memandang apakah ia keluarga, kerabat atau kolega. Sebagaimana yang akan dilakukan Rasulullah kepada puterinya, jika benar Fatimah anaknya yang mencuri, “Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya. (HR. Bukhari)

Keenam, pengawasan masyarakat. Masyarakat berperan sebagai kontrol sosial yang mempunyai kewajiban untuk senantiasa melakukan muhasabah ke berbagai elemen. “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangan (tindakan atau kekuasaan)nya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya. Barang siapa yang tidak mampu melaksanakannya, maka hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya. Dan yang terakhir itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Paripurnanya Islam yang memberikan syariat dari hulu ke hilir, tercatat telah berhasil meminimalisasi tindak kejahatan di tengah-tengah masyarakat. Sistem ini mampu mengantarkan negara menjadi sebuah peradaban yang gemilang pada masanya. Bila sudah begini, apakah sistem Kapitalisme dengan berbagai nilainya yang rusak itu akan tetap dikukuhkan sebagai sistem tata negara? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sudah 500 Lebih Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Besar Di Turki Dan Suriah

Sudah 500 Lebih Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Besar Di Turki Dan Suriah

Senin, 06 Feb 2023 17:35

Muhammadiyah Sidoarjo Siapkan Makanan Gratis Peserta Seabad NU

Muhammadiyah Sidoarjo Siapkan Makanan Gratis Peserta Seabad NU

Senin, 06 Feb 2023 16:22

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Senin, 06 Feb 2023 13:17

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Senin, 06 Feb 2023 11:35

Laporan: Iran Sewa Geng Kriminal Untuk Bunuh Pembangkang Di Luar Negeri

Laporan: Iran Sewa Geng Kriminal Untuk Bunuh Pembangkang Di Luar Negeri

Senin, 06 Feb 2023 10:23

Kepala Wagner: Pertempuran Sengit Sedang Berlangsung Di Utara Kota Bakhmut

Kepala Wagner: Pertempuran Sengit Sedang Berlangsung Di Utara Kota Bakhmut

Ahad, 05 Feb 2023 21:48

Pervez Musharraf – Orang Yang Bantu AS Menginvasi Afghanistan Meninggal Setelah Sakit Berkepanjangan

Pervez Musharraf – Orang Yang Bantu AS Menginvasi Afghanistan Meninggal Setelah Sakit Berkepanjangan

Ahad, 05 Feb 2023 20:29

Cina Marah Balon Mata-matanya Ditembak Jatuh AS

Cina Marah Balon Mata-matanya Ditembak Jatuh AS

Ahad, 05 Feb 2023 15:55

Pelaku Pemerkosaan Anak, Bukti Sistem Sekuler Merusak

Pelaku Pemerkosaan Anak, Bukti Sistem Sekuler Merusak

Ahad, 05 Feb 2023 13:22

Jalan Panjang Larangan LGBT di Negeri Muslim

Jalan Panjang Larangan LGBT di Negeri Muslim

Ahad, 05 Feb 2023 09:20

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Sabtu, 04 Feb 2023 21:15

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Sabtu, 04 Feb 2023 20:50

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Sabtu, 04 Feb 2023 20:35

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Sabtu, 04 Feb 2023 17:36

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Sabtu, 04 Feb 2023 16:45

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Sabtu, 04 Feb 2023 12:12

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Jum'at, 03 Feb 2023 21:25

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jum'at, 03 Feb 2023 21:12

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Jum'at, 03 Feb 2023 20:37

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Jum'at, 03 Feb 2023 17:45


MUI

Must Read!
X